SENTUHAN DAWAI CINTA

SENTUHAN DAWAI CINTA
23. KESABARAN


__ADS_3

Ketika Roby sudah berada di ruang keluarga, Rhihana memeluknya erat.


"Roby aku sangat merindukanmu." Ucap Rhihana dalam pelukan Roby.


Sesaat Roby merasakan getaran aneh dalam hatinya, rasa rindu yang hampir meledak dalam dirinya, seakan sirna ketika Rhihana memeluk dirinya.


Tapi bayangan wajah Ana pada masa gadis itu belum melakukan operasi wajah, membuat ia tidak bisa menerima perlakuan Rhihana. Ia menguraikan pelukannya lalu duduk di sofa.


"Robby aku adalah Anamu, kekasihmu, kau dan aku sudah menikah sayang. Kita sudah memiliki anak dan coba kamu lihat foto pernikahan ini, saat itu kamu memberiku hadiah pernikahan berupa pesawat jet pribadi, yang di pesawat itu tertulis inisial yang merupakan nama aku dan nama kamu yang ditulis inisial dengan RR." Rihanna menceritakan bagian memori Robby hilang dengan menunjukkan foto itu.


"Bukan itu masalahnya yang ingin aku tahu, aku ingin bertemu dengan Ana dan foto ini mungkin sudah di-setting wajahku menjadi suamimu. Aku hanya ingin bertemu dengan Ana kekasihku." Roby tetap kekeh ingin melihat wajah Ana yang asli.


"Aku adalah Ana. Aku telah melakukan operasi karena ayah angkatmu telah merusak wajahku dan membunuh kedua orang tuaku ketika kamu dan aku sudah berpisah." Ucap Rhihana agar Roby mengetahui situasinya mengapa ia melakukan operasi wajah yang kini telah berubah.


"Kita bertemu lagi ketika aku menyanyikan lagu kita, lagu yang kau ciptakan untukku, aku mohon percayalah padaku aku adalah kekasihmu dan sekarang Aku juga adalah istrimu.


Kita menikah setelah kamu mendengar laguku apalagi yang ingin kau tahu sayang?" Tanya Anna dengan penuh kesabaran menghadapi suaminya yang lupa ingatan dan melupakan dirinya.


"Maafkan aku, karena aku tidak bisa mengingatmu sama sekali." Ucap Roby yang menghindari dari tatapan mata Rhihana padanya.


"Jika kamu tidak mengingatku setidaknya lihatlah putrimu yang mirip denganmu sayang." Pinta Rhihana sedikit memelas pada suaminya agar lebih memperhatikan wajah putrinya Tania.


Bayi cantik ini melihat ayahnya. Ia ingin digendong oleh ayahnya. Bayi yang berumur 1 tahun itu merentangkan kedua tangannya agar ayahnya menggendong dirinya.


Roby lalu menggendong putrinya lalu membawa dalam pelukannya. Ada kedekatan antara batin keduanya, tidak disangka Tania mengecup pipi ayahnya membuat Roby seketika bergetar.


Nalurinya seakan tergugah bahwa benar ini adalah darah dagingnya, ia membawa putrinya bermain bersamanya. Tania yang sudah lincah berjalan dan berlarian mengejar ayahnya. Melihat pemandangan itu, Rihanna sedikit terobati rasa kecewanya terhadap suaminya yang tidak mengingat dirinya sama sekali.


"Ana tetaplah bersabar sayang, semua butuh proses kita tidak mungkin memaksa suamimu mengingat semuanya secepat ini." Ucap nenek Yati.


"Nenek sudah menyiapkan dokter terbaik untuknya, mungkin melalui beberapa terapi dan obat-obatan yang dapat merangsang kembali ingatannya, jangan terlalu cemas nak, semua ada solusinya." Ujar nenek Yati.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan dengan suamiku, Jika dia menolak tidur denganku?" Tanya Rhihana dengan wajah cemberut.


"Kamu punya banyak kenangan bersamanya, nanti kalau kalian sudah sendiri, nyanyikan lagu kenangan kalian, dengan begitu mungkin dia akan mengingatmu."


"Baiklah nenek, aku akan mencoba melakukannya." Rhihana mulai pasrah.


"Tapi kamu juga jangan banyak berharap kamu harus mempersiapkan dirimu untuk kecewa," ujar nenek Yati lalu meninggalkan Rhihana yang masih memperhatikan putri dan suaminya yang saat ini sedang bermain berdua.


Melihat Rhihana hanya bengong, Roby memanggilnya untuk main bersama mereka.


"Siapa namamu nona?" Aku mohon kamu jangan mengaku namamu Ana, karena aku tidak mempercayai perkataanmu." Ujar Roby.


Ana menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar. Ia kemudian menjawab pertanyaan suaminya.


"Namaku adalah Lydia." Ucapkan Rhihana singkat.


Robby seakan mengingat sesuatu. Nama yang baru saja disebutkan oleh Rihanna.


"Sepertinya aku pernah mendengar nama itu tapi di mana ya." Ia berusaha mengingatnya.

__ADS_1


"Tidak usah dipaksakan kalau kamu tidak mengingatnya, sayang," ucap Rihanna menenangkan suaminya.


"Tolong jangan panggil aku dengan kata sayang karena yang berhak memanggil sayang itu, hanyalah Ana saja." Roby memperingatkan Rhihana.


"Baiklah, aku tidak akan menuntutmu dan memperlakukan kamu seperti suamiku." Rihanna akhirnya mengalah dan tidak mau memaksakan kehendaknya kepada suaminya.


🌷🌷🌷🌷🌷


Di pesawat, Alicia dan Calvin sangat marah pada Robby karena mereka dipulangkan kembali ke Amerika.


"lho kenapa kami malah menuju Amerika?" Tanya Alicia.


"Dimana Robby?" Tanya Calvin.


"Maaf Tuan, ketika kalian dalam keadaan tidur nyenyak, Tuan Roby sudah turun di bandara Soekarno-Hatta." Ucap pramugari.


"Mengapa kamu tidak membangunkan kami, ketika sudah sampai di Jakarta?" Alicia menanyakan alasan yang jelas dari pramugari cantik itu.


"Tuan Roby tidak ingin membangunkan kalian dan meminta kami dan pilot membawa lagi kalian ke Amerika" Ucap pramugari cantik itu.


"Sial rupanya kita telah di tipu oleh bajingan itu." Alicia mendengus kesal.


"Jika aku bertemu lagi dengannya aku tidak akan melepaskannya." Ucap Alicia geram.


"Apakah dia sedang mencari Lydia?" Tanya Calvin.


"Tidak mungkin dia tidak ingat apapun sebagian memorinya sudah hilang, andai dia ingat pasti yang dia ingat hanyalah tanah airnya," ucap Alicia.


"Katakan apa adanya karena semua ini rencana Roby, kita hanya dimanfaatkan olehnya, agar tujuannya tercapai." Ujar Alicia.


Yang membuat Calvin sedih adalah Sarah.


"Sarah ada hubungan apa kamu dengan Roby? Mengapa kamu tiba-tiba meninggalkan aku seperti ini? dan memilih bersama si kunyuk itu." Calvin sangat geram memikirkan kekasihnya yang ikut menghilang bersama Roby.


"Jangan beritahu dulu Tuan Robert kalau kita saat ini sedang menuju Amerika, nanti saja jika dia sendiri yang menghubungi kita." ucap Alicia.


Mereka pun sama-sama diam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Keesokan harinya Tuan Robert menghubungi ponsel Robi tapi tidak tersambung karena Robby meninggalkannya di pesawat dalam keadaan mati. Ia kemudian menghubungi Alicia namun Alicia tidak ingin mengangkatnya.


"Apa yang mereka lakukan sehingga tidak ada satu pun yang mau mengangkat panggilan dariku." Ucap Tuan Robert kesal.


Sudah satu minggu Roby di Jakarta, ia hanya menghabiskan waktunya dengan bermain bersama putrinya. Sesekali ia menjalani terapi untuk memulihkan ingatannya dan obat yang diberikan oleh dokter diminumnya secara teratur.


Robi tidak membantah atau protes lagi, ia merasa tenang menjalani hidupnya tanpa dibayang-bayangi oleh Alicia dan Tuan Robert.


Di kediaman Rihanna semua orang memperlakukannya dengan baik.


Kesabaran Rihanna merawat suaminya membuat Roby merasa tersentuh, walaupun mereka tidur di kamar terpisah atas permintaan Robby, yang masih menganggap Rihanna hanyalah orang asing baginya.


Hari berlalu waktu berganti Tuan Robert yang sudah mengetahui jika Roby telah kabur darinya dan kembali ke Indonesia.

__ADS_1


Ia kemudian mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Roby, walaupun sampai saat ini Tuan Robert tidak mengetahui bahwa Roby telah menikah dengan putri dari musuhnya yang telah Ia bunuh.


Robby tidak pergi kemanapun, andai pun iya ke rumah sakit, itu hanya untuk terapi, ia dikawal dengan ketat oleh para pengawal Rihanna.


Ia melakukan terapi itu dan dokter menghipnotis Roby agar suami Rihanna ini menceritakan bagaimana ia bisa lupa ingatan.


Perkembangan ingatan Roby hanya sampai ia menemui Tuan Robert dan lelaki itu telah memukulnya dengan tongkat bisbol.


Setiap kali ia mengingat kejadian terakhir itu, kepalanya terasa sangat pusing. Dokter yang membantu terapinya tidak ingin lagi memaksa Roby mengingat lagi bagian masa lalunya yang menyakitkan.


Ketika Roby pulang dari terapi otaknya untuk memulihkan ingatannya, ia mendengar Rhihana menyanyikan lagu kesukaan mereka saat masih muda. Sambil memainkan gitar, alunan suara merdu itu mengalun indah tertiup angin membawa suara itu sampai ke bawah lantai satu karena Rhihana sedang menyanyikan lagu itu di atas balkon lantai dua.


"Kenapa suara indah itu seperti suara Ana?" Apakah itu Ana?" Roby berlari menaiki anak tangga menuju ke lantai atas.


Suara Rhihana makin jelas terdengar di kuping Roby, petikan dawai gitar itu, sama seperti yang dilakukan Ana.


"Ana....Ana....Ana!" Roby memeluk tubuh Rhihana dari belakang.


Rhihana langsung menghentikan bermain gitarnya dan nyanyiannya ketika merasakan lengan Roby sudah merengkuh bahunya.


Rhihana menangis terharu, ketika pelukan hangat itu makin menenangkan dirinya, melepaskan beban rindu yang dirasakan oleh dirinya.


Roby beralih duduk di bawah kaki Rhihana dan ketika melihat wajah itu bukan Ana, seketika ia bangun kembali dan memarahi Rhihana.


"Apa yang kamu lakukan?" Apakah kamu ingin menjebakku dengan berpura-pura menjadi Ana?" Supaya aku percaya semua ceritamu bahwa kamu adalah Ana dengan wajah barumu itu?" Tanya Roby sinis.


"Siapa yang ingin menjebakmu, kalau kamu tidak percaya padaku, itu adalah pilihanmu, aku lelah seperti orang bodoh yang terus mengemis padamu untuk percaya bahwa aku ini adalah Rhihana atau Ana atau Lidya, dua wajah yang berbeda dengan identitas pribadi yang juga berbeda. Sampai kapan kamu terus menolak mengakui aku sebagai istrimu?" Rihanna hanya mendengus kesal.


"Maafkan aku!" Ucap Roby gugup ketika melihat wajah Rhihana yang sangat masam menatapnya.


"Kalau kamu tidak ingin mempercayai aku setidaknya jangan menghina diriku, rasanya sangat sakit mendengar setiap penghinaanmu padaku."


"Aku hanya butuh waktu untuk menerima ini semua, bagiku bertemu dengan seorang dengan wajah berbeda itu sangat tidak nyaman apalagi di minta untuk mempercayainya.


Sikap kamu seperti Alicia yang mengaku sudah menikah denganku tapi aku sama sekali tidak merasa menikah dengannya dan menolak untuk tidur dengannya. Aku melakukan semua itu karena menjaga kesetiaan hati dan tubuhku hanya untuk satu wanitaku yaitu Ana.


Jika kamu marah karena aku tidak mempercayai perkataanmu, aku mohon maaf, karena sampai kapanpun aku hanya mencintai satu wanita, dia adalah kekasihku Ana.


Aku sangat merindukannya dan melihat wajahnya." Ujar Roby ketus.


Roby meninggalkan Ana sendiri di balkon dan masuk ke kamarnya. Sementara Ana hanya termangu mendengar semua ucapan Roby yang membuat hatinya berbunga-bunga saat ini.


Ia tersenyum malu dengan menutup kedua wajahnya dengan tangannya.


"Ternyata dia sangat setia mati padaku, dia cinta mati padaku dan dia tidak pernah menyentuh Alicia. Terimakasih ya Allah, telah menjaga hati suamiku untuk tetap setia kepadaku. Walaupun dalam keadaan amnesia dia tidak ingin tersentuh oleh wanita manapun, walaupun aku adalah istrinya sendiri yang wajahnya sudah berubah.


Tidak apa sayang, jika maumu seperti itu, aku harap semoga ingatanmu cepat pulih dan aku akan mengatakan kepadamu terimakasih atas kesetiaan cintamu kepadaku." Ucap Rhihana sambil guling-guling diatas kasur king size miliknya.


"Bunda..bunda!" Panggil Tania yang sudah bangun tidur.


"Oh anak bunda sudah bangun?" Rhihana menggendong putrinya lalu mengajak putrinya itu bermain dengan banyak boneka yang ada di kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2