SELINGKUH ITU INDAH DI AWAL

SELINGKUH ITU INDAH DI AWAL
Bab 3


__ADS_3

Rona selalu menyambut kedatangan Rio dengan hangat. Penuh perhatian dan lembut. Akan tetapi, sebanyak apapun hal baik yang Rona lakukan, di mata Rio, dia tetaplah orang lain. Sekeras apa juga Rona berusaha mengambil hati Rio, dia tidak pernah bisa meluluhkanya. Apalagi sekarang, disaat Rio sudah menemukan cintanya, semakin sulit bagi Rona untuk membuat pria dingin ini jatuh hati.


"Dari mana saja kamu?"


"Melepas Rindu dengan Monika." Sengaja Rio ingin membuat Rona sakit hati.


"Tanggung, hanya satu hari. Kenapa tidak satu Minggu sekalian?"


"Apa urusanmu, urus saja dirimu. Mulai sekarang jangan pernah campuri urusanku lagi!"


"Rio, tidak kah kamu memikirkan perasaanku sedikit saja?"


Rona merupakan putri dari salah seorang penguasa di kota ini, bisa saja dia menghancurkan Monika dengan cepat dan mudah. Namun, rasa cinta yang begitu dalam, membuatnya takut untuk melukai hati Rio. Meskipun Rio selalu menyakitinya.


"Rona, lupakan tentang perasaanmu. aku tidak pantas untukmu!"


Jika ingin melihat wanita paling sabar, lihatlah Rona. Dia tidak pernah menangis di depan suaminya, meski hatinya amat terasa sakit.


"Bagaimana dengan tawaranmu itu, apa kamu serius, mengijinkan aku menikahi Monika, sementara setatus kita masih suami isteri?"


Mungkin status mereka masih sah, tapi hati mereka tak pernah menyatu layaknya sepasang sejoli dalam ikatan rumah tangga.


"Aku rela di madu Rio, asalkan kamu mau berbuat adil."


Rio merasa berat dengan penuturan Rona. Bukankah lebih baik dia menceraikannya dahulu baru menikahi Monika. Tapi jika Monika masih belum yakin, Rio juga ragu untuk meninggalkan Rona dalam waktu dekat. Jika pernikahan dengan dua wanita itu berlangsung, secara tak langsung Rio telah mempersulit hidupnya.

__ADS_1


"Sudahlah, mendingan sekarang kamu siapkan aku makan."


Rona tersenyum, dirinya masih dibutuhkan dan dia tak akan menyia-nyiakan peluang untuk mendekati Rio.


***


Rona menemani Rio makan, biarlah dia di bilang kejam, tapi sebagai istri dia juga membutuhkan nafkah batin. Rona merupakan tife wanita setia, maka dia tidak akan mencari pria lain untuk memuaskan nafsunya. Dari itulah, dengan sangat hati-hati, Rona bubuhkan obat perangsang pada minuman Rio.


Usai makan, Rio merasa pusing, Rona mengantarnya ke kamar. Di kamar, tubuhnya roboh di atas kasur. Rio hampir pingsang dan obat itu bereaksi dengan sangat cantik, kini dimatanya, Rona adalah Monika. Dia mabuk dan tidak bisa mengendalikan diri. Ditarik kasar tangan Rona hingga jatuh ke pelukan.


Dalam senyum manis Rona merasa menang, meskipun dia harus menjadi bayangan Monika. Hati kecil dia sangat membenci gadis itu, tapi agar Rio bisa menerimanya, dia harus memanfaatkan gadis matre yang bodoh.


Monika pikir, Rona baru mengetahui hubungan mereka sekarang. Padahal sejak awal Rona sudah tahu. Rona juga tahu kalau Monika hanya menginginkan uang Rio.


Belum saatnya, Rona membongkar semua di hadapan Rio. Rona ingin membuat rencananya nampak berjalan natural tanpa terlihat direkayasa. Dia ingin Rio tahu sendiri bahwa dia telah salah mencintai Monika.


'Wanita jalang, harusnya kamu menyudahi hubungan kalian berdua, sebelum aku membuat hidupmu menderita!' Kata Rona pada diri sendiri.


Usai mencapai puncak bersama, Rio tak sadarkan diri. Rona segera memakaikan pakaian kembali. Dia menghapus jejak atas apa yang telah mereka lakukan malam ini. Rona kembali ke kamarnya, dengan hati berbunga dan mata berbinar. Kesekian kali dia melakukannya, dan Rio tak pernah menyadari.


Walau bagaimana pun, kehadiran Monika memberi sedikit manfaat, obat perangsang yang dia beri bisa bekerja begitu cepat. Mungkin karena di hatinya sudah ada wanita yang dia idamkan.


Tak lama, usai membersihkan diri, Rona menangis. Dia merasa jadi seseorang yang tak ada harganya. Dia merasakan sakit akibat Rio yang tak pernah mau membuka hati sedikit saja untuknya.


Kebahagiaan Rona hanya sebatas angan, dia tak tahu kisahnya akan berakhir kapan. Berulang kali dia memeriksa kandungan, hasilnya sangat baik dan subur, namun dia harus kecewa ketika mendapat tamu bulanan. Beberapa kali dia membius Rio, tapi kehamilan tak kunjung datang.

__ADS_1


Rona terus menangis sampai matanya bengkak, mustahil rasanya jika Rio melakukannya secara sadar. Sebagai wanita normal, Rona ingin diperlakukan sebagai seorang istri selayaknya. Jika saja dia tidak mencintai Rio, dia akan menolak saat dijodohkan.


Teringat pada masa itu ...


Waktu duduk di bangku kuliah, Rona menyukai seseorang dari fakultas yang berbeda. Dia hanya memendam perasaanya, tak punya keberanian untuk mengungkapkan. Rona itu pemalu, jadi mana bisa dia menyatakan cinta.


Menjadi temannya saja Rona sudah sangat senang, hingga masa kuliah berakhir dan tak pernah ada yang tahu bahwa rasa cinta Rona semakin dalam.


Tibalah suatu malam, dimana Rona dikenalkan dengan seseorang yang akan menjadi pendamping hidup, awalnya dia menolak karena tak yakin bisa mencintai lelaki lain, dia ingin menikah dengan lelaki yang sangat dia cintai, sayang, dia tidak bisa berterus terang soal hati pada kedua orang tua.


Rona kaget bercampur senang, ternyata lelaki yang dipilih orang tuanya adalah Rio, lelaki yang dia cintai semenjak kuliah dulu.


Awal pernikahan, sikap Rio begitu dingin. Dia enggan menyentuh Rona. Beda dengan Rona, dia sangat berharap, Rio bisa merasakan apa yang dia rasakan. Beberapa bulan berlangsung, dan hubungan mereka masih dingin. Meskipun secara fisik mereka sudah menyatu tapi Rio tak pernah pedulikan Rona.


Saat itu Rona merasa putus asa, dia takut Rio meninggalkannya. Tanpa sadar dia memberi pengakuan bahwa dia mencintai Rio. Rio tak menanggapi, dia malah menertawakan Rona. Rio bilang Rona terlalu naif. Sebaliknya, Rio sangat membenci Rona. Dia tidak pernah bermimpi, ternyata teman kuliah yang akan dia nikahi.


"Dengar Rona! Aku menikahimu karena terpaksa, jadi jangan mimpi aku akan mencintaimu!"


Pertama kali Rona mendapatkan perlakuan kasar dari Rio, dia tidak terima. Rasanya sakit sekali lalu di putuskan untuk menyerah. Mengingat-ingat jaman dulu, Rio adalah lelaki baik, tampan dan sopan. Rona ingat betul saat Rio menawarinya untuk pulang bersama.


Kenangan manis itulah yang membuat Rona kuat dan memberi kekuatan untuk bertahan. Sekarang Rona tak peduli dengan apa yang dikatakan Rio, satu hal yang dia yakini, suatu hari Rio akan menyesali perbuatannya.


Dulu Rona dan Rio sempat akrab. Lambat laun mereka jadi jauh. Hingga selepas kuliah, selama beberapa waktu mereka tidak pernah bertemu. Rona selalu ingat satu kejadian yang mengesankan, yaitu ketika Rio menolong dan membawanya ke klinik kampus, waktu itu Rona terjatuh dan merasakan nyeri tepat diperutnya.


Rona pun tersenyum, kenangan yang tak pernah dia lupakan. Rio yang baik dan perhatian. Rona merindukannya, tapi dia masih tak tahu apa penyebab perpisahan mereka. Rona hanya ingat, Rio selalu menghindar ketika mereka bertemu.

__ADS_1


***


__ADS_2