Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Duo R


__ADS_3

Abe Takahashi langsung heboh ketika mendengar bahwa dia akan mendapatkan cucu sepasang. Rayden yang melakukan panggilan video pun langsung jengah mendengar ucapan papanya.


"Warna kamarnya nanti harus mix pink dan blue. Jangan lupa beli bajunya juga harus dua warna itu dan jangan diajak dengerin dangdut atau campursari!"


"Pa, sampai Kara melahirkan, aku tidak bisa mendengarkan dangdut atau campursari karena kedua anakku sama julidnya sama ibunya. Daddy-nya dilarang melokal!" sungut Rayden.


"Kan kamu bisa mendengarkan di ruangan mu" ledek Abe.


"Ya memang tapi aku tidak bisa melakukan kebiasaan lamaku" gumam Rayden.


"Emang apa enaknya sih Ray, joget gitu sebelum mandi? Kamu tuh kayak ikut sekte kudu goyang sebelum mandi. Sekte mana yang kamu ikuti, hah?" omel Abe.


"Ya Allah pa, itu bukan ikut sekte tapi memang hobi aku. Dangdut is the music of my country lah!"


"Pa, mbak Rayna gimana? Kei gimana?" tanya Kara memisahkan ayah dan anak dari gelut soal dangdut.


"Ih kamu tahu Kara, Kei benar-benar menggemaskan. Sekecil itu sudah bikin ribet semua orang dewasa. Kayaknya besok dua cucuku itu juga bakalan sama deh apalagi bibitnya dari putraku yang melokal ini."


"Aku yakin pak, anak-anakku pasti bisa boboknya besok kalau dengerin Didi kempot!"


Abe mendelik horor. "Jangan kau racuni papa dengan lagu patah hati seperti itu! Aura negatif tahu nggak!"


Kara tertawa terbahak-bahak.


Abe dan Rayden hanya menatap bumil cantik itu.


Setidaknya kamu sudah bisa tertawa lepas.


***


Kara masih datang ke butiknya hingga usia kehamilannya menginjak delapan bulan. Dia sudah mulai merasakan lelah jika terlalu lama duduk atau berdiri.


Rayden dan Rasyad akhirnya meminta bumil itu untuk lebih banyak tinggal di rumah karena Kara sudah tampak engap dengan perut yang sudah membesar.


Kara pun menurut perintah suami dan dokternya apalagi Abe Takahashi memilih cuti panjang sampai menantunya melahirkan. Kara merasa senang mengetahui papa mertuanya datang dan langsung memasakkan makanan kesukaan Abe. Meskipun kandungannya sekarang sudah menginjak sembilan bulan, Kara masih tetap heboh bergerak di rumah.


"Kamu tuh udah tahu perut besar begitu kok ya masih pecicilan sana sini tho, Kara" omel Abe yang melihat menantunya sibuk bolak balik dapur dan ruang makan.


"Aku kan harus banyak bergerak Pa" jawab Kara.


"Tapi rencananya mau Caesar lagi kan?" tanya Abe menyampingkan korannya.


"Aku sih pengennya sih normal Pa. Kata dok Rasyad bisa kok soalnya panggul aku lebar" sahut Kara.


"Kok papa lebih aman kamu Caesar meskipun efeknya lebih sakit katanya."


"Mbak Rayna normal atau Caesar?"


"Rayna normal sih karena pas ketubannya pecah dia sudah bukaan lima terus habis itu lancar sih. Kayaknya anaknya sama nggak sabaran persis Rayna" kekeh Abe.


Kara tersenyum. "Pa, papa benar nih cuti panjang?"

__ADS_1


"Papa kan pemilik perusahaan dan sekarang menunggu cucu penerus Takahashi lahir jadi suka-suka papa lah! Lagian papa juga nyaris gak pernah ambil cuti lama-lama." Abe menyeringai licik.


"Ish papa tuh" kekeh Kara.


"Non Kara, susunya diminum dulu" ucap Bik Ijah sambil membawakan susu ibu hamil yang rasa coklat.


"Terimakasih bik." Kara langsung meminumnya hingga habis.


"HPL mu kapan Kara?" tanya Abe sambil mencomot sandwich buatan menantunya.


"Harusnya sih minggu-minggu ini sih pa." Kara berdiri hendak membawakan gelas kosong ke dapur ketika merasakan sesuatu yang basah mengalir diantara kakinya.


"Ya Allah non Kara! Air ketubannya sudah pecah!" seru bik Ijah sedangkan Kara hanya bisa termangu.


Abe segera menelpon Rayden. "Kamu ke rumah sakit Rasyad sekarang! Air ketubannya Kara sudah pecah!"


***


Rayden bergegas masuk ke ruang bersalin dimana istrinya sudah tiduran mengobrol dengan Rasyad.


"Bukaan berapa bro?" tanya Rayden.


"Baru tujuh bro. Sebentar lagi" senyum Rasyad.


"Sayangku? Kara Santanku? Yakin normal?" tanya Rayden.


"Hu um. Dok Rasyad bilang panggul ku bisa kok" senyum Kara. Tidak ada rasa sakit disana hanya wajah yang bahagia menunggu detik-detik melahirkan.


"Aku kuat kok mas Ray. Kamu sudah siapkan nama belum? Nggak lucu kalau..." Kara mengernyitkan dahinya. Kontraksinya datang lagi.


"Kara... Sakit ya?"


"Bukaannya sudah sempurna. Yuk Kara, kita keluarkan duo hasil ndulnya si Ray ke dunia" cengir Rasyad.


"Heeeeiiii!" protes Rayden.


***


Abe Takahashi berjalan mondar-mandir menanti kelahiran dua cucu kembarnya. Ditemani Jake dan Rafli serta bik Ijah, pria paruh baya itu tampak cemas melihat ruang bersalin.


"Tuan, kalau tuan mondar-mandir begitu, lama-lama lantai rumah sakit bakalan bolong kena jejak tuan" kekeh Rafli.


"Kamu pilih potong gaji atau nikah sama Rani Mukherjee kawe?" pelotot Abe judes.


"Potong gaji saja boss!" jawab Rafli tegas. Jake terbahak.


"Beneran potong gaji?" Abe memincingkan matanya.


"Iya tuan daripada punya ipar banyak. Pusing saya" ucap Rafli melas.


Bik Ijah makin keras tertawanya.

__ADS_1


Suara tangisan bayi terdengar dari kamar bersalin yang membuat keempat orang disana bersyukur mendengarnya.


"Satu bayi sudah lahir, masih ada satu lagi" gumam Abe.


Sepuluh menit kemudian terdengar suara tangis bayi lagi. Abe, Jake, Rafli dan Bik Ijah tak henti-hentinya bersyukur. Mereka sekarang menunggu Rayden keluar dari ruang bersalin.


Setengah jam kemudian Rayden keluar dari ruang bersalin dengan wajah bahagia.


"Bagaimana? Kara dan si kembar gimana Ray?" tanya Abe tidak sabar.


"Alhamdulillah sehat semua. Kara dan twins sehat dan selamat semua. Kara hebat, melahirkan normal" senyum Rayden terus berkembang.


"Namanya siapa tuan?" tanya bik Ijah.


"Yang sulung cowok, namanya Rasendriya Riku Takahashi, yang cewek namanya Ratimaya Ren Takahashi. Riku dan Ren panggilannya."


"Bahasa sansekerta digabung Jepang? Rasendriya itu artinya indera yang tajam sedangkan Riku berarti tampan. Ratimaya artinya bayangan keindahan sedangkan Ren bunga Lily." Abe mencari di ponsel dan menatap Rayden. "Tumben mengambil nama pakai bahasa sansekerta."


"Kara sendiri ada nama sansekerta nya. Gantari itu kan bahasa sansekerta, Pa. Jadi aku gabungkan saja lah. Rasendriya Riku, si tampan yang memiliki indera tajam. Ratimaya Ren, si bayangan bunga Lily yang indah." Rayden tersenyum kepada semua orang.


Kara tampak didorong keluar oleh suster didampingi oleh Rasyad.


Abe tampak mengelus kepala Kara yang tersenyum meskipun tampak kelelahan. "Selamat ya Kara."


"Terimakasih papa." Rayden pun berjalan mendampingi istrinya menuju ruang rawat inap.


"Oom Abe" sapa Rasyad.


"Rasyad. Sehat semua kan?" tanya Abe.


"Alhamdulillah. Sebentar lagi duo R keluar. Tadi Kara bisa langsung IMD jadi mereka langsung dapat kolostrum pertama" ucap Rasyad.


"Dok, bayi duo R ke kamar berapa?" tanya suster yang mendorong box bayi kembar cantik dan tampan itu.


"VVIP dua."


Abe menitikkan air mata. "Welcome cucu opa."



Baby Riku dan Ren


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut Besok


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2