SENTUHAN DAWAI CINTA

SENTUHAN DAWAI CINTA
21. BABY TANIA


__ADS_3

Berbulan-bulan, kepastian kabar dari keadaan Roby tidak terdengar lagi. Hal ini membuat Rhihana yang sudah melahirkan bayi perempuannya sudah pasrah menerima nasibnya sebagai singel parents.


Baby Tania yang sudah berusia enam bulan tumbuh dengan baik. Setiap perkembangannya di rekam dan difoto oleh Rhihana. Ibu dari Tania ini benar-benar tidak ingin membuka hatinya untuk lelaki manapun.


Seorang gadis cantik memiliki kerajaan bisnis hingga manca negara. Ia menjalani bisnisnya di bantu oleh orang-orang kepercayaan ayah dan ibunya.


Hari itu Rhihana memimpin rapat, ia mendengarkan presentasi para staffnya yang berhubungan dengan perusahaan miliknya.


Rafly seorang CEO muda nan tampan yang saat ini, bekerja sama dengan perusahaan miliknya diam-diam naksir dengan ibu muda satu ini. Rafly memang belum memiliki kekasih walaupun banyak wanita dalam hidupnya tapi dia tidak ingin terikat dengan para wanita itu.


Baginya wanita yang datang dalam hidupnya hanya uang dan sek*, selebihnya itu mereka tidak penting walaupun menjual kecantikan dengan tubuh yang ideal pada dirinya.


Usai meeting, Rafly menghampiri Rhihana yang sedang mengirim email ke beberapa relasi perusahaannya.


"Selamat siang nona Rhihana!" Sapa Rafly ramah.


"Siang Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" Rihanna menutup laptopnya dan fokus pada Rafly yang sedang berbicara padanya.


"Apa kabar dengan putri anda!" Rafly sengaja mendekati Rhihana dengan melibatkan putri kecilnya itu.


"Alhamdulillah sehat!" Apakah anda sudah berkeluarga Tuan?" Rhihana balik bertanya.


"Belum ada daftar wanita yang sesuai dengan harapanku kecuali anda bersedia menerimaku untuk menggantikan ayah Tania." Ucap Rafly secara frontal.


"Maaf Tuan Rafly, ayah Tania masih hidup dan hubungan kami baik-baik saja. Saya juga tidak membutuhkan pria disisi saya untuk membesarkan putri saya." Ujar Rhihana sarkas.


"Ku dengar suami anda menghilang dan tidak kembali lagi sampai saat ini." Rafly melontarkan pertanyaan yang cukup mengagetkan Rhihana.


"Itu bukan ranah anda untuk memikirkan keadaan rumah tanggaku, cukup itu menjadi urusanku, saya rasa anda cukup lama di perusahaanku, silahkan kembali ke perusahaan anda Tuan Rafly." Rhihana meninggalkan tamunya itu dan kembali ke ruang kerjanya.


"Ck, kamu sangat angkuh nona, namaku bukan Rafly, jika tidak bisa menaklukkan hatimu yang keras seperti batu itu." Ucapnya bermonolog.


Rafly pun meninggalkan ruang meeting dengan perasaan kecewa. Selama ini ia tidak pernah ditolak oleh perempuan yang ia kencani, tapi menghadapi seorang Rhihana perlu trik untuk bisa menaklukkan hatinya.


"Raka, tolong selidiki kehidupan pribadi nona Rhihana, apa yang menjadi hobinya dan juga makanan favoritnya, dapatkan semua informasi itu untukku karena aku ingin memiliki gadis itu." Rafly bersumpah untuk tetap mendapatkan hati Rhihana.


Di ruang kerja Rhihana, gadis itu sama sekali tidak suka perlakuan Rafly yang terang-terangan melamarnya.


"Dasar lelaki kurangajar, bagaimana bisa dia begitu frontal ingin memanfaatkan putriku untuk mendekati aku. Lihat saja, jika kamu masih berusaha mendekati aku, aku tidak akan segan untuk menghancurkanmu bodoh." Umpat Rhihana.

__ADS_1


Ia kembali berkutat dengan laptopnya, memeriksa semua file yang masuk dalam email miliknya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hampir satu tahun usia baby Tania, Rhihana masih mencari tahu keberadaan suaminya. Ingin rasanya ia mendatangi Roby ke Paris Perancis namun dicegah terus oleh nenek Yati. Jika Rhihana nekat maka hidup gadis itu yang akan menjadi taruhannya.


"Rhihana, nenek bukan melarangmu ingin menemui suamimu di sana, jika Tuan Robert mengetahui siapa dirimu dia akan langsung membunuhmu. Dia akan menjadikan Roby sanderanya untuk bisa mengambil semua bisnismu. Pikirkan lagi sayang, carilah jalan yang aman untuk mendapatkan lagi suamimu." Nenek Yati menasehati Rhihana.


"Sampai kapan nenek, ini sudah terlalu lama, apakah anakku mengenalnya, jika suatu hari nanti dia muncul di sini?" Tanya Rhihana sedih.


"Hubungan darah itu, tidak bisa dibohongi, putrimu tetap mengenali siapa ayahnya walau dalam rentan waktu yang cukup lama." Ucap nenek Yati yang saat ini sedang menemani baby Tania sejak Rhihana kembali mengurus bisnis perusahaan keluarganya.


"Mommy, mau mam!" Tania membawa makanannya ingin disuapin ibunya.


"Eh anak mommy mau disuapin ya, tunggu ya sayang." Rhihana mengambil gendongan dan menyuap makanan untuk baby Tania.


Tania begitu senang melihat ibunya dirumah. Ia tidak akan mau makan jika bukan ibunya yang menyuap makanan untuknya. Rhihana selalu menyempatkan waktunya untuk mengurus bayinya jika dia berada di rumahnya.


Di Paris Perancis, Roby mulai sedikit mengingat siapa dirinya dan juga kehidupan masalalunya, semenjak ia membuang setiap obat yang diberikan kepadanya.


Namun sayang, dalam ingatan Roby, lelaki tampan ini hanya mengingat wajah Rhihana yang sebelum melakukan operasi plastik sedangkan wajah istrinya yang sekarang ia tidak ingat. Ia merasa Rhihana adalah kekasihnya bukan istrinya.


Tidak lama Alicia masuk ke kamarnya. Ia mendapat ide untuk mengajak gadis itu berbulan madu ke Korea, negara yang lebih dekat dengan Indonesia.


"Alicia apakah kamu mau berlibur denganku ke Korea Selatan? Aku dengar negara itu memiliki tempat pariwisata yang sangat bagus." Roby mulai membujuk Alicia agar gadis itu tidak menolak ajakannya.


"Benarkah kamu ingin mengajak aku ke Korea?" Aku senang sekali sayang, kapan kita akan berangkat sayang?" Tanya Alicia.


"Dua hari lagi kita akan berangkat dengan pesawat jet pribadiku." Ucap Roby sambil tersenyum penuh kemenangan.


Alicia mengecup bibir Roby dengan mesra. Ia keluar menemui tuan Robert untuk memberi tahukan kabar gembira ini pada ayah angkat Roby. Tuan Robert yang tidak tahu dibalik niat Roby untuk berlibur ke negara itu setuju saja, tapi dia tidak ingin Roby dan Alicia saja yang ke Korea tapi ia ingin Calvin menemani mereka.


Calvin yang dapat perintah untuk menemani Roby dan Alicia berlibur ke Korea sangat senang. Ia pun mengajak asistennya Sarah untuk ikut dengannya.


"Sarah apakah kamu mau menemaniku berlibur ke Korea bersama dengan Tuan Roby dan istrinya Alicia?" Tanya Calvin pada Sarah yang sekarang ini sudah menjadi kekasihnya.


"Tentu saja Tuan, saya akan menemani anda. Kapan kita berangkat ke Seoul?" Sarah ingin memastikan tanggal keberangkatan mereka agar bisa memberikan informasi penting ini ke bosnya nenek Yati.


Ketika tiba di apartemennya. Sarah membuka laptopnya dan mengirim pesan singkat kepada nenek Yati tentang liburan mereka ke Seoul melalui email.

__ADS_1


Nenek Yati begitu kaget dengan pesan tersebut, iapun memberitahukan pesan dari Sarah ini pada putri majikannya Rhihana.


"Rhihana, sini sayang, baca email ini dari Sarah, ini kabar yang sangat hebat untuk kita." Ucap nenek Yati lalu memperlihatkan pesan email itu pada Rhihana.


"Apa??"


Rihanna yang salah paham dengan pesan itu, merasa sangat kecewa pada suaminya Roby. Rihanna juga tidak menyangka jika Roby memiliki rencana bulan madu dengan mantan teman kuliahnya dulu semasa mereka sama-sama kuliah di fakultas yang sama dan satu kelas.


Walaupun Rhihana dan Alicia bukan sahabat dekat, namun Rhihana tidak bisa menerima kenyataan, bahwa suaminya lebih memilih Alicia dari pada dirinya.


Melihat wajah Rhihana yang tiba-tiba murung membuat nenek Yati curiga dengan gadis ini. Iapun menasehati putri majikannya ini agar tetap berpikir positif agar sang suami tidak jatuh dalam pelukan wanita lain.


"Rhihana mengapa kamu tiba-tiba bersedih sayang? harusnya kamu senang, jika suamimu saat ini bisa kita selamatkan karena berada di wilayah Asia Tenggara.


Selama ini apa yang kita harapkan dengan selalu berdoa agar Roby bisa bertemu lagi dengan dirimu walaupun dia tidak mengingatmu atau mungkin saja ingat lagi sejalannya dengan waktu.


Jika kamu curiga macam-macam, itu sama halnya kamu membiarkan setan mengusai hati dan pikiranmu untuk membenci suamimu.


Suatu yang sudah Allah halalkan biasanya akan diuji dengan kehadiran setan untuk memisahkan hubungan suami-istri. Lain halnya dengan orang yang belum menikah, setan akan terus menggoda mereka sampai keduanya benar-benar pisah.


Kamu tenang saja sayang karena kamu tidak sendirian yang akan memperjuangkan cintamu kembali utuh, tapi semuanya sedang membantu menyelamatkan hatimu itu agar tidak terlalu terluka.


Nenek juga selalu berkoordinasi dengan anak buah kita terutama Sarah sebagai penanggungjawab dalam penculikan Roby agar kita bisa membawa lagi dirinya ke Jakarta." Ujar nenek Yati kepada Rhihana.


"Nenek, bukankah pengawal Roby juga banyak. Tuan Robert tidak mungkin membiarkannya begitu saja melakukan perjalanan bulan madu ke Seoul Korea Selatan tanpa ada pengawalan." Ucap Rhihana.


"Sayang!" Nenek lebih paham apa yang kamu kuatirkan karena nenek lebih pengelaman mengatasi masalah ini.


Tuan Robert itu melepaskan mangsanya hanya untuk memancing mangsa yang lain yang akan muncul setelah mangsa pertama sudah ia lepaskan. Dan mangsa itu pasti sudah di incarannya jauh-jauh hari." Ucap Nenek Yati.


"Siapa mangsa itu nenek, apakah dia menjadi target Tuan Robert berikutnya?" Tanya Rhihana tidak mengerti.


"Mangsa itu adalah kamu sendiri. Rhihana. Karena wajahmu yang berubah membuatnya sedikit kebingungan karena tidak bisa mendapatkan wajah asli dirimu yang dulu." Ucap nenek Yati.


"Tapi nenek, dia pasti sudah tahu, kalau Rhihana telah menempati lagi mansion ini setelah balik lagi ke Indonesia." Ucap Rhihana.


"Memang benar begitu sayang. Selama ini dia juga cari tahu keberadaanmu dengan identitasmu yang asli. Tapi dia tidak bisa menemukan nama kamu di fakultas mana pun yang ada beberapa negara yang biasa jadi tujuan pelajar Indonesia sering belajar ke luar negeri.


Nenek tidak bisa bayangkan, jika kamu menggunakan wajah dan identitasmu yang asli, pasti kamu sudah dihabisinya sudah dari dulu sayang." Ujar nenek Yati sedih.

__ADS_1


"Nenek Yati, saat pertama aku melihat wajah baruku, aku sangat marah karena aku seperti orang lain dengan tubuh yang sama. Tapi mengetahui bahwa wajahku tidak bisa di kenali oleh orang lain apalagi anak buahnya Tuan Robert, itu yang membuat aku sangat bersyukur atas tindakan nenek meminta dokter untuk menggantikan wajahku. Oh iya, kita tadi bahasa Roby dan Alicia, bagaimana kelanjutannya nenek?" Tanya Rhihana.


__ADS_2