
Setelah menjadi pewaris sah dari nenek Yati, Sarah kini menikmati kekayaannya. Walaupun begitu, ia tetap menjalankan tugasnya sebagai pengawal pribadi Rhihana dan Roby, tapi lebih cenderung mengawal Rhihana sesuai pesan terakhir nenek Yati.
Ditengah ketenangannya menjalankan tugasnya sebagai. pengawal, Sarah dikejutkan dengan kedatangan Calvin.
Sarah yang baru pulang menjemput Rhihana di perusahaan milik bosnya itu, masuk ke ruang keluarga dengan sering bernyanyi kecil.
Roby yang sedang duduk dengan Calvin mendengar nyanyian rindu yang dilantunkan oleh Sarah.
"Apakah itu suaranya istrimu Roby?" Tanya Calvin.
"Bukan!" Itu Sarah. Kalau hatinya lagi senang, ia akan berdendang." Jawab Roby.
Sarah yang tidak tahu, bakal ada tamu di rumah majikannya, dengan cueknya, berjalan menuju anak tangga dan betapa kagetnya ia melihat sosok yang sangat dikenalnya.
"Kau!" Sarah nampak salah tingkah. Ia kemudian mengambil langkah seribu ingin lari dari Calvin, lelaki yang pernah dijebaknya untuk pura-pura jatuh cinta pada Calvin dalam penyamarannya.
Roby yang tidak tahu dengan hal ini, bahwa kedua orang itu pernah menjalin hubungan, merasa sangat heran.
"Aku tidak akan melepaskanmu nona!" Calvin mengejar Sarah dan tidak menghiraukan Roby sang pemilik rumah.
Sarah buru-buru menutup pintu kamarnya, Tapi Calvin lebih cepat menahan pintu itu hingga Sarah tidak bisa menutupnya sampai rapat.
Walaupun Sarah sudah terlatih kuat dalam olah fisik, namun tenaganya tidak cukup kuat untuk menahan pintu itu agar bisa tertutup dengan rapat.
Sarah akhirnya mengalah dan membiarkan Calvin masuk ke kamarnya. Walaupun begitu Sarah tetap hati-hati menjaga jarak dengan Calvin untuk tidak menyentuhnya.
"Sarah, aku merindukanmu." Ucap Calvin tanpa basa-basi.
"Aku tidak membutuhkan rindumu, tolong keluar dari kamarku!" pinta Sarah dengan wajah sangar.
"Yang harus marah itu aku, bukan kamu, karena kamu sudah kabur dariku tanpa meninggalkan pesan apalagi menghubungi aku lagi setelah kabur dengan sahabatku sendiri." Calvin berusaha tenang bicara dengan kekasihnya ini.
"Maafkan aku, karena aku menjalin hubungan denganmu hanya sebagai penyamaran saja." Ucap Sarah dengan nada suara yang sudah mulai melunak.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak mencintaiku sama sekali Sarah?" Apakah aku tidak pantas untukmu?" Tanya Calvin dengan wajah sendu.
"Jangan terlalu banyak berharap padaku Calvin karena aku tidak tahu dengan perasaanku, apakah aku mencintaimu atau tidak." Ucap Sarah.
"Baiklah Sarah, aku cukup tahu saja, ucapan jujur dari mulutmu sendiri kalau kamu sama sekali tidak mencintaiku." Calvin keluar meninggalkan kamar pribadi milik Sarah dengan wajah yang sangat kecewa.
Sarah juga bingung dengan perasaannya sendiri karena dia tidak tahu, apakah saat ini, dia mencintai Calvin atau tidak.
Karena saat ini, hatinya sudah terpaut pada Tuan Raffa, pengacara nenek Yati dan sekarang menjadi pengacaranya.
Tapi Sarah juga belum melihat keseriusan hati Tuan Raffa pada dirinya. Apakah Tuan Raffa benar-benar mencintainya atau tidak.
"Bos, aku balik ke hotel dulu." Ucap Calvin pada Roby.
"Kenapa menginap di hotel Calvin, kamar ini sangat banyak yang disediakan untuk tamu." Ujar Rhihana yang menahan Calvin untuk tidak cabut dari rumahnya.
"Tidak ada yang menarik lagi di sini, besok aku akan kembali ke Amerika." Raut wajah Calvin berubah mendung.
Rhihana dan Roby saling berpandangan, mereka baru mengerti jika Calvin sangat mencintai Sarah.
Kebingungan Roby dan Rhihana makin menjadi karena kapan hari mereka sudah siap untuk menerima pinangan spontan dari Tuan Raffa yang ingin menikahi Sarah.
Mau menolak Calvin mereka juga nggak tega dan sekarang Raffa datang meminang Sarah secara resmi, mereka juga kasihan untuk menolak.
"Silahkan duduk Tuan Raffa, Tuan Ruslan dan Nyonya Walidah!" Rhihana menyambut tamunya itu.
Orangtuanya Tuan Raffa juga berprofesi sama dengan putranya Raffa yaitu sama-sama menjadi pengacara untuk perusahaan milik Rhihana.
Calvin langsung bertanya pada Roby dengan menggunakan bahasa Perancis.
"Mau apa mereka ke sini dengan membawa barang-barang itu?" Tanya Calvin dengan wajah masam.
"Di Indonesia, acara lamaran untuk wanita harus bawa segala macam hadiah untuk calon istrinya. Yah seperti yang kamu lihat itu, tidak seperti di Amerika, hanya kasih cincin saja." Ujar Roby.
__ADS_1
"Apakah Sarah menyukai laki-laki itu?" Tanya Calvin.
"Sejauh pengamatan saya, sepertinya Sarah menyukainya." Jawab Roby membuat hati Calvin makin sakit.
"Apa yang membuat Sarah tidak menyukaiku?" Tanya Calvin.
"Bukankah aku juga tampan, kaya, dan semua yang diinginkan oleh wanita di dunia aku punya semuanya, yaitu cinta, perhatian dan kasih sayang. Aku juga bisa berikan, apa kekuranganku?" Calvin protes dengan Sarah yang terlalu meremehkannya.
"Sarah bukan tidak menyukaimu karena alasan itu Calvin. Mungkin keyakinan kamu dengannya yang berbeda, apa lagi kamu itukan seorang ateis, mungkin dia tidak bisa hidup dengan laki-laki yang tanpa agama." Ujar Roby.
"Aku seorang ateis, bukan berarti aku tidak bisa memilih agama yang ingin aku anut. Jika dia ingin aku masuk ke agamanya, aku akan senang hati melakukannya.
"Calvin, agama Islam itu harus dipelajari dan diamalkan, jadi tidak begitu saja kamu masuk hanya untuk melengkapi identitas hanya ingin menikahi Sarah." Roby menasehati sahabatnya ini.
"Aku akan berusaha, asalkan Sarah mau memilihku," ucap Calvin sambil merengek pada Roby.
Tidak lama kemudian Sarah turun dengan memakai kebaya modern dengan sangat anggun, membuat Calvin tidak berhenti menatapnya.
"Astaga!" Aku tidak menyangka dia secantik ini." Ucap Calvin melihat Sarah di gandeng oleh Rhihana yang juga memakai kebaya modern untuk menemani Sarah.
Roby yang melihat istrinya memakai kebaya berwarna coklat muda, tidak berhenti menatap dalam wajah itu seperti halnya dengan Calvin saat ini.
"Apakah rumahmu dihuni bidadari Roby?" Tanya Calvin pada sohibnya yang saat ini berdiri di sebelahnya.
"Malam ini, aku tidak akan bisa tidur Calvin karena aku tidak akan membiarkan bidadariku memejamkan matanya." Roby makin meracau.
"Lalu aku harus bagaimana Roby karena aku tidak punya kesempatan seperti dirimu." Ucap keduanya dengan tetap menatap kedua gadis yang sudah duduk di depan para tamu yang hadir meminang Sarah.
Tuan Raffa sangat gugup melihat perubahan Sarah yang biasa ia lihat hanya sebagai wanita tomboi, kini berubah menjadi wanita anggun.
Orangtuanya Roby yang bertindak sebagai wali dari Sarah. Ketika di tanya kepada Sarah, apakah dia mau menerima pinangan Calvin, Sarah mengangguk tanpa kata. Semua menyambut dengan suka cita. Namun tidak dengan Calvin yang makin meradang ketika melihat anggukan kepala Sarah yang menerima pinangan dari Tuan Raffa.
Roby hanya menepuk pundak sahabatnya.
__ADS_1
"Sabar bro!" Pasti ada gantinya yang lebih baik dari Sarah." Ucap Roby.