SENTUHAN DAWAI CINTA

SENTUHAN DAWAI CINTA
9. KECEWA


__ADS_3

Roby mendatangi Cafe yang dikatakan oleh asisten Calvin yang sudah menemukan gadisnya Rhihana. Namun sayang setibanya di sana gadis itu sudah tidak ada. Iapun menghampiri pelayan cafe menanyakan tentang perihal gadisnya. Pelayan itu hanya menggeleng tidak tahu.


Melihat Roby yang terlibat pembicaraan serius dengan pelayannya, Nyonya Carrie menghampiri keduanya.


"Permisi Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya pemilik Cafe tersebut.


"Apakah seorang gadis cantik telah memainkan alat gitar milikmu di Cafe ini?" Tanya Roby.


"Oh gadis cantik itu, dia hanya menawarkan diri ingin memainkan alat musik milik Cafe ini. Tapi setelah itu ia pergi dan aku tidak tahu tujuan gadis itu, apakah kamu mengenalnya?" Nyonya Carrie bertanya balik pada Roby.


Roby menceritakan hubungan dia dengan Rhihana pada pemilik Cafe tersebut, ia meminta Nyonya Carrie menghubunginya jika bertemu lagi dengan Rhihana. Pemilik cafe itu menyanggupinya dan bersedia membantu Roby dengan syarat ada tip dari pemuda tampan ini.


"Tolong hubungi saya, jika gadis itu berkunjung lagi ke tempat anda." Daffin menyerahkan sejumlah uang dollar pada wanita bertubuh besar itu yang merupakan pemilik Cafe tersebut.


"Terimakasih Tuan, saya akan meminta anak buah saya untuk memperhatikan gadismu jika ia kemari lagi." Ujar Nyonya Carrie.


"Saya permisi Nyonya." Daffin mengenakan kembali kaca matanya dan mengendarai mobilnya untuk kembali ke kantornya.


#


#


Rhihana memulai aktivitasnya sebagai mahasiswa di salah satu universitas ternama di Amerika serikat. Ia sangat bersemangat mengikuti setiap mata kuliah yang diberikan oleh dosennya.


Diantara para mahasiswa yang ada di dalam kelasnya, tidak ada satupun yang berasal dari Asia Tenggara kecuali dirinya. Mungkin di kelas lain ada, namun Rhihana lebih memilih sendiri dan tidak ingin bersosialisasi dengan siapapun.


Bulan demi bulan dilewatinya dengan senang hati. Kini ia bisa melupakan kesedihannya pada orangtuanya namun tidak pada wajah barunya. Ia berjanji suatu saat nanti jika ia sudah memegang tampuk kekuasaan bisnis keluarganya, ia ingin mengembalikan wajahnya yang asli melalui jalan operasi.


"Hai Lydia!" Sapa Alicia ketika gadis itu sedang berada di perpustakaan kampus.


"Hai!" Ucap Rhihana dengan wajah datar sambil mengutak atik buku yang ada di rak perpustakaan tersebut.


"Apakah kamu tidak senang bergabung dengan kelompok kami?" Alicia ingin Rhihana menjadi bagian dari mereka yang nota bene kumpulan anak-anak manja karena orangtua mereka yang berada.


"Tolong jangan ganggu aku!" Rhihana mengingatkan Alicia ketika gadis ini ingin menghalangi jalannya untuk kembali ke kursinya.

__ADS_1


"Sorry, aku hanya ingin mengajakmu ke Klab karena hari ini aku ulangtahun." Ucap Alicia dengan sikap bersahabat.


"Apakah kamu ada waktu Lidya, tolonglah!" Aku sudah mengundang semua teman di kelas kita, masa kamu sendiri tidak ingin datang dihari istimewa aku ini?" Alicia sedikit memelas kepada gadis dingin ini.


"Baiklah, beritahu tempatnya dan waktunya, aku akan usahakan meluangkan waktu untuk hadir ke pesta ulang tahunmu." Ucap Rhihana lalu meninggalkan Alicia dengan grupnya.


"Thanks Lydia!" Alicia sedikit berteriak hingga membuat semua mata dalam perpustakaan itu menengok ke arahnya.


"Sorry!" Ucapnya lalu meninggalkan perpustakaan dengan mengajak teman-temannya menuju ke kantin kampus.


"Eh, hebat juga kamu bisa menaklukkan gadis es itu." Ucap Anne ketika sudah berada di kantin kampus.


"Hmm!" Aku ingin menjebak gadis kampung itu, tingkahnya sangat angkuh dan aku yakin dia pasti belum tersentuh dengan lelaki manapun. Aku akan meminta sahabat kekasihku untuk menggoda gadis angkuh itu." Alicia menarik sudut bibirnya dengan tatapan penuh dendam pada Rhihana yang terlalu angkuh menurutnya.


🌷🌷🌷🌷


Pesta Alicia di klab itu sangat meriah. Lampu disko dengan permainan cahaya serta musik yang hingar bingar menambah suasana pesta tersebut, makin membuat para tamu yang datang di tempat itu berjoget dengan gerakan tubuh yang tidak lagi mengikuti irama musik.


Rihanna datang dengan penampilan yang biasa saja namun aura kecantikan dengan gestur tubuh yang sangat mempesona. Tidak seperti yang lainnya menggunakan baju seksi yang merangsang mata para lawan jenis, justru Rhihana mengenakan celana jins dan t-shirt berwarna putih serta jaket kulit hitam. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai indah dengan polesan make-up yang sangat lembut.


"Selamat malam Lydia!" Terimakasih kamu sudah datang." Ucap Alicia seraya cipika cipiki dengan Rhihana.


Pelayan datang dengan minuman di tangannya dengan nampan perak menyuguhkan minuman untuk Rhihana.


"Silahkan diminum Rhihana!" Alicia mengangkat gelas minumannya agar Rhihana ikut minum bersamanya.


"Sorry saya tidak minum alkohol karena saya seorang muslim." Ujar Rhihana menolak dengan halus.


Rhihana melihat pelayan membawa minuman jus ke tempat lain, Rhihana menghampirinya dan mengambil minuman jus itu dari nampan pelayan Club itu


"Boleh aku memintanya?" Rhihana meminta izin pada pelayan itu sebelum mengambilnya.


"Oh tentu, silahkan nona!" Rhihana mengambil gelas yang berisi jus itu lalu mengucapkan terimakasih kepada pelayan itu.


Melihat itu Alicia sangat murka karena rencananya gagal untuk menjebak Rhihana.

__ADS_1


"Sialan, bagaimana caraku untuk membuat gadis itu bisa hancur?" Alicia menelan salivanya dengan kasar.


Rhihana mencari tempat duduk yang sedikit menjauh dari kerumunan. Ia menikmati minuman jusnya dan membuka aplikasi ponselnya.


Tiba-tiba musik berhenti, Alicia naik ke atas panggung dan mengucapkan kata-kata basa basi pada para tamunya. Dan tidak di sangka ia meminta Rhihana untuk menyumbangkan sebuah lagu.


Atas teriakan teman-temannya untuk membujuk Rhihana maju ke depan dan menyanyikan sebuah lagu. Sebenarnya tujuan Alicia ingin mempermalukan Rhihana karena dia yakin suara jelek gadis ini akan mengundang gelak tawa para tamunya.


Bukan Rhihana namanya nggak membuat orang lain terpesona dengan dirinya. Gadis itu menerima tantangan Alicia untuk menyanyikan sebuah lagu di pesta ulang tahunnya itu.


Rihanna meminta pengiring musik untuk menyesuaikan tangga nada dengan tinggi oktaf suaranya. Gadis ini memejamkan matanya mengikuti alunan musik untuk mengiringi lagu yang akan dibawakannya.


Rihanna menyanyikan lagu salah satu penyanyi terkenal di negara itu, dengan judul "my all".


"Sial lagi-lagi aku di permalukan oleh gadis itu, mengapa suaranya sebagus itu? siapa dia sebenarnya, dia memiliki segalanya, cantik, cerdas dan juga suara yang sangat merdu*." Ucap Alicia yang makin murka menyaksikan gadis itu dielu-elukan oleh teman-temannya hingga kekasih Alicia juga mengagumi kecantikan dan suara indah milik Rhihana.


"Apakah dia teman sekelasmu sayang?" Tanya Harry kekasih Alicia.


"Dia hanya teman biasa bukan teman akrab aku, aku mengundangnya untuk menjodohkan ia dengan Richard sahabatmu." Jawab Alicia lalu melirik Richard yang masih menatap lekat wajah Rhihana.


Tepuk tangan meriah mengakhiri lagu yang dinyanyikan oleh Rhihana dari para tamu malam itu. Rhihana turun dari panggung dan kembali ke tempat duduknya, namun belum sempat ia sampai ke tempat duduknya, ada yang iseng meremas bo*ongnya, dengan reflek Rhihana memutar badannya menendang wajah lelaki yang sengaja menyentuhnya.


Semua orang sangat kaget melihat Liukan tubuh Rhihana saat melakukan tendangan pada tubuh lelaki itu hingga terpental jauh.


Lelaki itu bangkit dan kembali berdiri sempurna, di bantu oleh kedua temannya.


"Sekali lagi, kamu berani menyentuhku!" Aku tidak akan segan mematahkan lehermu, sampai kamu tidak bisa melihat wajah kedua orangtuamu. Jangan berani kurangajar padaku karena aku bukan perempuan murahan yang membiarkan tubuhnya di gerayangin oleh tangan-tangan jahil seperti kalian." Ucap Rhihana dengan wajah garang.


"Dasar perempuan gila!" Umpat lelaki itu kasar pada Rhihana. Walaupun begitu, ia tidak berani membalas Rhihana karena ia sendiri takut jika tubuhnya bisa remuk mendapatkan tendangan maut dari kedua kaki Rhihana yang seperti besi baja itu.


Rhihana melirik ke arah Alicia dan kekasihnya yang masih termangu menatapnya tak percaya.


"Gila!"


"Gadis itu diam-diam memiliki ilmu bela diri, kita tidak bisa menyepelekan dirinya." Ucap Annie sahabat Alicia.

__ADS_1


"Sebaiknya kita kembali bersenang-senang" Ucap Alicia yang cukup keki dengan ulah Rhihana di pestanya malam ini.


__ADS_2