SENTUHAN DAWAI CINTA

SENTUHAN DAWAI CINTA
39. MASA TENANG


__ADS_3

Tiga bulan kemudian, setelah penyerangan yang dilakukan serentak antara anak buah dari nenek Yati dan Tuan David Fernandez, di kediaman Tuan Robert, kini keadaan semakin tenang. Keluarga besar Roby bisa bernafas dengan lega.


Tuan David Fernandez dan Nyonya Arimbi sudah kembali lagi ke Spanyol. Roby dan Rihanna beraktivitas seperti biasa mengelola perusahaan milik mereka masing-masing.


Nenek Yati dan Sarah tetap waspada karena Tuan Robert masih belum tahu keberadaannya sampai saat ini.


Aktivitas Rhihana sekarang dibatasi karena kehamilannya sudah cukup besar. Keluarga kecil itu sedang menantikan kelahiran sang bayi. Mereka sudah mengetahui jika mereka akan dikaruniai seorang putra.


"Sayang, bayi kita nantinya di kasih nama siapa?" Tanya Roby.


"Lagi melahirkan anak pertama kita, aku sendiri yang mencari namanya Tania. Sekarang giliranmu yang mencari nama untuk putra kita." Ucap Rhihana.


"Kalau begitu aku akan memberikan nama untuknya Aziel dalam bahasa Ibrani yang artinya kekuatan. Bagaimana sayang? dengan pilihanku?" Tanya Roby.


"Aku suka sayang dengan pilihanmu," ucap Rhihana.


"Bunda, nanti kalau adik Tania sudah lahir, boleh nggak Tania ajak main?" Tanya Tania yang saat ini sudah berusia dua tahun.


"Tentunya sayang tapi kalau adiknya sudah bisa berjalan." Ucap Rhihana.


"Apakah bunda masih lama lahirannya?" Tanya Tania yang sudah tidak sabar ingin melihat adiknya lahir.


"Iya sayang, tunggu tiga bulan lagi, Tania baru bisa melihat adik bayinya, tapi adik bayinya cowok sayang, jadi tidak bisa main bersama dengan Tania dengan boneka Barbie milik Tania." Ujar Rhihana.


"Tidak apa bunda, kami tetap main bersama dengan mainannya masing-masing. Tania main boneka dan adik bayi main mobil-mobilan. Jawaban yang sangat cerdas dari Tania membuat Rhihana dan Roby sangat bangga dengan putrinya.


"Hebat putri cantik ayah!" Tuan Roby memuji putrinya.


"Sekarang Tania sudah jadi kakak berarti Tania tidak boleh..?" Tanya Rhihana.


"Tania tidak boleh cengeng dan merajuk," ucap Tania.


"Mulai sekarang bunda dan ayah akan memanggil Tania dengan panggilan baru yaitu kakak Tania." Ujar Roby.


"Siap ayah!"

__ADS_1


Tania lalu meminta susunya untuk diminum sebelum ia tidur.


Keduanya menemani Tania sampai gadis kecil itu terlelap.


"Sayang, aku ingin besok kita belanja untuk keperluan baby karena babynya cowok jadi kita butuh perlengkapan bayi untuk cowok." Ucap Rhihana.


"Ok sayang, aku akan menemanimu belanja besok pagi. Sekarang kamu harus istirahat karena kamu kelihatan sangat lelah." Titah Roby kepada istrinya Rhihana.


Tania di pindahkan ke kamarnya oleh Roby. Setelah memberikan kecupan manis di kening putrinya, Roby mematikan lampu utama dan menggantikan lampu tidur dikamar Tania.


Roby kembali ke kamarnya dan bergabung dengan sang istri dalam selimut tebal milik mereka.


"Selamat malam sayang, Tidurlah dan mimpikan aku." Ucap Roby lalu mengecup bibir Rhihana.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Keesokan harinya, sesuai dengan janji keduanya berbelanja perlengkapan untuk bayi laki-laki. Dari mulai baju, bedongan dan selimut, semuanya berwarna biru dan putih.


Walaupun baju bayi cowok lebih simpel namun terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Roby yang tidak begitu paham dengan yang dibeli oleh istrinya membuatnya kewalahan dalam menunggu Rhihana yang hampir satu konter baju bayi di acak olehnya.


"Saya mau baju untuk bayi cowok, tapi saya suka warna biru dan putih. Dari tadi lebih banyak warna biru yang saya temui, bukan warna putih." Ucap Rhihana santai.


"Berapa pise yang anda butuhkan nona?" Tanya pelayan itu lagi.


"Beri saja ukuran dari nol bulan hingga untuk usia satu tahun. Berikan dua lusin untuk setiap ukurannya. Karena model untuk bayi cowok lebih standar jadi ambil saja sesuai dengan model yang ada di sini. Mohon maaf, saya sudah mengacak-acak tempatnya." Ucap Rhihana lalu beralih ke tempat gendongan bayi dan kaos kaki dan topi yang berupa cipluk dengan model yang lucu-lucu yang terbuat dari benang wol yang di rajut lembut.


Tania yang sudah tidak betah menemani orangtuanya berbelanja akhirnya merengek untuk keluar dari konter tersebut. Dari tadi ia ingin sekali makan es krim kesukaannya.


Karena kasihan kepada putrinya, Rhihana meminta suaminya dan putri kecilnya untuk beristirahat dan mencari kedai yang menjual es krim yang dipinta oleh Tania.


"Ayah, Tania bosan ikuti bunda, dari tadi nggak kelar-kelar belanja untuk kebutuhan bayinya." Ucap Tania dalam gendongan ayahnya.


"Tania mau apa sayang, nanti ayah belikan?" Tanya Roby.


"Tania mau makan es krim bunda." Ujar Tania dengan menunjukkan jarinya ke tempat es krim.

__ADS_1


"Sayang lebih temani dia makan es krim di konter es krim yang ada di pasar raya ini. Nanti aku akan menyusul kalian ke sana." Ucap Rhihana.


"Baiklah, aku tinggal dulu ya sayang, kami akan menunggumu di sana, tolong jangan terlalu lama belanjanya karena dari tadi kamu seakan ingin memborong satu konter ini." Seloroh Roby kepada istrinya.


"Tidak akan lama sayang, sedikit lagi akan selesai." Ucap Rhihana lalu mencari lagi kebutuhan bayi laki-laki yang terlewatkan olehnya.


Keduanya mengecup bibir mereka lalu berpisah dan berjanji untuk bertemu di konter es krim yang satu paket dengan makanan siap saji yang ada di pasar raya tersebut.


Hari itu keduanya belanja tanpa ada pengawalan ketat dari pihak anak buah nenek Yati. Rhihana yang keras kepala melarang semua anak buahnya termasuk Sarah untuk ikut dalam acara belanja tersebut.


Karena percaya dengan kemampuan Rhihana dan Roby untuk menghadang musuh, akhirnya mereka pun mengalah dan membiarkan pasangan muda ini untuk melakukan aktivitas mereka tanpa di kawal oleh anggotanya nenek Yati.


Rhihana yang sudah kelar dengan belanjaannya, keluar dari konter yang menjual perlengkapan bayi tersebut dengan menghubungi suaminya Roby karena ingin menyusul suami dan anaknya di tempat es krim.


"Sayang, aku sudah selesai belanjanya, aku segera menyusul kalian di tempat es krim." Ucap Rhihana sambil berjalan menuju konter es krim tersebut.


Rhihana yang begitu serius berjalan sambil bicara di telepon tidak memperhatikan jalannya hingga ia menabrak seseorang hingga tasnya jatuh.


"Maaf Tuan!" Ucap Rhihana yang ingin meraih tasnya yang jatuh tersebut.


Lelaki itu pun membantu Rhihana mengambil tas milik Rhihana dan menyerahkannya ke ibu hamil itu.


Bak disambar petir, Rhihana yang melihat wajah lelaki tampan itu, sangat syok dan ketakutan.


Ia menyebutkan nama lelaki paruh baya itu dengan bergumam pelan.


"Hah?" Tuan Robert!" Gumamnya pelan dengan tetap menatap wajah lelaki tampan itu.


Tuan Robert yang tidak mengenali wajah baru Rhihana tidak terpengaruh sedikitpun ketika bertemu dengan Rhihana, putri dari musuh besarnya Tuan Gahral dan nyonya Maya, di tambah lagi Rhihana adalah istri dari anak adopsinya Roby.


Musuh besar Rhihana ini, masuk ke konter sepatu dan jaket. Saat ini Tuan Robert sedang membutuhkan sepatu dan jaket untuk melengkapi penampilannya. Walaupun usianya sudah cukup tua, namun ia selalu tampil cool dan sangat gagah. Jika orang yang melihatnya tidak menyangka bahwa lelaki ini adalah seorang mafia kelas kakap.


Perbuatannya yang sadis membunuh musuhnya tanpa kenal ampun. Setelah memilih tiga pasang sepatu dan dua jaket kulit yang sesuai dengan kebutuhannya saat ini.


Setelah membayar belanjaannya, ia tidak sadar bahwa sedang melewati restoran siap saji yang menjual es krim, di mana saat ini Roby dan putrinya Tania sedang menikmati makanannya.

__ADS_1


Tuan Robert masuk ke salah satu restoran pizza yang sudah terkenal itu. Beruntunglah beda lantai dengan restoran yang saat ini sedang dikunjungi oleh Roby.


__ADS_2