
...Selamat membaca 🍊...
......................
"Akhir tahun tiba! Tahun baru telah tiba! Diskon besar besaran tersedia! Segera dapatkan—"
Bagas mematikan televisinya, ia melihat Caca yang tertidur dan menggelengkan kepalanya, karena Caca menonton televisi hingga tertidur di sofa.
"Caca, Caca, udah tau mudah ngantuk, malah masih nonton TV malem malem, dasar. "
Bagas mencabut kabel TV, ia kemudian berjalan menuju ke kamar Caca, membuka kamar Caca dan mengangkat Caca ke dalam kamarnya.
Caca diselimuti oleh Bagas, Bagas kemudian menatap wajah Caca, wanita yang ia kenal sebagai sepupunya itu sudah hampir setahun hidup bersama dengannya.
Bagas mengelus rambut Caca, ia juga mengambil kesempatan mencium kening Caca yang sedang tertidur.
"Makasih untuk setahun ini ya, Ca, aku akan merindukanmu ketika kita pisah nanti. " ucap Bagas.
Bagas keluar dari kamar Caca, ia mematikan lampu kamar Caca dan menutup pintu kamar milik Caca.
......................
Keesokan harinya, Caca terbangun dari tidurnya, ia kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya terlebih dahulu. Caca melihat di dapur, ia melihat Bagas yang sedang memasak sesuatu, membuatnya tertarik dan mendekati Bagas.
"Gas, tumben masak? " tanya Caca.
"Oh ini, cuma nasi goreng aja, Ca, duduk aja, nanti ku siapin buat kamu. " ucap Bagas.
Caca duduk, ia kemudian mengambil air minum kemudian ia meneguk nya hingga habis. Sepiring nasi goreng ditaruh di atas meja, dua piring untuk masing-masing, Caca mengambil nya dan menikmati makanannya dengan lahap.
"Enak nggak Ca? " tanya Bagas.
"Enak, kamu masaknya pasti pakai bumbu nasi goreng, iya kan? " tanya Caca.
Bagas tersenyum, ia menganggukkan kepalanya sambil mengunyah nasi goreng buatannya.
"Harap maklum aja ya, Ca, namanya nggak pernah masak. " ucap Bagas.
"Nggak papa, namanya awal, semangat aja terus buat masak. " ucap Caca.
Kedua pasangan itu menikmati makanannya bersama, setelahnya mereka gantian untuk mandi kemudian bersiap siap ke kantor.
__ADS_1
"Nanti makan siang kita makan aja di kantin ya, nggak masak soalnya tadi. " ucap Caca.
"Iya Caca, nggak papa. "
Bagas dan Caca keluar dari mobil, mereka membawa barang masing-masing dan berjalan ke ruangan mereka. Caca melihat teman teman kantornya sedang duduk berkumpul, Caca menghampiri teman temannya dan menyapa satu persatu.
"Hei, kalian lagi ngobrolin apa? " tanya Caca.
"Malam tahun baruan, Ca, kamu mau nggak? " tawar salah satu teman kantor Caca.
"Malam tahun baruan kita bakar bakaran di resto all you can eat yuk, lumayan kalau malam tahun baruan tuh asyik pergi ke sana. "
"Bukit dekat perdesaan aja yuk, disana kan banyak orang yang nginep di tenda, kan lumayan bakar bakaran sambil lihatin kota dari bukit. " saran salah satu dari wanita yang sedang berkumpul.
"Aku nggak dulu lah, soalnya takut nanti malam hari hujan, kan kebiasaan banget malam tahun baru tuh sering banget hujan, jadinya males juga sih ikutan ke sana. " ucap Caca.
"Yahhh, masa nggak mau ikutan, Ca? Kan lumayan, rame loh orang kantor mau ikutan ke sana. "
"Nggak dulu, makasih, soalnya juga bakal ada proyek nih, perlu diselesaikan dulu baru besok direvisi ulang. " ucap Caca.
Caca menadahkan tangan minta maaf, semua temannya mengerti dan mempersilahkan Caca untuk kembali ke tempat duduknya.
......................
Di luar kantor, semua karyawan sudah sibuk merencanakan malam tahun baru, sedangkan Caca cuek bebek tidak peduli ingin pergi kemana.
"Ca, kamu ikutan sama mereka? " tanya Bagas.
"Nggak, aku mau di rumah aja, lagipula ke sana jauh, yang ada pulang bukannya bisa santai, malah kecapean. Kita kan nggak dikasih libur buat tahun baruan, kamu mau terlambat hari pertama kerja? " tanya Caca.
"Ya, nggak juga sih, jadi malam tahun baru mau ngapain lagi kita? Masa nggak ada kegiatan sama sekali, keluarga aku aja kemarin pergi ke luar kota buat liburan, masa kita nggak, Ca? " tanya Bagas dengan nada sedikit protes.
Caca memikirkan sesuatu, ia kemudian memikirkan ide cemerlang.
"Yaudah, kita bakar bakaran aja di rumah, kan ada tuh alat panggang kita, nanti kita beli aja bakso baksoan, masalah steamboat kan ada alatnya di rumah yang sering kamu pakai pas ada teman teman kamu, Gas. " ucap Caca.
"Hmm, ide bagus juga, Ca. Ayo kita pesan online aja, aku yakin malam tahun baruan tuh rata rata toko pada tutup. " ucap Bagas.
"Iya, kalau begitu aku yang pesan. "
Sambil menaiki mobil, Bagas dan Caca menyiapkan berbagai keperluan untuk bakar bakar ala ala mereka pada malam tahun baru.
__ADS_1
Hari pergantian tahun yang telah tiba, menyisakan kedua pasangan muda yang memandang sinar kembang api dari luar rumah.
Aroma jagung bakar hingga bermacam-macam makanan bakar tercium, seperti pameran, asap mengepul ikut memeriahkan bakar bakaran tersebut. Tak lama berselang, hujan mengguyur permukaan, membuat orang-orang yang bersama keluarganya masing-masing, yang tadinya berkumpul sekarang menjadi terpisah dan mencari tempat berteduh.
Bagas dan Caca menyaksikan nya di teras rumah mereka, dengan beberapa makanan instan yang telah mereka pesan online itupun tersusun rapi di atas meja, sekarang hanya Bagas yang membakar beberapa sosis beserta otak otak yang telah mereka pesan.
"Nih, udah masak steamboat nya, Ca. "
Bagas menyendokkan steamboat yang telah ia buat, hanya bahan makanan instan mereka buat, tetapi cukup membuat mereka senang dengan bakar bakaran ala ala mereka.
"Gimana ya nasib temen temen kita yang tahun baruan di luar? Kehujanan atau nggak ya? "
"Pastilah, gagal tuh tahun baruan mereka di luar. "
Caca dan Bagas tertawa, mereka sambil menikmati makanan mereka dan mengobrol bersama dengan menceritakan tentang teman teman mereka.
"Rumah tangga kita tinggal ngitung minggu lagi ya, Gas, kita bakalan sepakati perjanjian awal kita. "
Bagas yang tengah mengunyah menjadi terhenti memakan otak otaknya, ia diam dan memikirkan ucapan Caca.
"Kamu masih inget ya, Ca? "
"Iya Gas, aku harus ingat, karena itu kan maunya kamu. Ingat, janji tuh harus ditepati. " ucap Caca.
Bagas menganggukkan kepala nya. "Nggak nyangka ya, perasaan baru kemarin aja kita nikah. " ucap Bagas.
"Semoga kita dapat pasangan masing-masing yang baik ya, Gas. "
Ucapan Caca membuat hati Bagas menjadi kalut, Bagas diambang dilema, antara ia senang bisa melewati setahun pernikahan mereka, dan juga merasa sedih ketika harus berpisah dengan Caca secepat ini.
"Gas, impian kamu tahun depan apa? " tanya Caca.
Bagas menatap sayu ke arah Caca, ia memejamkan matanya dan menarik nafasnya.
"Cuma mau kamu baik baik aja sama yang baru, Ca, setidaknya dia bisa jagain kamu. Semoga ya, Ca. " ucap Bagas.
Caca tersenyum, ia menganggukan kepalanya. "Makasih Gas, aku juga berharap kamu bisa dapat istri yang baik, makasih ya untuk setahun ini, senang bisa bersama kamu untuk setahun ini. " ucap Caca.
Tak lama, semua orang yang ada di sekitar rumah mulai menghitung mundur, Caca dan Bagas melihat jam di gawai mereka, sudah menunjukkan pukul 23:59. Detik terakhir semua kembang api diluncurkan, langit ramai akan percikan warna warni kembang api, tahun baru akhirnya telah tiba.
Dengan menyaksikan kembang api di langit, Bagas merangkul bahu Caca, ia mengucapkan terimakasih atas waktunya selama setahun bersama, dan akan berakhir pada minggu selanjutnya.
__ADS_1
Sesuai kata mereka, janji harus di tepati, baik Caca dan Bagas sudah sepakat untuk bisa berpisah, walaupun hati Bagas cukup berat menerima perpisahan itu.
...****************...