
Hyung-woon mengantarkan Ren pulang ke perusahaan milik Rayden Takahashi. Dilihatnya gadis itu masih membuka email dari Rafli yang mengatakan ada meeting jam tiga sore. Ren melihat jam di hpnya yang menunjukkan pukul dua siang.
Cukup lah buat persiapan meeting.
"Kamu ada acara?" tanya Hyung-woon sambil mengemudi.
"Ada meeting mingguan rutin. Oom Rafli lupa bilang tapi aku nggak masalah bisa ta handle kok." Ren lalu menelpon Daddy-nya.
"Dad, jangan lupa ada meeting mingguan rutin nanti jam tiga sore" lapor Ren ke Rayden.
"Bahan meeting sudah dikirim Rafli?" tanya Rayden.
"Sampun Dad. Oom Jake juga ada kan?"
"Si bujang lapuk itu? Adalah!" kekeh Rayden.
"Soalnya kata Oom Rafli, ada bahan yang dipegang Oom Jake."
"Kamu hubungi Jake sekarang saja Ren. Sekarang kamu dimana?"
"Ini dah mau dekat kantor, tadi makan di tempat Hide."
"Ya sudah, jangan lama-lama."
Ren menutup panggilannya dan menoleh ke arah Hyung-woon. "Kamu serius mau jemput aku besok Sabtu?"
"Serius lah!"
Ren mengangguk dan mobil Rubicon hitam itu parkir di halaman kantor Takahashi LLC. Ren pun turun dan melihat Jake yang baru saja datang entah dari mana.
"Oom Jake!" panggil Ren. Hyung-woon melihat seorang pria berusia sekitar empat puluhan tapi masih tampak menarik dan tampan.
"Hai gadisku" balas pria yang dipanggil 'Oom Jake' oleh Ren.
Gadis itu langsung memeluk pria matang itu tanpa beban seolah sudah biasa.
"Mr Jeong" sapa Jake ke arah Hyung-woon.
"Pak Jake Ishihara" sapa pria Korea itu ramah tapi tidak dipungkiri ada tatapan tidak suka melihat Ren memeluk Oom Jake nya.
"Mampir lagi nggak Oppa?" tawar Ren yang masih memeluk Jake.
"Nanti malam saja aku ke rumah. Selamat siang Ren, pak Jake." Hyung-woon pun mengangguk.
"Terimakasih traktirannya" ucap Ren sambil tersenyum.
"Sama-sama."
***
"Kayaknya Oom dicemburui deh sama Jeong junior" kekeh Jake sambil memeluk Ren menuju lift.
"Lho memang kenapa cemburu? Aku kan biasa begini sama Oom."
"Tapi kamu malah jadi sugar baby kalau sama Oom."
__ADS_1
Ren terbahak. "Berarti Ren boleh minta apa saja dong ya."
"Ya ampun Ren, memang gaji Oom seberapa sih? Mana Daddymu hobinya main potang potong gaji ancamannya ke Oom. Kasihan sekali nasib Oom mu yang masih jones." Jake menatap dramatis ke Ren.
"Makanya cari istri Oom jadi Daddy kan berpikir ulang buat potong gajinya Oom. Lihat tuh Oom Rafli, aman sejahtera sejak menikah dengan tante Gina. Gadha potong gaji" kekeh Ren.
"Cariin dong Ren" rayu Jake sambil keluar dari lift.
"Jiaaaahhh temen Ren seumuran Ren semua. Tar beneran sugar baby kan berabe!" gelak Ren.
"Kalian tuh kalau ketemu sukanya sok imut!" hardik Rayden yang melihat asistennya dan putrinya sangat akrab masuk ke dalam ruangannya.
"Diiihhh Daddy Meri" cebik Ren.
"Meri lah! Kamu lebih sayang Oom Jake mu daripada Daddymu yang paling ganteng paripurna ini" sungut Rayden drama.
Ren lalu memeluk Rayden. "Uluh uluh, Daddy-nya Ren yang ganteng tapi melokal. Sini, sini kesayangannya Ren."
Rayden memeluk putrinya. "Daddy sayang kamu Ren."
"Ren juga."
"Oom Jake juga ikutan dong berpelukan" Jake lalu merentangkan tangannya hendak memeluk boss dan putrinya.
"Berani mendekat, potong gaji 50%!" pelotot Rayden.
"Diiihhh, Durjananya dirimu Boss!"
***
"Tuan Jeong, Ayah anda menunggu panggilan zoom." Sekretaris ayahnya, Yura, membuyarkan lamunannya.
"Terimakasih Yura."
Ren nanti dulu yang penting urusan pekerjaan dulu.
***
Pertemuan rutin mingguan dengan semua kepala cabang berlangsung lancar dan beberapa melirik ke arah putri Rayden yang sekarang menggantikan Rafli. Setidaknya ada pemandangan yang segar di ruang meeting.
"Kalau kalian masih lirak lirik ke putri saya, jangan kaget kalau besok kalian saya kirim ke Jaipur!" ancam Rayden yang membuat Ren dan Jake tersenyum simpul.
Langsung para pria yang mencoba melirik ke arah Ren pada kicep. Dikirim ke India? Ogaaahhh! Tapi putri pak Rayden memang menarik sih.
***
Riku sudah sampai di rumah dan langsung mandi sembari menyetel lagu Johnny Iskandar Pengemis Cinta keras-keras di kamarnya. Beruntung kamarnya kedap suara meskipun masih terdengar sayup-sayup.
Abe yang sedang duduk di ruang makan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sejak empat tahun lalu, Abe memang memutuskan pensiun dan memilih tinggal di Jakarta daripada di Tokyo karena lebih dekat dengan almarhum Ajeng istrinya dan Boy cucunya yang sudah meninggal sebelum duo R lahir.
Kara sendiri senang Abe tinggal bersama mereka karena dia seperti memiliki ayah lagi dan ada teman berbincang jika Rayden dan anak-anak kerja serta kuliah.
"Kara, si Riku benar-benar fotokopi Rayden deh!" sungut Abe.
"Mau gimana Pa, kan memang anaknya mas Ray" senyum Kara sambil menyajikan teh panas dan singkong goreng bertabur keju untuk camilan sore ini.
"Tapi keterlaluan deh fotokopi nya meskipun masih ganteng papa kalau wajah" ucap Abe pede.
__ADS_1
"Iisshhhh! Ternyata sifat narsis mas Ray dan Riku itu dari papa jebule" kekeh Kara.
"Tapi parah anak sinting itu daripada papa" eyel Abe.
"Ih papa tuh" senyum Kara.
***
Rayden dan Ren sampai di rumah sekitar pukul 18.30 dan tampak Jake pun ikut serta ke rumah Rayden. Kara pun langsung menyambut suami dan putrinya yang segera menuju kamar masing-masing untuk membersihkan tubuh mereka.
"Lho Jake? Apa kabar? Gimana Surabaya?" tanya Abe.
"Surabaya aman tuan" senyum Jake sambil menyalami boss besarnya.
"Oom Jake!" sapa Riku yang turun dari tangga.
"Apa kabar tuan Riku." Riku memeluk Oom kesayangannya.
"Jangan lupa besok Minggu sunmori pakai Triumph ya!" ucap Riku.
"Beres tuan." Riku dan Jake penggemar motor merk itu yang harganya selangit. Rayden memang membelikan untuk putranya karena mampu masuk kedokteran UI dengan spmb.
Keduanya masih mengobrol tentang motor ketika penjaga rumah masuk mengatakan ada tamu mencari Rayden.
"Siapa pak Yahya?" tanya Riku.
"Namanya tuan Jeong Hyung-woon, mas Riku."
Riku menatap Jake yang hanya tersenyum simpul. "Anak rekan bisnis Daddymu tapi tampaknya dia ngincar Ren."
"Suruh dia masuk pak Yahya."
"Baik mas."
Tak lama mobil Rubicon hitam itu terparkir di depan garasi rumah keluarga Takahashi. Saat dulu Hyung-woon mengantarkan Ren, hanya di depan pagar rumahnya.
"Selamat malam" sapa Hyung-woon yang malam itu memakai jaket kotak-kotak dan kacamata.
"Malam. Mau cari siapa?" tanya Riku.
"Mr Takahashi ada?" tanya Hyung-woon yang tahu pria di depannya adalah Riku Takahashi.
"Mr Takahashi yang mana? Sudah tua, setengah tua atau masih muda?" tanya Riku dengan muka datar.
Astagaaaaa!
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1