SENTUHAN DAWAI CINTA

SENTUHAN DAWAI CINTA
35. LIBURAN KELUARGA


__ADS_3

Nyonya Arimbi dan Tuan Fernandez, ingin sekali berkunjung. ke Bali, Palembang dan Manado. Roby yang mengetahui keinginan kedua orangtuanya ingin sekali mengajak keluarga kecilnya ikut serta.


"Roby, mumpung kami masih di sini, kami ingin sekali berlibur di beberapa kota besar yang ada di Indonesia, terutama kota Denpasar Bali." Ucap Nyonya Arimbi.


"Kalau begitu kita sekeluarga berangkat bersama untuk liburan, yah, setidaknya melepaskan setress yang selama ini sangat mengganggu. Bagaimana sayang? apakah kamu setuju dengan ideku?" Tanya Roby pada Rhihana yang sedang menyuapkan makan untuk putrinya Tania.


"Boleh sayang, lagi pula mommy dan Daddy sudah lama tidak berkunjung ke Indonesia, lebih baik mengisi liburan ini ke beberapa tempat yang kaya akan kulinernya. Daddy dan mommy pecinta kuliner, jadi Indonesia adalah tempatnya Daddy." Ucap Rhihana sangat antusias menyambut ajakan suaminya.


"Apakah aman, jika kami berlibur bersama, nyonya Yati?" Tanya Tuan Fernandez yang ingin mengetahui posisi musuh yang saat ini masih berkeliaran dengan penyamaran mereka di area Jabodetabek.


"Saya akan memastikan terlebih dahulu, sebelum kita berangkat berlibur Tuan, karena anak buah saya terus mengawasi gerak-gerik para anak buah Tuan Robert yang memiliki banyak sekutu." Ujar nenek Yati.


"Lakukan tugasmu dengan sebaik mungkin nyonya Yati! karena kami sangat mengandalkanmu." Titah Nyonya Arimbi kepada nenek Yati.


"Siap Nyonya Arimbi!"


Nenek Yati berkoordinasi dengan anggotanya, untuk memastikan keamanan keluarga besar Roby yang akan melakukan perjalanan ke luar kota. Semuanya menyanggupi dan siap melakukan pengawalan ketat kepada keluarga besar itu.


Dua hari kemudian, keduanya bertolak ke Denpasar Bali, dengan bekal izin dari dokter, untuk bisa melakukan perjalanan antar kota tersebut, Rhihana menikmati liburannya kali ini bersama sang suami dan putri tercinta Tania dan tidak ketinggalan, kedua mertuanya.


Mereka sudah melihat destinasi wisata yang saat ini, sedang gencar dilakukan oleh kementerian pariwisata dan duta pariwisata Indonesia yang sedang memamerkan keindahan alam Indonesia yang kaya akan budaya dengan keragaman suku bangsa.


Dua pesawat pribadi milik keduanya, sudah terbang menuju Denpasar Bali. Resort mewah yang sudah di booking oleh nenek Yati, sudah di sterilkan terlebih dahulu untuk seminggu ke depan atau sepuasnya mereka menikmati liburan di sana.


The Westin resort Nusa dua Bali, menjadi pilihan mereka untuk menginap di tempat romantis itu.


Resort ini berada tak jauh dari Nusa Dua Beach Hotel & Spa. Lokasinya cukup strategis karena berada di kawasan pariwisata Nusa Dua. Menawarkan berbagai kemewahan yang akan memanjakanmu dan keluarga besar Roby, yang saat ini bermalam di sana.


Pantai pribadi yang indah dan tenang pun tidak akan mengecewakan. Bahkan, mereka sangat menikmati pulau Dewata itu dan akan betah di sana, meski berada seharian di resort ini.


"Wah, ini sangat hebat dan indah sayang, aku tidak menyangka dua puluh tahun meninggalkan Indonesia dan terakhir kalinya, mommy dan Daddy berkunjung di pantai ini, tidak semewah seperti sekarang ini." Ucap Nyonya Arimbi yang sudah duduk bersama putra dan cucunya di pinggir pantai.


"Berarti lumayan lama mommy tidak berkunjung ke Indonesia. Apakah mommy tidak rindu dengan keluarga mommy yang ada di Solo?" Tanya Roby.

__ADS_1


"Orangtua mommy sudah meninggal dan juga saudara mommy satu-satunya juga sudah meninggal. Yang ada hanya ponakan, hanya saja mommy tidak begitu dekat dengan mereka. Jika mommy berkunjung ke sana, mereka tidak begitu menyukai mommy karena mereka sangat takut jika warisan milik mommy yang ditinggalkan oleh kakekmu untuk mommy saat ini mereka kuasai akan di ambil alih.


Mommy tidak tergila-gila dengan harta sayang, apa lagi warisan adalah barang panas yang harus kita hindari, jadi mommy tidak peduli. Karena harta mommy yang paling berharga adalah kamu dan keluarga kecilmu saat ini, sayang." Nyonya Arimbi mengisahkan kembali masa lalunya di mana keluarganya tidak menyetujui dirinya menikah dengan Tuan David Fernandez.


Roby sedang menemani putrinya Tania yang saat ini sedang bermain pasir. Rhihana yang tidak ikut bergabung dengan mereka karena masih merasa mual saat karena kehamilannya, sementara Tuan Fernandez masih melakukan urusan bisnisnya dengan laptop miliknya sambil menikmati deburan ombak pantai.


Karena hari semakin terik, Nyonya Arimbi mengajak putra dan cucunya kembali ke resort. Tapi Tuan Fernandez masih betah berselancar di keyboardnya di hamparan pantai.


"Mataharinya sudah mulai meninggi, sebaiknya kita kembali ke resort." Nyonya Arimbi bangkit dari duduknya.


"Daddy, kami mau ke kamar dulu, apakah Daddy mau ikut?" Tanya Roby yang melihat ayahnya sedang serius dengan laptopnya.


"Silahkan duluan masuk, nak!" Ucap Tuan Fernandez tanpa melihat wajah putranya.


Walaupun ditinggalkan sendirian di pantai, Tuan Fernandez masih tetap di awasi oleh pengawal pribadinya.


"Kamu sudah pulang sayang?" Tanya Rhihana yang tidak melihat putrinya bersama suaminya.


"Tania bersama mommy. Putri kita lagi dekat dengan Omanya. Sekarang dia di kamar mommy. Kebetulan Tania sangat pengertian pada ayahnya agar bisa mengunjungi ade bayinya, hmm!" Ucap Roby sambil mencium ceruk leher jenjang milik istrinya.


"Kalau sudah bercinta, mungkin pusingnya akan hilang sayang." Ucap Roby yang terus merayu istrinya.


"Nanti saja sayang, pandanganku masih kabur dan perutnya dari tadi mual terus. Apapun yang di makan pasti akan dimuntahkan kembali." Rhihana mengeluh pada suaminya.


"Apakah dulu kamu hamil Tania, mengalami hal yang sama sayang?" Tanya Roby yang belum tahu keadaan istrinya pada kehamilan pertamanya.


"Lebih parah pada kehamilan pertama sayang. Karena saat hamil baby Tania, saya nggak mau makan sama sekali seafood, dari usia kandungan dua bulan sampai melahirkan." Ujar Rhihana.


"Apa yang kamu tidak sukai pada kehamilanmu yang sekarang ini?" Tanya Roby.


"Aku suka mual jika mencium bau masakan berkuah bening, seperti sup dan bakso atau sejenisnya."


"Kalau begitu aku akan meminta manajer hotel ini untuk memasak makanan yang kamu sukai." Ujar Roby.

__ADS_1


"Aku mau tidur Roby, aku masih pusing."


"Sini, aku peluk sayang!" Tidur saja di dadaku." Pinta Roby.


Rhihana merebahkan tubuhnya dalam pelukan suaminya. Rhihana merasakan kenyamanan saat sudah bersama suaminya. Sekarang ia benar-benar tidur karena sudah melihat suaminya.


Di sisi lain, Tuan Robert menerima informasi dari anak buahnya bahwa Roby adalah putra kandung Tuan Fernandez dan Nyonya Arimbi. Ia begitu murka saat mengetahui anak yang ia adopsi ternyata anak yang ingin ia buang.


"Kurangajar!" Ternyata janin itu yang ingin aku minta gugurkan kandungannya justru datang sendiri padaku dan aku rawat sebaik mungkin dan kini ia juga berbalik melawan diriku. Ha....ha...ha!" Dunia ini ternyata terlalu kecil, sesuatu yang ingin kita singkirkan malah kita jaga seperti permata berlian." Ujar Tuan Robert dengan senyum menyeringai seperti iblis.


Di Amerika, Alicia saat ini sedang mengandung anak Tuan Robert. Ketika Roby meninggalkannya, Tuan Robert yang lebih banyak berkontribusi secara diam-diam bercinta dengan Alicia.


Gadis tidak tahu malu ini, tidak peduli dengan siapa ia berhubungan. Usia Tuan Robert dan ayahnya hanya beda satu tahun. Lebih tua Tuan Robert daripada Ayahnya Alicia.


"Alicia, anak siapa yang kamu kandung itu?" Tanya Tuan Ernest.


Alicia begitu gugup menjawab pertanyaan ayahnya karena dia tidak bisa berbohong kalau anak yang saat ini dia kandung tentunya bukan anaknya Roby. Karena Roby meninggalkan Paris Perancis sudah enam bulan yang lalu, sementara saat ini kandungannya baru berjalan empat bulan.


"Mengapa kamu tidak menjawab pertanyaan ayah?" Siapa ayah dari anakmu!" Tuan Ernest membentak Alicia dengan sangat keras membuat gadis itu terperanjat dari tempat duduknya.


"Anaknya Tuan Robert ayah." Ucap Alicia hati-hati.


"Apa?" Kamu bercinta dengan tua bangka itu?" Tuan Ernest tidak menerima perlakuan sahabatnya itu kepada temannya.


"Maafkan Alicia ayah, awalnya Alicia hanya bersenang-senang dengannya karena Alicia tidak di sentuh Roby sama sekali, jadi Tuan Robert hanya sebagai tempat pelarian Alicia." Ucap Alicia ketakutan.


"Kamu sangat menjijikkan Alicia, apakah kamu mau menikah dengannya, biar ayah saya akan memaksanya untuk menikahimu." Ucap Tuan Ernest kesal.


"Tidak ayah, aku tidak mau menikah dengannya karena Alicia tidak mencintainya. Alicia akan menghidupi anak ini sendiri." Ucap Alicia dengan hujan air mata.


"Makanya jadi perempuan jangan terlalu bodoh Alicia, berhubungan dengan orang yang lebih tua darimu tidak ada membawa manfaat untukmu, kamu hanya dimanfaatkan olehnya saja." Ujar tuan Ernest yang sangat geram pada putrinya.


"Tolong jangan beritahu dia ayah! kalau anak yang aku kandung ini adalah keturunannya. Aku tidak ingin dia mengambil anakku ayah." Ucap Alicia.

__ADS_1


"Itu urusan hidupmu. Ayah sangat kecewa kepadamu Alicia." Tuan Ernest meninggalkan putrinya lalu keluar membawa mobilnya pergi entah kemana.


Tinggallah Alicia dengan nestapanya, tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali penyesalan yang tersisa dalam dirinya.


__ADS_2