Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Setelah Pemeriksaan


__ADS_3

Rayden tak henti-hentinya mengusap perut Kara yang tampak membuncit karena hamil kembar meskipun baru dua bulan usia kandungannya.


"Mas tuh nyetir saja, konsentrasi. Elus-elusnya bisa nanti di rumah" ucap Kara sambil memeriksa Ipad-nya yang berisikan menu bergizi untuknya dari Dokter Rasyad selama sebulan.


"Senang aku ada si kembar di dalam. Kamu mau makan apa hari ini?" tanya Rayden. "Kamu baca apa sih?"


"Ini baca menu untuk aku sebulan dari dok Rasyad supaya menjaga pola makanku. Kan sekarang aku harus dipantau sama dia."



"Dia langsung mengangkat dirinya sebagai konsultan kehamilan kamu?" lirik Rayden.


"Iya mas. Bagus kan buat kebaikan aku sama twins."


Rayden mengangguk.


"Mas kenal dok Rasyad dimana?" tanya Kara.


"Dia teman dari SMP sampai SMA di Tokyo. Kuliah pindah ke Harvard medical school sedangkan aku tetap di Tokyo."


Rayden menghentikan mobilnya di sebuah restauran western. "Yuk makan siang. Kamu pengen apa?"


"Aku pengen fish and chips dengan saus tartar yang banyak!"


Rayden pun turun dari mobilnya dan membuka pintu tempat istrinya duduk. "Kamu mau makan apa saja terserah."


Kara pun turun dari mobil dengan memegang tangan suaminya. "Mas, bentar. Tali sepatuku lepas."



Rayden berbalik dan berjongkok membantu menalikan sepatu milik Kara.


"Sudah bumilku" Rayden kemudian menggandeng Kara masuk ke dalam restauran.


***


Rayden sudah kembali ke ruangannya dengan wajah sumringah apalagi tadi melihat istrinya makan dengan lahap makanan yang dipesannya.


Kini dia menghubungi Abe dan Rayna yang sebentar akan melahirkan anak pertamanya.


"Assalamualaikum papa, mbak Rayna" sapa Rayden setelah terhubung melalui panggilan zoom.


"Wa'alaikum salam. Gimana Ray?" tanya Abe Takahashi.


"Wa'alaikum salam adikku yang ganteng" sapa Rayna sambil tersenyum.


"Mbak, kapan keluarnya tuh keponakan?" tanya Rayden mengacuhkan pertanyaan ayahnya.


"Minggu ini lah insyaallah. Kara gimana?" balas Rayna.


"Alhamdulillah papa dan mbak Rayna mau dapat keponakan lagi" cengir Rayden.


Abe dan Rayna melongo. "Kara hamil lagi, Ray?" tanya Abe.

__ADS_1


"Iya pa. Tadi aku periksakan ke Rasyad dan ternyata Karaku hamil lagi. Alhamdulillah kembar" senyum Rayden.


"Alhamdulillah" seru Abe dan Rayna bebarengan.


"Berarti kalian di Salatiga itu, si ndul mu langsung bekerja keras?" ledek Abe.


"Ya mesti lah pa. Kan udah setahun jadi biksu si ndul" cengir Rayden.


"Ya Allah kalian berdua tuuuhhhh!" protes Rayna.


"Sudah berapa bulan Ray?" tanya Abe mengacuhkan protes putrinya.


"Udah dua bulan pa."


"Alhamdulillah. Dijaga ya dik! Kalian sudah kehilangan Boy, diberi gantinya dobel" pesan Rayna.


"Belum tahu jenis kelaminnya ya?" gumam Abe.


"Itu pun yang aku tanyakan ke Rasyad malah aku dibilang Oon" gerutu Rayden sambil manyun.


"Ya iyalah! Baru dua bulan juga kampret! Nantilah kalau sudah lima bulan baru kelihatan!" cebik Rayna.


"Ih mbak Rayna hamil besar kok masih ngatain aku sih!"


"Soalnya kamu tuh ngaco!"


"Sudah-sudah, Kara gimana? Bahagia atau..."


"Kok Rasyad? Bukan kamu?" pelotot Abe.


"Ngawal program pola makannya pa. Kan Kara gampang gemuk kalau hamil. Ingat kan jaman hamil Boy, baru mau enam bulan tapi sudah gemuk banget. Rasyad tidak mau sampai kegemukan karena bahaya ke tensi nya Kara."


"Benar tuh yang dibilang Rayden. Aku ajah hamil lima bulan nggak segemuk Kara" sahut Rayna.


"Karena kamu ada Kenichi yang memantau. Tapi baguslah kalau Rasyad mau mengawasi pola diet yang benar buat Kara karena pasti demi kesehatan menantu dan cucu papa" senyum Abe.


"Mbak, maaf aku nggak bisa ke Tokyo nengok mbak lahiran namti karena aku nggak berani bawa Kara naik pesawat."


"Nggak papa dik, yang penting doanya buat mbak dan debay selamat dan sehat semua" senyum Rayna.


"Aamiin."


"Tenang saja, Rayna. Papa akan selalu mendampingi kamu lahiran besok" ucap Abe lembut.


"Terimakasih pa."


***


Kara baru saja menyelesaikan ritual membersihkan badan sebelum tidur. Tadi dia dan Rayden makan malam bersama dengan menu yang dibuat sesuai anjuran Rasyad. Bu Sumi dan bik Ijah pun menyambut gembira mendengar nyonyanya hamil lagi dan kembar pula.


"Alhamdulillah nyonya, adiknya tuan Boy kembar. Nyonya dapat gantinya langsung dobel" ucap Bu Sumi.


"Iya Alhamdulillah lho Bu. Aku nggak nyangka secepat ini diberikan kepercayaan sama Allah mendapatkan anak lagi, kembar pula."

__ADS_1


"Buah kesabaran nona Kara dan tuan Rayden meskipun harus berpisah dulu tapi setelahnya kalian menjadi lebih dekat." Bik Ijah termenung. "Ini berarti anak Made in Salatiga kan?"


Rayden terbahak mendengarnya. "Bisa jadi bik." Kara hanya bisa menunduk malu.


"Whoah tuan Rayden semangat ya buka puasanya waktu itu" goda bik Ijah.


"Yo mesti! Kan setahun puasa bik dan dah ketemu sama rumahnya. Ayem lah!" ucap Rayden absurd yang mendapatkan pelototan dari Kara.


"Kami disini membantu menjaga nona Kara, tuan. Don't worry" janji bik Ijah.


"Tolong ya bik. Soalnya hamil anak kembar itu lebih dobel capeknya bahkan bisa jadi Kara nanti kerja dari rumah sambil mengawasi butiknya secara online biar tidak terlalu capek" ucap Rayden sambil menatap istrinya.


Kini Kara telah mengenakan daster batik kesukaannya menuju tempat tidur dimana suaminya sudah berada disana sembari memeriksa sesuatu di ponsel.


Seperti biasa Rayden selalu tidur Shirtless dan kini memakai kacamata untuk memeriksa ponselnya.



"Tumben mas pakai kacamata" komentar Kara.


"Ini kacamata anti radiasi, sayang. Kamu tahu, setelah kamu pergi, aku kan sibuk urus pekerjaan jadi setiap saat di depan laptop, iPad dan ponsel. Lama-lama bahaya di mataku jadi aku pakai inilah" ucap Rayden. "Kenapa? Nggak cakep ya?"


Kara menggeleng. "Mas mau pakai kacamata atau nggak, tetap saja ganteng." Kara pun beringsut mendekati suaminya.


"Mbak Rayna kapan lahiran mas?"


"Katanya sih Minggu ini. Ohya tadi mas sudah cerita ke papa dan mbak Rayna soal keadaan kamu sekarang dan mereka bahagia bakalan dapat dua cucu dan dua keponakan."


Kara tersenyum. "Alhamdulillah dikasih kembar sama Allah."


Rayden mengangguk. "Aku sih pengennya cowok semua jadi bisa ada temannya melokal" cengir pria tampan itu.


"Please deh mas! Jangan kau racuni anakku dengan habit melokalmu!" sungut Kara.


"Lho bukannya dangdut is the music of my country ya?" gumam Rayden dengan wajah mengeyel.


"Nggak ya mas! Gadha dangdut, campursari atau apapun itu! Aku mau kasih anak-anak lagu klasik, slow rock dan pop Indonesia!"


Suara ponsel Rayden berbunyi dan nama 'Papa' muncul di layar.


"Assalamualaikum Pa" sapa Rayden. "Haaaahhhh? Mbak Rayna lahiran sekarang?"


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Eniwaiii Eike Radha drop lagi hari ini jadi nggak banyak kayak kemarin yaaaa. Sorry.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2