Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bonchap - Menemani Mommy


__ADS_3

Kara sedang membereskan kamar tidurnya ketika ponselnya berbunyi. Tampak nama 'Rayden Darling ❤️' di layar dan segera ibu cantik itu mengangkatnya.


"Assalamualaikum mas. Ada apa?" tanya Kara.


"Wa'alaikum salam. Sayang, kayaknya berkas mas ada ketinggalan di meja kerja deh" ucap Rayden.


"Sebentar aku kesana" balas Kara sambil berjalan menuju ruang kerja Rayden. Tampak di lantai satu Abe dan Ren sedang asyik nonton tv. Hari ini Ren memang tidak ada kuliah jadi dia menghabiskan waktu liburnya bersama Opa dan mommynya.


Kara masuk ke dalam ruang kerja Rayden dan melihat ada map berwarna biru diatas. "Map biru kah, mas?"


"Iya. Ada disana ya?"


"Ada. Aku antar saja sekalian ke butik kebetulan Ren juga libur hari ini."


"Ya udah tolong diantar sebelum jam 12 ya sayang" pinta Rayden.


"Oke." Kara melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul sembilan pagi. "Aku beberes dulu baru ke kantor mas sama Ren ya."


"Aku tunggu, Kara Santanku."


***


"Ren, bisa temani mommy ke butik sama kantor Daddy?" tanya Kara setelah menyiapkan tas besar nya yang sudah berisi map biru milik Rayden.


"Kenapa mom?" tanya Ren. Abe pun menatap menantunya dengan tatapan bertanya.


"Map Daddy ada ketinggalan. Kita antar kesana sekalian cek butik, mumpung kamu libur. Papa mau ikut ke kantor mas Ray nggak?" tanya Kara.


"Nggak lah Kara. Papa di rumah saja" ucap Abe.


"Mommy nanti di drop saja Ren kalau sudah sampai butik, kamu pulang saja. Tar biar mommy pulang sama Daddy. Kamu mau hibernasi di rumah kan?" goda Kara yang tahu putrinya paling suka rebahan kalau ada waktu luang selain eksperimen di dapur.


"Yoi. Ya udah langsung siap-siap saja mom, biar aku bisa pulang cepat." Ren pun berjalan menuju kamarnya untuk berganti baju.


***


Kara dan Ren sudah sampai di perusahaan milik Rayden Takahashi. Mobil mini Cooper bewarna merah milik Ren pun sudah terparkir sempurna di tempat parkir khusus milik sang Opa. Sebelahnya adalah mobil milik sang Daddy.

__ADS_1


Para pegawai disana sudah hapal melihat nyonya boss dan putrinya jadi mereka mempersilahkan keduanya naik melalui lift khusus setelah diberikan pass sendiri.


Ren sendiri memilih memakai kaus model Sabrina bewarna hitam sedangkan rambut hitam tebalnya dia biarkan tergerai. Wajahnya sengaja diberikan make up berani agar tidak terlihat mengantuk.



"Tuh makeup tebal banget Ren" kekeh Kara melihat wajah putrinya.


"Ren lagi dapat nih mom, makanya pakai agak tebal buat nutupin jerawat ini" sahut Ren.


"Tapi tetap cantik kok!" senyum Kara sambil memeluk putrinya yang lebih tinggi darinya.


"Kan anak mommy" cengir Ren.


Pintu lift pun terbuka dan tampak Rafli tersenyum melihat istri dan putri bossnya.


"Selamat pagi nyonya Kara, nona Ren" sapa Rafli manis.


"Pagi Raf. Gimana Gina dan anak-anak?" sapa Kara ramah.


"Alhamdulillah Gina dan anak-anak sehat semua" jawab Rafli. Setelah drama dengan Rani Mukherjee kawe saat mereka bertugas di India, Rafli bertemu dengan jodohnya seorang teller bank. Kini Rafli memiliki dua anak yang berusia sepuluh dan tujuh tahun.


"Mas Rayden ada tamu nggak?" tanya Kara.


"Ada sih sama Jake juga. Ada perusahaan dari Korea ingin bekerja sama dengan boss. Bapak sama anak sih yang datang." Rafli melihat layar monitor melihat apakah si boss bisa diganggu atau tidak.


Rayden melihat ponselnya yang dikirimkan pesan oleh Rafli bahwa Kara dan Ren sudah datang. Melalui tangannya memberikan kode di layar CCTV untuk menyuruh Kara dan Ren masuk.


"Nyonya Kara, boleh masuk" ucap Rafli yang mengetuk pelan pintu ruang kerja Rayden.


"Selamat pagi, Maaf mengganggu" sapa Kara ramah melihat ada dua orang pria beda usia yang dia tahu tampak seperti orang Korea Selatan.


"Selamat pagi" sapa orang-orang yang berada di dalam ruangan itu ramah.


"Kara, perkenalkan ini tuan Jeong Sang-woon dan putranya Jeong Hyung-woon. Mr Jeong, ini istri saya Kara Takahashi dan itu putri saya, Ren Takahashi."


Kara menyambut uluran tangan kedua pria beda usia itu.

__ADS_1


"Ren, ayo salaman dulu" pinta Rayden.


Ren pun tersenyum lalu menyalami kedua orang itu.


"Ren Takahashi."


"Wah Mr Takahashi, anak gadis anda cantik sekali" puji Jeong Sang-woon sambil tersenyum ke arah Rayden. "Kuliah kah?"


"Iya, Ren kuliah di UI jurusan hubungan internasional" jawab Rayden bangga.


"Wah hebat!"


"Mas, ini berkasnya" bisik Kara sambil mengeluarkan map biru dari tas besarnya.


"Terima kasih sayang. Maklum Mr Jeong, sudah mulai lupa ini" kekeh Rayden.


"Don't we are?" sahut Jeong Sang-woon.


"Kami permisi dulu. Senang bertemu dengan anda" senyum Kara manis dan mengangguk sopan yang diikuti Ren dengan sikap yang sama dengan sang mommy.


"Silahkan Mrs Takahashi, nona Ren."


Jeong Hyung-woon hanya melirik ke arah gadis yang berjalan dengan ibunya keluar ruangan ayahnya.



Cantik!


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2