
Setelah menjatuhkan lelaki yang telah melecehkannya, Rhihana meninggalkan Club tersebut tanpa pamit pada Alicia.
Baik Alicia maupun Harry dan semua tamu dibuat tercengang menyaksikan adegan yang menegangkan barusan terjadi di Club tersebut. Alicia yang merasa syok meneguk minumannya yang ternyata minuman yang tadi ingin ia berikan kepada Rhihana.
Ibarat pagar makan tanaman, begitulah nasib Alicia, tubuhnya menjadi panas setelah meneguk minuman yang mengandung obat perangsang itu dan dirinya ingin merasakan sentuhan lelaki. Dengan tidak tahu malunya ia mencium Harry kekasihnya dengan gerakan nakalnya.
Melihat gelagat yang menguntungkan Harry, lelaki tampan itu mengajak sahabatnya Richard untuk bermain-main dengan Alicia di hotel.
Kedua sahabat itu tersenyum penuh kemenangan ketika mereka membawa tubuh Alicia ke kamar hotel. Di dalam sana Alicia segera dieksekusi oleh dua lelaki tampan untuk melayani syahwat bejat mereka.
Keesokan paginya, Alicia mendapati dirinya dalam keadaan polos, dua lelaki bejat itu telah meninggalkannya seorang diri di kamar hotelnya. Alih-alih untuk menjebak Rhihana, ia sendiri termakan oleh jebakannya sendiri bersama dua lelaki yang salah satunya adalah kekasihnya Harry.
"Dasar bajingan, apa yang telah kalian lakukan padaku?" Isak Alicia meratapi nasibnya yang malang karena telah dinodai oleh dua lelaki bre*sek.
Ia kembali mengenakan pakaiannya yang tergeletak di lantai satu persatu. Ia melihat tubuhnya penuh dengan tanda merah dari dua lelaki yang telah menghancurkan hidupnya.
Alicia keluar dari kamar hotel lalu menuju Club untuk mengambil mobilnya yang masih terparkir di tempat itu dengan menumpangi taksi.
Di tempat yang berbeda, Rhihana yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya tampak menikmati lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi idolanya.
Disisi lain, kejadian semalam yang terjadi di Club telah viral di media, di mana Rhihana berhasil menendang seorang lelaki yang telah melecehkan dirinya.
Dari kejadian itu, Calvin asisten Roby memberi tahukan bosnya itu, bahwa gadis yang pernah memainkan musik dengan alat musik gitar sedang viral di salah satu media yang ada di ponselnya.
"Tuan, bukankah anda sedang mencari gadis anda saat ini?" Tanya Calvin.
"Emang di mana dia sekarang?" Tanya Roby sangat antusias.
Calvin menyerahkan ponselnya memperlihatkan video unggahan yang sedang viral saat ini, di mana Rhihana sedang menendang seorang pria di Club malam. Roby melihat video tersebut sangat tercengang karena ia tidak percaya gadisnya bisa bela diri.
Wajah gadis itu tidak begitu jelas karena pencahayaan lampu di Club tersebut tidak begitu terang. Tapi dilihat dari bentuk tubuh Rhihana jelas memiliki kemiripan dengan Ana gadisnya.
"Bagaimana caranya mengetahui keberadaan gadis ini Calvin?" Tanya Roby putus asa.
"Lebih baik kita mendatangi tempat Club itu Tuan, siapa tahu kita punya petunjuk keberadaan gadismu itu." Calvin memberikan saran pada bosnya.
__ADS_1
"Aku tidak yakin mereka akan menolong kita untuk memberikan informasi alamat Rhihana pada kita. Setiap pengunjung tidak menunjukkan identitas pribadinya pada Club itu, itu tempat umum yang bisa di datangi siapa saja." Timpal Roby dengan wajah cemberut.
"Jangan pesimis seperti itu Tuan, mungkin saja saat ini kita bisa mengetahui siapa yang menyewa Club itu semalam, karena ini acara ulang tahun anak seorang konglomerat. Mungkin gadis Tuan ada di sana karena diundang oleh gadis yang berulang tahun itu." Ucap Calvin yang tidak mudah menyerah begitu saja demi menolong sahabat sekaligus bosnya ini.
"Baiklah kita akan ke sana, tapi kali ini, aku tidak mau banyak berharap lagi karena aku pasti akan kecewa." Imbuh Roby.
"Percayalah kepada saya mungkin kali ini usaha kita akan berhasil." Ucap Calvin lalu menarik tangan bosnya mengajak Roby ke Club malam tersebut.
š·š·š·š·š·š·
Di Club malam, yang masih sepi itu tampak para pelayan sibuk menyusun kursi bar dan meja untuk para tamu. Roby menanyakan pemilik Club tentang kejadian semalam. Setelah berkenalan dan menyampaikan sesuatu pada pemilik Club tersebut, Roby mulai menanyakan beberapa pertanyaan yang menyangkut peristiwa semalam.
"Apakah semalam ada pesta ulang tahun di sini Tuan?" Tanya Roby.
"Iya semalam ada sedikit accident di sini tapi langsung diatasi oleh pihak keamanan kami." Ucap pemilik Club tersebut.
"Apakah saya boleh minta alamat gadis yang memesan tempat ini?"
"Maaf kami harus merahasiakan identitas pribadi para pelanggan kami Tuan." Ujar pemilik Club tersebut.
"Baiklah, kalau begitu saya akan memeriksa alamat gadis itu sebentar." Pemilik Club itu menuju meja kerjanya.
Pemilik Club itu membuka file yang merupakan tamunya yang semalam memesan tempatnya untuk mengadakan ulangtahun. Tidak butuh waktu lama pemilik Club itu memberikan apa yang dipinta oleh Roby.
"Ok, thanks for information sir." Roby meninggalkan Club itu dengan hati yang gembira.
"Bagaimana, kamu sudah mendapatkannya?" Tanya Calvin yang saat ini mengendarai mobil milik bosnya.
"Sudah, lebih baik kita langsung ke tempat Alicia." Titah Roby.
Mobil itu melaju dengan kencang menuju alamat rumah Alicia. Roby yang tidak sabar ingin mendapatkan alamat tinggal Rhihana makin gugup, ketika sudah berada di depan pintu rumah Alicia. Kebetulan Alicia yang membuka pintu rumahnya sendiri sehingga mudah bagi Roby ingin mengetahui alamat gadisnya.
"Selamat sore Nona!" Sapa Roby pada Alicia yang baru saja bangun tidur dengan wajah bantalnya.
"Ada perlu apa Tuan?" Tanya Alicia yang ingin tahu kepentingan tamunya ini.
__ADS_1
"Maaf saya hanya ingin tahu di mana tempat tinggal nona Ana teman anda yang semalam berantem dengan temanmu yang lainnya." Jawab Roby.
"Maaf kalau nama Ana, saya tidak kenal, tapi kalau mengenai gadis sialan itu, dia adalah teman sekelasku di kampus." Jawab Alicia dengan wajah kesal.
"Apakah kamu mengetahui alamatnya?" Tanya Roby lagi.
"Maaf gadis dingin itu tidak pernah bergaul dengan kami, ia selalu menyendiri dan tidak ingin bergabung dengan siapapun, dia itu gadis misterius, jadi aku tidak tahu alamat pastinya. Jika kamu ingin bertemu dengannya, sebaiknya datanglah ke kampusku besok, mungkin kamu akan bertemu dengannya." Alicia membeberkan bagaimana sifat Lidya pada ia dan teman-temannya pada Roby.
"Terimakasih Nona Alicia, aku sangat menghargai kebaikanmu." Roby menjabat tangan gadis itu lalu meninggalkan rumah Alicia.
Baru saja Roby ingin melangkah pergi, Alicia menghentikan langkahnya.
"Tunggu Tuan!" Anda siapanya Lydia?" Tanya Alicia penasaran dengan hubungan Roby dengan gadis yang sangat ia benci itu.
"Dia hanya teman masa kecil, aku hanya ingin bertemu dengannya karena aku kehilangan jejaknya selama aku pindah ke negara ini." Ucap Roby berbohong karena dia melihat Alicia kurang menyukai Ana, gadisnya.
"Ok, sampai jumpa di kampus besok Tuan...?" Alicia lupa menanyakan lelaki tampan yang dari tadi terus mengintrogasinya.
"Roby."
"Ok Tuan Roby senang bertemu dengan anda." Alicia melambaikan tangannya ketika Roby masuk ke mobilnya.
"Alhamdulillah terimakasih ya Allah, akhirnya aku bisa bertemu dengan gadisku." Ucap Roby lalu mengajak Calvin pulang.
"Apakah kamu sudah mengetahui alamat gadismu Tuan?" Tanya Calvin yang masih kepo dengan kekasih Roby.
"Alamat pastinya, Alicia tidak tahu, tapi dia akan membantuku untuk menunjukkan keberadaan Ana saat masuk kuliah besok. Saya sudah janjian dengan Alicia untuk bertemu dengan Ana besok pagi di kampusnya." Ucap Roby semangat.
"Jika memang benar dia gadismu yang selama ini kamu cari, apa yang akan kamu lakukan ketika bertemu dengannya besok?" Apakah kamu akan mengajak tidur dengannya?" Tanya Calvin lagi.
"Dia beda dengan gadis lain Calvin, dia gadis yang sangat sopan dan menjunjung tinggi adat ketimuran, tidak mudah bergaul dengan anak-anak remaja yang suka berhura-hura. Walaupun terlahir dari keluarga kaya ia tidak sombong dan tetap rendah hati. Bukan hanya wajahnya yang cantik namun hatinya juga lebih cantik lagi." Roby mengagumi kekasih hatinya itu di depan Calvin.
"Jika ada gadis yang seperti Ana mu itu, aku ingin mendapatkannya juga Tuan Roby." Ucap Calvin yang sangat iri dengan Roby yang bisa memiliki kekasih sesempurna Ana.
Mobil itu bergerak menuju perusahaan milik Roby yang ada di Amerika. Roby saat ini tidak sabar menunggu waktu pagi esok hari untuk bisa bertemu dengan kekasihnya.
__ADS_1
"Ana sayang, seperti apa dirimu sekarang ini? Apakah kamu makin cantik setelah lama kita berpisah? Aku merindukanmu sayang." Ucap Roby membatin.