SENTUHAN DAWAI CINTA

SENTUHAN DAWAI CINTA
20. PENYELIDIKAN


__ADS_3

Nenek Yati yang telah mengerahkan anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan Roby di Paris sudah menemukan titik terang. Nenek Yati yang meminta salah satu anak buahnya untuk mencari Calvin yang merupakan asistennya Roby di Amerika.


Jika bisa bertemu Calvin maka mudah bagi mereka untuk mencari tahu apa yang terjadi kepada Roby.


"Nenek Yati, apa yang terjadi kepada suamiku?" Tanya Rhihana ketika Roby sudah bisa ditemukan.


"Suamimu terlihat sehat-sehat saja Ana, hanya saja dia seakan tidak mengenali siapa pun dan juga dirinya, itu yang sedang kami cari tahu.


Rhihana langsung jatuh terduduk. Usia kandungannya yang kini sudah memasuki empat bulan, membuat dirinya saat ini lebih membutuhkan perhatian suaminya.


Perasaan sedih ibu muda ini tidak dapat digambarkan. Disaat dirinya tengah hamil suaminya tidak mengetahuinya.


Rasa bersalah kembali menghantuinya, ia mencurigai Tuan Robert sudah melakukan sesuatu pada otak suaminya hingga memorinya tidak bisa lagi mengingat apapun.


"Sayang, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi aku mohon kamu tidak akan melupakan kuatnya cinta kita." Bisik Rhihana lirih.


"Hallo Rhihana, kamu masih dengar nenek?" Tanya nenek Yati diseberang telepon.


"Iya nenek aku masih mendengarkanmu." Ucap Rhihana sambil menangis.


"Jangan terlalu terbawa sedih sayang, kasihan janinmu." Nenek Ani berusaha menenangkan putri majikannya ini.


"Nenek aku membutuhkan suamiku, bagaimana caraku membesarkan anak ini, jika dia sendiri tidak bisa mengingatku. Nenek aku ingin suamiku kembali padaku, bagaimanapun caranya." Rhihana memohon kepada nenek Yati.


"Ini yang sedang kami usahakan nak, semua pengawal di kediaman Tuan Robert sangat ketat. Jika ada anggota baru yang akan masuk ke kelompok mafia mereka, harus melalui seleksi yang ketat. Walaupun itu hanya seorang pembantu." Jelas nenek Yati secara terperinci.


"Ya Allah, ini membuatku sangat sesak nenek."


"Yakinlah kepada Allah sayang, hanya Allah yang akan mengembalikan suamimu dengan caraNya, jika cara kita sudah tidak mempan untuk dilakukan, kekuatan doa yang akan membebaskan Roby dari Kungkungan tuan Robert." Ucap nenek Yati yang memberikan kekuatan pada Rhihana untuk tetap tegar menghadapi musuh besar keluarganya.


Setelah cukup lama berbicara panjang lebar, keduanya mengakhiri telepon mereka.


Rhihana hanya butuh waktu untuk menenangkan dirinya, agar ia bisa menerima kenyataan bahwa suaminya saat ini sedang amnesia.


Di Amerika, Sarah seorang mata-mata dari anak buah nenek Yati bertugas untuk menggoda Calvin. Nenek Yati sengaja mengirim Sarah karena kemampuannya dalam bidang IT dan juga kecantikannya akan bisa memikat hati Calvin, playboy kelas teri itu.


Kebetulan di perusahaan milik Roby, Calvin yang merupakan asisten Roby diangkat sementara menjadi CEO di perusahaan yang saat ini sedang dijalankannya.

__ADS_1


Kesibukannya dengan jadwal yang padat membuat dirinya membutuhkan seorang asisten. Ia sendiri yang mewawancarai para pelamar kerja hari itu dan kebetulan ketika melihat Sarah, Calvin sudah terpana, apa lagi setiap pertanyaan yang diajukannya pada Sarah dijawab dengan lugas oleh gadis itu.


Sarah juga mengusai ilmu bela diri, kelebihan Sarah ini yang jadi pertimbangan Calvin untuk menerimanya langsung menjadi asistennya.


"Apakah kamu sudah memiliki pacar Sarah?" Ini adalah bentuk pertanyaan formal jika kamu memiliki kekasih sulit bagi saya untuk menghubungimu setiap kali saya butuh." Pertanyaan bodoh ini hanya akal-akalan Calvin untuk bisa mendekati Sarah.


"Untuk saat ini belum Tuan, mungkin ke depannya saya tidak tahu apakah hati saya nanti akan ditakuti oleh seorang pria mapan dan kapan saja saya bisa meninggalkan anda Tuan, itu prinsip saya." Ucap Sarah tegas membuat Calvin sedikit gugup dan memegang tengkuknya untuk mengendalikan debaran jantungnya saat ini mendengar pernyataan Sarah.


"Aku suka cara berpikirmu Sarah, itu menandakan kamu memiliki tujuan hidup, bahwa pekerjaan tidak bisa menjadi tumpuan harapan namun cinta yang akan melindungi segalanya, seperti memiliki suami mapan yang bisa memanjakan dirimu." Timpal Calvin.


"Bagaimana dengan keputusan anda Tuan? Apakah saya diterima menjadi asisten Tuan?" Tanya Sarah dengan tetap menatap tajam wajah Calvin.


"Selamat bergabung di perusahaan ini nona Sarah, semoga anda tidak mengecewakan saya." Calvin mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan dengan Sarah.


Keduanya saling bersalaman dan menandatangani kontrak kerja.


Sarah menarik nafas lega karena misinya untuk bisa masuk ke perusahaan ini berhasil, apa lagi menjadi asisten Calvin akan lebih memudahkannya mencari tahu tentang Roby.


🌷🌷🌷🌷


"Tolong jangan berikan aku obat apapun! atau aku akan menamparmu." Titah Roby menatap tajam wajah Alicia dengan tatapan membunuh.


"Aku ini istrimu, aku wajib mengurusmu, minumlah obat ini jika kamu ingin cepat sembuh atau aku akan memanggil pengawal untuk membantu memasukkan obat ke dalam mulutmu." Ancam Alicia.


"Baiklah berikan kepadaku!" Roby tidak ingin lagi dipaksa minum obat oleh para bodyguard tuan Robert.


Alicia tersenyum sinis ketika melihat Roby menenggak obatnya. Sedangkan Roby menyimpan obat itu di bawah lidahnya hanya untuk mengelabui Alicia.


"Baiklah aku tinggal sebentar, nggak apakan sayang?" Alicia mengecup kening Roby lalu keluar dari kamarnya.


Roby langsung mengeluarkan lagi obat dari mulutnya. ia memasukkan ke dalam kloset.


"Jangan-jangan obat ini yang menghilangkan memoriku sehingga aku lupa akan semuanya. Siapa aku sebenarnya. Apa yang harus aku lakukan untuk bisa mengingat kembali apa yang hilang dari ingatanku." Ucap Roby bermonolog.


Di luar sana, Alicia melaporkan semua tugasnya sebagai istri bohongan Roby. Tuan Robert sangat senang dengan kepintaran Alicia.


"Sabar saja Alicia, dia akan menjadi milikmu, buat dia lupa akan segalanya dengan begitu kamu bisa mengusai dirinya seperti yang kamu inginkan." Ucap Tuan Robert.

__ADS_1


Sebulan kemudian, Rhihana mengunjungi lagi dokter spesialis kandungan, yaitu dokter Andra.


Perutnya yang sudah makin besar yang saat ini berjalan enam bulan.


Dokter melakukan tugasnya secara profesional, walaupun hatinya sendiri tidak karuan saat melakukan USG pada perut Rhihana.


Rhihana tersenyum senang melihat perkembangan bayinya yang tumbuh dalam rahimnya saat ini, apa lagi menggunakan gambar tiga dimensi akan terlihat jelas bagaimana bayi berinteraksi secara aktif di dalam rahimnya.


"Saat memasuki usia kehamilan 6 bulan, janin biasanya memiliki berat tubuh kurang lebih 660 gram dengan panjang sekitar 34 cm. Berat dan panjang ini akan bertambah setiap minggunya, begitu pula dengan pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuhnya." Jelas dokter Andra usai melakukan USG pada rahim Rhihana.


"Terimakasih dokter atas penjelasannya." Ucap Rhihana singkat.


Rhihana tidak terlalu suka banyak berbasa basi dengan dokter muda ini. Kesendiriannya tanpa suaminya saat ini tidak merubah pendiriannya untuk tetap setia kepada Roby sekalipun kesepian sangat terasa saat dirinya menjalani hari-harinya dengan calon bayinya.


Rihanna meninggalkan ruang praktek dokter lalu meminta pengawalnya untuk menebus obat untuk kehamilannya.


Sambil menunggu di apotik obat Rhihana menghubungi lagi nenek Yati untuk mengetahui perkembangan apa saja yang sudah mereka dapatkan dari negara Paris Perancis tentang keadaan suaminya.


"Hallo nenek, assalamualaikum!"


"Waalaikumuslam sayang!" Apakah kamu sudah melakukan USG pada kehamilanmu?" Tanya nenek Yati.


"Sudah nenek, Alhamdulillah, perkembangan janinnya sangat bagus nenek sesuai dengan usia kandungan Rhihana. Bayinya sangat aktif dan Rhihana sangat senang." Ucap Rhihana.


"Sayang, nenek bangga kepadamu karena kamu tetap melakukan aktivitasmu seperti biasanya. Kamu tetap percaya diri, makan dan istirahat teratur untuk selalu menjaga kehamilanmu walaupun kamu dalam keadaan kesepian tanpa suami disisimu.


Nenek tahu hatimu sangat sedih, apa lagi rasa kangen, itu yang selalu membuat orang lain tidak kuat menahannya dan mencari hiburan di luar rumah untuk mengisi kekosongan hidupnya, tapi kamu tidak seperti itu, kamu tidak gampang menyerah pada keadaan. Jika Roby tahu ini, rasa bangganya kepadamu tak akan terhenti begitu saja." Nenek Yati memotivasi Rhihana agar tetap tabah menjalani hidupnya.


"Terimakasih nenek Yati atas pujiannya, dukungan dan doanya, walaupun aku kelihatan kuat, tegar dan sabar, aku tetap membutuhkan suamiku di sisiku, aku ingin saat menjelang kelahiran bayiku, dia ada di sini, menggenggam tanganku saat aku mengalami kontraksi dan memberiku semangat saat aku berjuang untuk melahirkan bayi kami.


Aku ingin merasakan itu semua nenek. Aku iri dengan wanita lain, apa lagi yang seusiaku, mereka di dampingi oleh suami-suami mereka saat memeriksakan kandungannya. Keduanya saling tersenyum bahagia ketika melakukan USG, melihat layar monitor bagaimana pertumbuhan bayi mereka di dalam perut sang istri. Suami mereka mencium mereka tanpa henti usai melakukan USG.


Merasa istri mereka memberikan mereka seorang bayi sehat. Rhihana takut ketika melahirkan Roby tetap tidak bisa pulang menemani Rhihana nenek. Apa yang harus Rhihana lakukan ketika menjelang melahirkan?" Air mata Rihanna sudah berderai, ia tidak sanggup lagi meneruskan kata-katanya kepada nenek Yati.


"Sayang jangan bersedih seperti itu, nenek Yati juga ikut merasakan kesedihan yang sama seperti kamu saat ini. Mungkin kalau nenek Yati ada di posisi kamu, jujur nenek Yati tidak bisa hebat seperti kamu sayang. Karena kamu wanita yang kuat, memang sudah di didik oleh Tuan dan Nyonya Gahral yang selalu meninggalkanmu sendirian dengan pelayanan dan sibuk mengurusi bisnis mereka, kamu tetap berada di rumah, tidak seperti gadis-gadis lain yang selalu bergaul dengan siapa saja, yang terlibat dengan obat-obat terlarang untuk menghancurkan hidup mereka secara perlahan. Kamu tidak seperti itu. Makanya mental kamu selalu terdidik tanpa perlu mendapatkan simpati dari orang lain." Ucap nenek Yati menguatkan putri majikannya ini.


"Baiklah nenek, terimakasih untuk segalanya, Rhihana mau pulang ke mansion sekarang, urusan Rhihana di sini sudah selesai. Tapi Rhihana tetap berharap nenek bisa menemukan Roby dan membawanya pulang sebelum Rhihana melahirkan bayi kami." Ujar Rhihana lalu mengakhiri pembicaraannya dengan nenek Yati.

__ADS_1


__ADS_2