Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir
Chapter 38 {Satu lawan}


__ADS_3

Dengan kekuatan khasnya, presdir berjalan dengan kilat menuju laboratorium. Sedangkan Javier, menuju kamar sobo. Mereka membuat portal untuk melindungi dua wanita berbeda usia itu seperti yang sofu perintahkan.


Buk!


Uhuk!


Presdir menoleh saat dirinya diserang tiba-tiba oleh seseorang. Portal yang sedang tercipta seketika hancur. Gagal.


Darah segar keluar dari mulut presdir kala itu.


"Marco?"


"Ya. Ini aku."


Pria berjubah hitam itu menyeringai tatkala melihat portal pelinduny hancur saat kekuatannya mengenai tubuh presdir.


"Rasakan ini!"


Uhuk!


Serangan tiba-tiba itu membuat presdir kembali memuntahkan darah segar. Bajunya kini sudah berubah merah akibat darah.


"Berikan wanita itu. Jika tidak, maka kamu akan merasakan akibatnya." tegas Marco dengan jari menunjuk ke arah wanita cantik yang tertidur diatas ranjang.


Presdir mengelap darah yang mengalir. Lalu, melangkah untuk mengikis jarak. "Tidak akan pernah aku melakukan itu." tegas presdir tanpa rasa takut sedikitpun.


"Bajingan!"

__ADS_1


Marco menyerang bertubi-tubi dengan kekuatannya. Siasat perangnya digunakan guna membuat lawan musuhnya lelah. Dan barulah, saat itu dia akan bertindak. Melenyapkan.


Presdir terus menangkis setiap serangan yang tertuju padanya. Dirinya tak boleh lengah sedikitpun. Karena, ada Elif juga yang harus dia jaga.


Dalam waktu kurang dari setengah jam, laboratorium hancur karena kekuatan yang saling menyerang. Obat-obat yang diracik bercampur menjadi satu. Menimbulkan asap tebal yang memenuhi laboratorium.


Beberapa prajurit bangsa Dijun masuk dan membawa Elif secara diam-diam tanpa sepengetahuan. Mereka membawa Elif ke halaman dan menyerahkannya pada ratu kesombongan.


Bangsa Kandou dan bangsa Dijun kala itu berperang dengan sengit. Mereka terus menyerang demi sebuah kemenangan. Tak menghiraukan apapun. Karena tujuan mereka hanya satu. Menang.


Ratu Izora menyeringai saat melihat apa yang dia tuju berhasil dibawa oleh prajuritnya. Namun, karena sedang berperang dengan sofu, ratu Izora pura-pura tak melihat.


“Kamu kalah."


Duar!


Uhuk!


Dadanya terasa sakit karena merasa racun kali ini lebih ganas dari yang ada dalam tubuh sobo. Bahkan sekarang, racun tersebut cepat menyebar ke seluruh tubuh.


"Bangsa Kandou telah kalah!"


Teriakkan yang menggema berhasil membuat peperangan terjeda. Mereka terfokus pada wanita yang duduk diatas naga hitam dengan dua prajurit yang terbang disampingnya.


Satu objek yang membuat bangsa Kandou kaget adalah Elif ada diatas sana bersama ratu Izora.


"Sekarang, apa yang aku inginkan sudah aku dapatkan. Maka dari itu, perang ini berakhir. Kalian semua kalah. Lemah! Hahaha! Tunggu kabar musnahnya wanita cantik ini!" setelahnya, naga hitam itu melesat pergi tanpa meninggalkan bekas.

__ADS_1


Semua yang ada di halaman tercengang dengan apa yang mereka lihat dan dengar. Sungguh, semuanya seperti terjadi begitu saja tanpa dapat dicegah.


Terlambat!


Presdir yang baru menyadari sesuatu hilang, segera pergi ke halaman. Namun, dirinya tidak bisa melakukan itu. Karena Marco menahannya.


Mereka terus berperang tanpa henti. Hingga suara lonceng nyaring yant memekakkan telinga terdengar, barulah perang satu lawan satu itu berakhir.


Bangsa Dijun sudah melesat pergi dengan cepat. Meninggalkan bangkai prajurit yang kalah tanpa belas kasih. Sedangkan bangsa Kandou memilih menolong pemimpin mereka yang tengah sekarat.


"Elif!!!"


Presdir berteriak sekuat tenaga saat melihat perang telah berakhir. Dirinya merasa lemah. Tak dapat menjaga sesuatu yang harus dia jaga. Apalagi saat melihat sofu yang tengah sekarat, presdir merasa sangat bersalah.


Tak mampu membantu bahkan justru membawa sebuah bencana untuk keluarganya.


"Bertahanlah sofu!" presdir langsung membawa sofu ke laboratorium tersembunyi untuk menyembuhkan sofu.


*


*


*


Bersambung...


Jangan lupa like, koment dan favorite. Semoga ceritanya menghibur. Makasih...

__ADS_1


__ADS_2