
...Selamat membaca 🍊...
......................
Dua bulan berlalu, masih saja Caca sikapnya random, sementara Bagas sekarang rewel, mereka seperti berbalik peran saja.
"Gas, aku kotorin lantainya. "
Bagas melotot, ia kemudian mengejar Caca, karena sudah lelah ia membereskan rumah, tetapi Caca sesuka hati mengotori kembali rumahnya.
"Dapat kamu! "
Bagas langsung memeluk Caca, hingga Caca merasa sesak ketika Bagas memeluknya dengan erat.
"Ampun gak? "
"Ampun... Kasihanilah kami, papa... " mohon Caca menirukan suara bayi.
Bagas mencium Caca terlalu dalam, hingga Caca memohon ampun lagi dengan Bagas, kemudian Bagas meninggalkan Caca yang terbaring di kasur.
Caca tertawa terbahak-bahak, ia berhasil membuat Bagas menjadi kesal, tidak seperti biasanya ia akan marah kepada Bagas, ini malah sebaliknya.
'Assalamu'alaikum, mana Caca? '
Caca mengenal suara tersebut, itu adalah ibunya, Nanno. "Ibu...! "
Caca berlari ke arah ruang depan, ia menyambut ibunya yang datang membawa buah buahan, seperti hasil petikan di belakang rumah mereka.
"Nih buah buat kamu, Ca, biar tambah sehat kandungan kamu. " ucap Nanno.
"Iya bu, ingetin sama Caca, dia malas banget makan sayur, maunya makanan cepat saji, vitamin aja diminum nya pas disuruh aja. " omel Bagas.
Caca menatap kesal ke arah Bagas, suaminya cepu, karena memberitahukan yang sebenarnya.
"Astaghfirullah Ca, kondisi pas kosong sama hamil tuh beda, jangan makan sembarangan kamu, puasa dulu jajan jajan sembarangan. "
"Nggak ah, itu cuma sekali aja, makannya aja bareng sama Bagas kok, bu. " bantah Caca.
Bagas tersenyum lebar, akhirnya ia bisa membalas Caca yang seharian iseng kepadanya, dan juga dapat melihat wajah Caca yang cemberut.
"Bagas juga ini. "
Bagas langsung menoleh ke arah Nanno. "Kalau istri makan sembarangan, larang, kamu tuh laki-laki. Kalau Caca bandel, jewer aja dia, ini demi kebaikan calon anak kalian berdua. Jangan sepelein sayur sama buah kalau lagi hamil, ngerti? " perintah Nanno.
"Iya bu, Bagas ingat... "
Caca ikut tersenyum lebar, akhirnya mereka sama sama adil, yaitu sama sama dimarahi oleh ibunya.
"Assalamu'alaikum, wah ada ibunya Caca. " Bagas langsung menyambut Ayu, karena kebetulan bersama dengan kakak iparnya, Bianca, main ke rumah mereka.
"Waalaikumsalam, duh, baru sampai kalian. " sambut Nanno.
"Iya, mau mampir buat main ke sini. "
"Mak, tutor biar Caca mau makan sayur dong? Selama hamil, makannya suka sembarangan, jajan mulu tiap hari. "
Bagas mengompori suasana, Caca menjadi kesal karena Bagas sedaritadi selalu mengadu dengan kedua ibu mereka.
"Ca, jangan jajan sembarangan dulu, janin kamu tuh masih rawan buat makan sembarangan. Kamu nggak dicegah Caca buat makan sembarangan, Gas? " tanya Bianca.
"Selalu kok. " jawab Bagas.
"Mana ada, kadang kamu sendiri yang pesen malam malam, terus mangkuknya kamu taruh sembarangan biar nuduh aku yang makannya. Kompor kamu, Gas! " bantah Caca.
"Sudah, kalau begitu, kakak ajarin kamu buat masak sayuran yang bagus buat kamu, dan kakak yakin, kamu pasti suka. "
__ADS_1
Bianca mulai mengajak Caca untuk ke dapur, ia membuka lemari kulkas, ia menggelengkan kepalanya ketika melihat kulkas milik Caca, begitu banyak sayuran yang belum diolah sama sekali.
"Beli sayur sebanyak ini, kenapa nggak diolah, Caca. "
"Apa? Sayur yang dibeli kemarin nggak sama sekali kamu olah dan makan, Caca? " tanya Bagas menginterogasi.
Caca cengir kuda, ia menganggukkan kepalanya dan membujuk Bagas untuk tidak marah padanya, sedangkan Bianca menggeleng kepalanya ketika melihat kedua adik iparnya berkelahi.
Bianca satu persatu mengkreasikan makanan dari sayur, mulai dari omelette sayur, teriyaki sayur dan aneka sayuran yang dibentuk sedemikian rupa seperti jajanan.
Caca lupa, bahwa didepannya adalah aneka sayuran yang diolah menjadi makanan yang terlihat nikmat ketika dimakan.
"Ayo, dimakan sayurnya, bumil. "
Caca mencicip semuanya, mulutnya terasa lain, ia sangat menyukai olahan sayur yang dibuat oleh kakak iparnya.
"Enak kak, rasa sayurnya kayak kurang gitu, fokus ke nikmat makanannya aja. " puji Caca.
"Baguslah. Dengan cara begini, kakak harapkan kamu bisa makan sayur sama buahnya yang rajin. Boleh aja makan sayurnya kayak gini, tapi dibatasi ya, soalnya nggak baik kalau makan digoreng kayak gini terus terusan, usahakan makan yang di bening atau direbus. " jelas Bianca.
"Baik kak, makasih resepnya. "
......................
Setelah bercakap-cakap dan makan siang bersama, Nanno, Ayu dan Bianca pamit untuk pulang, Caca dan Bagas merasa bersyukur ketika keluarganya sangat memperdulikan mereka berdua.
"Udah, yok kita pesen makanan, makan sayur itu tadi bikin mulutku terasa aneh karena nggak makan micin. " ajak Caca.
"Heh, nggak, makan sayur sama buah yang udah dibuat sama di kasih tadi! " tegas Bagas.
Caca merengek, karena ia sangat suka akan makanan cepat saji, sedangkan Bagas yang lebih rewel dengan kesehatan Caca dan calon anak yang sedang Caca kandung.
"Tahan aja, dimakan aja, demi baby kita. " ucap Bagas.
Saat semuanya tengah bersantai, Caca melihat sebuah artikel, mengatakan bahwa buah naga yang bagus untuk mencerahkan wajah.
"Kebetulan ibu bawa buah naga, kan katanya bagus buat kulit. "
Caca beranjak dari tempat tidur, ia berjalan ke arah dapur, sesekali memantau Bagas yang sedang di kamar, mengintip sekali dan melihat Bagas yang sibuk berkutat dengan pekerjaannya di depan komputer.
"Aman, saatnya beraksi. "
Satu persatu bahan yang dibutuhkan sudah terkumpul lengkap oleh Caca, Caca beranjak ke kamar mandi dan membuat buah naga tersebut menjadi masker wajah.
"Duh, nih karakter cewek dalam game kenapa dibuat menggoda sih? Jadinya nggak tahan, duh, tahan tahan, ada Caca soalnya... "
Bagas beranjak dari meja kerjanya, ia merenggangkan tubuhnya selepas bekerja sambil main game, Bagas mengingat seseorang yang menjadi pelengkap rumahnya.
"Caca kemana sih? Kebiasaan, udah sekamar pasti balik ke kamar lamanya. "
Bagas berjalan ke arah kamar tamu yang sebelumnya adalah kamar istrinya, ia membuka pintu dan nihil, tidak ada sama sekali Caca yang ada di sana.
"Kok aneh ya, kemana si Caca? "
Tak lama suara dari kamar mandi, Bagas menyadari, bahwa Caca sedang berada di kamar mandi.
Bagas terpikir, bagaimana jika ia mencoba untuk mengerjai Caca yang sedang ada di kamar mandi, Bagas mulai beranjak dari kamar tamu dan berjalan ke arah kamar mandi rumahnya.
Suara gumaman sebuah lagu terdengar dari dalam, Bagas membuka pintu kamar mandi tersebut dan mendapati Caca yang sedang sibuk di depan kaca wastafel.
"Ca, pengen... "
Caca terkejut, Bagas yang berdiri di belakangnya, sedangkan Caca yang sedang memakai masker terkejut melihat suaminya.
"Gas, kamu serius? " tanya Caca bergidik ngeri.
__ADS_1
Bagas tertawa melihat ekspresi muka Caca, wajahnya yang berubah menjadi takut dengan ajakannya tadi.
"Nggak ah, Ca, dokter aja nggak nyuruh dulu aku minta sembarangan kayak gitu, hehehe. " ucap Bagas dengan iseng.
"Ca, kamu maskeran pakai buah naga ya? "
"Iya, katanya bagus buat wajah. "
Bagas melotot dan melongo melihat kulit buah naga, ia kemudian menahan tawanya.
"Kenapa? Nggak boleh ya? " tanya Caca.
"Ca, buah naga nya itu bukan buah naga merah, tapi yang putih! Ini digigi aja merahnya susah ilang, apalagi di muka kamu, Ca! " tekan Bagas.
Caca langsung panik, ia kemudian mencuci wajahnya, kemudian mencoba membilas wajahnya dengan sabun pencuci wajah.
"Ahh, Bagas...! " rengek Caca.
Bagas tertawa terbahak-bahak, ia menunjuk nunjuk ke arah Caca yang merengek karena wajahnya yang merah seperti salah pakai masker.
"Gimana mau ngambil pesanan, kalau muka aku kayak gini? " .
Tawa Bagas berhenti, ia langsung menatap marah ke arah Caca.
"Caca, aku udah bilang jangan keterusan makan makanan cepat saji! " teriak Bagas.
"Maaf, aku ke pesan makanannya! " balas Caca berteriak.
Bagas dan Caca duduk di kursi tamu, tak lama pintu rumah mereka diketuk, Caca mengisyaratkan bahwa menyuruh Bagas yang mengambilnya.
"Gas, ambilin... " mohon Caca.
Bagas beranjak, ia berjalan ke depan rumah untuk mengambil pesanan.
"Pesanan atas nama Caca, disini rumahnya? " tanya driver tersebut.
"Ya, ini rumahnya, bapak tunggu sebentar disini. "
Bagas membawa kotak makanan tersebut, Caca menyambut nya dengan baik dan mengambil kotak makan tersebut.
"Kok orderannya ini, Gas? Kan aku mau ada fried potato nya, Gas. "
Bagas menggaruk kepalanya, ia kembali memanggil ojek online yang mengantarkan makanannya, ia memberikannya dalam keadaan di atas nya sudah ada surat.
"Sudah, sini, aku balikin. " ucap Bagas.
Bagas mengangkat kotak makan tersebut, ia berniat untuk memberikannya kepada ojek online tersebut.
"Ini untuk bapak saja ya, soalnya kata istri saya dibagiin aja sama orang. " ucap Bagas dengan berbohong.
"Makasih ya mas, kalau begitu saya permisi. "
Bagas tersenyum, kemudian ia menunggu driver tersebut pergi dari rumahnya, baru Bagas masuk dan mengurusi istrinya tersebut.
Driver online tersebut tersenyum, karena surat di atas kotak makanan tersebut tertulis bahwa Caca yang sedang hamil dan harus dibatasi makan makanan cepat saji, itulah alasan Bagas memberikan driver tersebut makanan yang belum tersentuh sama sekali.
Bagas memasuki rumahnya, kemudian Caca langsung menyusul Bagas, sesekali matanya tersorot ke seluruh tubuh suaminya.
"Mana makananku...? " tanya Caca.
"Nggak ada makan pesan pesan, udah keseringan kamu, noh, aku buatin kamu tumis kangkung sama omelette sayur kayak kak Bian bikin tadi siang. " bantah Bagas.
Caca mulai mendramatisir keadaan, ia seolah dunia terasa hancur, karena ia tidak dapat makan makanan cepat saji lewat pesanan online.
...****************...
__ADS_1