Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bonchap - Ambyar Tenan!


__ADS_3

Ren memutuskan untuk jalan-jalan ke toko buku mencari novel atau komik yang membuat dirinya refreshing dari kepenatan ujian semester ganjil. Menyesal juga sih tadi dirinya lebih memilih nebeng dengan Riku dan sekarang dirinya terpaksa menggunakan jasa ojek online.


Ajakan teman-temannya untuk nongkrong di cafe, ditolaknya karena dia ingin menikmati suasana toko buku. Bagi Ren, bau buku itu membuatnya nyaman. Setelah memesan ojek online, Ren pun menunggu di depan gedung kampusnya.


Tak lama mobil yang dia pesan online pun datang dan membawanya menuju toko buku yang ada di mall tempat biasa dia kesana.


Sesampainya di toko buku itu, Ren langsung menuju bagian fiksi dan matanya berbinar melihat banyaknya novel baru yang belum dia punya. Gadis itu lalu mulai memilah-milah mana yang kiranya ingin dia beli.


Ketika asyik memilih, seseorang memanggil namanya.


"Nona Ren Takahashi?"


Ren pun menoleh ke arah suara dan mengerenyitkan dahinya. Dimana aku pernah melihat cowok ini ya?


"Siapa ya?" tanya Ren bingung.


"Hyung-woon, Jeong Hyung-woon. Kita pernah bertemu di kantor ayah anda" ucap pria itu.


Ren pun mengingat-ingat.


"Nona Ren pakai kaus hitam model Sabrina?"


Ren mendelik. "Yang datang bersama ayahmu?"


"Betul." Hyung-woon tersenyum.


"Tampak beda karena kamu tidak pakai suit" senyum Ren.


Tak disangka Hyung-woon tertawa memamerkan deretan gigi putihnya yang membuat Ren terkesima. Gadis itu memang suka dengan pria dengan gigi rapih dan putih karena opa, Daddy, Mommy dan Riku terawat semua giginya.



Bisa naksir nih cowok gara-gara giginya bagus. Konyol kali kau Ren.


"Beli novel apa nona Ren?"


Ren tergagap. " Panggil Ren saja nggak usah pake nona di depan" ujar gadis itu.


"Oh. Oke" sahut Hyung-woon. "Panggil aku nama saja, nggak usah oppa."


Ren mendelik. "What? Why?"


"Gwaenchana."


Ren tampak berpikir. "Kok malah ingat lagunya Taeil yang because of you ya. Apadao Gwaenchana..."


Hyung-woon tertawa melihat ekspresi Ren. "Kamu suka KPop?"


"Iya, aku suka lagu K-Pop, J-Pop, J-Rock, Indonesia dan western." Ren dan Hyung-woon berjalan bersama menuju kasir.


"Eh, kamu sudah ambil novelnya?" tanya pria itu.


"Sudah, ini malah ambil lima buku. Kamu nggak ngantor?" Ren bingung kenapa hari nggak balik kantor nih cowok.


"Habis jumatan, malas balik jadi jalan-jalan saja."


"Pakai baju begitu?"


Hyung-woon hanya tertawa. "Kenapa? Sweaternya jelek?"

__ADS_1


"Bukan begitu tapi kan biasanya pakai jas atau suit apalah itu" sahut Ren.


"Malas pakai itu kalau jalan-jalan jadinya aku pakai ini sajalah" senyum Hyung-woon. "Kamu kenapa?" Wajah pria itu bingung melihat Ren menatapnya sedemikian rupa.


"Aku suka cowok dengan gigi rapih dan putih kayak dirimu" jawab Ren jujur.


"Kamu suka aku?"


"Bukaan! Aku suka lihat cowok yang tahu merawat giginya seperti kamu bukan berarti aku suka kamu" kekeh Ren.


"Lho padahal gigi aku dan aku kan sepaket, Ren."


"Haaaiissshhhh! Salah ngomong aku. Suka lihat Hyung-woon bukan suka orangnya" eyel Ren.


Hyung-woon tersenyum. "Sini, aku bayarin."


"Eh nggak usah! Aku ada duit kok!" Ren bergegas mengeluarkan kartu debitnya.


"Aku kira putri pewaris Takahashi LLC memakai black card untuk belanja" ujar Hyung-woon.


"Daddy gak mau kasih karena dilarang mommy. Aku sih lebih suka pakai debit atau cash, jauh bisa mengerem belanjaan aku." Ren memencet pin kartunya. "Lagian aku bukan tipe cewek gila belanja barang branded."


Hyung-woon menganggukkan kepalanya. "Habis ini mau kemana lagi, Ren?"


"Nggak tahu mau kemana" jawab Ren jujur.


"Jalan-jalan yuk!" Hyung-woon menarik tangan Ren dan digenggamnya.


"Eh? Kok tanganku dipegang?" tanya Ren.


"Biar kamu nggak hilang" sahut Hyung-woon asal.



***


Keduanya sampai di sebuah cafe dan Hyung-woon mengajak gadis itu makan siang bersama. Ren sendiri yang memang mulai lapar, tanpa ragu memesan makanan.


"Kamu kesini naik apa? Mobilmu?" tanya Hyung-woon sambil memotong steak nya.


"Ojek online. Aku tadi sih nebeng kakakku Riku cuma dia ada kuliah sampai sore dan aku sudah selesai jadinya aku pulang dulu lah" jawab Ren.


"Nanti pulang, kamu aku antar saja" sahut Hyung-woon.


"Eh nggak usah! Aku pulang naik ojek online gak papa kok! Santai saja" tolak Ren.


"Oh come on Ren, sekalian saja lah. Itung-itung kamu nggak perlu keluar uang buat ojek online" ucap Hyung-woon dengan agak memaksa.


Ren menatap wajah Hyung-woon yang tampak serius.


"Iya deh." Lumayan irit ojek!


"Bagus!" senyum Hyung-woon.


***


Ren sampai di depan sebuah mobil Rubicon hitam dan Hyung-woon pun membukakan pintu untuknya dan menghela gadis itu masuk kemudian disusul olehnya.


"Seatbeltnya jangan lupa Ren."

__ADS_1


Ren pun mengangguk.


"Dengerin lagu ya. Biar nggak sepi" Hyung-woon lalu menyetel ponselnya dan ...


Koyo ngene rasane wong nandang kangen


Rino wengi atiku rasane peteng


Tansah kelingan kepingin nyawang


Sedelo wae uwis emoh tenan


Cidro janji tegane kowe ngapusi


Nganti seprene suwene aku ngenteni


Nangis batinku nggrantes uripku


Teles kebes netes eluh neng dadaku


Dudu klambi anyar


Sing neng njero lemariku


Nanging bojo anyar


Sing mbok pamerke neng aku


Dudu wangi mawar


Sing tak sawang neng mripatku


Nanging kowe lali


Nglarani wong koyo aku


Nengopo seneng aku


Yen mung gawe laraku


Pamer bojo anyar


Neng ngarepku


Ren melotot. "Kamu suka lagu begini?" serunya.


"Lho memang kenapa? Enak lho lagunya" balas Hyung-woon.


Ya Allah, ini mah lebih parah dari Daddy dan Riku! Gusti Allah Nyuwun Ngapurooo !


Ren rasanya ingin menangis kesal.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2