Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir
Capter 40 {Perang Sebenarnya}


__ADS_3

"Tidak ada yang boleh menyentuhnya barang sedikitpun. Karena dia adalah mate-ku. Ingat itu baik-baik." dengan tegas presdir mengucapkannya didepan para musuh.


Didalam gendongannya, terpampang jelas wajah cantik dengan mata tertutup. Napasnya lebih tenang seperti biasanya. Tanda didahinya terus mengeluarkan cahaya yang membuat perhatian musuh tertuju padanya.


Presdir menatap satu persatu musuh yang ada didepannya. Mereka berdiri mengelilingi presdir. Tak ada jalan untuk kabur saat itu. Mau tak mau presdir harus mengeluarkan kekuatan yang dia punya.


"Aku pasti akan membawamu kembali, Elif." presdir dengan hati-hati dan penuh kelembutan meletakkan Elif di tanah kering dan tak lupa mengecupnya beberapa kali.


Selanjutnya, presdir bersiap melawan para musuhnya yang sudah ada didepan mata. Taring putih nan panjang keluar sesuai naluri yang ada dalam tubuh presdir. Jas yang tadi dipakai, kini tergeletak diatas tubuh Elif. Presdir menggulung lengan kemejanya hingga ke siku. Mata merahnya menatap para musuh yang siap bertarung.


"Ayo kita mulai!"


Prajurit bangsa Dijun mulai menyerang dengan kekuatan. Mereka mengelilingi presdir dengan tujuan mengepung. Namun mereka salah. Kekuatan kaki gesit presdir tak terkalahkan. Selalu saja presdir berhasil keluar dari kepungan bangsa Dijun. Dan hal itu membuat prajurit kewalahan.


Duar!!!


Suara ledakan terdengar memekakkan telinga. Berhasil menghentikan perang kecil antara presdir dan prajurit bangsa Dijun. Semua mata tertuju pada sosok berbaju hitam dengan tanduk emas dikepalanya tengah melayang diatas sana. Disampingnya sang putra mahkota yang sedang menggendong seseorang yang presdir kenal.


Ya. Elif sedang berada digendongan Marco!


"Ratu Izora, kembalikan Elif!" teriak presdir sembari melesat ke tempat dimana sang ratu kesombongan dan ratunya berada. Tetapi, dengan cepat pula ratu Izora dan Marco menghindar.


"Hahaha!!! Memang aku sebodoh itu? Dia adalah musuh yang harus ku musnahkan! Tidak akan aku biarkan siapapun mengambilnya dari tanganku! Termasuk dirimu!" ratu Izora membalas dengan gertakan.


"Ayo!" mendengar hal itu, Marco melayangkan tubuh Elif ke udara dengan portal kekuatan milik ratu Izora yang tak dapat ditembus oleh siapapun, kecuali ratu Izora sendiri.


Presdir melesat dan berusaha masuk ke portal yang berada di sekeliling tubuh Elif. Ketika tangan itu menyentuh tubuh Elif, tubuh presdir justru terpental hingga menabrak pohon besar.


"Hahaha!!! Lihatlah! Kamu bahkan tidak bisa menembus portal yang ku buat! Dan aku peringatkan sekali lagi, bahwa kamu tidak akan dapat menyelamatkan mate-mu ini! Karena, sekarang aku akan memusnahkannya!" ratu Izora menyeringai setelah mengatakan pada presdir yang tengah terduduk dibawah pohon dengan tangan memegang dada. Sesak.


"Habisi dia juga, putraku!" setelahnya, ratu Izora terbang menuju tubuh yang kini melayang diudara. Sedangkan Marco, dia melesat menuju presdir dengan kekuatan yang siap menghancurkan tubuh presdir.


"Kau akan ku musnahkan sekarang!" tongkat yang digenggang seketika berubah menjadi pedang dengan ujung yang sangat lancip. Pedang tersebut diangkat ke atas dengan kuat dan dihunuskan tepat di jantung Elif. Seperti yang dulu pernah ratu Izora lakukan pada raja dan ratu bangsa penyihir.


Slettt!!!

__ADS_1


Tepat ketika ujung pedang hampir terhunus, sebuah bola kristal melesat mengenai tangan berjari lentik. Darah mengucur deras ketika pedang terlepas.


"Aaa!!!" ratu Izora berteriak marah karena ada yang menggagalkan rencananya untuk memusnahkan keturunan terakhir bangsa penyihir.


Dengan lirikan tajam, ratu Izora merasa tak percaya dengan apa yang dia lihat. "Arionna!!!"


Seseorang berbaju putih kebangsaan dengan mahkota bersinar terang menghampiri ratu Izora yang tengah mematung ditempatnya. "Ya. Aku datang. Inilah hari yang aku maksud. Dimana dirimu yang akan musnah, bukan putriku. " tanpa rasa takut ratu Arionna berkata pada ratu Izora.


"Omong kosong! Kita lihat, siapa yang akan musnah! Aku atau putrimu yang lemah ini!" ratu Izora mengeluarkan kekuatannya dan mulai menyerang ratu Arionna.


Peperang besar terjadi. Bangsa Dijun dan bangsa penyihir bertarung. Tak berapa lama dari itu. Bangsa Kandou pun datang dengan bala tentaranya. Dan hal paling mengejutkan adalah bangsa Falcon dan bangsa yang ingin mendapatkan Elif pun datang disaat itu juga.


Pemandangan mengerikan terlihat jelas ketika satu persatu dari mereka tumbang dengan tubuh mengenaskan.


Cling!!!


Portal buatan ratu Izora pecah saat cahaya terang yang berasal dari tubuh Elif bersinar. Semua mata langsung tertuju pada tubuh yang kini melayang diudara dengan pakaian putih dengan sayap cantik ditubuhnya. Mahkota putih terpasang sempurna diatas kepala dengan gagah.


Perang seketika terhenti begitu saja. Memandang wajah cantik yang kini tengah berdiri dengan tongkat ditanngannya. Semua terpana. Sekejap melupakan apa yang mereka tuju.


"Burung Raven!!!" semua mengucapkan dengan kompak tatkala burung putih tersebut mengendus wajah cantik milik majikannya.


Yang tak lain adalah ratu Elif.


"Tidak mungkin!" ratu Izora menatap tak tercaya.


Ratu Arionna tersenyum puas melihat putrinya. Inilah yang dia nantikan. Pembalasan bangsa penyihir pada bangsa Dijun. Atas apa yang mereka lakukan dulu.


Kini, waktunya bangsa Dijun lah yang akan musnah.


"Raven, lakukan tugasmu." ucapnya dengan lembut seraya mencium kepala burung Raven.


Burung Raven yang sudah tahu harus apa, segera melakukan tugasnya. Terbang dengan mengepakkan sayapnya yang membuat seluruh bangsa yang berperang dibawah sana terpental akibat angin yang berasal dari kepakan tersebut. Setelahnya, burung Raven melesat menuju ratu Izora dan membawanya dengan paruh ke atas langit.


"Aaa!!! Lepaskan aku!" ratu Izora yang tidak tahu harus apa, hanya bisa terteriak. Karena jika dirinya melawan dengan kekuatan pun tetap tak akan ada hasil.

__ADS_1


Elif melempar tongkatnya ke udara. Mengubah tongkat tersebut menjadi ribuan pedang yang siap menembus jantung para musuh. Dengan sekali kedipan, ribuan pedang itu bergerak dengan cepat menuju titik jantung para musuh.


"Aaaa!!!"


Teriakan yang begitu menyayat terdenhar menggema saat pedang menembus jantung. Darah mengalir deras ditanah. Menjadikan tanah berwarna merah.


Burung Raven terbang ke langit membawa ratu Izora menuju tempat yang sangat mengerikan. Membakar hidup-hidup tubuh dengan penuh kesombongan itu dan melenyapkannya dari muka bumi. Berharap agar tidak ada lagi penyebab kerusakan.


Setelah semuanya berakhir dalam hitungan menit, tubuh berbalut pakaian ratu itu jatuh ke tanah. Elif tak sadarkan diri karena kekuatannya habis. Tak ada tenaga lagi hanya untuk sekedar membuka mata dan mengucapkan sepatah kata.


"Salam ratu Arionna." bangsa Kandou semua menunduk hormat mengikuti sofu.


"Salam untukmu raja Bram. Sekarang waktuku sudah habis. Titipkan salamku pada putriku. Dan tolong jaga dia dengan baik. Terima kasih. Aku pergi dulu. Sampai jumpa dilain waktu." setelah itu ratu Arionna membalikkan badannya. Melangkah pelan dan mengecup kening putrinya tepat ditanda api berwarna abu-abu.


"Jaga putriku, pangeran Dexter."


Presdir membalas dengan senyuman dan anggukan. Dirinya mendekap wanita cantik yang kini tak sadarkan diri.


Ratu Arionna berjalan menuju bangsa penyihir yang telah menantinya dilangit. Kemudia, terbang dan menyusul mereka ke alam yang akan menjadi tempat tinggal mereka selamanya.


*


*


*


END


*


*


*


Season 1 END. Nantikan season 2 nya ya gaes. Makasih banyak karena udah nemenin Author sampai END. Jangan lupa dukung terus karya ini. Makasih buat semuanya. Yuk masuk grup. Author mau kasih hadiah kecil disana. Yukk...

__ADS_1


__ADS_2