Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir
Chapter 26 {Dinner}


__ADS_3

melirik jam yang melingkar ditangannya. Lalu, kembali menatap jalanan dengan perasaan yang berkecamuk didada. Suasana hening menyelimuti mobil lamborghini kesayangan presdir sepanjang jalan. Dua manusia beda bangsa yang kini saling terikat itu sama sekali tidak membuka percakapan apapun sepanjang perjalanan.


Presdir menyempatkan sejenak untuk melihat sang MATE yang berubah menjadi pendiam sejak percakapan terakhir di Kediaman Kandou. Raut wajah yang memancarkan kekhawatiran tentu membuat presdir tak lagi dapat berkata-kata. Kini sulit untuk meyakinkan wanita yang duduk disampingnya itu agar berusaha bersikap tenang setelah kejadian tadi siang.


Drettt


Drettt


Suara getaran ponsel mengalihkan beban pikiran yang terus silih berganti. Sejenak Elif melupakan apa yang sedang ia pikirkan sedari tadi.


Dirogohnya tas hitam yang berada pangkuannya itu. Lalu, mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal.


"Hallo? Ada yang bisa saya bantu?"


"Hai. Aku Marco."


Elif menoleh ke arah presdir yang fokus mengendarai di jalan raya. Dadanya kembali sesak ketika tahu siapa pemilik nomor yang tidak dikenal yang sekarang sedang menelponnya.


"A-ada yang bisa saya bantu, tuan Marco?" tanya Elif setelah presdir menyuruhnya untuk bersikap tenang. Dan men-speker agar presdir dapat mendengarnya juga.


"Tentu."


"Katakan saja, tuan Marco. Apakah soal tadi siang?"


"Baiklah. Tebakanmu bagus juga. Ya. Sebenarnya saya tidak ingin membahas soal tadi siang. Tetapi karena luka ini, beberapa pekerjaan saya sedikit tertunda. Maka dari itu sebagai gantinya, datanglah ke restoran Maendeleo. Bagaimana? Apa kamu setuju?"


Presdir yang mendengar ucapan dari Marco secara tiba-tiba menghentikan mobilnya. Meninggalkan bekas hitam di jalan raya. Dan untungnya jalanan waktu itu sedang sepi. Tak terlalu banyak kendaraan yang lewat.


"Berikan ponselnya!"


Elif langsung memberikan ponselnya.


"Selamat malam tuan Marco yang terhormat. Saya Dexter. Sebagai atasan dari Elif, saya yang menanggung semuanya atas kejadian tadi siang. Dan untuk penangungjawaban, saya sudah mengatakan jika sebaiknya anda membawa luka itu ke rumah sakit. Tentang biaya, biarlah saya yang menanggungnya. Saya tidak setuju jika anda ingin Elif bertanggungjawab dengan cara seperti yang anda maksud tadi. Itu melanggar peraturan di perusahaan Unilever. Apakah anda mengerti?" tegas presdir.


Marco yang mendengar suara bass presdir terkejut seketika. Tak menyangka jika dirinya menelepon diwaktu yang tidak pas. *Sial.


"Sebelumnya saya meminta maaf, presdir. Dan untuk soal tadi, saya juga meminta maaf jika sudah melanggar peraturan di perusahaan Unilever. Terima kasih*."


Tutt...


Presdir menghela napas setelah sambungan telepon usai. Lalu, memberikan ponsel yang ia hadiahkan pada saat malam penyatuannya itu kepada Elif.


"Darimana dia bisa mendapatkan nomor telepon mu?" tanya presdir, sembari memutar kunci mobil.


"Mungkin dari tuan Aditya." jawab Elif.


"Lain kali, kamu harus lebih berhati-hati lagi. Karena sepertinya, dia ada niat tersembunyi." nasihat presdir.

__ADS_1


Elif pun menganggukkan kepalanya. Lalu, melihat keluar jendela. Menikmati angin malam dengan sejuta gundah gulana yang terselimuti dibalik tubuh dan pikiran. Sejenak melupakan apa yang sedang dipikirkan. Itulah cara menikmati perjalanan bersama presdir, bagi Elif. Cukup untuk malam ini. Malam yang berbeda dari biasanya.


***


"Ada apa?"


"Aku yakin presdir tidak melupakan undanganku." jawabnya.


"Aku tidak bisa datang."


"Tapi presdir..."


Sambungan telepon usai begitu saja. Raut kesal dan marah tergambar jelas diwajah ber-makeup itu. Bagaimana tidak?


Sudah satu jam, Malika menunggu pria yang ia harap bisa menerima cintanya itu. Tetapi setelah lama menunggu, justru pria itu mengatakan tidak akan datang.


Sebal dan kesal. Itulah yang Malika rasakan setelah mendengar ucapan presdir.


"Aku yakin, pasti gara-gara si sekretaris culun itu!" gerutu Malika sembari menyeruput jus alpukat yang tadi ia pesan hingga tandas.


***


"Presdir, ini salah jalan." ucap Elif, sadar ketika mobil berbelok ke jalur yang berbeda.


"Tidak."


"Bagaimana tidak, presdir? Ini bukan jalur ke rumahku." sanggah Elif yakin.


"Benar."


Terpaksa Elif diam hingga mobil memasuki bestmen sebuah restoran ternama. Barulah ketika mobil terparkir cantik, Elif kembali bertanya maksud presdir membawanya kemari.


"Ini malam minggu pertama kita."


"Jadi, aku ingin dinner bersamamu." sembari menautkan jari-jemarinya dengan Elif.


"Tapi, presdir..."


Shttt....


Presdir menutup bibir pink itu dengan jari telunjuknya. Mengisyaratkan agar diam dan tidak kembali bertanya atau pun menyanggah.


***


Marco menenggak sebotol wine. Rasa kesal karena ucapan presdir membuatnya terus menenggak wine yang ia pesan beberapa menit lalu sampai tandas tak tersisa. Sedangkan Aditya, dia hanya menggelengkan kepalanya melihat atasannya itu terus menenggak wine sebagai pelampiasan.


Hingga Marco mulai kehilangan kesadarannya dan mulai meracau, barulah Aditya bangkit dari tempatnya duduk. Meninggalkan segelas soda dan menyelipkan uang berwarna biru dibawahnya.

__ADS_1


"Aku ingin wanita itu..."


"Dasar presdir! Dia sudah meniggalkan rencanaku..."


"Elif..."


Racauan tak jelas, membuat Aditya jengah mendengarnya. Tetapi, sebagai bawahan sekaligus teman yang baik itu dia tidak berkomentar apapun.


Aditya merangkul Marco dan bangkit dari tempatnya duduk. Tak lupa pula merogoh saku jas atasannya dan menyelipkan uang dua lembar berwarna pink kemerahan. Setelah, Aditya membawa Marco menuju lift restoran.


Dalam lift, hanya ada Aditya dan Marco yang terus meracau. Hingga pintu lift terbuka di lantai dua, barulah seorang wanita berpakaian seksi masuk. Membuat Aditya tergoda ketika melihatnya. Sehingga sang adik yang sedang tertidur pun bangun seketika.


"Akh!"


Suara desahan Aditya dan racauan Marco mengusik pendengaran si wanita tadi. Reflek, dia menoleh ke sumber suara.


"Kamu bukannya, Aditya?" tanyanya menunjuk pada Aditya yang tengah menahan sesuatu.


*


*


*


Bersambung...


Jangan lupa like, hadiahnya dan koment. Terima kasih. Terus dukung karya ini ya. Biar Author bisa up terus.


Pengumuman...










Pengumuman diatas bisa kalian semua lihat di Istriku Seorang CEO yaa. Dan disana kalian juga bisa lihat cover dari season 3-nya....

__ADS_1


__ADS_2