Sepupu Kok Nikah?

Sepupu Kok Nikah?
Eps 14


__ADS_3

...Selamat membaca 🍊...


......................


Akibat ucapan Caca sebelumnya yang tidak benar-benar menyayangi Bagas, akhirnya Caca dan Bagas dipantau oleh Bintang dan Bianca.


Kedua kakak iparnya menjadi sering mampir ke rumah, itu juga atas perintah dari kedua orangtua mereka.


Bagas dan Caca lelah untuk berakting, dan juga Caca lelah jika harus terus terusan satu kamar dengan Bagas yang terkenal dengan laki-laki yang tidurnya rusuh.


Bagas juga lelah jika satu kamar dengan Caca, karena setiap mood Caca buruk, ia akan di lampiaskan untuk tidur di bawah, ujung-ujungnya esok hari ia selalu buang angin karena dirinya yang masuk angin.


"Caca, Bagas, ini buah zuriat nya habis kakak beli, jangan lupa dikonsumsi ya. "


Bagas menggaruk kepalanya, sedangkan Caca merenung di atas kasur, karena ia juga harus setiap hari mengonsumsi buah tersebut.


Pencetus ide tersebut adalah Bimo, karena ia percaya dengan Caca dan Bagas mengonsumsi buah tersebut, mereka akan cepat dikaruniai anak, padahal Bagas dan Caca selama menikah tidak melakukan hal tersebut. Jadi mustahil saja untuk menyuruh mereka memiliki anak, yang ada malah membuat imun tubuh mereka menjadi lebih baik.


"Ca, kamu udah bosen belum? " tanya Bagas.


"Iya, setiap hari akting, nggak bisa ngapa ngapain lagi selain nurut, ditambah lagi konsumsi buah zuriat itu, duhh kayak disuruh minum jamu setiap hari aja. " keluh Caca.


Bagas dan Caca merenung kembali, mereka sama sama mencari cara untuk bisa terlepas dari pantauan kedua kakaknya. "Ca, kamu mau nggak ngambil cara aku? " tanya Bagas.


Caca mendengar Bagas yang memberikan masukan adalah sebuah keajaiban baginya, ia mendekat ke arah Bagas dengan tatapan penuh harap.


"Boleh Gas, selama itu bisa membebaskan kita, aku bakalan mau...! " ucap Caca.


Bagas membisikkan rencananya di telinga Caca, satu persatu perkataan yang Bagas katakan selalu Caca cerna, walaupun ada sebagian dari rencana tersebut membuatnya geli.


"Sip, mohon kerjasama nya. "


Bagas dan Caca berjabat tangan bersama.


......................


Malam harinya, Brama ditugaskan untuk mengawasi Bagas dan Caca, adik Bagas itu tampak senang, karena dengan diizinkan nya ia menginap di rumah kakaknya, maka ia bisa memainkan PsP terbaru milik kakaknya secara puas.


"Bang, Brama pantau ini, dan juga sambil main game. " ucap Brama.


"Iya ram, abang tau, abang juga mau main. "


Saat ingin mengambil stik PsP, Brama langsung melarang Bagas mengambil satu stik tersebut, ia melarang kakaknya untuk ikut bermain.


"No no no, abang tuh disuruh sama mamak buat tidur sama mbak Caca, lihat, udah jam 10 nih, awas loh nggak di kasih jatah sama mbak Caca. " ucap Brama.


Bagas berdecak, ia berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar, tak lama berselang datanglah Caca dari depan pintu.


Brama yang melihat kakaknya tengah berjalan keluar juga berpapasan dengan kakak iparnya, terlihat juga Caca bergaya ala wanita dewasa yang elegan dan menawan.


"Gas, kenapa kamu nggak di kamar? Lupa sama aktivitas kita? "


Suara Caca kali ini dibuat seperti suara wanita yang manja, ditambah lagi Caca yang banyak melekuk manja kepada Bagas seperti cacing kepanasan. "Ayo Gas... "


Bagas terbawa suasana, insting laki-laki nya yang membawanya terbawa suasana, tetapi pemikirannya yang membuat instingnya kalah, ia tetap memikirkan rencana yang sudah dibuat.


"Kalau begitu, abang sama mbakmu ke dalam ya, ram, nanti kalau lapar atau haus ke belakang aja, kalau nggak selera bisa pesan sendiri ya lewat aplikasi pesan makanan online. "


Tangan Bagas ditarik manja oleh Caca, membuat akting mereka berjalan dengan sempurna, hingga membuat Brama geleng-geleng kepala karena kedua kakaknya tersebut.


Setelah memasuki kamar, dengan segera Caca memakai kardigan miliknya, ia tidak ingin tubuhnya benar-benar terekspos oleh mata Bagas.


"Oke Ca, kita lanjutkan lagi, kamu harus heboh, oke? " perintah Bagas.


Caca menurutinya, mereka mulai membuat suara suara aneh di dalam kamar, dengan berbagai peralatan yang sudah mereka bawa dan akan menimbulkan bunyi bunyi aneh di dalam kamar.


Tak lupa juga suara keduanya, menambah suasana tersebut menjadi seperti asli. "Duh, pake kalah! "


Brama melempar stik PsP tersebut di karpet, tetapi ia khawatir dan segera mengambil nya lagi, karena bisa bahaya jika stik game milik kakaknya rusak dengannya.


Perut Brama terasa lapar, ia mengelus perutnya dan berencana keluar kamar untuk mengambil makanan.


Saat di luar kamar, suara aneh dari kamar Bagas terdengar di telinganya, Brama mendengar samar samar suara aneh dari kamar kakaknya, ia juga berencana untuk menguping.

__ADS_1


Suara decitan kasur, ditambah *******, membuat Brama terkejut dan menjauhi telinganya untuk menguping.


Dari dalam kamar, Caca memantau dari sela bawah pintu, dengan membaringkan kaca tingginya di lantai, membuatnya dapat melihat bahwa seseorang sedang menguping nya, yaitu Brama yang menguping aktivitas di kamarnya.


Caca tertawa kecil, begitu pula dengan Bagas, rencana mereka benar-benar berhasil membuat Brama percaya. 'Gas, goyangannya tambah dikeraskan lagi. '


Bagas yang berbaring dan menekukkan kakinya di dinding kemudian mulai mempercepat tekukan kakinya, menambah suara decitan ranjang Caca bertambah besar, langkah kaki yang mengintip juga seakan menjauh dan menjauh dari depan pintu.


Caca memantau sekali lagi, tidak ada lagi Brama yang ada di depan kamarnya, ia menepuk-nepuk bahu Bagas untuk berhenti.


Bagas ikut membangkitkan tubuhnya dan tertawa kecil bersama Caca, rencana mereka berhasil total.


Selang 30 menit, suara ketukan pintu terdengar dari luar pintu kamar Caca, Bagas meminta Caca berpura-pura tidur dengan berbalut selimut tebal milik Caca, biarkan Bagas sendiri yang membukanya.


"Brama, ada apa? " tanya Bagas.


"Bang, Brama pamit pulang ya, maaf udah bikin repot disini. " pamit Brama.


"Loh, kok malem gini, ram, apa nggak takut kalau pulangnya sendirian? " tanya Bagas.


"Iya bang, kalau begitu Brama langsung pulang ya, makasih. " ucap Brama.


Dengan tas berisi pakaian dan lain-lain akhirnya Brama pulang menggunakan motor milik Brama. Bagas melihat adiknya yang pergi menjauh dari rumahnya, tak lupa juga Caca ikut menyusul ke depan teras, kedua pasangan tersebut tertawa bersama karena rencana tersebut berhasil.


"Berhasil! " Kedua pasangan tersebut saling memberi tos, dan juga tertawa bersama, akan ada rencana esok hari yang membuat keluarga mereka semakin yakin.


Keesokan harinya, jadwal Bianca yang mengawasi Bagas dan Caca, dengan membawa anak anaknya, ia juga sambil membantu pekerjaan rumah Caca.


Bagas berangkat pergi ke kantor duluan, sementara Caca akan menyusul nantinya. "Ca, Bagas udah disuruh belum buat konsumsi buah zuriat nya? " tanya Bianca.


"Udah kok, kak, aku bawain rebusan nya juga, tinggal dia minum aja pas di kantor. " jawab Caca.


Tak lama berselang, suara ketokan pintu terdengar beserta suara paket yang sudah sampai, Caca berlari ke arah depan dan membuka pintu nya.


Dengan keponakannya yang ikut kepo akan dirinya di depan rumah, Caca membayar paket tersebut dan memberikan sejumlah uang. "Yes, paketnya sampai. "


Bianca tertarik dengan apa yang dilakukan Caca, ia mendekat dan melihat adik iparnya.


"Paket apa itu, Ca? " tanya Bianca.


......................


Keesokan harinya, hari yang dimaksud telah tiba, adalah hari acara pernikahan sepupu Bagas. Semua keluarga Bagas dan Caca pastinya akan datang, dan hari itu adalah rencana mereka berdua untuk menjalankan nya.


Di tengah-tengah acara, Bagas dan Caca datang terakhir, suara musik khas pernikahan pada umumnya terdengar di sana. "Siap, Ca? "


Caca menganggukkan kepala nya, Bagas memberikan lengan nya untuk Caca rangkul, mereka berdua berjalan bersama menuju ke acara pernikahan tersebut.


Selesai menandatangani buku tamu dan memasukkan amplop ke dalamnya, Bagas dan Caca berlanjut hingga ke dalam tenda nikahan.


Keluarga yang tengah berkumpul akhirnya menatap ke arah Bagas dan Caca yang baru sampai, mereka memanggil kedua pasangan tersebut untuk mendekat, kemudian Bagas dan Caca berjalan ke arah keluarga nya.


"Ini anak anak kalian ya? Manis sekali... "


"Baju kondangan couplean, manis banget sih pasangan muda ini. "


"Iya, sama sama batik, manis lihatnya. "


Bagas dan Caca tersenyum bersama, kali ini mereka memakai baju pesta yang sama, baju batik dan gaun span panjang motif batik yang sama sama berwarna cokelat, menambah meyakinkan orang-orang yang ada di acara tersebut bahwa kedua pasangan itu kompak dan serasi.


Rencana memakai baju yang sama adalah Caca, ia ingin orang-orang tidak mengetahui yang sebenarnya, dan juga ingin meyakinkan Ayu dan Bima.


"Yaudah, langsung aja ke prasmanan, dinikmati makanannya ya. "


"Baik bi, ayo sayang. " ajak Bagas.


"Iya, ayo. " jawab Caca.


Bagas dan Caca berjalan ke arah prasmanan, satu makanan yang membuat Caca terus melihatnya, adalah rujak buah yang ia inginkan.


"Rujaknya satu. " ucap Caca kepada penjaga prasmanan.


Sementara Bagas, ia memilik lauk yang cocok untuk nya, karena ia bingung, semua lauk yang ada terlihat nikmat. Hampir porsi kuli ia ambil untuk nasinya, karena sengaja ia tidak sarapan di rumah agar bisa menikmati makanan di nikahan sepupunya.

__ADS_1


Selesai sibuk dengan lauk yang ada di prasmanan, Bagas mencari keberadaan Caca, ia melihat ternyata Caca sudah duduk dan menikmati sepiring rujak buah.


Bagas menggelengkan kepalanya, ia segera menyusul Caca yang sedang duduk menikmati rujak buah tersebut.


"Ca."


Caca menatap ke arah Bagas, ia terkejut ketika Bagas menghampiri nya yang sedang memakan rujak buah.


"Eh, Bagas? " tanya Caca dengan tatapan terkejut.


"Jangan makan yang asam asam dulu, Ca, kamu belum makan nasi. "


"Tapi buahnya segar banget, Gas, rugi kalau nggak dinikmatin dulu. " bantah Caca.


Sesuap demi suapan ia nikmati, sementara Bagas menatap tidak senang ke arah Caca.


"Maag kamu kambuh kalau kamu makan yang asam pagi pagi begini. " ingat Bagas.


"Nggak, aku kuat, tenang aja. "


Bagas langsung mengambil piring berisi rujak tersebut, ia menaruhnya di kursi samping dan menyuapkan sesendok makanan.


"Makan nasi dulu, baru makan rujak nya. " perintah Bagas.


Caca menatap tidak senang ke arah Bagas, ia akhirnya membuka mulutnya dan mengunyah nya dengan tidak ikhlas.


......................


Selesai menikmati makanan dan minuman, akhirnya Ayu datang kearah mereka, mengajak mereka untuk pulang bersama.


"Gas, kita pulang duluan yuk, itu ayah sama ibunya Caca minta barengan kita pulangnya. " ajak Ayu.


"Oh iya mak, kita salaman dulu sama pengantinnya, nanti nggak salaman dikiranya Bagas sama Caca nggak datang ke nikahannya. " ucap Bagas.


"Iya juga, kalau gitu, kamu sama Caca ke sana dulu, mamak tunggu di parkiran. " ucap Ayu.


Bagas dan Caca bersama sama berjalan di dekat pelaminan, ia bersalaman dengan sepupunya dan juga berfoto dengan tamu tamu yang lain.


"Semoga cepat dikaruniai anak ya, Gas. "


"Iya, makasih do'anya. "


Bagas dan Caca langsung pergi dari pelaminan, mereka berjalan keluar tenda pernikahan dan menuju ke parkiran. "Udah, ayo barengan sama kami, mak. "


Bagas, Caca beserta kedua orangtua Bagas menaiki mobilnya, Bagas yang mengendarai mobilnya dan yang duduk di sampingnya adalah Bayu, sedangkan Ayu dan Caca duduk di bagian belakang.


Di perjalanan menuju pulang, Caca bersender tidak berdaya di jok mobil, membuat Bagas yang melihatnya dari kaca spion tidak terlihat seperti biasanya.


"Gas, bisa berhenti sebentar...? " tanya Caca dengan suara yang melemas.


"Kenapa Ca? " tanya Bagas balik.


Caca ingin muntah, sesegera mungkin semua orang di dalam mobil mencari pinggiran jalan untuk bisa menjadi tempat Caca untuk muntah.


"Udah, turun langsung aja, Ca. " ucap Bagas.


Caca keluar dari mobil, diikuti dengan Bagas, Bagas membantu Caca agar lancar muntah.


"Ca, kamu mual? " tanya Bagas.


Caca mendorong Bagas untuk menjauh, seketika Ayu keluar dari mobil dan menarik tangan Caca, wajah sumringah terpancar di wajahnya. Ayu langsung memegang perut Caca, senyumnya membuat Caca kebingungan.


"Caca, kamu lagi hamil, ya? "


......................


Bonus pict porsi kuli 👇



ke dua (ekspresi Caca melihat porsi kuli)


__ADS_1


hehe


...****************...


__ADS_2