
Roby begitu semangat pagi itu. Ia ingin tampil menarik di depan kekasihnya yang sudah lama ia rindukan, apa lagi lima tahun mereka tidak bertemu. Roby tersenyum didepan cermin berlatih berbicara dan berusaha memandang wajah wanitanya yang tidak pernah ia tatap karena takut dan segan kepada Ana saat mereka masih bersama lima tahun yang lalu.
"Selamat pagi Ana! apa kabar sayang!" Roby sedang berlatih bicara jika bertemu dengan Ana.
Merasa sudah yakin dan percaya diri, ia meninggalkan kediamannya dan mengendarai mobil sendiri menuju kampus kekasihnya Ana.
Tiba di kampus, Roby menghubungi nomor ponsel Alicia untuk menanyakan keberadaan gadis itu karena sudah janji dengan dirinya untuk menemui Ana hari ini.
"Hallo Alicia!"
"Hallo Roby!"
"Apakah kamu sudah sudah berada di kampus?"
"Tentu saja, aku sedang menunggumu karena Ana sudah berada di kampus."
"Baiklah sedikit lagi saya akan tiba di kampusmu, tolong tunggu sebentar."
Roby mempercepat laju kendaraannya untuk cepat sampai di kampus Rhihana.
Alicia menyambut pria tampan itu, seperti biasa kebiasaan bule yang asal nyosor, Alicia mengecup pipi Roby ketika mereka bertemu. Roby sedikit kesal dengan sikap agresif Alicia, namun ia tidak bisa memarahi gadis ini, karena ia sangat membutuhkan bantuan gadis ini, untuk mempertemukan dirinya dengan Ana. Keduanya berjalan beriringan melewati beberapa gedung yang menjulang tinggi dan tidak di sangka Ana sedang duduk di taman sambil membaca buku pelajarannya.
"Lihatlah, itu Lydia gadis yang kamu cari, dia gadis yang sangat kutu buku dan juga sangat dingin, hati-hati dia memiliki ilmu bela diri, jangan mencoba menganggunya jika tidak ingin celaka." Alicia memperingatkan Roby karena ia takut teman kelasnya itu akan bertindak kasar pada pria tampan yang ada dihadapannya ini.
"Terimakasih Alicia atas bantuanmu dan juga nasehatmu, saya rasa ia tidak begitu galak, mungkin kamu belum mengenal baik pribadinya sehingga kamu menyimpulkan bahwa dirinya jahat." Ungkap Roby lalu pamit dihadapan Alicia untuk menemui gadisnya yang sedang duduk di taman sendirian.
Rasa gugup kini makin menyelimuti Roby ketika lebih dekat dengan gadis yang selama ini dirindukannya dan sudah ia temukan, tapi langkahnya terhenti ketika Rhihana mengangkat wajahnya melihat ke arah dirinya.
__ADS_1
Deg!"
"Itu bukan Ana, wajahnya tidak seperti itu, ya Tuhan aku salah mengira dan salah mendatangi orang yang salah. Dia bukan Anaku." Robby terlihat sangat kecewa saat menatap tajam wajah Ana yang kini sudah berubah drastis karena operasi plastik yang dilakukannya beberapa bulan yang lalu.
"Ada apa Tuan, apakah anda mencari saya?" Tanya Rhihana yang saat ini tidak mengenali wajah tampan Roby karena tubuh Roby yang tinggi tegap lagi gagah ditambah jambang yang menghiasi wajah tampannya membuat Ana kesulitan untuk mengenali lelaki tampan ini.
Karena sudah terlanjur menyapa Ana, Roby akhirnya memberanikan diri berkenalan dengan Ana karena ketidak tahuannya jika gadis ini sudah merubah wajahnya melalui operasi plastik.
"Maaf saya mencari seorang gadis bernama Lydia," ucap Roby yang mengetahui nama Lydia dari Alicia.
"Oh itu nama saya Tuan." Ujar Rhihana lalu menjulurkan tangannya pada Roby.
"Radit" Ucap Roby memperkenalkan dirinya pada Rhihana dengan nama samaran.
"Namamu seperti orang Indonesia," ucap Rhihana lalu mempersilahkan Roby duduk di sampingnya.
"Benarkah anda orang Indonesia? dari mana anda tahu saya satu negara denganmu?" Tanya Rhihana.
"Dari seorang dosen dan kebetulan dia sahabat ayahku," Ujar Roby berbohong.
"Iya, hanya dosenku yang mengetahui asalku karena semua temanku hanya menebak aku dari Asia Tenggara tanpa tahu negara di mana aku sebenarnya berasal Oh ya kenalkan nama saya Rhi.. Lydia." Rhihana hampir membuka jati dirinya namun di urungnya karena dia harus bisa menutupi siapa dirinya sebenarnya saat ini.
"Bukankah aku mengatakan bahwa aku sudah mengetahui namamu dari dosenmu." Roby merasa lucu karena Rhihana memperkenalkan lagi dirinya.
"Oh iya kenapa saya jadi pelupa begini." Rihanna meringis malu.
"Apakah kamu ada kelas hari ini?" Roby seakan merasa sangat kenal baik dengan Lydia.
__ADS_1
"Sebenarnya ada, hanya saja dosennya lagi ke luar negeri, paling kami hanya diskusi kelas aja hari ini." Jawab Rhihana.
"Kalau begitu, apa kamu mau kita jalan-jalan?" Roby ingin mengajak Rhihana ke suatu tempat.
Akhirnya keduanya sepakat mengunjungi salah satu tempat untuk bersenang-senang. Entah mengapa Rhihana langsung akrab dengan cowok yang baru ia kenal, padahal sebelumnya ia sangat introvert pada siapapun yang ingin mendekatinya. Namun hal itu tidak berlaku untuk Roby yang sekarang sudah berganti nama menjadi Radit.
š·š·š·š·š·š·š·
Dari hari ke hari keduanya seperti lem dan prangko, hubungan yang terjalin makin dekat ini, membuat Roby mulai melupakan Ana gadisnya. Tapi tidak pada Rhihana, ia masih ingin bertemu dengan kekasihnya Roby. Cinta yang ada dihatinya hanya untuk satu laki-laki karena tidak ada lagi tempat untuk pria lain yang ingin masuk di dalamnya.
"Lydia, apakah kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya Radit yang ingin menyampaikan rasa cintanya pada Lydia.
"Jika kamu ingin dekat denganku lebih dari sekedar sahabat, aku sarankan agar kamu tidak terlalu banyak berharap karena aku sudah memiliki lelaki yang saat ini terjalin erat dengan hatiku." Ujar Rhihana jujur.
"Bagaimana bisa kamu berkata begitu sedangkan kamu sendiri belum pernah bertemu dengannya lagi?" Roby merasa sangat kesal mendengar penuturan Rhihana.
"Suatu saat nanti dia pasti datang menjemputku, aku hanya berharap ia memiliki kesetiaan yang sama." Tutur Rhihana dengan penuh keyakinan.
"Apakah aku tidak begitu penting untukmu saat ini Lydia, sedangkan kita sudah dekat hampir satu tahun ini." Roby merasakan sedih karena Lydia menolak cintanya.
"Aku mohon jangan biarkan hatiku berpaling hanya karena dirimu Radit, tolong hargai perasaanku, kesetiaan sangat mahal untuk sebuah hubungan karena semua orang mampu memberikan cintanya namun tidak semua orang mampu memberikan kesetiaannya, jadi ku mohon jangan berharap apa-apa dariku Radit karena hatiku hanya milik satu orang lelaki, selain mendiang ayahku.
"Baiklah Lydia, ku akui kamu hebat dalam menjaga kesucian cintamu pada lelaki itu, jika aku lelaki itu mungkin aku lelaki yang paling beruntung mendapatkan dirimu karena kamu mampu mengendalikan perasaanmu untuk tetap fokus pada cinta sejatimu." Ujar Radit yang mengagumi sosok Lydia yang tidak lain gadisnya sendiri Ana.
Setelah pertemuan itu, Radit merasa sangat hancur hatinya. Ia pun perlahan menarik diri dan mulai menjauhi Rhihana dan tidak pernah lagi menjumpai gadis yang sudah mengusir kesepiannya dan kerinduannya pada Ana selama satu tahun belakangan ini.
Rhihana yang menyadari bahwa Radit kecewa pada dirinya, iapun tidak begitu ambil pusing dan kembali dalam kehidupan sebelumnya, kesepian tanpa siapapun, hanya bayangan cinta dan rindunya hanya untuk seorang Roby yang menemani dirinya saat ini.
__ADS_1
Roby yang masih belum move on dari Lydia lalu kembali lagi ke negaranya Paris Perancis menemui ayah angkatnya Tuan Robert. Calvin yang tidak tahu jika Roby dan Lydia saat ini sudah tidak bersama lagi memilih untuk tetap berada di Amerika.