
Tepat di atas gunung Fuji, sang ratu duduk bersemedi disana. Tubuhnya melayang diatas tongkat saktinya yang ia tancapkan di puncak gunung. Sempat bergetar gunung Fuji ketika tongkat sakti sang ratu tertancap. Semua itu terjadi begitu cepat tanpa penduduk sadari.
Salju lembut mengisi hamparan puncak gunung. Indah ketika dipandang. Tetapi itu sekarang bukanlah waktunya memikirkan keindahan itu. Bagi sang ratu, tujuannya hanya satu pergi dan bersemedi di gunung Fuji yaitu mendapatkan kekuatan dua kali lipat setelah kemarin terkuras akibat menyembuhkan luka putranya.
Walau luka tersebut terlihat hanya seperti terbakar, namun bagi sang ratu itu menjadi salah satu kekhawatirannya. Sang ratu khawatir jika kekuatan yang dimiliki musuhnya jauh lebih kuat darinya. Tentu hal tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja oleh sang ratu.
Maka dari itu, sang ratu memilih untuk bersemedi di gunung Fuji untuk mengembalikan kekuatannya. Dan untuk menambah pula kekuatannya agar lebih kuat dari para musuhnya.
Dalam alam semedinya, sang ratu dikejutkan oleh kedatangan seorang wanita cantik berpakaian seperti seorang ratu. Seketika darahnya mendidih ketika tahu siapa yang datang dan mengganggu semedinya itu.
"Setelah ratusan tahun aku menunggu, akhirnya kita dapat bertemu." ucap sang ratu dengan angkuhnya. Tersenyum kecut melihat wanita yang menghampirinya itu.
Senyum manis terbit ketika mata berwarna abu-abu itu menatap tajam manik mata sang ratu. "Maaf mengganggu ritual semedimu, Izora. Aku kemari hanya ingin memberitahu satu hal padamu. Dan kamu harus mendengarkannya dengan baik." ucapnya tanpa rasa takit sedikitpun.
"Omong kosong! Cepat katakan!" gertak sang ratu yang memiliki nama Izora.
Satu langkah untuk mengikis jarak diantara keduanya. "Sebentar lagi, kamu akan musnah." ucapnya wanita tersebut setengah berbisik.
"Omong kosong apa ini, Arionna?! Tutup mulutmu itu! Dan dengarkan aku baik-baik. Bahwa di dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkanku. Ingat bahwa sekarang namaku Ratu Izora." sang ratu berbicara dengan penuh penekanan pada wanita yang berada didepannya itu.
"Hahaha!!!" tawa ratu Izora pecah seketika saat lawan bicaranya diam tak menanggapi.
__ADS_1
Wanita bernama Arionna itu tersenyum. "Kamu mungkin tidak akan percaya dengan apa yang akan terjadi padamu. Tetapi, aku ingatkan kembali bahwa kekuatan itu yang akan membuatmu musnah bersama dengan para pengikutmu. Bangsa Dijun laknat!"
Ratu Izora mengepalkan tangannya mendengar bangsanya disebut. Beberapa mantra telah ratu Izora ucapkan, tetapi tidak mempan pada sasarannya. "Izora, apa kamu lupa bahwa kamu tidak akan bisa menggunakan kekuatanmu disaat bersemedi?"
Ucapan Arionna membuat ratu Izora menghentikan niatnya untuk menyerang. Sekarang dia ingat bahwa dia sedang berada di alam semedi. Dimana, tidak ada satu pun kekuatan yang dapat digunakan disana.
"Diam kau, Arionna! Lancang sekali kau tersenyum mengejekku."
"Kenapa? Apa kau merasa tidak terima, ratu Izora? Sudahlah, sebaiknya kamu lanjutkan semedimu agar kamu bisa menambah kekuatan yang terkuras hanya karena mengobati luka kecil." Arionna semakin memancing ratu Izora dengan ucapnnya yeng tentu membuat kesal ratu Izora.
"Diam kau!"
"Sial!" gerutu ratu Izora setelah Arionna pergi menghilang.
***
"Presdir, aku tidak bisa mengendalikan kekuatan ini." Elif terduduk lemas di taman belakang kediaman Kandou bersama presdir, setelah tadi melakukan percobaan untuk mengendalikan kekuatan yang bersemayam di tubuh Elif bersama dengan sofu.
Presdir menggeleng mendengar keluhan dari matenya. "Yakinlah, Elif. Kamu pasti bisa mengendalikan kekuatan yang ada ditubuhmu. Percayalah. Ada sofu yang dapat kamu percaya untuk terus melatih kekuatanmu itu." ucap presdir dengan lembut. Agar wanita cantik yang berada disampingnya itu tak lagi mengeluh.
Sofu yang berdiri tak jauh dari cucunya itu tersenyum melihat keakraban yang terjalin antara presdir dan Elif. Raasanya seperti mustahil melihat cucunya yang dingin dan cuek itu bisa menjadi seseorang yang lemah lembut dan perhatian terhadap seseorang.
__ADS_1
"Kuatkan tekadmu untuk bisa mengendalikan semua kekuatannya, cucuku! Aku merasa kamu pasti bisa melakukannya. Tetapi, prosesnya memang lebih lama. Jadi bersabarlah." ucap sofu dengan tangan terus mengeluarkan kekuatannya yang sudah lama tak ia pakai.
"Wah sofu, hebat sekali!" presdir kagum dengan apa yang baru saja ia lihat.
Dalam beberapa detk saja sofu bisa memanggil semua burung yang terbang diangkasa lepas. Semua burung berbaris rapi. Seperti anak bebek.
Satu jentikan selanjutnya, semua burung itu terbang sembari membentuk sebuah kata disana.
"Cinta"
*
*
*
Jangan lupa like, hadiah dan koment yaa. Author minta doanya supaya bisa UP terus. Karena hari ini sampai juni lagi ada ulangan dari sekolah. Mohon doanya ya semuanya semoga diberikan kelancaran dan cepat selesai.
Dan disini Author mau mengumumkan kalau novel dengan judul Penghuni Abadi Dalam Hati itu akan direvisi dulu. Jadi, bagi kalian yang sudah membaca jangan lupa baca ulang ya. Masukkan juga ke rak FAVORITE kalian biar tahu terus kelanjutan ceritanya.
Makasih semua...
__ADS_1