
Sofu melangkahkan kakinya melewati Elif dan presdir menuju ruang tempat dirinya meracik banyak ramuan. Disana sofu mengambil sebotol kecil cairan berwarna hitam, lalu membuka tutup botol tersebut dengan pelan. Setelah tutup botol berhasil terbuka, kepulan asap hitam muncul seketika.
"Ada apa ini sofu?" tanya presdir dengan tangan mengibaskan udara agar kabut hitam itu menghilang.
Sedangkan sofu tidak menjawab, dia sedang disibukkan dengan mantra yang sedang ia ucapkan. Setelah beberapa menit kabut hitam itu berada di laboratorium, kini kabut itu hilang dengan perlahan.
Presdir menghampiri sofu yang sedang mengambil jarum suntik di bawah laci. Lalu, memasukkan cairan hitam itu melalui suntikan.
"Apa ini sofu? Untuk apa?" tanya presdir karena penasaran dengan yang dilakukan oleh sofu.
Elif tak bergerak dari tempatnya, dia merasa takut dengan apa yang ia lihat. Tubuhnya terasa kaku seketika, seperti ada segel yang mengunci dirinya untuk tidak bergerak kemanapun.
"Untuk membuka perisai yang ada di tubuh wanita itu." jawab sofu sembari berjalan mendekati Elif yang hanya bisa diam di tempat.
Sofu kembali melafalkan mantra yang akan membuatnya tahu siapa sebenarnya wanita yang ada dihadapannya saat ini. Lalu, menyuntikkan cairan yang telah ia racik sebaik mungkin dan dengan bahan yang sangat sulit didapatkan di dunia ini.
Tiba-tiba saja, Elif kejang dan akhirnya pingsan. Bersama dengan kepulan asap berwarna abu-abu yang juga menyelimuti laboratorium. Presdir yang melihat hal tersebut langsung berlari dan menangkap tubuh ramping Elif yang sudah terkulai lemas.
"Sofu kenapa jadi seperti ini?" tanya presdir khawatir.
Sofu hanya tersenyum simpul. Lalu, berjongkok dan kembali menyuntikkan jarum suntik kosong itu.
Perlahan darah berwarna abu-abu terlihat di jarum suntik yang tadinya kosong. Dan hal itu membuat presdir terkejut. Ternyata yang dia kira Elif hanyalah manusia biasa ternyata tidak.
__ADS_1
"Apa arti dari semua ini, sofu?" presdir langsung melontarkan pertanyaan pada sofu setelah darah itu berhasil memenuhi ruang kosong jarum suntik.
Sofu bangkit dan melihat dengan seksama darah yang ia ambil itu. Dugaannya benar, jika wanita yang kini berada di pangkuan cucunya itu bukanlah manusia biasa. Melainkan sesuatu yang sangat langka bahkan sofu pun merasa tidak percaya dapat menemuinya. Karena seharusnya wanita yang masih terkulai lemas itu sudah musnah ribuan tahun yang lalu.
"Dia bukan manusia biasa." jawab sofu sembari eneteskan darah berwarna abu-abu itu ke sebuah kaca tebal yang tadi ia letakaan di meja laboratorium.
"Aku tahu itu. Tapi, sebenarnya dia siapa?" presdir kembali melontarkan pertanyaan karena rasa penasarannya yang sangat menggebu.
"Penyihir."
Terlihat didalam kaca tebal itu memori kejadian ribuan tahun tergambar jelas disana. Sofu terus melafalkan mantranya agar gambaran kejadian itu tersusun dengan jelas dan dapat ia mengerti.
Presdir terkejut mendengar jawaban dari sofu. Dia melihat ke arah wajah Elif yang kini berubah menjadi sangat cantik dan mempunyai tanda lahir di dahi. Api berwarna abu-abu. Menyala dengan terang. Presdir merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat dihadapannya.
Dia seorang penyihir?
Sofu yang sudah melihat seluruh kejadiannya menghampiri cucunya dan wanita yang kini berubah menjadi seorang penyihir yang sangat cantik.
"Bangunlah!" sofu memercikkan air ramuan bunga Shi Shan yang membuat Elif tersadar.
Ditatapnya sofu dan presdir secara bergantian. Lalu, melihat dirinya yang kini berubah. Bukan lagi menggunakan gaun berwarna merah, tetapi berwarna putih. Dan rasanya sangat berbeda.
*Ada apa dengan diriku?
__ADS_1
Kenapa aku bisa berubah seperti ini*?
Elif bangkit dari pangkuan presdir. Lalu, menatap sofu dengan mata yang juga berubah warna menjadi abu-abu.
"Siapa aku sebenarnya? Kenapa menjadi seperti ini?" tanya Elif pada sofu. Dia meras takut atas perubahan dirinya yang secara tiba-tiba dan yang lebih membuatnya terkejut, dia memiliki kekuatan yang jauh berbeda dengan manusia pada umumnya.
"Kamu adalah seorang penyihir. Keturunan bangsa penyihir yang seharusnya musnah ribuan tahun yang lalu." jawab sofu membuat Elif terkejut.
*Seorang penyihir?
Musnah*?
Tanda di dahi Elif, sofu usap dengan air bunga Si Shan. Menyala dengan sangat terang. Begitu menyilaukan laboratorium. Bahkan sepertinya bisa membakar kulit manusia.
"Penyihir terkuat yang pernah aku temui. Dan itu adalah MATE cucuku sendiri." sofu dengan kekuatannya berusaha menetralkan kekuatan yang berkali-kali lipat datang dan masuk ke dalam tubuh Elif melalui cahaya terang di dahi Elif.
*
*
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like, hadiah dan koment. Semoga terhibur. Selamat membaca.