Setelah 10 Tahun Pernikahan

Setelah 10 Tahun Pernikahan
Bab 28


__ADS_3

Semua orang hari ini berkumpul di ruangan meeting, karena hari ini Damar mengadakan meeting besar bersama para staf kantor termasuk Yana dan Clara juga berada di dalam ruangan tersebut.


Clara semakin kesal, karena Damar meminta Yana duduk di sebelahnya.


Di dalam ruangan tersebut semua orang duduk menatap layar lebar yang berada di depan mereka, Damar mulai menjelaskan tentang pekerjaan dan juga proyek baru yang akan di buka dalam Minggu ini.


Bukan hanya Clara saja yang di mutasi dari kantor tersebut ke kantor cabang, beberapa karyawan lainnya juga di pindah ke kantor cabang dan akan berangkat hari ini juga setelah selesai meeting.


“Clara, tolong perlihatkan videonya dan jelaskan pada mereka semua,” ujar Damar memberi kesempatan pada Clara, sebab sejak tadi Clara seperti mengabaikan penjelasannya.


Clara menatap orang sekelilingnya, yang ternyata juga menatapnya. Clara menangguk, ia melangkah sembari membawa laptop miliknya.


Dalam hatinya, bersorak gembira karena ini adalah kesempatan bagus untuknya mempermalukan Yana.


Clara terlihat sibuk dengan laptopnya, semua orang sedang menunggu Clara yang tengah sibuk dengan laptop miliknya.


“Clara, apa semuanya baik-baik saja?” tanya Damar.


Clara menatap Damar sejenak lalu mengangguk.


Sebuah video mulai di putar, semua orang menatap video tersebut ternyata tidak seperti video tentang pekerjaan.


Tak lama, wajah Yana yang terpampang jelas di layar, dengan pria asing yang tengah melakukan hubungan suami istri.


Clara berpura-pura menjelaskan tentang pekerjaan, seolah tak tahu apa yang di putarnya lalu ia seperti terkejut menatap layar lebar tersebut, seolah dirinya baru melihat video tersebut.


Yana membulatkan matanya melihatnya, karena merasa malu langsung menunduk bahkan mulai meneteskan air mata.


Sama halnya dengan Damar yang tampak terkejut melihat video tersebut, ia menatap Clara dengan tajam bahkan mengepal tangannya dengan kuat.


Video tersebut terlihat Yana tengah melayani para pria hidung belang berulang kali dengan berbeda pria.


“Clara! Apa ini?” sentak Damar.


Ia langsung melangkah dan melempar laptop milik Clara ke lantai, hingga laptop tersebut tak berbentuk lagi.


Bruak!


Ia sangat murka dengan Clara, ia sudah menduga pasti ini adalah perbuatan Clara dengan sengaja ingin mempermalukan Yana. Karena tidak mungkin orang lain melakukannya, sedangkan yang berdiri di depan adalah Clara.


“Tu-tuan, aku tidak tahu. Kenapa bisa ada video Yana di laptopku, aku pikir itu bukan ....” Clara tampak ketakutan melihat kemarahan Damar.

__ADS_1


Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut tampak terkejut, karena baru pertama kalinya melihat Damar semarah itu.


Yana masih menunduk, ia sangat malu, entah dari mana video tersebut muncul. Padahal dirinya belum pernah melakukan hubungan terlarang dengan ke pria manapun kecuali dengan mantan suaminya tersebut, itu pun selama masih dirinya menjadi status suami istri bagaimana bisa video tersebut adalah dirinya.


“Apa masalahmu dengan Yana?!” bentak Damar lagi mencengkeram kuat bahu Clara.


Salah satu orang kepercayaan Damar masuk ke dalam ruangan meeting, karena mendengar keributan. Ia langsung membubarkan meeting tersebut, dan meminta semua karyawan untuk pulang dan kembali lagi besok.


Melihat dari cara kemarahan Damar, Clara tidak akan selamat kali ini pikirnya


“Tuan, tenangkan diri anda.” Pria itu berusaha menenangkan Damar dan melepaskan cengkeraman Damar dari bahu Clara, karena Clara terlihat sudah kesakitan.


“Jangan halangi aku!” bentaknya.


Tubuh Clara bergetar hebat hingga membuat dirinya terduduk lemas di lantai, karena melihat kemarahan Damar.


Damar mengusap wajahnya dengan kasar, entah kenapa dirinya tidak bisa mengontrol emosinya saat ini.


Pria bertubuh kekar itu membawa Clara untuk duduk di kursi, lalu menatapnya seolah meminta penjelasan dari mana asal video tersebut.


“Dari mana asal video tersebut? Apa kamu sengaja mempermalukan Yana di kantor ini?!” tanya pria itu menatapnya dengan tajam.


“A-aku ....” Clara tampak gugup.


Ia tidak bisa meminta bantuan pada siapapun, karena hanya ada mereka bertiga di dalam ruang meeting tersebut. Bahkan Yana pun, langsung menghilang setelah kejadian video itu di putar.


“Jawab!” bentak Damar.


Bruak! Memukul meja di depan Clara.


“Kamu pasti sengaja ingin mempermalukan, Yana. Apa Yana punya salah padamu?!”


“Ya, Yana memang tidak salah. Yang salah aku! karena terlalu mencintai seseorang yang sama sekali tidak melihatku, Tuan.” Clara terlihat mengeluarkan isi hatinya sembari terisak.


“Apa maksudmu?!” tanya Damar.


“Aku mencintaimu, Tuan!” teriak Clara bersamaan dengan air mata yang mengalir ke pipinya.


Damar terdiam sejenak, lalu menyeringai.


“Omong kosong! Jadi, itu sebabnya kamu ingin mempermalukan Yana?! Ck ... wanita tak tahu diri!” geram Damar.

__ADS_1


“Bawa wanita ini pergi dari hadapanku, pastikan dia tak menginjakkan kakinya lagi ke kantor ini!” tegas Damar.


Karena dirinya saat ini sangat geram dengan perbuatannya yang telah mempermalukan Yana, Damar tahu jika video tersebut adalah editan.


Clara pikir, dengan mengedit video akan membuat semua orang jadi membenci Yana.


“Tuan, Tuan! Apa salah jika aku mencintaimu, Tuan? Apa istimewanya Yana, sehingga Tuan begitu mengistimewakan dia? Dia hanya wanita murahan yang menjual dirinya ke banyak pria!” tambah Clara saat hendak di bawa paksa oleh pria bertubuh kekar tersebut.


“Tutup, mulutmu itu! Jangan asal bicara! Yana bukan wanita seperti itu! Kamu pikir aku bodoh, hanya karena video editanmu itu dan aku langsung percaya!” sentak Damar kembali, membuat Clara langsung terdiam.


“Bawa dia pergi, aku sudah sangat muak dengannya!” kesal Damar mengibas tangannya.


Jika dirinya terus menerus berdebat dengan Clara, takut dirinya tidak bisa mengontrol emosinya.


“Ayo keluar!” pria itu menarik paksa tangan Clara untuk keluar.


“Tuan, Damar. Beri aku kesempatan untuk mencintaimu! Hiks ... aku sangat mencintaimu, Tuan!”


Dengan napas yang turun naik, Damar mulai mengontrol emosinya. Ia tidak habis pikir, orang yang ia percayai selama ini dan berpikir Clara itu orang yang sangat baik. Namun, siapa sangka jika kebaikannya tersebut ada tujuannya.


Damar baru menyadari, jika dirinya tidak melihat Yana di ruangan tersebut.


Karena kemarahannya yang membabi buta, membuatnya melupakan keberadaan Yana.


“Dimana Yana?” tanyanya dalam hati.


Ia segera keluar dari ruangan tersebut, lalu mencari keberadaan Yana di ruangan. Namun, ia tidak menemukan siapapun disana. Bahkan, tas milik Yana masih berada di atas meja.


Damar juga melihat sekeliling kantor yang terlihat sangat sepi, sudah ia duga jika karyawannya pasti di minta pulang oleh orang kepercayaannya.


Damar mengambil ponsel miliknya, mencoba menghubungi Yana. Namun, dering ponsel tersebut terdengar dari tas milik Yana.


“Dia meninggalkan ponselnya di sini,” gumamnya.


Tanpa menunggu lagi, Damar bergegas keluar dari kantor untuk menyusul Yana.


Damar berpikir pasti Yana saat ini tengah syok dengan video tersebut, apalagi di putar dan di lihat banyak orang.


Tujuan Damar saat ini adalah ke rumah Yana dan akan menjelaskan semuanya.


***

__ADS_1


__ADS_2