
IG: @alsaeida0808
Gelap. Aku tak bisa melihat apa-apa. Tapi kenapa aku bisa berada di sini? Seingatku, aku sedang menonton acara variety show di TV. Acara itu dipandu seorang aktor yang wajahnya sering aku lihat di layar kaca, berharap suatu hari nanti bisa bertemu dengannya secara langsung.
“Mama!”
Aku spontan menoleh ke kiri dan ke kanan meskipun aku tidak bisa melihat apapun. Di sini benar-benar sangat gelap gulita.
"Mama! Mama!"
Suara itu terus-menerus memanggil, membuatku semakin berusaha mencari sumber suaranya, hingga tiba-tiba setitik cahaya muncul. Perlahan kakiku bergerak mendekatinya hingga tanpa aku sadari, aku sudah berada di ruangan yang serba putih dengan bau obat-obatan yang menusuk hidung. Di sini tampak familier, seperti aku pernah mendatanginya.
“Mama... sakit...” suara khas balita itu semakin jelas, terdengar merintih.
Dengan naluriku, kaki ini bergerak menuju satu-satu pintu yang terlihat mataku dan membukanya dengan sedikit ragu-ragu. Di dalamnya terlihat seorang wanita bercelana kain berwarna coklat dan berjas putih, yang terlihat fokus menghadap ke bawah. Tepat di sampingnya, seorang yang memakai masker sedang menyodorkan alat-alat berwarna silver.
__ADS_1
“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanyaku yang begitu penasaran karena rintihan kesakitan dari suara balita itu semakin terdengar memilukan.
Dua sosok wanita itu tidak merespons, seolah mereka tidak bisa mendengar suaraku. Dengan rasa penasaran yang membuncah, aku mencoba mendekat. Tapi ternyata tak hanya mereka berdua. Di atas ranjang terbaring sosok perempuan yang wajahnya tertutup helai-helaian rambut. Tadi aku tidak menyadarinya karena terhalang oleh dua wanita berseragam putih itu. Aku semakin mendekat, ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan karena kedua wanita itu terlihat sangat fokus. Hingga tiba-tiba mataku membulat lebar dan langkahku sedikit mundur ke belakang. Wajah itu... Aku tak salah melihat, kan? Kenapa Wajah yang sedang terbaring itu terlihat mirip denganku?
“Mama, sakit...”
Kepalaku celingak-celinguk, berusaha mencari suara balita yang sejak tadi tertangkap telingaku. Tapi tidak ada terlihat sosok anak kecil di sana.
“Mama, jangan bunuh aku... Aku ingin hidup Ma....”
“MAMA PEMBUNUH! MAMA MEMBUNUHKU!” suara balita yang tadi merintih kesakitan, sekarang berteriak, terdengar sangat marah.
Tiba-tiba aku merasa tangan kananku sedang dipegang seseorang dan kepalaku refleks menoleh. Aku melihat sesosok balita laki-laki yang memasang raut sedih dengan air mata yang mengalir. Wajahnya terlihat tidak asing, terutama alis tebal hitam yang membingkai, seperti aku pernah melihatnya entah di mana. Sedangkan di bagian area matanya sangat terlihat mirip denganku, dengan bulu mata yang lentik dengan bola mata yang hitam pekat.
“Mama!” ucapnya.
__ADS_1
Aku tergugu kaku di tempatku.
“Kenapa Mama membunuhku? Aku ingin hidup Ma.”
Mataku langsung terbuka lebar, melihat ke kiri dan ke kanan. Aku masih berada di dalam kamar. Sepertinya aku tidak sengaja tertidur saat sedang menonton tadi. Aku sedikit menghela napas lega sambil berdiri dan mengambil sebuah botol yang diletakkan di samping TV. Tak hanya sekali aku bermimpi seperti itu, bisa dikatakan hampir setiap hari bila tidak tidur kalau tak benar-benar capek. Makanya aku sering mengambil dua sampai tiga kerja sampingan dalam sehari. Atau bila tak memungkinkan, aku akan meminum obat pil tidur agar bisa tidur nyenyak.
Aku mengambil gelas, mengisinya dengan air kemudian meminum pil itu. Belum habis air dalam gelas diteguk, lagi-lagi mata ini berulah. Linangan air mata mengalir deras tanpa diperintah.
Menyesal. Aku benar-benar menyesal. Ingin rasanya memiliki mesin waktu agar bisa kembali ke tujuh tahun lalu. Aku ingin menghentikan semua kegilaan yang pernah aku lakukan di hari itu, menyerukan dengan lantang kalau aku tidak ingin melenyapkannya. Aku tak ingin melakukan aborsi ini. Aku ingin bayi kecil itu hidup. Aku ingin memeluknya.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA 👍
Untuk season 2 ini, aku menggunakan sudut pandang pertama "aku" dan berharap kalian suka. Mohon kritik dan sarannya ya.
Jangan lupa vote, share, dan komentar yang membangun 🙏
__ADS_1