
Roby menyelesaikan ceritanya saat dirinya sudah sadar. Iapun mengatakan bahwa dirinya ingin sekali menghajar lelaki yang tadi telah melamar istrinya didepan putrinya.
"Kamu cemburu sayang?" Tanya Rhihana sambil mengelus pipi suaminya.
"Cemburu karena terlalu mencintaimu sayang, karena cinta pula, aku tiba-tiba bangkit dari kematianku saat aku tahu ada yang ingin merebutmu dariku." Ucap Roby mengecup bibir istrinya.
Ada hal yang mereka baru sadari, Tania sejak tadi tidak lagi mengoceh dan bergerak, rupanya gadis kecil ini sedang tertidur pulas.
"Yah dia tidur," ucap Roby lalu mengangkat tubuh putrinya memindahkan ke kamar Tania yang bersebelahan langsung dengan kamar Rhihana.
Saat Roby memindahkan putrinya, Rhihana masuk ke ruang walk in closet untuk menggantikan gaun tidurnya berwarna peach. Ia berdandan secantik mungkin untuk menyenangkan mata suaminya.
Roby menutup tubuh putrinya dengan selimut dan mengecup lembut kening putrinya.
"Terimakasih putri kecilku, karenamu aku bisa mengingat semuanya." Ucap Roby.
Ia kemudian keluar dari kamar putrinya dan menuju kamarnya yang konekting langsung dengan kamar Rhihana. Pintu kamar putrinya dibiarkan terbuka agar bisa memonitor langsung Tania jika putrinya ini bangun.
Ketika Roby keluar, Rhihana pun ingan berpose indah depan suaminya. Tubuhnya yang sintal dengan kulitnya yang putih mulus di tambah dengan jari jemarinya yang lentik disertai bola mata indah dan bibir penuh berisi dipoles dengan lipstik lembut dengan warna nude.
Rihanna tampil memukau untuk menaklukkan lagi hati suaminya. Mendapatkan lagi cinta yang pernah hilang diantara mereka.
Roby menghampiri istrinya, menggendong bidadarinya itu dan menempatkannya di kasur. Ia lalu menanggalkan bajunya dan kini menimpa tubuh istrinya lalu memagut bibir sensual itu lembut.
Hampir tiga tahun ia tidak menyentuh istrinya ketika terakhir ia tinggalkan dan kembali dalam keadaan lupa ingatan.
Roby menelusuri setiap senti tubuh mulus itu. Lengerie itu telah di buang ke sembarang arah, lalu menikmati bukit kembar itu secara bergantian. Tangan kekar itu bermain ditempat sempit pada milik yang sudah lama tak tersentuh.
"Akkhhh!" Desa***an lirih itu kembali terdengar, menghiasi malam sepi yang nampak mencairkan suasana yang telah membeku hubungan diantara keduanya yang terasa tampak asing.
Tiba saatnya Roby mencicipi lagi benda kecil nan kenyal tersembunyi dibalik dua paha yang saat ini sedang memberikan akses masuk pada lidah yang sudah siap menjulur menggapai sesuatu dibawah sana untuk memberikan kenikmatan pada pemilik tubuh.
Erangan dan lenguhan erotis kian panjang ketika persatuan tubuh keduanya telah memacu untuk memuaskan birahi walaupun sesaat berkabut tertutup awan kerinduan yang sempat kelabu.
Pacuan itu makin mendera jiwa yang sempat terombang-ambing tiada pasti. Yah, hanya hubungan ini yang sedang mereka bangun kembali untuk merekatkan cinta yang hampir punah karena gugurnya keyakinan suami pada sang istri tercinta karena tergantikan wajah yang tak lagi sama di masa muda.
Hanya dengan sentuhan cinta semuanya bisa diperbaiki oleh keduanya. Hanya karena cinta, sebuah kesalahpahaman runtuh karena kuat cinta.
Desa**n terakhir menandakan kepuasan kenikmatan telah tercapai. Sentuhan kenikmatan itu mengucapkan selamat tinggal pada masa abu-abu yang hilang dalam ingatan.
Ingatan Roby kembali pulih. Potongan kenangan telah disatukan kembali dan tersirat di atas ranjang empuk yang tidak lagi sepi karena kesendirian Rhihana.
"Terimakasih sayang," ucap sang suami ketika lelah telah mengusai tubuh mereka.
"Aku mencintaimu Roby." Ujar Rhihana lalu mengecup lagi bibir suaminya.
"Aku juga sayang, aku lebih mencintaimu. Maafkan aku telah meragukanmu." Roby menarik tubuh itu membawa dalam pelukannya.
š·š·š·š·š·
"Ayah...!" Tania bangun mencari ayahnya.
Roby segera menyapa gadis kecilnya.
"Selamat pagi putri ayah!" Roby mengecup pipi tembem itu gemas.
__ADS_1
Rihanna meminta pelayannya membawa sarapan pagi untuk mereka ke kamarnya. Roby memandikan putrinya, sedangkan Rhihana menyiapkan baju untuk si kecil.
Sekarang keduanya sama-sama mengurus putri kecil mereka bersama. Celoteh Tania yang asal nyebut membuat kedua orangtuanya tergelak tawa.
Rupanya Tania masih belum suka ibunya dekat dengan ayahnya. Ia selalu duduk diantara keduanya.
"Ternyata Tania lebih cemburu dari padamu." Ucap Roby disela-sela keduanya menikmati sarapan pagi dengan pintu balkon di buka lebar.
"Sebentar lagi aku akan memberikanmu kejutan." Ucap Rhihana yang sudah selesai menyuapkan bubur untuk Tania.
"Kejutan apa sayang?" Tanya Roby.
"Lihat saja nanti."
Rhihana mengambil flashdisk miliknya kemudian memasukkan ke laptopnya yang memang selalu menyala. Ia kemudian hidupkan in fokus mengarahkan ke dinding kamar.
Roby menutup lagi pintu balkon dan gordeng agar tayangan itu lebih jelas.
Tayangan perdana berupa sebuah puisi untuk Roby.
Langit yang hitam menjatuhkan jutaan pensil padaku, apa yang akan digambar di tubuhku, apakah rindu yang meluncur dari dingin matamu?
"Untukmu suamiku."
...Telah kubisikkan namamu pada angin, semoga saja hujan mendengar dan lahir sungai abadi dari rintiknya, mengikis batu-batu dan seribu prasasti tercipta untukmu....
...Bulan tenggelam di teluk matamu, aku tak mampu mencegah hatiku, terhanyut ombaknya ke dalam rindu....
...Selembar puisi seperti uang kertas, yang merah lebih berharga, tetapi aku hanya bisa membeli rindu dan segelas bayangmu....
...Sekalipun nafasku tak cukup panjang, kau akan lihat angin yang membawa daun-daun dari kepingan hatiku....
...Apa lagi selain menggambar rindu, hanya ada pensil hitam dan bayangmu....
...Sepasang matamu dan spasi di antaranya, adalah kalimat yang membuat seseorang berhenti bicara, lalu menulis hingga akhir hayatnya....
...Di jemarimu yang kekar bagai anak-anak sungai, siapa pun ingin membangun jembatan, jembatan rindu jembatan cinta, apa pun namanya....
...Berat menanggung ransel rindu, kudaki tebing terjal hatimu, pelukan ini hanyalah cara ⦠memperkecil jarak yang kutempuh....
...Dapatkah aku berhenti bicara tentangmu? bahasa tubuhku tak pernah kehabisan cara, menggambar bayangmu....
...Pada pekat kabut kugambar garis partitur, barangkali akan terdengar olehmu sebuah lagu, barangkali akan terdengar olehmu debar jantungku....
...Mengingatmu, napasku menerbangkan selembar kertas, sebuah puisi mengapung di udara, sekalipun tak menjelma kupu-kupu, siapa tahu itu akan sampai padamu....
...Kau menggambar rindu di bibirku, dan gugurlah semua warna senja di tubuhku....
...Kau menjelaskan rindu, tanpa satu pun kata. Irama jantungmu di dadaku, mengganti seluruh suara hujan yang pernah jatuh di sajakku....
...Saat malam terlalu sunyi, aku mengumpulkan cahaya bulan yang menempel di kaca, dengan cara seperti itu, jantungku berdebar seakan sedang kusentuh wajahmu....
š·š·š·š·š·š·
Setelah membaca slide puisi itu untuknya, Roby memeluk lagi tubuh istrinya.
__ADS_1
"Sayang, aku tidak tahu, kamu begitu tersiksa karena terlalu merindukan aku selama ini." Ujar Roby semakin merasa bersalah.
"Rindu itu selalu aku bawa kemanapun sayang. Tidak peduli berapa lama aku harus menunggumu. Tidak peduli berapa jarak yang terbentang antara kita berdua, sedikitpun aku tidak akan bergeming, walaupun banyak diantara mereka yang menginginkan cintaku bahkan ada yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan perhatianku." Ucap Rhihana sambil menatap wajah suaminya.
"Bagaimana kalau kamu benar-benar menyukai diantara mereka?" Bagaimana kalau aku tidak bisa mengingatmu dan asyik dengan dunia masa laluku?" Tanya Roby gemas dengan istrinya.
"Walaupun aku hampir putus asa dan kesal dengan keadaanmu, bukan berarti aku harus mengambil keputusan sepihak dan beralih pada cinta yang lain sayang." Ujar Rhihana.
"Oh iya, aku ingin kamu menceritakan bagaimana bisa kamu lupa ingatan sayang? apa yang terjadi? apakah kamu mengalami kecelakaan?" Rhihana ingin mendengarkan penjelasan dari suaminya tentang keadaan Roby yang tiba-tiba hilang ingatan setelah berbincang terakhir dengan dirinya.
"Saat aku tiba di Paris Perancis, aku tidak langsung menemui Tuan Robert. Aku tidak ingin menginap di rumahnya. Aku ingin menyendiri di hotel, sambil memikirkan bagaimana caranya menyampaikan kepadanya bahwa aku ingin diganggu lagi olehnya, Apa lagi mengganggu hubungan kita." Ucap Roby.
"Maksudnya Tuan Robert ingin memisahkan kita berdua, walaupun kamu mengaku sudah menikahiku?" Tanya Rhihana yang sedikit tidak percaya Tuan Robert ingin Roby tetap bersama dengannya, tidak peduli Roby sudah menikah atau belum.
"Seperti itulah sayang. Aku ingat malam itu, aku memantapkan hatiku bertemu dengan dirinya. Di mansionnya, ketika ia melihat kedatangan aku, ia begitu bahagia, menyambutku. Kami berbincang apa saja, hingga akhirnya saat aku pamit padanya, untuk kembali lagi ke tanah air, dia tidak terima dengan keputusanku. Dia mengancam untuk tidak memberikan harta apapun padaku dan membatalkan adopsinya padaku.
Saat itu, aku sama sekali tidak tergiur dengan berbagai iming-iming yang dia tawarkan, apa lagi dengan ancaman harta karena sebelumnya aku tidak memiliki apapun dan siapapun kecuali kamu sayang.
Aku lalu pergi meninggalkan rumahnya dan kembali ke hotel karena aku aku harus segera kembali ke Jakarta menemui istriku.
Tiba-tiba saat aku berbalik ingin pergi, aku merasakan ada benda keras yang membentur kepalaku tepat di otak bagian belakang hingga aku jatuh tersungkur. Walaupun saat itu aku masih sedikit sadar, aku melihat ia memegang tongkat bisbol di tangannya melihat diriku yang saat itu masih setengah sadar.
Tubuhku di bawa ke kamar dan seorang dokter datang mengobati luka pada kepalaku. Karena saat itu luka cukup parah dan kepalaku harus di jahit, ia kemudian melakukan anastesi pada tubuhku agar aku tidak merasakan sakit saat dijahit.
Setelah itu aku sudah tidak sadarkan diri. Setelah aku sadar usai kepalaku di jahit saat itu, aku ingin sekali pulang, tapi entah mengapa kepalaku terasa sangat pusing. Karena tidak tahan aku meminum obat yang aku kira pereda rasa sakit. Dari hari ke hari aku meminum obat yang mereka siapkan untukku. Tapi aku belum curiga saat itu karena ingin sekali sembuh. Walaupun aku saat itu masih ingat kamu dan memoriku masih normal, tapi aku tidak bisa ke manapun karena kepalaku selalu terasa pusing walaupun aku sudah berusaha minum obat.
Setiap kali aku minum obat, pusingnya hilang tapi aku pasti akan ngantuk berat dan tidur. Setiap hari aku merasakan itu, aku sadar tapi pasti pusing lalu minum obat kembali tidur hingga akhirnya aku tidak mengingat apapun tentang kamu sayang." Ucap Roby.
"Bagaimana setelah itu, kamu bisa kabur dari mereka?" Tanya Rhihana.
"Aku berhenti mengkonsumsi obat yang mereka berikan kepadaku. Mereka mulai merekayasa pernikahan aku dengan Alicia agar aku menganggap Alicia adalah istriku dan tidak segan berdekatan dengannya. Walaupun mereka berusaha menipuku, tapi di dalam hati kecilku menolak semua rekayasa itu dan aku tidak menyentuh Alicia sama sekali.
Karena merasa banyak kejanggalan yang aku perhatikan cara mereka memperlakukan aku seperti aku ini orang yang saat itu sakit berat dengan memaksa aku minum obat setiap hari, aku mulai curiga.
Aku menghentikan semua perawatan mereka padaku dengan menolak minum obat yang mereka berikan kepadaku.
Setiap kali minum obat itu, aku langsung menelannya. Saat Alicia pergi aku segera membuang obat itu. Aku lakukan itu berhari-hari, hingga aku merasakan kembali memori masalalu aku hadir lagi tapi hanya sebagian saja.
Sepertinya aku dibawah mundur lagi ingatanku pada saat kita pertama kali bertemu, hanya sampai disitu ingatanku padamu setelah itu aku tidak ingat apapun lagi kalau kita sudah menikah." Ucap Roby lalu memeluk lagi istrinya.
Ya Allah, Tuan Robert sangat jahat sekali kepadamu sayang. Demi mempertahankan dirimu, dia tega menyakitimu dengan menghapus ingatanmu tentangku.
Cih, dia pikir dia Tuhan apa bisa melakukan sesuatu kepadamu dengan caranya. Tubuh kita ini milik Allah dan otak kita juga di susun dengan sedemikian rumitnya melebihi kapasitas perangkat komputer yang dibuat oleh manusia.
Walaupun dia berusaha mengirim virus dalam otakmu agar sistem otakmu eror, dia lupa Allah yang selalu menjaga kita dari kejahatan jin dan manusia. Sehebat apapun dia ingin memisahkan kita tapi dia tidak bisa melakukannya karena takdir Allah lebih indah daripada rekayasa yang dibangun oleh manusia pada manusia lainnya.
Kepintaran manusia yang Allah pinjamkan kepada kita hanya sampai pada tingkat kepuasan minimum bukan maksimum seperti satu cangkir ilmu kita punya berada di atas luasnya lautan ilmu Allah. Siapa yang lebih hebat di sini. Sang Pencipta atau yang diciptakanNya.
Tuan Robert hanya menghabiskan waktunya pada sesuatu yang tidak berguna. Sekuat apapun dia ingin memisahkan kita, kekuatan Allah yang berada di atas segalanya.
Aku sangat bersyukur sayang, karena Allah telah mengirimmu kembali kepadaku walaupun dengan sepenggal kisah masa lalumu yang manis, yang pernah kita lewati bersama.
Aku anggap itu adalah bagian dari ujian Allah untuk kita karena kita hanya di uji dengan hal yang ringan tidak dengan hal yang menyakitkan. Walaupun kamu lupa akan diriku, tapi melihatmu lagi sudah berada di sekitar aku, itu sudah lebih dari cukup. Aku hanya perlu menunggumu hingga sadar walaupun pada akhirnya aku dengan sengaja menyakitimu." Ucap Rhihana sedih.
"Hei sayang!"
__ADS_1
Ini bukan salahmu, kamu marah karena cinta, karena ingin melindungi putri kita. Siapapun yang berusaha menyakiti anaknya, seorang ibu akan melakukan apa saja untuk menghajar orang itu. Itulah naluri keibuan yang tidak dapat dibantah oleh siapapun sayang." Ujar Roby untuk menghibur istrinya tercinta.
Keduanya saling berciuman mesra walaupun hati mereka sangat sedih saat mengenang peristiwa menyakitkan itu.