
Chichi dan haha yang saat itu tengah berada di Jepang langsung terbang ketika sofu memberi perintah untuk segera ke kediaman. Karena kekuatan yang belum setara dengan sofu dan sobo, pasangan suami istri itu memilih menaiki pesawat dengan harga paling mahal agar bisa menyingkat waktu.
Didalam pesawat, haha mulai merasa tidak enak. Perintah dari sofu yang tiba-tiba membuatnya langsung terpikir pada putra semata wayangnya, Dexter juga mate putranya, Elif.
"Anata, aku merasa ada sesuatu yang terjadi di kediaman. Tidak seperti biasanya chichi memberi perintah mendadak seperti ini." ungkap haha pada chichi dengan raut wajah khawatir. Genggaman wanita itu terlihat sangat erat, dapat chichi rasakan lewat tangan istrinya yang basah karena keringat.
Chichi merengkuh tubuh istrinya. Mendekap dengan erat tubuh yang sudah menemaninya sekian tahun lamanya. Dikecupnya puncak kepala haha dengan penuh cinta. Berharap kekhawatiran haha mereda seiring dengan kehangatan yang mengalir lewat dekapan penuh sayang itu.
"Semoga semuanya baik-baik saja." gumam chichi tatkala pesawat take off.
Kembali ke kediaman, tampak sofu sedang berbincang bersama Javier disebuah ruang tamu yang kala itu sangat sepi. Tak ada suara apapun lagi selain dari kakek dan cucu yang tengah serius membahas kabar terbaru dibangsa vampire, yang tak lain adalah berita kehamilan Elif. Sembari mereka menunggu kehadiran chichi dan haha yang sofu prediksi tidak akan lama lagi akan mendarat dengan selamat.
"Vier, aku minta agar kamu juga lebih hati-hati dengan manusia. Dia bisa lebih kejam dari yang kamu kira. Aku hanya khawatir, kamu akan terlena dengan mereka yang selalu bersama denganmu diluar sana." Javier menangkap jelas raut kekhwatiran dari wajah sofu yang menandakan bahwa sofu sangat menyayangi semua cucunya. Membuat dirinya merasa bersalah karena tidak menceritakan sesuatu yang masih dia rahasiakan saat ini.
"Aku akan lebih berhati-hati lagi, sofu. Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan cucumu ini." Javier mengukir senyum dibibirnya. Hal itu ditanggapi dengan kekehan oleh sofu.
Sebenarnya sofu tahu semua hal tentang kedua cucunya. Termasuk Javier yang kini sedang dekat dengan seorang manusia. Namun, sofu tahu jika cucunya itu belum siap untuk menceritakan semuanya. Karena Javier tengah memantapkan hatinya lebih dulu. Cucunya yang satu ini tidak akan sembarangan memilih seseorang apalagi untuk menjadi pendamping hidupnya. Maka dari itu sofu memilih diam.
"Bagus. Mari kira minum." sofu mengambil satu gelas berisi cairan kental berwarna merah, disusul oleh Javier.
__ADS_1
Ting!
Dua gelas diteguk habis oleh dua vampire beda generasi yang kini tengah terkekeh bersama.
Tak lama setelah itu, orang yang mereka tunggu akhirnya datang dengan wajah khawatir yang begitu jelas. Kompak dua vampir yang duduk di sofa itu langsung bangkit dan mengambut sepasang suami istri yang tengah diliputi rasa khawatir.
"Chichi, bisakah chichi beritahu sekarang?" tanya haha tidak sabar. Jujur, hatinya begitu gelisah dari saat sebelum take off sampai lepas landas. Bahkan ketika sekarang dia memeluk chichi, masih saja rasa itu hinggap.
Mendengar pertanyaan putrinya, sofu tak langsung menjawab. Dirinya lebih dulu mengajak putrinya dan menantunya untuk duduk. Barulah dirinya memberitahu kabar terbaru terkait pasangan beda bangsa yang tak lain adalah Dexter dan Elif.
"Lalu bagaimana keadaan Elif, sofu? Apakah dia dan janinnya baik-baik saja?" setelah mendengar penuturan sofu, haha langsung melontarkan pertanyaan terkait mate putranya yang sekarang tengah mengandung cucunya.
Sofu mengangguk pelan, "Namun, dia masih belum sadarkan diri. Karena sekarang kehidupannya berpindah ke alam rahim. Saat nanti waktunya tiba, dia akan sadar dengan kandungan yang sudah membesar. Dan kalian sebentar lagi akan menjadi kakek dan nenek untuk empat cucu kalian." jelas sofu dengan senyum mengembang. Sudah dia pastikan putri dan menantunya terkejut mendengar berita ini.
Apa mereka tidak salah dengar? Empat orang cucu? Ini bukan mimpi kan?
Huh, rasanya seluruh kekhawatiran yang ada dihati dua vampire itu langsung luruh seketika setelah mengetahui berita bahagia yang akan menggemparkan dunia. Ternyata dugaan haha salah, karena dia pulang bukan untuk mendengar kabar buruk. Ah, ayahnya memang suka begitu kepadanya.
"Aku memanggil kalian kemari untuk mempersiapkan upacara pemberkatakan kehamilan Elif. Dengan adanya upacara itu tentu kabar ini akan tersebar luas, bukan?. Dan itu adalah waktu yang begitu menegangkan. Dimana seluruh bangsa yang ada didunia ini akan berlomba-lomba membunuh salah satu diantara cucu kalian ketika lahir nanti. Karena dialah penguasa dunia sesungguhnya. Bayi yang lahir dari dua bangsa yang berbeda." tutur sofu panjang lebar, tentang kenapa dia memanggil putri dan menantunya kemari.
__ADS_1
Javier yang duduk disebelah sofu hanya mampu menyimak pembicaraan orang tua. Tetapi pikirannya pun ikut melalang buana. Membayangkan betapa ngerinya perang seluruh bangsa pada saat yang paling tidak keluarganya inginnya. Namun semua bisa apa? Seolah seperti bom waktu yang akan meledak begitu saja. Dan yang bisa mereka lakukan sekarang adalah bersiap. Agar pada saat itu tiba, mereka siap menghadapi serangan dari berbagai penjuru.
Chichi dan haha kompak mengangguk. Mereka akan menyusun rencana dengan seluruh bangsa vampire setelah upacara pemberkatan mate putranya dilaksanakan. Seperti yang sofu katakan tadi.
Setelah pertemuan singkat di ruang tamu itu, haha memilih pergi ke kamar sobo, dimana ibunya masih berbaring pasca perang hebat kemarin berlalu. Sedangkan Javier memilih pamit untuk pergi ke perusahaan ditemani dengan chichi yang juga ingin melihat perkembangan perusahaan yang dikelola oleh putranya. Dan jangan bertanya sofu kemana, karena laboratorium bagaikan rumah kedua untuknya. Dimana vampire yang akan menjadi buyut itu masih terus bergelut dengan ramuan hasil ciptannya sendiri.
Mobil mewah melandas ke jalan raya kota dengan Javier sendiri yang mengendarainya. Dua pria berbeda generasi itu berbincang hangat mengenai perusahaan yang sekarang sedang mereka tuju. Tentu dengan senang hati Javier bercerita. Apalagi sekarang perusahaan tengah mengalmi kemajuan yang cukup drastis dari perkiraan awal. Dan hal itu membuat chichi merasa bangga.
"Hebat sekali kalian." puji chichi ketika mereka memasuki loby perusahaan. Banyak karyawan yang menunduk hormaf dengan senyum merekah diwajah mereka saat menyambut petinggi perusahaan itu datang.
"Ah, ini belum ada apa-apanya dengan perusahaan yang ada di Jepang."
"Tetapi perjuangan kalian untuk perusahaan ini perlu diacungi jempol." balas chichi ketika lift yang mereka masuki tertutup.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...
Hai ges, akhirnya bisa UP walaupun telat banget. Maapin yg udah nunggin lama ya. Makasih udah tetap baca karya ini. Sampai jumpa dibab selanjutnya.