Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bonchap - Makan Di Apartemen


__ADS_3

"Ren? Sayang?" panggil Hyung-woon sambil berjalan menuju pintu apartemen dan melihat seorang pria tampan di depan gadisnya. Marcelo Romano.



"Ren? Itu siapa?" tunjuk Marcelo yang tahu sebenarnya Ren masih jomblo karena sempat bertanya dengan pegawai KBRI.


"Ini..."


"Saya kekasih Ren, Jeong Hyung-woon." Pria berambut abu-abu itu mengulurkan tangannya ke arah Marcelo yang membuat mata biru pria Italia itu mendelik. Hyung-woon lalu memeluk pinggang Ren menunjukkan kepemilikannya.


"Kekasih? Bukannya kamu jomblo?" tanya Marcelo tidak terima.


"Kamu tahu dari mana aku jomblo?" balas Ren.


"Pegawai di KBRI yang bercerita."


"Urusan pribadi aku adalah milik aku. Mau aku jomblo atau Doble itu bukan konsumsi publik dan ini memang kekasih aku yang baru datang dari Seoul" ucap Ren tenang meskipun dalam hati kesal dengan embernya rekan kerjanya.


Marcelo hanya tersenyum kecut. "Padahal aku mau mengajakmu piknik ke Lincoln Park" ucap pria itu.


"Maaf Marcelo, aku tidak bisa" balas Ren sambil memeluk pinggang Hyung-woon.


Marcelo tersenyum. "Seharusnya aku telpon dulu tadi." Pria bermata biru itu menghela nafas panjang. "Kalau begitu, aku permisi dulu Ren, Jeong Hyung-woon."


"Silahkan. Sekali lagi, aku minta maaf, Marcelo" senyum Ren yang dijawab anggukan pria itu.


Ren menutup pintu apartemennya dan Hyung-woon segera mendorong tubuh Ren hingga menempel tembok. Keduanya saling menatap dengan jarak hanya beberapa senti dan Hyung-woon hendak mencium bibir Ren.


"Ya Allah Gusti! Bangun tidur lihat adegan porno!" teriak Riku yang tampak kusut dengan keadaan Shirtless dan celana pendek baru keluar kamar.



Hyung-woon dan Ren hanya bisa menunduk dengan wajah memerah.


***


"Jadi tadi si Marcelo datang kesini? Patah hati dong lihat kamu berdua dengan Hyung" kekeh Riku yang sudah mandi dan menikmati masakan Ren dan Hyung-woon.

__ADS_1



"Ya maaf kalau dia kalah cepat. Kan aku sudah lima tahun menunggu Ren" sahut Hyung-woon.


"Jadi, kalian resmi pacaran nih? Maaf yeee gue mengganggu tadi adegan ciumannya" cengir Riku tanpa dosa.


"Iya nggak papa asal jangan sering-sering" dengus Hyung-woon yang membuat Riku terbahak.


"Eh ini enak lho makanannya. Hebat ih Hyung bisa masak kayak gini. Sering-sering saja kesini biar tiap hari aku makan seperti ini" ucap Riku.


"Itu kan maunya kamu, Rik" timpal Ren.


Hyung-woon tersenyum melihat perdebatan keduanya. "Jadi nanti malam acaranya apa kalian berdua?"


"Kenapa? Hyung mau kencan? Pergi sana, aku mau hibernasi" jawab Riku santai.


"Kita berkencan yuk Ren" ajak Hyung-woon.


"Kenapa tidak" senyum Ren.


"Beeuuu gitu kemarin nggak mau pacaran sama menikah" ledek Riku.


"Tapi dulu nolak semua yang deketin?" goda Riku.


"Soalnya dulu kan aku fokus dengan sekolah dan karier aku" jawab Ren sambil memajukan bibirnya.


Cup!


Hyung-woon mengecup bibir Ren sekilas dan membuat gadis itu terkejut.


"Astaga demi semua penghuni lautan Deni Manusia Ikan! Mbok kalau mau sok mesra jangan di depan jomblo dong!" teriak Riku jengah. "Dah sana! Pergi kencan!"


Hyung-woon tertawa sedangkan Ren hanya tertunduk malu dengan wajah memerah.


***


Ren dan Hyung-woon berjalan-jalan di City Center Mall karena Ren hendak membeli beberapa baju. Hyung-woon pun dengan santai berjalan sambil menggandeng tangan Ren melihat-lihat pemandangan mall.

__ADS_1


"Kamu mau tas atau sepatu?" tawar Hyung-woon.


"Aku hanya mencari baju musim dingin saja karena banyak yang sudah aku sumbangkan ke beberapa gelandangan sebelum pindah ke DC." Ren berjalan ke sebuah toko baju dan mulai memilih.


"Kenapa nggak cari yang buatan desainer? Branded gitu?" tanya Hyung-woon yang melihat gadis itu malah memilih yang diskonan.


"Karena aku nantinya akan memberikan pada orang yang membutuhkan. Buatan desainer membuat mereka tidak nyaman. Aku jarang membawa baju ke rumah Jakarta kecuali yang aku suka karena lemariku di rumah Jakarta seperti pameran baju. Dulu waktu masih remaja, biasa kena pengaruh peer. Beli merk ini, merk itu tapi setelah bekerja malah nggak terlalu terpancang merk kecuali tas."


Hyung-woon menatap Ren dengan tatapan aneh.


"Daddymu CEO Takahashi LLC lho, Ren" ucap Hyung-woon.


"So? Yang CEO kan Daddy, bukan aku. Yang tahu kebutuhan kan aku, Oppa" senyum Ren.


"Baiklah. Terserah dirimu Ren" ucap Hyung-woon sambil memeluk gadisnya.


Hyung-woon mengakui meskipun baju yang dibeli diskonan tapi kwalitas dan desainnya tidak tampak seperti barang diskon. Pria itu bersikeras membayarkan semua belanjaan Ren yang menurutnya sangat-sangat murah dibandingkan dirinya. Total belanjaan Ren yang mendapatkan hampir 12 potong baju sama dengan dia mendapatkan dua suit milik desainer.


Hyung-woon memang tahu gadisnya bukan tipe cewek matre bahkan cenderung santai apa adanya.


"Kamu masih main piano, Ren?" tanya Hyung-woon.


"Sudah jarang, apalagi pekerjaan ku benar-benar menguras energiku tapi aku biasa latihan di sebuah toko musik dekat apartemen supaya tetap terlatih."


"Aku rindu melihat kamu bermain piano" bisik Hyung-woon.


Ren hanya tersenyum manis.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Kalau nggak ngantuk, Up nanti malam setelah nonton The Batman nya Robert Pattinson.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2