Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bonchap - Serius


__ADS_3

Marcelo pun berpamitan dengan Hyung-woon dan Ren setelah menyelesaikan makan siangnya. Hyung-woon menghela nafas lega karena pengganggu gadisnya sudah hilang. Pria Korea itu sampai memutuskan untuk meninggalkan pertemuan dan diwakili oleh Yun-oh hanya demi mendatangi Ren gara-gara pengawalnya melaporkan bahwa pria Italia itu mendatangi gadis itu.


"Oppa? Bukannya ada pertemuan siang ini?" tanya Ren bingung kenapa Hyung-woon malah datang ke cafe Milano.


"Aku beralasan kena flu perut dan harus ke rumah sakit jadi pertemuan sudah diwakilkan Yun-oh. Lagipula, aku tidak rela kamu makan berdua dengan orang tadi!"


Astagaaaaa! Demi Toutatis! Hanya gara-gara aku makan siang sendirian dan didatangi Marcelo, dia nggak terima?


"Oppa, itu kan pertemuan penting..."


"Kamu lebih penting! Kamu adalah cintaku, Ren. Aku malah rela kehilangan proyek jutaan dollar, asal kamu di sisiku."


Ren memukul bahu Hyung-woon. "Jangan egois! Pikirkan para pekerja mu!"


Hyung-woon mengusap bahunya. "Ya ampun Ren! Keras banget pukulanmu?"


"Memang! Baru tahu?" Ren pun berdiri dan mencium pipi Hyung-woon. "Aku kembali ke kantor dulu, dan kamu Oppa, kembali ke habitat mu."


"Aku antar" tawar Hyung-woon.


"Tidak usah! Karena tahu aku nggak bakalan dianterin ke kantorku!" Ren berlalu sambil melambaikan tangannya.


Hyung-woon tertawa kecil. Kok tahu sih?


***


Pukul empat sore Ren sudah berada di luar pintu gerbang dan Hyung-woon sudah menunggu disana. Sambil tersenyum Ren menghampiri pria berambut silver itu.


"Lama menunggu?"


Hyung-woon menggeleng. "Yuk pulang" ucapnya sambil mengulurkan tangannya dan digenggam Ren, keduanya pun masuk ke dalam mobil.


"Kita kemana ini?" tanya Ren yang tahu jalan yang mereka lalui bukan ke arah apartemennya.


"Ikut sajalah soalnya tokonya tutup jam lima sore." Hyung-woon menatap Ren serius.


"Toko apa?"


Hyung-woon hanya tersenyum. Mobil mereka sampai di sebuah toko perhiasan bernama I Gorman Jewelers. Ren pun melongo melihatnya dan Hyung-woon pun turun lalu mengajak gadis itu turun.


"Mr Jeong, perkenalkan saya Adam yang akan melayani anda" sapa seorang pria dengan suit hitam itu.


"Terimakasih Adam. Apa cincin yang saya tanyakan sudah bisa diperlihatkan? Maaf saya datang disaat toko hendak tutup."


"It's okay Sir." Adam kemudian memperlihatkan beberapa koleksi cincin bertahta berlian yang membuat Ren mendelik. "Apakah ini tunangan anda?"


"Yes. Aku suka cincin yang ini" Hyung-woon menunjuk sebuah cincin bermata berlian besar itu. "Kamu pakai ini bagus, Ren."



Ren melongo. "Kamu sudah bilang Daddy?"


"Sudah dong!" Hyung-woon mengambil cincin itu lalu berlutut dan menyematkan di jari manis Ren. "Will you marry me, Ratimaya Ren Takahashi?"


"Astaga. Kamu serius? Oh my!" Ren menatap Hyung-woon tidak percaya. "Of course I marry you!"

__ADS_1


Hyung-woon tersenyum dan Adam memberikan tepuk tangan pelan. "Congratulations both of you."


Ren memeluk Hyung-woon namun setelahnya pria itu mencium bibir Ren lembut dan mesra.


"Ren, aku bayar dulu ya" cengirnya yang membuat Ren terbahak.


"Setidaknya kamu lebih benar pas melamar aku dibanding Daddy" senyum Ren.


"Memang Oom Rayden gimana?" tanya Hyung-woon sambil mengeluarkan black cardnya dan diberikan kepada Adam.


"Mommy dilamar Daddy dulu, cincin baru besok dipasang" kekeh Ren.


"Oh astaga!"


***


Hyung-woon dan Ren memutuskan untuk makan malam diluar setelah Riku mengatakan dirinya akan menyusul ke restauran tempat mereka makan. Hyung-woon memilih makan di restauran hotel Washington tempat Hyung-woon menginap.


Keduanya memesan steak dan lime squash sembari menunggu Riku datang usai melakukan operasi lagi.


"Ren, pose deh. Aku foto dan kukirim ke Oom Rayden" senyum Hyung-woon.



"Daddy pasti teriak apalagi mommy dan Opa" kekeh Ren.


"Yang penting aku sudah nembung Oom Rayden kemarin" senyum Hyung-woon. "Bagaimana? Apa kamu sudah tahu ke depannya gimana?"


"Aku bulan depan pulang ke Jakarta" senyum Ren.


"Really?"


"Bagus. Jadi aku dan papa bisa langsung ketemu dengan Oom Rayden dan Tante Kara. Sesuai dengan aturan." Hyung-woon menatap Ren. "Kamu mau seserahan brand apa?"


"Terserah Oppa."


"Mau mas kawin apa?"


"Asal tidak memberatkan dan membuat Oppa bokek" kekeh Ren. "Yang penting ikhlas."


"Besok itu bukannya libur nasional?"


"Iya. Kenapa?" tanya Ren.


"Kencan yuk" senyum Hyung-woon.


"Yuk. Kemana?"


"Besok kamu juga tahu. Oh, pakai baju nyaman plus jaket ya."


Ren hanya mengangguk.


***


"Serius kamu sudah melamar Ren, Hyung-woon?" tanya Rayden yang langsung menelpon pria itu setelah mendapatkan foto Ren memakai cincin tunangan darinya.

__ADS_1


"Iya, Oom. Saya sudah melamar Ren dan bulan depan Ren kembali ke Jakarta jadi saya bisa membawa papa untuk datang menemui Oom Rayden dan Tante Kara."


"Baguslah, Hyung-woon. Tolong jaga Ren ya. Sayangi, cintai dan hormati dia. Apalagi kalian butuh waktu lima tahun untuk bisa seperti sekarang" ucap Rayden serius.


"Iya Oom. Saya akan selalu menyayangi, mencintai dan menghormati Ren karena Ren pun sama seperti saya." Hyung-woon mengatakan itu sambil menatap gadis cantik di hadapannya.


"Hati-hati kalian ya."


"Baik Oom." Hyung-woon menutup ponselnya setelah mengucapkan salam kepada Rayden.


Riku datang dengan wajah kusut menghampiri adik dan calon iparnya.


"Kamu kenapa?" tanya Ren bingung. Sebagai saudara kembar, dia bisa merasakan bahwa kembarannya sedang marah.


"Rasanya aku ingin menghajar profesor Yu! Lagi-lagi dia melakukan hal yang fatal tapi membuat aku yang jadi tersangka! Fu***!" umpat Riku emosi.


"Bukannya disana ada CCTV, dan harusnya bisa dilihat dari situ siapa yang salah" ucap Hyung-woon.


"Hilang! Kampret nggak tuh!" Riku tampak emosi lalu mengambil daging steak adiknya dan melihat sebuah cincin terpasang di jari manis Ren. "Hyung? Serius? Sudah tadi?" Hyung-woon mengangguk.


Riku langsung memeluk adiknya. "Congratulations both of you!"


"Terimakasih." Hyung-woon tersenyum. "Soal CCTV yang hilang. Mau aku bantu?"


Riku tersenyum licik sedangkan Ren hanya menghela nafas panjang.


***


Pagi ini Ren sudah bersiap dengan Coat dan celana jeans sobek-sobek. Tas Chanel terpasang di pinggangnya sedangkan rambutnya dia ikat cepol.



"Mau kemana Ren?" tanya Riku yang baru keluar dari kamar sambil membawa Ipad-nya.


"Mau diajak jalan-jalan sama Hyung-woon."


"Hati-hati ya" Riku memeluk adiknya. "Tapi si Trunk kemana?"


"Katanya aku disuruh ke bawah" jawab Ren. "Pergi dulu ya Rik. Selamat hibernasi. Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam."


Ren masuk ke dalam lift dan segera memencet lantai dasar. Ketika pintu lift terbuka, Ren berjalan keluar lobby dan melongo melihat Hyung-woon yang baru saja sampai dan melepaskan helmnya.



Kita bakalan naik motor?


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Maaf hari ini banyak kerjaan dunia nyata jadi nggak kayak kemarin


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2