SENTUHAN DAWAI CINTA

SENTUHAN DAWAI CINTA
34. AIR MATA BAHAGIA


__ADS_3

Sekitar jam sepuluh pagi, sekitar sepuluh mobil dengan pengawalan mengiringi mobil ditumpangi oleh Nyonya Arimbi dan Tuan David Fernandez bertolak ke mansion Rhihana.


Hati seorang ibu yang sudah lama berpisah dengan putranya hampir 28 tahun, baru dipertemukan lagi dengan putranya, merasakan debaran yang begitu kuat dengan membawa setumpuk kerinduan dan alasan untuk bisa diberikan kepada putranya yang semata wayangnya itu.


Berkali-kali Nyonya Arimbi, menghela nafasnya dengan perasaan gusar. Perjalanan yang hanya memakan waktu dua puluh menit dari hotel ke mansion Rhihana, serasa berjam-jam lamanya.


Suaminya Tuan Fernandez, menggenggam erat tangan istrinya yang sudah dingin seperti batu es karena sudah merasa gugup duluan.


"Melihatnya difoto tidak sama dengan melihatnya secara langsung." Gumam Nyonya Arimbi.


"Apakah masih lama perjalanannya pak?" Tanya Nyonya Arimbi yang sudah tidak sabaran bertemu putranya.


"Sebentar lagi nyonya, sebenarnya kediaman nona muda Rhihana dekat dengan hotel, hanya saja jalanan saat ini padat merayap." ujar sopir pribadi Rhihana yang diutus Rhihana untuk menjemput mertuanya.


Lagi-lagi, Nyonya Arimbi berusaha bersabar dengan terus memandangi foto Roby dengan keluarga kecilnya." Sabar sayang," Ujar Tuan Fernandez.


"Kalau sudah hampir dekat, lebih baik aku jalan kaki saja," ucap Nyonya Arimbi yang mulai kesal.


"Jangan nyonya!" Anda akan menjadi pusat perhatian para penjahat yang saat ini mengincar putra anda Roby." Timpal sopir itu lagi.


Sementara di kediaman Rhihana, Roby seperti orang linglung, ia berjalan mondar-mandir dari kiri ke kanan. Rupanya putrinya Tania yang sudah pintar berhitung, menghitung sudah berapa kali ayah berjalan bolak-balik.


"Ayah Oby, ini sudah 283 ayah berjalan dari kiri ke kanan. Dikit lagi sudah hampir 300." Ucapnya dengan menunjukkan tiga jarinya membuat Rhihana dan nenek Yati terkekeh mendengar kecerdasan Tania.


"Ya Allah, putri Ayah, Ayah sudah setegang ini kamu malah melucu." Ucap Roby yang sudah berhenti mondar mandir.


Tidak lama kemudian terdengar serine polisi yang memasuki pintu gerbang utama menuju mansion. Nenek Yati sengaja meminta polisi untuk mendampingi Tuan Fernandez yang bukan orang sembarangan itu, menuju mansion Rhihana.


"Alhamdulillah terimakasih ya Allah, akhirnya mommy aku datang juga.


Roby yang tidak sabar langsung berlari keluar seperti sedang menjemput kekasihnya.


Mobil Nyonya Arimbi yang berada di antara mobil lainnya yang memasuki istana itu bersamaan. Nyonya Arimbi yang langsung turun dari mobilnya padahal letak masih jauh.


Roby yang sudah melihat dari kejauhan saat ibunya yang sudah turun duluan dari mobilnya berlari sambil melambaikan tangannya.


"Mommy.... mommy... mommy!" Teriak Roby sambil berlari menyambut ibu yang telah melahirkannya itu. Ibunya yang dirindukan selama ini yang tidak putus-putusnya ia berdoa agar suatu saat nanti, ia dipertemukan kembali dengan ibunya.


Nyonya Arimbi terpaku ditempatnya ketika melihat sosok putranya yang dulu masih bayi ditinggalkannya di panti asuhan, kini menjadi pria dewasa yang sangat tampan. Dan sekarang tidak sabar ingin bertemu dengannya dan langsung memanggil dirinya dengan status mommy, panggilan yang selama ini yang hanya ada dalam khayalannya.


"Roby.... Roby... Roby, putraku!" Ucapnya dengan suara parau karena air mata itu sudah membuat pandangannya kabur melihat putranya lari ingin memeluk dirinya.


Nyonya Arimbi merentangkan kedua tangannya, menyambut putranya yang sudah hampir mendekatinya.


"Mommy!"....hiks...hiks.


"Oh putraku sayang!"...hiks...hiks


Keduanya berpelukan sambil menangis haru.


"Maafkan mommy nak, sudah meninggalkanmu ditempat yang tidak layak, maafkan mommy... hiks... hiks." Tangis Nyonya Arimbi tak terelakkan.


"Mommy tidak salah, Roby sudah tahu semua alasannya. Mommy hanya melindungi Roby." Ucap Roby sambil menangkup pipi ibunya. Menatap wajah tua yang masih memiliki guratan kecantikan yang tak pudar walaupun usianya sudah memasuki setengah abad lebih.


Semua orang yang melihat adegan itu, turut merasakan keharuan, tidak terkecuali Rhihana dan nenek Yati yang masih menunggu di halaman mansionnya.


"Roby!"

__ADS_1


Panggil Tuan Fernandez yang ingin memeluk putranya.


"Daddy!"


Roby memeluk ayahnya dan menumpahkan rasa rindunya di sana. Ia hanya berdoa untuk bisa bertemu dengan ibunya, tapi Allah memberikan kesempatan untuk bertemu dengan ayahnya juga.


Roby mengajak ayah dan ibunya bertemu dengan istri dan putrinya. Rhihana mencium punggung tangan kedua mertuanya. Nyonya Arimbi memeluknya.


"Selamat datang mommy dan Daddy." Ucap Rhihana kepada kedua mertuanya dan membawa kedua mertuanya masuk ke dalam ruang keluarga.


Robby masih menggenggam tangan ibunya erat, ia seakan melupakan istrinya sesaat.


"Roby!" Nyonya Arimbi terus memanggil nama putranya walaupun sudah duduk bersebelahan dengan Roby.


Rhihana menikmati momen bahagia itu, karena dirinya juga sudah menemukan lagi keluarga baru sebagai pengganti orangtuanya.


"Ayo di minum dulu tehnya mommy, Daddy!" Pinta Rhihana sopan.


Tuan Fernandez langsung menggendong cucunya Tania.


"Siapa namamu sayang?" Tanya tuan Fernandez kepada cucunya.


"Tania!" Ujar Tania dengan menatap wajah tampan kakeknya.


"Tania sudah sekolah?"


"Belum tapi Tania sudah bisa berhitung." Ujar Tania.


Roby menatap wajah kedua orangtuanya dan ia baru menyadari ketampanannya diwarisi oleh dua orang yang dihadapannya ini. Ayahnya yang berdarah Spanyol dan ibunya berdarah suku Jawa tengah Indonesia.


"Roby, mommy mohon maaf sayang tidak bisa menemukanmu setelah 27 tahun ini mencari jejakmu seperti orang gila. Kami selalu ditipu oleh orang lain yang mengaku menemukanmu dan membawa anak orang lain pada kami. Kami harus melakukan berulangkali tes DNA pada mereka dan tak satupun yang cocok. Kami memulangkan lagi mereka ke tempatnya dan memberikan uang kepada mereka untuk biaya pendidikan agar mereka berguna di kemudian hari.


Beruntunglah, datanglah seorang nenek yang sangat bermurah hati memberi tahukan keberadaanmu dengan membawa data yang akurat bahwa kamu adalah putraku.


Nyonya Yati sudah banyak bercerita tentang jalan hidupmu sampai bisa bertemu dengan Rhihana. Mommy sangat terharu saat mendengar ketulusan gadis hebat ini mengubahmu dari pengamen jalanan hingga menjadi seorang yang bermartabat.


Terimakasih Rhihana, kamu sudah memberikan perhatian yang cukup besar pada putraku, jika tidak bertemu malam denganmu, mungkin aku sampai saat ini masih sibuk mencarinya dan mungkin aku akan mati sia-sia membawa kerinduan kepada putraku yang tidak bisa aku temukan sampai menjelang ajalku." Ucap Nyonya Arimbi dengan masih saja berurai air mata.


"Terimakasih Rhihana, hatimu seluas samudera untuk memberikan cinta yang besar pada putraku tercinta." Timpal Tuan Fernandez sambil memangku Tania yang sudah tertidur pulas karena lelah menunggu Oma dan opanya.


"Semuanya sudah takdir Allah, mommy dan Daddy. Saat pertama kali bertemu dengan Roby, aku sudah bersumpah untuk menjadikannya kekasih, karena kekuatan cinta kami, aku pun menerimanya menjadi suamiku." Ucap Rhihana.


"Lika-liku perjalanan cinta kalian berdua, tidak jauh berbeda dengan. perjalanan cinta kami, sayang. Dulu aku dan Daddy mu dipisahkan oleh bajingan tuan Robert itu yang sudah mengangkatmu menjadi anaknya." Ucap Nyonya Arimbi.


"Apa?" Jadi mommy dan Daddy sempat terpisah karena ulah Tuan Robert?" Berarti kita ini memiliki musuh yang sama, berada didalam lingkaran kehidupan yang dikuasai oleh satu musuh?" Rhihana begitu syok mendengar Tuan Robert juga mengenal kedua mertuanya.


"Nenek sudah menceritakan semuanya pada Roby sayang, hanya kamu yang belum tahu cerita ini karena Roby belum siap untuk bercerita padamu sebelum dia bertemu dengan orang tua kandungnya." Timpal nenek Yati.


"Nenek... kenapa nenek tega banget sih sama Ana?" Gerutu Rhihana yang kesal pada nenek Yati karena ia selalu ketinggalan informasi mengenai kehidupan suaminya sendiri.


"Maafkan nenek sayang, nenek tidak bermaksud membuatmu marah. Bagaimanapun juga, kita harus menghargai privasi Roby karena ini masalah keluarganya." Ujar nenek Yati bijak.


"Maaf Tuan, apakah boleh saya memindahkan nona Tania ke tempat tidurnya?" Tanya bibi Lala yang melihat Tuan David Fernandez yang sejak tadi memangku cucunya.


"Biarkan saja bibi, aku masih merindukan cucuku." Tuan David mengecup kening cucunya itu.


"Ya Tuhan, dari tadi aku sama sekali belum menggendong malaikat kecilku ini, ayo gantian Daddy, jangan kuasai sendiri cucumu." Pinta Nyonya Arimbi yang iri pada suaminya yang sejak tadi memangku cucunya.

__ADS_1


"Nanti dulu sayang, dia sedang terlelap, aku tidak ingin dia terbangun karena kamu menganggunya." Tuan Fernandez menolak memberikan cucunya pada istrinya.


"Nanti Opa dan Oma tidak berebutan lagi cucu." Ucap Rhihana membuat semua mata tertuju padanya.


"Apa maksudmu sayang?" Roby penasaran ketika mendengar perkataan istrinya.


"Iya sayang, apa maksudmu kalau kami tidak akan berebutan lagi?" Tanya Nyonya Arimbi yang juga kepo pada menantunya.


Rhihana tidak langsung menjawab pertanyaan suami dan ibu mertuanya. Sementara yang lain hanya termangu menatap wajah cantik Rhihana yang saat ini tersenyum manis pada mereka.


Senyum yang penuh misteri dan menyimpan kebahagiaan untuk mereka semua.


Roby mendekati istrinya, menggenggam tangan itu dan setengah memohon agar Rhihana mau mengatakan kelanjutan perkataannya yang sempat terjeda.


"Sayang, ayo katakan kepada kami, hmm!" Titah Roby setengah memaksa.


"Saat ini, aku sedang hamil sayang." Ucap Rhihana membuat Roby langsung sujud syukur pada Allah karena mendapatkan lagi momongan di tengah kebahagiaannya bertemu lagi dengan kedua orangtuanya.


"Alhamdulillah, ya Allah," ucap Roby sambil menangis.


"Sayang, benar kamu hamil lagi? Aku punya cucu lagi?" Tanya Nyonya Arimbi untuk meyakinkan dirinya.


"Iya mami, Rhihana baru tahu tadi pagi, saat Rhihana curiga karena sudah tiga bulan ini Rhihana belum mendapatkan haid. Kebetulan Rhihana menyimpan tes pack, jadi Rhihana melakukannya sendiri sesuai petunjuk di alat tes kehamilan itu dan ternyata hasilnya dua garis merah dan tes pack yang keduanya menunjukkan tanda positif.


Awalnya ingin langsung memberi tahu Roby tapi karena hari ini mau bertemu dengan kedua mertuaku, akhirnya Rhihana menangguhkannya agar bisa memberi tahu kabar bahagia ini kepada semuanya." Rhihana menceritakan apa yang terjadi pada dirinya tadi subuh dini hari.


"MasyaAllah, ini kejutan yang sangat menyenangkan." Roby memeluk istrinya, mengecup bibir itu sekilas lalu memeluknya lagi dengan erat.


"Terimakasih, sudah memberikan lagi aku seorang calon bayi." Bisik Roby lirih.


"Sayang, mommy tidak tahu harus berkata apa padamu, kecuali dia yang terbaik untukmu dan calon cucuku, terimakasih sudah menjadi istri hebat untuk putraku." Nyonya Arimbi memeluk menantunya.


"Aku bangga padamu Rhihana, karena sudah memberikan aku lagi seorang cucu sebagai pewaris tahtaku kelak." Ujar Tuan David Fernandez.


"Rihanna, nenek senang kamu bisa hamil lagi, tapi keadaan ini, tidak menguntungkan untuk kita sayang, musuh saat ini masih menjamur di mana-mana. Apakah kamu kuat menghadapi tantangan terberat lagi saat ini dengan kondisimu yang hamil?" Nenek Yati mencemaskan keadaan putri majikannya ini.


"Permisi Tuan dan Nyonya sudah waktunya untuk makan siang." Kepala pelayan Reni menyampaikan kepada tamu istimewa Tuan Roby dan nona Rhihana.


"Terimakasih bibi, kami akan segera ke sana," ujar Rhihana yang segera bangkit berdiri dari duduknya dan mengajak kedua mertua menuju ke meja makan.


Bibi Lala, mengambil Tania dari gendongan Tuan David Fernandez.


"Wah, semuanya hidangan Indonesia yang kaya akan rempah, aku suka ini." Ujar tuan Fernandez yang sudah duduk di tempatnya.


Semuanya menikmati hidangan mereka sambil membahas menu makanan siang ini. Tuan David Fernandez yang sangat doyan dengan rendang, kali ini merasa rindunya pada makanan Indonesia ini yang sudah terkenal seantero dunia.


"Rhihana sayang, dulu saat Daddy datang pertama kali di Indonesia, ia tidak tahu mau makan apa, karena rendang inilah yang membuat kami berkenalan. Mommy menawarkan dia untuk mencoba rendang, padahal saat itu kami baru bertemu di restoran Padang.


Dia melihat semua menu masakan Padang tapi tidak berani memilih dan saat itu mommy yang kesal karena ia terlalu lama memilih menu dan giliran mommy yang antri menunggu untuk memesan makanan terhambat olehnya.


Terus mommy bilang coba saja rendang karena bule doyan sama rendang, nggak bakalan nolak." Kata Daddy, boleh tuh, aku ingin mencobanya." Nyonya Arimbi mengisahkan awal pertemuannya dengan tuan David Fernandez.


"Setelah itu langsung jatuh cinta?" Tanya Rhihana penasaran.


"Yah begitulah Rhihana, Daddy yang saat itu tidak memiliki teman saat berkunjung di restoran ini, menghampiri mommy dan minta ijin mommy untuk makan satu meja. Karena lihat tampang Daddy yang sangat tampan saat itu, membuat mommy menerima permintaannya untuk makan satu meja dengan mommy." Ujar Nyonya Arimbi.


"Kisah yang menarik mommy. Daddy juga pasti langsung jatuh cinta sama mommy saat itu ya?" Tanya Roby.

__ADS_1


"Iya sayang, mommy kamu wanita yang paling cantik yang Daddy kenal selama Daddy keliling dunia." Ujar tuan David Fernandez.


__ADS_2