Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bumil Ngidam


__ADS_3

Malam ini Kara dan Rayden bahagia mendengar sang kakak, Rayna melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Keitaro Takahashi McDermott dengan selamat. Mereka sedang melakukan panggilan video melihat sang kakak yang sudah memeluk bayi tampan nya.


"Kok mukanya mbak Rayna semua?" komentar Rayden tanpa beban. "Kamu cuma dapat kelamin doang, bang Ken."


"Paling besok juga udah berubah jadi wajahku, Ray" gelak Kenichi yang takjub melihat bayinya sangat bule dan bermata abu-abu.


"Apa sih kalian berdua ini? Mau mirip aku atau mas Ken, tetap saja anak kami" gerutu Rayna.


"Rayden, congratulations ya dapat anak kembar" ucap Kenichi. "Dijaga Kara dan anak-anak."


"Iya bang. Alhamdulillah rejeki aku dan Kara dikasih kembar."


"Kei menggemaskan" ucap Kara.


"Nanti kan kamu juga dapat yang menggemaskan, dobel juga" kekeh Rayna.


"Iya mbak" senyum Kara.


***


Malam ini Kara tidur sambil memeluk Rayden posesif namun sekitar jam dua pagi, dirinya terbangun dan celingukan seperti menginginkan sesuatu.


Rayden yang merasakan pelukan Kara tidak terasa di badannya pun ikut terbangun dan melihat istrinya duduk di tempat tidur seperti kebingungan.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Rayden sembari memeluk Kara.


"Aku...aku pingin bubur ayam" cicit Kara.


Rayden mendelik. Baru jam dua pagi sedangkan tukang bubur baru ada jam lima.


"Bubur ayam mana?"


"Bubur ayam Salatiga dekat rumah dulu" jawab Kara dan membuat Rayden nyaris terjungkal dari tempat tidur.


"WHAAAATTTT?"


Tiba-tiba Kara menangis mendengar nada tinggi Rayden. "Aku kan cuma mau bubur ayam, nggak minta emas berlian! Kenapa dimarahi sih!"


Rayden mengusap wajahnya kasar. "Kalau cuma bubur ayam nggak papa Kara, tapi kenapa harus di Salatiga sih?"


"Ya sudah kalau nggak mau beliin!" tangis Kara semakin kejer.


Rayden hanya bisa menghela nafas panjang lalu mengambil ponselnya.


"Jake, minta Rafli menyiapkan helikopter buat ke Semarang sekarang. Suruh Herman kepala pabrik di Ungaran jemput ke Ahmad Yani jam empat subuh." Perintah Rayden setelah Jake menjawab panggilannya di dering ke tujuh.


"Ada apa boss mendadak ke Semarang?" tanya Jake dengan suara khas masih tidur.


"Kara ngidam bubur ayam Salatiga."


Jake langsung terduduk dari tidurnya.


"WHAAAATTTT?"

__ADS_1


***


Rafli sudah siap di rooftop gedung milik Takahashi LLC hanya bisa mengomel panjang pendek. Bagaimana tidak, lagi enak-enak mimpi bertemu Kajol, diganggu oleh boss durjananya supaya mengantarkan ke Semarang demi mengantarkan istrinya yang ngidam.


Rafli memang memiliki lisensi pilot tapi ya nggak gini juga. Melihat Bossnya dan Kara yang datang dengan wajah berbeda ekspresi, membuat Rafli mengembuskan napas panjang.


"Pagi boss, pagi nona Kara."


"Pagi Raf" sapa Kara sumringah. Pasutri itu membawa dua duffle bag Balenciaga nya.


Duh gini amat Yaaa punya bini lagi ngidam! Untung gue sultan jadi bisa langsung kabulin, kalau kagak apa anak gue kagak jadi tukang ngeces nantinya? - batin Rayden.


"Nona Kara sehat naik helikopter, boss?" tanya Rafli yang tidak mau terjadi resiko apalagi sedang hamil muda.


"Aku sudah telpon Rasyad, dokternya. Dia bilang aman."


Rafli mengangguk dan ketiganya pun berangkat ke Semarang. Sepanjang perjalanan, Kara selalu dipeluk oleh Rayden terutama bagian perut seolah melindungi kedua anaknya di dalam perut istrinya.


***


Dan sekarang Kara sudah menghabiskan dua mangkok bubur ayam yang dia inginkan membuat Rayden dan Rafli hanya bisa melongo melihat wajah berbinar bumil itu.


"Boss, kita pulang naik helikopter lagi atau nggak?" bisik Rafli.


"Aku pulang naik kereta api Raf, nanti suruh Jake jemput aku di Gambir. Tadi Kara bilang ingin jalan-jalan ke Semarang dan pulang naik kereta."


Rafli hanya tersenyum. "Sabar ya boss. Kayaknya si twins bener-bener Julid sama boss."


Usai makan bubur ayam yang diinginkan, Rayden mengajak Kara ke hotel Laras Asri untuk beristirahat karena dia tidak mau istrinya kelelahan. Rafli sendiri sudah kembali ke Semarang untuk terbang ke Jakarta, menghandle semua pekerjaan Rayden bersama Jake.


"Kita mau kemana lagi, sayang?" tanya Rayden yang sudah segar setelah mandi lagi.


"Jalan-jalan dulu di Semarang, aku pengen tahu Pong dan lumpia mbak Lin." Wajah Kara tampak antusias menyebutkan dua makanan itu.


"Kalau kamu mau agak Lamaan di Semarang, nggak papa sayangku. Biar sekalian ngidamnya" kekeh Rayden.


Mata indah Kara berbinar. "Benar? Boleh agak Lamaan di Semarang?"


"Apa sih yang tidak buat istriku?"


Kara menghambur memeluk suaminya. "Aku mau Lamaan di Semarang."


Rayden hanya tersenyum. "Boleh."


***


Seharian ini Kara dan Rayden benar-benar jalan-jalan ke Semarang menikmati tahu Pong di jalan Gajah Mada, lumpia mbak Lin di jalan pemuda lalu menikmati wisata kawasan kota lama di daerah Semarang Utara.


Kara meminta untuk menginap di Salatiga lagi karena dia ingin wedang ronde disana dan menikmati makan malam ayam goreng dan cemilan singkong keju. Rayden hanya mengingatkan agar tidak terlalu khilaf meskipun Rasyad bilang tidak apa-apa.


"Besok mau kemana lagi sayang?" tanya Rayden setelah mereka sudah berada di kamar hotel lagi. Keduanya sudah membersihkan diri dan bersiap untuk istirahat.


"Ke Solo yuk pagi-pagi" ajak Kara.

__ADS_1


"Ngapain?" Rayden menempatkan dirinya sambil memeluk Kara.


"Kuliner lah! Aku pengen soto tri windu, gudeg adem ayem, tengkleng pasar Klewer, sate kambing..."


"No sate ya Kara. Ingat kamu lagi hamil jadi nggak boleh ada sate sama sekali. Rasyad sudah pesan sama aku!"


Kara pun manyun. "Sama sekali?" bisiknya.


"Sama sekali! Demi si kembar, sayang" ucap Rayden sambil mengecup kepala Kara.


Kara mengangguk. Memang dia ingin sekali makan sate kambing tapi ibu hamil tidak dianjurkan makan itu dan sushi mentah karena beresiko.


"Berarti boleh dong tahu kupat?" kerling Kara sumringah.


"Boleh lah! Asal tidak sate, steak medium rare atau sushi, aku kasih sayang."


Kara memeluk suaminya. "Kalau...si ndul?" tanyanya dengan wajah menggoda.


Rayden mendelik. "Kenapa dengan si ndul?"


"Aku kangen si ndul" bisik Kara dengan nada sensual.


Wajah Rayden langsung berubah menjadi meshum yang sudah dihapal Kara.


"Yakin nih si kembar minta ditengok sama si ndul?" goda Rayden. Dia sih senang-senang saja harus menengok rumah milik istrinya.


Kara mengangguk. "Yakin banget! Tapi pelan-pelan ya."


"Mau gaya apa? Gaya dada, gaya punggung, gaya Dugong tenggelam?" bisik Rayden sambil menciumi leher Kara.


"Gaya kupu-kupu" ucap Kara sambil mende*sah di sela-sela cumbuan suaminya.


"Hah?" Rayden mengangkat kepalanya. "Gaya yang mana lagi itu?"


Kara menunjukkan Ipad-nya. "Kata dokter Rasyad, gaya ini aman buat si kembar."


Rayden melongo. "Ya Ampuuunnn!"


"Kenapa mas?"


Rayden tidak menjawab dan langsung mengambil iPad Kara. Diletakkannya benda pipih itu ke meja samping tempat tidur.


"Aku suka gaya kupu-kupu" bisik Rayden sambil menjelajah tubuh istrinya.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2