
...Selamat membaca 🍊...
......................
Seminggu berlalu, kejadian saat Bagas dan Caca yang berbohong masih terngiang-ngiang di otak Caca, selalu saja ia murung karena ulah Bagas sendiri.
Bagas tak tinggal diam, ia peka akan Caca yang tidak beraktivitas secara normal, maka ia akan bertanya sekaligus menghibur Caca.
Bagas sadar, bahwa Caca benar-benar mengambil serius masalah seminggu yang lalu, ia juga meminta maaf dengan Caca, walaupun Caca belum sepenuh hati bisa merelakan kejadian tersebut.
Setiap hari hanya wajah lesu yang dilihat oleh Bagas, Caca tidak tersenyum sama sekali, semakin membuatnya bersalah ketika melihat Caca berlaku seperti itu.
"Gas, kok lesu? " tanya salah satu rekan kerja Bagas.
"Lagi pusing gua, soalnya Caca cemberut mulu, mau dihibur juga tapi nggak ngerti gimana caranya. " jawab Bagas dengan tidak bersemangat.
"Kalau cewek mah, ajak aja jalan jalan, bakalan seneng dia, Gas, yakin deh. "
"Boleh juga, tapi jalan jalan kemana? " tanya Bagas.
"Kebetulan Gas, ada pasar malem tuh, kamu bisa ajak Caca ke sana, jajanin aja makanan di sana, diajak jalan keliling aja dia udah seneng loh. "
Bagas memikirkan hal tersebut, ia merasa bahwa ide itu cemerlang dan bagus, ia juga berterimakasih dengan temannya karena sudah membantunya menyelesaikan masalah.
Waktu makan siang tiba, Bagas membawa bekalnya dan menyusul ke ruangan Caca bekerja. "Ca, suamimu nyari tuh. " ucap teman Caca.
Caca menatap ke arah pintu, ia menghembuskan nafas kasar, kemudian mengambil bekal miliknya. "Makan siang yuk? Nanti aku traktir chicken katsu buat kamu. " ucap Bagas.
Mendengar Bagas yang ingin mentraktir nya, Caca sedikit bersemangat, ia mengikuti Bagas dan berjalan di belakangnya, kemudian Bagas langsung merangkul bahu Caca untuk jalan bersama.
Kedua pasangan tersebut makan siang bersama, mereka juga makan bersama dengan menu yang berbeda.
"Ca."
"Apa...? " tanya Caca dengan singkat.
"Nanti malem ke pasar malem yuk, kata temen aku ada di lapangan dekat taman, kita jalan jalan kesana. " ajak Bagas.
"Mager, aku mau marathon nonton film aja, ada film baru yang harus aku tonton. " ucap Caca.
Bagas berdecak, ia memegang kedua tangan Caca dan menggenggamnya. "Ayolah Ca, bentar lagi mau abis soalnya, kita jalan jalan aja ke sana, kalau ada yang kamu suka beli aja. " ucap Bagas.
Caca diam, kepalanya mengangguk, menandakan tanda setuju dengan keinginan Bagas. "Oke, aku mau. " ucap Caca.
......................
Malam hari telah tiba, di keramaian, Caca dan Bagss berjalan ke arah pasar malam, mereka melihat berbagai jajanan dan permainan, tak lain Caca sangat tertarik dan matanya melihat di setiap sorot kios maupun tenda tenda makanan.
"Enaknya kalau disini naik yang mana dulu— "
__ADS_1
"Gas, beli seafood itu yuk. " mohon Caca.
Bagas melihat stan makanan seafood, karena niatnya ingin menghibur Caca, maka ia akan menurutinya dan ikut dengan Caca.
Sepanjang perjalanan di pasar malam, tangan Bagas dipenuhi oleh kantong plastik berisi makanan.
"Jajan mulu, kamu nggak bosen apa? Nggak ada niatan mau naik wahana gitu? "
Caca menyuruh Bagas untuk diam, ia sambil memegang kantong berisi telur gulungnya. "Diem, aku lagi nikmatin telur gulung ku. " balas Caca sambil mengunyah makanannya.
Bagas menggeleng kepalanya, ia merasa heran dengan perut Caca, perut seorang wanita. Bagas berpikir, sepertinya Tuhan itu merencanakan hal yang unik terutama untuk wanita, dapat memiliki dua lambung di tempat yang berbeda.
"Kamu mau, Gas? " Caca menyodorkan satu tusuk telur gulung miliknya ke arah Bagas, laki-laki yang dimaksud oleh Caca itu ngeh.
"Buat aku? "
Tanpa basa basi, Caca langsung memasukkan nya ke dalam mulut Bagas, Bagas mengunyah dengan perasaan terkejut.
"Makan gitu aja kok pakai ba bi bu? "
"Emhh, kejam banget kamu, Ca, syukur aja tusukan nya nggak nusuk ke lidah aku, Ca. " protes Bagas.
Caca tidak peduli, ia hanya tertawa, kemudian ia melanjutkan makannya. Bagas melihat Caca yang makan dengan lahap, ia tersenyum dan segera ia memeluk Caca, tetapi Caca terkejut dengan Bagas yang tiba-tiba memeluknya. "Gas...! "
"Aku minta maaf ya sama kelakuan aku sebelumnya, karena udah berbohong demi bisa terlepas dari jeratan orangtua kita dan nggak mikirin perasaan kamu sama kedua orang tua kita. "
Caca melihat sorot mata Bagas, sorot mata yang sedang mengaku bersalah atas kelakuannya, Caca kemudian membalas pelukan tersebut dan memeluk Bagas dengan erat.
Keduanya saling bermaaf-maafan, kemudian menikmati malam mereka berjalan jalan di pasar malam, entah itu makan atau naik wahana bersama.
......................
Dua hari berikutnya, Caca dan Bagas sedang menikmati waktu libur bersama, mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk berberes rumah beserta pekarangan di sekitarnya. Keduanya peluh keringat, dan mereka berbaring di lantai teras bersama karena kecapaian.
"Akhirnya, selesai juga beresin rumah, tinggal makan aja kita, Gas. "
"Udah masak kamu dari subuh tadi, Ca? " tanya Bagas.
"Udah, aku masak pagi pagi biar kita sesudah beres rumah bisa santai santai, Gas, rasanya enak kalau rumah udah bersih, kita tinggal santai santai. " jawab Caca.
"Iya juga ya, kalau gitu, kamu duluan aja yang mandi, biar aku nanti. "
Caca berjalan ke dalam rumah, ia membersihkan diri dan mandi kemudian diganti dengan Bagas.
Selesai mandi, mereka makan bersama, dengan melihat sampah yang dibakar, mereka menikmati makanannya dengan nikmat.
Tak lama melihat sampah dedaunan yang dibakar, asap tersebut mengarah ke arah Caca dan Bagas, mereka berdua lari ke dalam rumah dan menutup pintu.
"Asapnya nggak sopan banget. " ucap Bagas.
__ADS_1
"Namanya asap, Gas, yaudah, lanjut kan makannya. "
Kedua pasangan tersebut melanjutkan makannya kembali.
"Aku liburan sama temen ya, Gas, pamit dulu sama kamu. " izin Caca.
"Sampai kapan? " tanya Bagas.
"Prakiraan sebelum 17-an, kan aku harus lihat kamu ikut partisipasi lomba di sana, Gas. " jawab Caca.
Bagas merasa keberatan dengan Caca yang ingin pergi dari rumah untuk jalan jalan, tetapi raut wajah memohon Caca yang membuat Bagas menjadi setuju dengan keinginan Caca.
"Oke, janji sebelum sehari lomba, kamu udah pulang. "
"Oke, deal! "
Caca dan Bagas membuat kesepakatan, mereka menyetujui tanggal Caca berangkat dan pergi liburan bersama teman teman Caca.
......................
Keesokan harinya, Caca sudah bersiap siap, teman teman Caca sudah sampai dan menjemput Caca untuk berangkat bersama, sebelumnya Caca bersalaman terlebih dahulu dengan Bagas dan meminta izin dengan Bagas.
"Gas, aku pergi ya. "
"Iya, hati hati di jalan ya. " ucap Bagas.
Seharian telah dilewati oleh Bagas sendiri, pergi ke kantor sendiri, di rumah saja sendiri, Bagas merasa gelisah dan menyendiri, bahkan ia tidur di kasur Caca dan mencium setiap sudut bantal Caca, ia merindukan Caca di rumah.
Perasaan lain dapat ia rasakan ketika mencium aroma Caca di bantal, ia merasakan gairahnya naik, dan juga n*fsunya menjadi lebih besar dari sebelumnya.
Walaupun Bagas bisa menahannya, tetapi ia tetaplah seorang laki-laki normal yang mempunyai h*srat dan n*fsu, setiap waktu tertentu ketika melihat Caca tentunya pikirannya akan mengarah ke hal dewasa.
"Baru segini aja rindu banget, aku telpon aja dia kalau gitu. " ucap Bagas.
Bagas mengambil gawai nya, ia mencari nomor Caca dan segera menelponnya, tak butuh waktu lama akhirnya Caca mengangkat telponnya.
'Halo Gas, ada apa? ' tanya Caca dari telepon.
"Kamu udah sampai mana, Ca? Apa udah sampai di sana? " tanya Bagas.
'Baru setengah jalan, Gas, ini aja belum sampe. ' ucap Caca.
"Ca."
'Ya, kenapa Gas? '
"Aku rindu sama kamu, rumah rasanya sepi tanpa kamu. "
Caca tidak membalas ucapan Bagas, segera mungkin Caca mematikan telpon Bagas dan panggilannya berakhir.
__ADS_1
Bagas menaruh gawainya di kasur, kemudian ia kembali menciumi aroma bantal milik Caca dengan pekat hingga ia tertidur lelap karena kecapaian dan tidur dengan mencium bau bantal Caca.
...****************...