Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir
Chapter 36 {Mengeluarkan racun}


__ADS_3

Uhuk!


Uhuk!


Darah segar mengalir dari mulut sobo tanpa dapat dihentikan. Untuk mengucap sepatah dua patah kata pun terasa sngat sulit. Kekuatan yang sobo miliki pun terkuras habis setelah tadi bertarung melawan ratu kesombongan.


Presdir menghampiri sobo bersama sofu dengan tergesa. Javier pun ada disana setelah mendengar bahwa sobo melakukan perlawanan terhadap ratu Izora ketika dia tau bahwa mate cucunya sekarat gara-gara ulah ratu Izora.


"Istriku, minumlah ini." sofu mengeluarkan sebotol air berwarna biru. Lalu, membantu sobo meminumnya.


Bibir mulai bergerak merapal mantra khusus. Asap mulai keluar dari tubuh sobo saat bibir itu semakin cepat. Semua orang sangat khawatir dengan keadaan genting yang terjadi.


"Dex, jaga mate-mu. Jangan biarkan dia sendirian." haha memerintah presdir agar menjaga Elif yang terbaring diranjang yang berada di laboratorium.


"Baik, haha." setelahnya, presdir langsung berjalan dengan cepat menuju laboratorium dan menemui Elif yang masih terbaring.


Peluh lelah setelah menggunakan kekuatannya, tak presdir hiraukan. Sekarang yang sedang dia pikirkan hanyalah keluarganya.

__ADS_1


Ada rasa tidak terima saat mengetahui siapa yang berani mengusik keluarganya. "Aku tidak akan pernah membiarkan kalian mengusik keluargaku lagi." batin presdir sembari menatap Elif.


Di ruang tamu yang besar, sofu berusaha keras untuk mengeluarkan racun yang dikirim oleh ratu Izora kepada istrinya. Seharusnya, sofu tidak membiarkan istrinya itu pergi untuk menemui ratu Izora yang semakin kuat saat mengetahui jika musuhnya masih ada didunia. Siapa lagi kalau bukan bangsa penyihir?


"Bertahanlah haha." ucap haha kepada sobo yang sedang berjuang mengeluarkan racun yang ada ditubuhnya.


Untungnya saat itu, presdir datang tepat waktu. Jika tidak, sobo, haha dan chichi pasti akan kalah dan musnah.


"Bertahanlah, Elif. Kamu pasti bisa melawan rasa sakit itu." presdir yang dikenal dingin kini sudah berubah. Dirinya menjadi pria yang lebih perhatian dan ramah terhadap sekitarnya karena Elif. Wanita cantik bak manekin itu berhasil membuat hatinya terbuka.


Pemimpin yang mereka tunggu, akhirnya datang dengan membawa tongkat emas. Lalu duduk di kursi yang lebih tinggi dari yang lainnya. Semua tampak diam, sebelum pemimpin membuka musyawarah.


"Aku mengumpulkan kalian semua dengan tujuan agar kita bersatu untuk mengambil harta milik bangsa penyihir." topik dimulai. Keadaan mulai mencair saat pemimpin memulai topik yang akan menjadi perbincangan panjang.


"Apa harta milik bangsa penyihir itu raja Petra? Apakah mate dari pangeran vampire?" pemimpin bangsa Falcon pun langsung bertanya karena rasa penasarannya yang sudah menggebu.


Raja Petra, raja dari bangsa Ape. Bangsa yang terkenal dengan ribuan kera cerdik yang selalu menang dalam setiap peperangan. Sangat disegani dan dihormati oleh bangsa yang lainnya.

__ADS_1


"Benar. Dia adalah harta bangsa penyihir yang sudah musnah. Seluruh kekuatan bangsa penyihir ada dalam tubuhnya setelah melakukan penyatuan dengan pangeran vampire. Maka dari itu, kita harus mengambil hartanya agar kita semua semakin bertambah kuat." dengan tegasnya raja Petra menjawab pertanyaan dari pemimpin bangsa Falcon.


"Aku setuju. Dengan begitu, kekuatan bangsaku akan semakin kuat nantinya." dari bangsa Civet langsung setuju setelah mendengar jawaban dari raja Petra.


"Iya, aku setuju. Apalagi itu adalah harta satu-satunya yang memiliki nilai tak terhingga." seru bangsa lainnya.


Raja Petra menarik sudut bibirnya saat mendengar para bangsa yang dia kumpulkan setuju dengan yang dia rencanakan.


*


*


*


Bersambung...


Jangan lupa like, koment dan favorite. Maaf jika isi bab nya terlalu sedikit ya. Makasih...

__ADS_1


__ADS_2