Sepupu Kok Nikah?

Sepupu Kok Nikah?
Eps 18


__ADS_3

...Selamat membaca 🍊...


......................


Dua hari kemudian, Caca dan teman-temannya mulai berberes untuk pulang dari liburannya, tak lupa juga mereka mengecek kembali barang bawaan yang mungkin akan ketinggalan di hotel.


"Kalau bukan karena kamu yang pengen pulang, Ca, mungkin seminggu kita ambil libur. " ucap Mitha.


"Iya Ca, tapi karena kamu mau pulang pengen temenin suami kamu, jadinya kami acc aja. " ucap Dita.


"Sorry ya, temen temen, namanya udah buat kesepakatan, mau gimana lagi, nggak bisa diingkari, kemarin aja bisa pergi karena ada kesepakatan. " ucap Caca.


"Yaudah, lainkali kita nikmatin aja ya liburan selanjutnya. Bisa aja nanti tambah member kita semua. " ucap Wirda.


"Member apa tuch? " tanya Emma.


"Anak anak kita lah, do'ain aja buat semua, tahun depan di kasih kepercayaan sama Tuhan buat dikasih member lagi, bisa saling ketemuan nanti. " ucap Wirda.


"Eummmm.... " ucap kelima wanita tersebut.


Kelimanya langsung berpelukan, mereka merasa nostalgia dengan perkumpulan mereka semua.


"Moga BackA nggak berpencar ya sampai udah tua nanti. "


"Amin...! " Kelima wanita tersebut keluar dari kamar mereka, berencana untuk segera pulang dari liburan mereka bersama.


......................


Di perjalanan, mereka semua berencana untuk membelikan oleh oleh, entah itu untuk keluarga atau untuk pasangan mereka masing-masing. Caca beserta keempat temannya berpencar, sedangkan ia memilih makanan untuk Bagas nanti.


Setelah berlama-lama memilih oleh oleh, mereka membayar bersama, cuma punya Caca yang agak berbeda dari siapapun.


"Ca, seriusan kamu beli donat bentuk pistol pistolan? Buat siapa? " tanya Dita.


"Buat Bagas, dia tuh suka sama game tembak tembakan, kan lumayan dikasih donat bentuk beginian. " ucap Caca.


"Astaga, dia itu kan suamimu, Ca, badannya tinggi gede gitu masa dikasih beginian? Yang bener aja, ini mah cocoknya buat anak kamu nanti. " tawa Mitha.


"Yeee, aku ngasih ini kan karena dia suka main game tembak tembakan di laptop sama PsP nya, jadi pas dong. " ucap Caca.


Kelima wanita tersebut naik ke mobil travel itu kembali, mereka akhirnya langsung untuk memutuskan pulang tanpa mampir kemana-mana lagi.


......................


"Agh! Kalah! "


Suara ketukan terdengar dari luar rumah, Bagas bangkit dari duduknya dan ia berlari ke depan, itu adalah pesanan makanan yang ia pesan secara online.


Bagas memakan makanan tersebut dengan menonton konten video game di siaran live streaming, melihat makanan yang sedang ia nikmati, ia merasa bosan selalu memesan makanan dari online, karena ia selama dua hari ini sangat merindukan masakan Caca.


Bagas merasa gelisah kembali, tadi saja saat dikantor ia sesekali mengintip ke ruang tempat Caca bekerja dan ia merasa gelisah, ia mulai mencari keberadaan gawai nya dan berencana untuk mengambil nya sambil menelpon Caca.

__ADS_1


Tak lama berselang, pintu kembali diketok, Bagas segera berlari untuk membukakan pintu, dan ia melihat sesosok yang ia rindukan, yaitu Caca. "Caca...! "


Bagas langsung memeluk Caca dengan erat, bahkan ia juga mengangkatnya hingga membuat Caca terkejut.


"Gas...! " teriak Caca.


"Ca, kangen banget sama kamu... "


Caca memasang muka malas, ia membalas pelukan Bagas sebentar kemudian mengajak Bagas untuk masuk membantunya membawa barang barangnya.


"Gas, nih oleh oleh buat kamu. "


Caca menyodorkan kotak berisi donat, Bagas yang mendengar bahwa itu sebuah oleh oleh untuknya kemudian mengambil nya dengan senang hati.


Saat di buka, raut wajah Bagas berubah, ia menatap datar ke arah Caca dan menunjukkan donat yang berbentuk pistol.


"Ca, are you kidding me? "


Caca tertawa terbahak-bahak, karena ekspresi Bagas yang berubah, sehingga ia dikejar oleh Bagas dan akhirnya tertangkap, Caca memohon ampun karena sudah mengerjai Bagas.


......................


Keesokan harinya, Caca dan Bagas sudah bersiap siap dengan berbagai baju dan perlengkapan yang dibutuhkan, mereka bersiap siap untuk pergi ke tempat lomba 17 an.


Semua orang berkumpul, termasuk yang sudah janjian, yaitu Bima, Bayu, Bintang dan Brama yang menunggu Bagas untuk datang.


Lapangan terasa penuh, karena semua orang ikut merayakan hari kemerdekaan pada hari itu, acara pagi hari belum dimulai, hanya persiapan terlebih dahulu, karena anggota paskibra sedang melaksanakan upacara terlebih dahulu.


Tiba saatnya lomba tarik tambang dan panjat pinang, rombongan keluarga B beserta teman teman dari mereka bersiap siap mengikuti lomba tersebut, semua telah berkumpul dan siap siap untuk mengikuti turnamen tersebut.


"Papah muda....! "


"Solid! Solid! Solid! "


Para laki-laki, atau disebut rombongan Papah muda, mereka dengan kompak mengikuti perlombaan 17 agustusan tersebut.


Lomba pertama adalah tarik tambang, mereka dibagi dalam 8 tim dari masing masing 2 kelompok. "Pokoknya semangat, demi mama, demi bini baru...! " teriak Bayu.


Ayu yang mendengar hal tersebut terpancing, ia ingin menghampiri Bayu, tetapi ditahan oleh Bianca dan Nanno.


"Sabar dulu, mba'e, masih ada waktu buat habisin suaminya. " ucap Nanno.


"Iya mak, jangan marah marah dulu. " ucap Bianca.


Suara peluit berbunyi, dua kelompok saling adu mekanik dan kekuatan, mereka dengan masing-masing kelompok kompak menarik tali tambang tersebut.


"Tarik terus, aghhh....! "


"Ancang-ancang, jangan lupa! " perintah Bimo.


Dari semua tim tersebut, tim Papah muda membentuk pertahanan, kemudian mereka bergerak dengan sama sama dan mulai mengarahkan semuanya dengan yel yel yang sudah dibuat.

__ADS_1


"Kami Papah muda, pantang pulang sebelum menang! Hyaaa! "


Kekuatan mereka akhirnya bisa sedikit menarik kelompok lawan, satu ancang-ancang sudah mereka bentuk.


"Kekuatan bini muda...! " teriak tim Papah muda.


Bukan hanya Ayu saja, akhirnya ibu ibu yang merasa suaminya berada di tim Papah muda ikut terpancing, rasanya ingin sekali menghampiri dan memberi pelajaran kepada suami suami mereka.


Pertandingan berakhir, kali ini dimenangkan oleh tim Papah muda, mereka dengan bangga menunjukkan kemenangan.


Acara selanjutnya adalah panjat pinang, tim Papah muda sudah bersiap siap untuk mengikuti lomba tersebut, mereka juga telah menentukan urutan setiap tim untuk mencapai keberhasilan bersama.


"Papah muda..! Solid! Solid! Solid! Wuuu...! "


Mereka semua membentuk formasi, Caca melihat Bagas dari jauh, Bagas dan Brama yang mendapat bagian bawah dari antara orang-orang yang sudah cukup tua umurnya.


Hal yang paling absurd ketika celana Bima yang ditarik oleh Bayu, membuat semuanya runtuh secara bersama sama, hingga harus mengulangi nya sekali lagi.


Perjuangan mereka dari siang sampai magrib berbuah manis, akhirnya mereka mendapatkan hadiah dari memanjat panjat pinang tersebut.


"Yang di atas, sisakan hadiah buat aku...! " teriak Bagas.


"Tenang Gas, ada rice cooker sama kipas, nanti kamu dapat kok...! " teriak Bayu.


Tepuk tangan dan sorak gembira terdengar di lapangan tersebut, perlombaan akhirnya berjalan dengan lancar hingga akhir, semuanya sudah pulang, mereka membawa barang barang atau hadiah bungkisan yang mereka terima.


"Ca, tolong urut aku ya, nih koin sama minyaknya. "


Caca duduk di belakang Bagas, ia mulai mengolesi minyak tersebut ke punggung Bagas.


"Masuk angin kan? Duhhh, ada ada aja kamu, Gas. "


Caca mengerok punggung Bagas, karena Bagas merasa tubuhnya masuk angin dan butuh diobati dengan cara ia dikerok.


"Namanya perlombaan, Ca, yang penting kan kamu senang bisa dapat kipas angin. Kapan lagi dapat barang secara gratis? "


"Iya juga, pinter kamu, Gas. "


"Nah, ucapan makasih nya di kiss dong pipi aku... "


Caca terkejut, baru kali ini ia mendengar Bagas yang meminta cium pipi, sementara selama ini ia tidak pernah mendengar hal seperti itu.


Tak lama dari Bagas yang meminta Caca menciumnya, Bagas diam dan menatap Caca dengan dalam, kemudian memulai obrolan.


"Ca, boleh jujur nggak? " tanya Bagas.


"Kenapa, Gas? " tanya balik Caca.


Bagas langsung memegang kedua tangan Caca, kemudian langsung menciumnya.


"Aku cinta sama kamu... Aku cinta sama kamu, Ca. "

__ADS_1


...****************...


__ADS_2