Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir
Chapter 10 {Kelahiran}


__ADS_3

Setelah mobil yang membawa presdir melaju meninggalkan halaman kediaman, Elif segera melangkah masuk ke dalam. Semua bodyguard yang berjaga menunduk hormat ketika Elif melewati pintu berukir berwarna coklat yang dibuka lebar. Dengan langkah pelan, Elif terus melangkahkan kakinya sampai di ruang keluarga yang luas.


"Elif, apa Dex sudah berangkat ke kantor?" haha menghampiri dengan membawa segelas susu hangat ditangannya. Lalu menuntun Elif untuk ikut duduk di sofa ruang keluarga.


"Sudah haha. Baru saja presdir pergi." jawabnya dengan tersenyum.


"Minumlah ini. Tubuh dan janin yang kamu kandung sangat membutuhkannya. Terlebih sofu telah menambahkan ramuan penguat didalamnya." beritau haha seraya menyodorkan segelas susu hangat kepada Elif.


Elif dengan senang hati menerima. Ada ras haru saat meminum segelas susu yang diberikan oleh haha. Seumur hidupnya, tidak ada yang pernah seperhatian haha terhadapnya. Benar-benar kali ini Elif merasa sangat bersyukur dengan takdir yang begitu mengejutkannya. Semua berubah ketika dirinya bertemu dengan presdir.


"Terima kasih haha." ucap Elif setelah meminum habis susu yang ada digelas. Diletakannya gelas tersebut diatas meja, kemudian menatap hangat wanita cantik yang berada disebelahnya.


"Tak perlu berterima kasih. Itu sudah menjadi tugasku Elif. Kami semua berharap kamu dan janinmu akan terus baik-baik saja apapun yang terjadi. Dan kamu tidak perlu khawatir akan masa depan. Ada kami disini yang siap menjagamu." haha menggenggam tangan Elif. Mengusapnya pelan. Berusaha mengalirkan kasih sayangnya kepada mate putrnya yang sebentar lagi akan melahirkan cucu-cucu untuknya.


Bulir bening meluncur dari pipi Elif begitu saja. Tak kuasa Elif menahan semua kebahagiaan atas pengorbanan orang disekelilingnya. Dan Elif merasa sangat berharga. Dirinya bertekad melakukan semuanya sebaik mungkin. Termasuk mempertaruhkan nyawanya untuk buah hatinya yang sebentar lagi akan lahir. Dan itu adalah pertanda bahwa perang besar akan terjadi. Dimana semua bangsa yang bermusuhan dengan bangsa vampire akan berusaha membunuhnya dan anaknya.


Dengan cepat Elif mengusap pipinya. Tak mau terlihat cengeng didepan ibu mertuanya. Dan hal itu mengundang sebuah senyum terbit dibibir haha.


"Ucapan terima kasih tak akan bisa menebus rasa sayang kalian terhadapku haha. Aku sangat bahagia bisa ada diantara kalian semua. Dan aku pun berharap selamanya kita akan bersama. Menjadi keluarga yang utuh dan bahagia." Elif balas menggenggam tangan haha. Mengucapkan beberapa kata yang menurut Elif sendiri tidak cukup untuk segala yang diberikan oleh keluarga barunya.


"Tentu. Kita akan berusaha saling menjaga satu sama lain."


***


Elif menatap perut buncitnya dicermin kamar. Tersenyum tipis ketika sebuah tendangan terasa dan terpantul dicermin. Diusapnya perut yang semakin membesar itu.

__ADS_1


"Anak-anak tetaplah bertahan diperut mere ya. Sampai waktunya tiba kita akan bertemu."


ucapnya kepada lima anaknya yang masih berada didalam perut.


Beberapa saat setelah mengucapkan dua kalimat singkat itu, Elif merasakan sakit yang luar biasa diperutnya. Dia berjalan tertatih ke arah ranjang ketika sakit yang terasa semakin bertambah. Elif berusaha duduk dengan napas yang mulai tak beraturan.


Didalam hati, Elif terus menyebut nama presdir. Berharap presdir akan datang dan membantunya meredakan rasa sakit ini. Karena untuk berteriak meminta tolong, Elif ak punya tenaga lagi. Rasa sakit kali ini benar-benar membuatnya hanya bisa meringis dengan keringat yang mulai mengucur membasahi kulit putih bersihnya.


Sedangkan di taman belakang kediaman, haha yang sedang memetik bunga untuk ramuan sofu mendadak menghentikan aktivitasnya ketika menyadari sesuatu. Langit yang tadinya cerah perlahan berubah menjdi gelap, hawa dingin mulai terasa dan lolongan serigala terdengar keras dari hutan. Keranjang yang berada ditangan haha terjatuh ketika haha menyadari tanda-tanda disekitarnya.


"Elif." haha langsung berlari dengan kekuatannya, meninggalkan taman dan langsung menuju kamar dimana Elif berada.


Dengan telepati, haha menghubungi anggota keluarga saat mendapati Elif yang tengah meringis kesakitan karena akan melahirkan.


"Bertahanlah Elif. Kamu akan melahirkan." ucap haha kemudian membaringkan Elif di ranjang. Menunggu kedatangan sobo dan beberapa pelayan yang akan membantu persalinan.


"Ini akan sangat sakit. Maka gunakan sedikit kekuatan penyihirmu untuk membantu tubuhmu saat melahirkan. Kamu pasti bisa Elif." ucap haha kepada Elif. Dirinya ikut merasa sakit melihat Elif yang tengah berjuang melahirkan cucu-cucunya.


Elif mengangguk, kemudian memejamkan matanya. Berusaha fokus agar bisa menggunakan sedikit kekuatannya. Hingga setelah dirasa cukup, Elif langsung mengenjan dengan sekuat tenaga ketika pria yang dia nantikan datang.


Presdir langsung menggenggam tangan Elif. Membiarakan tangannya menjadi pegangan untuk Elif mengeluarkan segala kekuatan saat melahirkan buah hati mereka.


"Kamu pasti bisa melewatinya, sayang." bisik presdir menyemangati Elif. Beberapa kecupan mendarat dipuncak kepala Elif. Tanda cinta presdir pada wanita yang kini berjuang mati-matian demi penguasa alam yang ditakuti oleh semua bangsa.


Eaaa!!!

__ADS_1


Eaaa!!!


Eaaa!!!


Eaaa!!!


Suara tangis terdengar memenuhi kamar presdir dan Elif. Empat bayi kembar berjejer rapi di box bayi yang bersebelahan dengan ranjang yang kini Elif tiduri usai persalinan.


Presdir terus mengecup kening Elif dengan haru. Perjuangan mate-nya membuatnya tak lagi bisa berkata-kata. Bahkan presdir sendiri pun rasanya berhutang nyawa melihat proses yang amat menyakitkan tadi.


Apalagi saat melihat Elif yang tak sadarkan diri setelah mengatakan, "Haus." presdir segera menemui sofu. Meminta ramuan yang sudah disiapkan beserta darah murni milik presdir.


"Ini untuk anak-anakmu. Darah kalian berdua. Darah yang akan menjaga mereka semua." ucap sofu sebelum presdir kembali melesat ke kamarnya.


Empat bayi kembar itu terus menangis kencang secara bersamaan. Menggema hingga penjuru bangsa yang lain. Bagai lonceng alam pertanda kehancuran musuh telah berbunyi. Berhasil membuat semua musuh bangsa vampire bersiap untuk melakukan penyerangan.


"Sang penguasa telah lahir. Siapkan pasukan sebaik mungkin! Pada saatnya kita akan membunuhnya agar tidak ada kehancuran! Karena yang akan hancur adalah bangsa vampire!" suara berat dan dingin dari seorang pengusa terdengar memerintah kepada orang kepercayaannya. Senyum terbit disudut bibirnya tatkala pasukan yang dia siapkan telah siap berperang.


"Bersiaplah akan kehancuran!" ucapnya dingin. Disusul seringai mengeringan dari beberapa raja klang yang dia undang untuk bergabung agar kekuatan pasukannya semakin kuat.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


Hai ges, akhirnya ya UP juga setelah sekian lama. Kalo boleh jujur, kalian pada kangen ngga si sama cerita ini? Tulis dikolom komentar yaaa. Semoga cerita ini masih bisa menghibur kalian semua. Semangat menjalankan ibadah puasa. Sampai jumpa.


__ADS_2