Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir
Chapter 9 {Tujuan}


__ADS_3

Pukul tujuh pagi, sebuah mobil bermerek Lamborghini Veneno terparkir tepat didepan lobi perusahaan berlogo U. Para pekerja yang hendak memasuki gedung begitu saja menghentikan langkah mereka. Semua tercengang tatkala seorang pria gagah berstelan hitam keluar dari kereta besi yang mampu membuat siapapun takjub.


Setelah lama tidak menampakkan batang hidungnya, akhirnya sang pemimpin perusahaan kembali dengan berjuta pesona yang menguar dari tubuhnya. Lantas semua menunduk sebagai penghormatan. Disusul oleh pria tampan berjas biru navi dibelakangnya yang tak kalah membuat mata para wanita tak berkedip.


"Selamat datang kembali, presdir. Unilever menyambut kedatanganmu." para bodyguard menyambut sang presdir yang melangkah masuk ke dalam perusahaan. Sembari membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat.


Sang pemimpin yang tak lain dan tak bukan adalah presdir Dex hanya membalas dengan anggukan. Pria itu terus berjalan dengan gagahnya sembari menelisik perubahan yang terjadi di perusahaan yang sedang dipimpinnya. Sejatinya, sebagai seorang presdir dirinya tentu merindukan suasana kerja di perusahaan ini. Namun, keselamatan Elif jauh lebih diprioritaskan. Bahkan kembalinya dia ke perusahaan bukan semata-mata dirinya yang mau. Tapi karena permintaan Elif dan tentunya setelah memastikan keluarga kecilnya aman.


Saat di lift khusus petinggi perusahaan, Javier baru membuka suara, "Gimana perasaan lo balik ke perusahaan?"


Presdir Dex yang mendapati pertanyaan dari saudaranya lantas melirik sekilas, "Biasa saja. Tidak ada yang menarik." jawabnya jujur.


"Oh ya? Gue kira lo bakal seneng balik lagi ke perusahaan." Javier menatap ke depan, menunggu pintu lift terbuka sembari memasukkan tangan ke dalam saku celananya. Sedangkan presdir tak menanggapi, memilih diam dan menunggu lift sampai di lantai yang dituju.


Tak lama pintu lift terbuka. Segera dua pria tampan itu keluar. Mereka bersama memasuki sebuah ruangan tempat dimana sang presdir biasanya memimpin. Dan disanalah presdir dikejutkan oleh kehadiran seseorang.


"Siapa dia, Jav?" seketika pertanyaan terlontar dari bibir presdir. Matanya yang tajam tak teralihkan dari seseorang yang tengah duduk di kursi tempatnya memimpin. Bahkan sekarang dengan beraninya tengah tersenyum tanpa merasa rasa takut sedikitpun.


Javier menarik napas sebelum menjawab, kali ini dirinya harus berhati-hati dalam berkata. Apalagi menyangkut seseorang yang dirinya duga presdir pasti akan langsung marah saat mengetahuinya.


"Dia adalah saudara kembar nona Elif, Presdir. Olif namanya." dengan intonasi begitu rendah Javier memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan padanya.


Prok!


Prok!

__ADS_1


Prok!


"Hallo presdir, senang bertemu denganmu." Olif yang memang dasarnya tidak tahu etikat didepan orang dengan berani menyapa presdir seperti temannya sendiri. Dan hal itu membuat presdir mengepalkan tangannya menahan marah. Rasanya baru kali ini ada orang seberani Olif kepadanya. Membuat harga dirinya terinjak-injak.


Cih! Dasar orang miskin dan kampungan! Tak tahu cara beretikat yang baik!


Presdir memaki dalam hati. Teringat latar belakang Olif. Walau berasal dari latar belakang yang sama dengan matenya. Namun keduanya jauh berbeda.


"Sepertinya kita tidak perlu basa-basi lagi. Sangat membuang waktu bukan?" Olif berjalan mendekat ke arah presdir yang masih berdiri ditempatnya.


"Cepat katakan apa maksud kedatanganmu!" tegas presdir yang mulai kehabisan stok kesabarannya.


Olif tersenyum dan mengangguk. Dirinya dengan senang hati mengutarakan maksud kedatangannya ke perusahaan dimana kakak kembarnya bekerja, kata ayahnya. "Beritahu dimana Elif berada."


"Meminta pertanggungjawabannya."


"Memang apa yang Elif perbuat?"


Olif melipat tangannya didepan dada. Semakin menegakkan kepalanya dengan angkuh. "Ayah jatuh sakit karena dia tidak pulang!" tuduhnya.


"Oh ya? Apa benar begitu, Jav?" presdir melirik ke arah Javier, meminta pembenaran dengan apa yang dikatakan oleh Olif.


"Menurut pemberitahuan dari orang suruhan anda, ayah dari nona Elif memang sakit. Namun bukan nona Elif yang menjadi penyebabnya. Melainkan orang yang berada didepan anda." Javier dengan tenang memberitahu kabar terkini yang dia dapat tadi malam.


Presdir menarik ujung bibirnya. Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana. Lalu menatap perempuan didepannya yang tampak terkejut begitu ketahuan telah berbohong.

__ADS_1


"Baru kali ini ada orang seberani anda didepan saya. Berani duduk di kursi saya, berjalan dengan angkuh tanpa menundukkan kepala, berbicara kurang sopan, berbohong dan yang paling fatal adalah menuduh Elif atas kesalahan yang nada perbuat. Cih! Benar-benar kampungan!" presdir mencibir perempuan yang dengan beraninya hanya menuduh orang lain atas kesalahannya.


Lantas dirinya berjalan mendekat ke arah Olif. Mendekatkan wajahnya ke telinga itu dan berkata, "Enyahlah dari sini sekarang. Jika tidak, akan saya pastikan hidup anda lebih menderita daripada saat ini. Manusia memang munafik!" setelah mengucapkan kata-kata penuh penegasan, presdir segera menjauh dan duduk di kursi kebesarannya.


Sedangkan Olif yang mendapat bisikan presdir tak serta merta menurut, dia justru berbalik dan dengan keberaniannya membalas, "Saya tidak akan pergi sebelum anda memberi apa yang saya mau!"


"Berapa nominalnya, ******?"


Olif mengepalkan tangannya dengan kuat mendengar julukan yang presdir berikan untuknya. Namun, demi tujuan utamanya dia mengesampingkan rasa marahnya lebih dulu. "Seratus juta."


Presdir tersenyum, lalu meminta Javier mendekat. "Harga ****** memang rendah." ucapnya kemudian memerintah Javier untuk mengirim uang sesuai permintaan Olif.


Setelah transaksi selesai, Olif langsung keluar dari ruangan yang sudah membuatnya terbakar. Tapi tak apa, yang penting tujuannya tercapai. Tak peduli dimana kembarannya berada yang penting uang dia dapatkan.


*


*


*


Bersambung...


Hallo ges, akhirnya author balik lagi nih setelah sekian lama. Pokoknya maapin deh karena baru bisa UP yaa. Semoga bisa ngobatin kerinduan kalian sama presdir dan Jav yaa. Dan jangan emosi sama Olif, dia emang gitu orangnya yaa.


Bagi kalian yg mai liat visual tokohnya ada di ig author @zulf_alina. Follow ya ges. Maaciw.

__ADS_1


__ADS_2