Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bonchap - Stay Away


__ADS_3

Ren dan Hyung-woon berada di mobil Mercedes Benz yang disopiri oleh seorang pengawal dan di depan duduk Yun-oh, asistennya, menuju KBRI. Di dalam mobil, Hyung-woon tidak melepas genggamannya ke tangan Ren, sesekali tangan itu dibawanya ke dada.


"Kenapa Hyung-woon?" tanya Ren.


"Nggak papa. Senang saja bisa bersama kamu" senyum Hyung-woon.


"Ngomong-ngomong, rambutmu nggak dicat hitam atau coklat?" komentar Ren.


"Kenapa? Nggak cocok?"


Ren tersenyum. "Cocok sih tapi aku lebih suka kalau warnanya hitam atau coklat."


"Bagaimana kalau merah? Pink? Biru?" goda Hyung-woon yang membuat Ren terbahak.


"Oppa, kamu mau pindah haluan jadi idol?"


Hyung-woon tampak berpikir. "Idemu bagus juga, idol aliran campursari!"


Ren melongo. "Seriously? Oh come on Oppa."


Hyung-woon mendekati wajah Ren. "I'm so serious with you" bisiknya.


"Kok artinya jadi membagongkan" balas Ren sambil berbisik juga. Hyung-woon tidak menjawab hanya menempelkan bibirnya ke Ren dan Melu**matnya.


Yun-oh dan sopir hanya bisa memasang wajah datar. Dasar boss ! Pagi-pagi sudah main sosor saja!


***


Ren tiba di depan kantor KBRI lalu bersiap membuka pintu mobil ketika Hyung-woon menarik tangan gadis itu lalu mengecupnya.


"Happy working" ucapnya yang membuat Ren tersipu.


"You too." Ren pun keluar dari mobil. Hyung-woon menunggu sampai Ren masuk ke dalam gedung KBRI baru menyuruh sopir untuk berjalan.


"Yun-oh, acara kita hari sampai jam berapa?" tanya Hyung-woon.


"Sampai jam 12, Sir."


"Setelahnya?"


"Makan siang dengan beberapa pengusaha di Marriott Hotel Sir."

__ADS_1


"Ren selesai kerja jam empat sore. Usahakan jam dua sudah selesai semuanya Yun-oh. Setelahnya kita ke toko perhiasan Washington Diamond lalu jemput Ren."


"Yes, Sir."


***


Ren menghadap bagian kepegawaian KBRI dan mendapatkan kabar bahwa dia akan dikirim ke Jakarta bulan depan sambil menunggu surat tugasnya lagi. Tentu saja Ren bahagia bisa pulang ke Jakarta karena dia rindu dengan Mommy dan Daddy-nya.


Rupanya dia hanya dinas selama enam bulan di Washington DC. Padahal sudah beli baju untuk musim dingin.


Ren mulai bekerja seperti biasanya sampai jam makan siang. Gadis itu keluar dari gedung KBRI untuk makan di sebuah cafe dekat sana, yaitu cafe Milano.



Gadis itu mencari tempat duduk di sudut restauran dan mulai memesan ikan Halibut dengan saus krim serta dessertnya dia memilih tiramisu.


Sambil menunggu pesanan datang, Ren mengambil novelnya dan mulai membaca. Seperti biasa Ren akan mengacuhkan sekitarnya jika sudah membaca.


"Halo Ren" sapa seseorang.


Ren mendongakkan wajahnya dan terkejut melihat siapa yang datang.


"Marcelo? Ngapain kemari?"



"Mau makan siang lah" jawab Marcelo.


"Ya sudah, pesan dulu sana. Aku langsung makan ya, soalnya lapar" senyum Ren.


"Silahkan duluan." Marcelo memanggil pelayan dan memesan pasta untuk makan siangnya. "Kekasihmu tidak makan siang denganmu?"


Ren menggeleng. "Dia masih ada urusan pekerjaan."


"Dia asli Korea?" tanya Marcelo.


"Yup."


"Kalian kenal dimana?"


"Jakarta, lima tahun lalu. Oppa Hyung-woon sudah menunggu ku lima tahun ini" jawab Ren apa adanya.

__ADS_1


"Apakah kalian akan menikah?"


Ren mengangguk dengan wajah memerah. "Bulan depan aku dikirim kembali ke Jakarta dan kemungkinan Oppa akan melamar ke orangtuaku sekalian."


Seorang pelayan datang membawakan pesanan Marcelo. "Tampaknya kans aku sudah tertutup ya" tawanya getir.


"Maaf Marcelo."


"I'm gonna miss you, Amore" ucap Marcelo.


"She's not your Amore!"


Ren terkejut melihat Hyung-woon berada di belakang Marcelo. "Oppa, aku tidak..."


"I know Ren. Don't worry" senyum Hyung-woon yang langsung duduk di sebelah Ren.


"Mr Jeong" sapa Marcelo.


"Mr Romano" balas Hyung-woon dingin. "Kamu pesan apa, sayang?" tanyanya ke Ren.


"Halibut with cream sauce."


Hyung-woon memanggil pelayan dan memesan menu yang sama dengan kekasihnya.


"Saya harap anda tidak mendekati kekasih saya lagi, Signori Romano." Mata Hyung-woon menatap dingin ke pria Italia itu.


"Don't worry Mr Jeong. Ini makan siang terakhir saya dengan Ren." Marcelo menatap balik.


"Perfetto."


Ya ampun, pria Korea ini dingin seperti es kutub Utara.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut besok, udah ngantuk Eike.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2