Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bonchap - Difitnah Yun-oh


__ADS_3

Rayden, Kara dan Abe Takahashi tiba di Washington DC dan segera menuju Hotel Washington yang sama dengan tempat menginap Hyung-woon. Ketiga orang didampingi oleh beberapa asisten dan pengawal itu pun masuk ke area lobby hotel dimana Yun-oh sudah menunggu mereka disana.


"Selamat datang Mr Takahashi, Mrs Takahashi" sapa Yun-oh sopan.


"Siang Yun-oh. Sudah dipersiapkan semuanya besok?" tanya Abe Takahashi.


"Sudah tuan besar. Mari saya antar ke kamar anda semua. Kebetulan masih satu lantai dengan Mr Jeong." Yun-oh pun berjalan menuju lift setelah menyerahkan kunci kamar masing-masing.


"Bossmu kemana Yun-oh?" tanya Rayden.


"Katanya kencan dengan nona Ren. Mau buat cucu dan cicit" jawab Yun-oh tanpa beban.


Rayden, Kara dan Abe melotot.


"AAAPPAAAA??!!"


***


"Uhuk...uhuk...uhuk!" Hyung-woon tersedak minumannya ketika merasa ada yang salah masuk ke dalam tenggorokannya. Perasaan tadi aku sudah baca doa sebelum makan, kok bisa keselak ya?


Siang ini Hyung-woon memang berada di ruang kepala rumah sakit untuk memeriksa kandidat pengganti kepala rumah sakit yang lama dan sekarang dia sedang makan siang dengan menu dosirak yang dipesannya dari sebuah restauran Korea.



Setelah dirasa enakan, Hyung-woon pun kembali memeriksa semua berkas sambil tetap melanjutkan makan siangnya. Ren sendiri juga sekalian dia pesankan agar tidak perlu keluar kantornya.


Ketika sedang memeriksa, ponselnya berbunyi dan menunjukkan nama 'Rayden Takahashi'. Wajah Hyung-woon pun tersenyum karena calon papa mertuanya pasti sudah sampai di hotel dan sudah diurus oleh Yun-oh.


"Assalamualaikum Oom Ray..."


"Wa'alaikum salam! Kamu dimana?" bentak Rayden.


"Saya di rumah sakit Oom, sedang menyeleksi kandidat kepala rumah sakit. Kenapa Oom?"

__ADS_1


"Kamu sama siapa disana?" suara Rayden masih mode galak.


"Saya sama asisten saya tapi sekarang dia sedang makan siang di kantin rumah sakit sekalian memeriksa rasa disana... "


"Dimana Ren?"


"Ren? Ya di KBRI lah Oom, kan dia masuk kantor hari ini. Memang ada apa Oom?" Hyung-woon bingung dengan sikap Rayden yang seperti tidak bersahabat. Ada apa ini?


"Ehem, jadi kamu tidak bersama Ren? Tidak sedang membuat cucu?"


Hyung-woon semakin bingung. Cucu? Cucu apa? Baru kena bibir saja Riku sudah ganggu.


"Cucu apa Oom? Saya mana berani menyentuh Ren sejauh itu karena kita belum halal. Apa Oom Rayden sudah mempersiapkan penghulu? Kalau belum, saya siapkan agar kita menikah disini sedangkan resepsi tetap dilaksanakan di Jakarta. Tapi...dari mana Oom Rayden mengira saya dan Ren sedang membuat cucu?"


"Yun-oh yang bilang" jawab Rayden dengan sedikit berdehem.


Hyung-woon melongo. Dasar Asisten Durjana! Awas! Aku potong gajinya bulan depan!


***


Hari ini seperti biasa Ren menekuni pekerjaannya sembari membuat surat pengunduran diri dari departemen luar negeri serta mundur dari PNS karena menikah dengan Hyung-woon akan membuatnya harus fokus kepada suami dan anak-anaknya kelak. Gadis itu tersenyum melihat cincin di jari manisnya lalu mengusapnya dengan jempolnya.


Kok tiba-tiba kangen pria itu. Ren rasanya tidak sabar menunggu jam pulang kantor tiba.


***


Jam pulang kantor pun tiba, Ren mengambil mantelnya dan bergegas untuk keluar setelah membereskan meja kerjanya serta berpamitan dengan rekan-rekannya.


"Ren mau kemana? Hangout yuk!" ajak salah satu rekannya.


"Maaf nggak bisa, kedua orangtuaku sedang datang ke Washington" tolak Ren halus.


"Wah, sayang banget ya. Salam buat ortumu."

__ADS_1


"Wa'alaikum salam." Ren pun berjalan keluar gedung KBRI dan melihat sesosok pria yang dikenalnya duduk di seberang jalan yang terdapat tempat duduk umum disana sedang asyik melihat iPad.


Sambil melihat kiri kanan, Ren pun menyeberang dan menghampiri pria itu sambil tersenyum.


"Annyeong Oppa" sapa Ren.


Pria itu mendongak dari Ipad-nya. "Annyeong, Ren."



"Kita ketemu mommy, Daddy dan Opa sekarang?"


"Ya dan akan menghajar Yun-oh!"


"Lho kenapa?" Ren menggamit lengan Hyung-woon dan keduanya berjalan menuju Range Rover pria itu.


"Karena dia sudah memfitnah aku sedang membuat cucu bersamamu ke Oom Rayden!" ucap Hyung-woon geram.


Ren menganga. "Bukannya semalam hampir ya?" bisiknya sambil cekikikan.


Hyung-woon menoleh ke gadisnya yang tersenyum. "Kita menikah disini saja ya?"


Ren menatap Hyung-woon. "Bilang sama Daddy dulu."


"Of course!" Hyung-woon memeluk Ren dan mencium pelipisnya.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa Nanti Lanjut Lagi


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2