
Pasukan dari tuan David Fernandez sudah menguasai area istana Tuan Robert. Mereka masuk dengan menggunakan seragam yang sama seperti yang di kenakan oleh anak buat Tuan Robert, sehingga penyamaran mereka tidak diketahui oleh anak buah Tuan Robert.
Usai menjatuhkan lawan dan menghancurkan kamera CCTV yang sudah dikendalikan oleh anak buah Tuan David Fernandez.
Tuan Robert yang belum tidur mendengar keributan di luar istananya, ia langsung sigap bangun dan melarikan diri lewat pintu rahasia yang berada di dalam kamarnya, yang sudah dimodifikasi olehnya melalui pajangan lukisan yang ada di dalam kamarnya.
Satu-satunya yang tidak diketahui oleh Robbi adalah pintu rahasia yang bisa digunakan oleh Tuhan robot Jika ada musuh yang datang menyerangnya secara tiba-tiba.
Pintu rahasia yang biasa digunakan oleh Tuan Robert yang berupa lift yang tersambung ke basement rahasia yang di bawahnya, sudah tersedia sepeda motor untuk bisa meloloskan diri dari kejaran musuh, tentunya jalan yang dilewatinya berupa terowongan kecil yang hanya muat untuk kendaraan sepeda motor saja.
Jalan rahasia itu yang bisa membuat Tuan Robert meloloskan diri dari kejaran para musuhnya. Ketika penyergapan yang dilakukan oleh anak buah Tuan David Fernandez ke kamar Tuan Robert, ternyata sudah kosong dan mereka tidak menemukan Tuan Robert.
"Sial!" Dia sudah meloloskan diri" Ucap Alex yang sangat kesal pada Tuan Robert karena tidak bisa menangkap musuh dari Tuan David Fernandez ini.
Alex melaporkan lagi kepada Tuan Fernandez karena mereka tidak berhasil menangkap penjahat mafia itu.
"Hallo bos!" Mohon maaf bos, kami tidak bisa menemukannya karena Tuan Robert berhasil melarikan diri melalui pintu rahasia yang ada di dalam kamarnya. Saat ini kami sedang menyelidiki pintu rahasia itu." Ujar Alex yang menghubungi Tuan David Fernandez yang masih berada di Jakarta.
"Bagaimana kamu bisa mengetahuinya, jika ia berada di kamarnya, mungkin saat ini dia tidak berada di kediamannya atau di kamarnya?" Tanya Tuan David Fernandez.
"Ia meninggalkan rokoknya yang masih menyala di asbak yang berada di atas nakas di sebelah tempat tidurnya." Ucap Alex.
"Apa yang mesti kami lakukan sekarang bos?" Tanya Alex lagi.
"Kalian tetap mengawasi kediamannya karena kita berhasil menduduki istananya. Dan perintahkan anak buahmu yang lain untuk kembali ke markas kita dan membawa semua anak buah Tuan Robert." Titah Tuan David Fernandez pada anak buahnya Alex.
__ADS_1
Mendengar kabar kalau Tuan Robert bisa kabur dari kejaran anak Buahnya, Tuan Fernandez sangat gusar. Ia memberi tahukan hal ini pada putranya Roby karena putranya yang lebih tahu seluk-beluk kediaman Tuan Robert dan tempat persembunyian Tuan Robert.
"Roby, Tuan Robert berhasil melarikan diri melalui jalan rahasia di kediamannya. Apakah kamu mengetahui sesuatu mengenai pintu rahasia yang ada di kamar pribadinya?" Tanya Tuan Fernandez.
"Kalau pintu rahasia dalam kamarnya saya tidak mengetahuinya sama sekali Daddy. Mungkin dia sengaja merahasiakannya dari saya karena selama ini saya hanya diberitahu hal-hal yang bersifat umum saja dan itu pun tidak begitu mendetail tentang sesuatu yang disimpannya secara rapi untuk berjaga-jaga" Ucap Roby pada ayahnya.
"Mungkin tempat persembunyiannya yang lain, apakah kamu mengetahuinya, nak?" Tanya Tuan David Fernandez.
"Paling dia punya Club di tengah kota dan beberapa Club ditempat lain yang biasa ia kunjungi.
Paling tempat kasino yang sering ia datangi. Tapi, jika ia ke sana, mungkin tidak bisa karena semua nomor kartu kreditnya sudah saya blokir. Dia tidak akan bisa bertahan hidup kecuali dengan uang yang ada di dalam dompetnya." Ujar Roby dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Mungkin dengan cara itu, yang bisa membuatnya jatuh" Timpal nyonya Arimbi.
Tidak lama kemudian ada telepon masuk untuk nenek Yati.
"Sudah kami bekuk mereka nenek dan sekarang mereka sudah kami giring di markas kita." Ujar Sarah.
"Tolong jangan bunuh mereka!" Karena kita butuh mereka untuk mengetahui keberadaan Tuan Robert yang saat ini sedang melarikan diri dari kejaran anak buahnya Tuan David Fernandez. Kalau begitu perlakukan mereka dengan baik!" Pinta nenek Yati.
š·š·š·š·š·
Di Paris Perancis, di tempat persembunyiannya, di puncak bukit yang merupakan tempat peristirahatan sekaligus tempat persembunyiannya saat ini yang tidak diketahui oleh Roby, jika tuan Robert memiliki tempat tersendiri untuk dirinya.
Rumah kecil itu yang di desain seperti rumah petani yang ada di dalam hutan.
__ADS_1
Di kediamannya itu, masih ada harta yang ditimbunnya, berupa batang emas dan uang tunai untuk berjaga-jaga, jika di istananya akan di bakar oleh musuh atau uangnya di rampok oleh Roby yang sudah mengetahui semua kata sandinya.
Tuan Robert memang sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menjaga kemungkinan yang terjadi pada dirinya. Strategi seorang mafia yang sudah terlatih pada dirinya jika ia dikhianati oleh orang-orang kepercayaannya itu.
"Apa yang dikerjakan ayahnya dulu memang benar. "Jangan pernah percaya pada orang lain, kecuali pada dirimu sendiri, karena tidak semua orang memilih untuk setia, jika kamu sudah tidak memiliki apa pun untuk membuat mereka kenyang dan memuaskan mereka dengan kekayaan yang kamu miliki." Tuan Robert mengenang kembali nasehat mendiang ayahnya yang sangat bijak itu.
"Roby.. Roby...kaku salah langkah nak, karena aku tidak akan pernah menyerah secepat itu. Kamu sungguh naif nak. Kamu memang anak tak tahu di untung, kamu mengkhianatiku, setelah semua yang sudah aku lakukan untukmu." Ujar Tuan Robert yang menyayangkan sikap Roby pada dirinya.
Di Jakarta, semua anak buahnya Tuan Robert sudah berada di markas milik nenek Yati. Roby menemui mereka atas ijin nenek Yati.
Melihat kedatangan Roby, Jack terperanjat dari duduknya.
"Tuan Roby!" Ucapnya gugup.
"Apakah si tua bangka itu yang menyuruhmu untuk membunuhku?" Tanya Roby pada Jack.
"Maafkan saya Tuan, jika kami gagal membunuh Anda, maka keluarga kami akan dibunuh oleh Tuan Robert." Ujar Jack dengan wajah tertunduk.
"Tuan Robert sudah melarikan diri dan saat ini dia sudah bersembunyi di suatu tempat. Apakah kamu tahu tempat persembunyiannya Jack?" Tanya Roby.
"Maafkan saya Tuan Roby!" Kalau mengenai tempat persembunyian Tuan Robert, saya tidak mengetahuinya sama sekali, kecuali beberapa Club yang sering ia datangi." Ucap Jack.
"Kami sudah mendatangi semua Club miliknya, tapi kami tidak menemukan dirinya di sana." Ujar Roby sangat kesal karena Jack juga tidak mengetahui tempat persembunyian Tuan Robert.
Semuanya tampak berpikir, di mana biasanya Tuan Robert berkunjung jika ia ingin menenangkan dirinya. Beberapa anak buahnya Tuan Robert yang berhasil ditangkap oleh anak buahnya nenek Yati, ditanyai satu persatu oleh Tuan Roby.
__ADS_1
Wajah-wajah penjahat itu yang sudah tidak asing dengan Roby hanya menunduk ketakutan menatap Roby yang menatap mereka dengan tatapan membunuh.