
Hyung-woon dan Ren tiba di hotel Washington tempat kedua orangtuanya dan Opa Abe menginap. Keduanya langsung naik ke suite Rayden dan Kara dan sang mommy langsung memeluk putrinya ketika melihatnya di depan pintu.
"Ren!" seru Kara..
"Mommy!" Ren pun memeluk sang ibu yang kemudian mengajak masuk ke suite mereka. "Hyung-woon, ayo masuk."
"Baik Tante" senyum Hyung-woon.
Rayden yang melihat putrinya, langsung memeluknya erat dan memberikan ciuman diatas kepalanya. "Kamu beneran nggak ngapa-ngapain sama Hyung-woon?"
"Bikin cucu maksud Daddy?"
"Iyalah!"
"Serius boleh sekarang?" goda Ren.
Rayden menoyor dahi putrinya. "Nikah dulu, princess!" Ren terbahak.
Hyung-woon menghampiri Rayden yang langsung mendapat pelukan dari pria paruh baya itu. "Terimakasih menjaga Riku."
"Saya hanya tidak suka dengan ketidakadilan karena tahu kwalitas Riku."
***
Keempatnya kini berada di sofa suite dan Ren tanpa malu bersender di bahu Hyung-woon yang langsung merangkul gadisnya.
Suara ketukan di pintu kamar berbunyi dan seorang pengawal Hyung-woon membukanya dan tampak Yun-oh masuk bersama Opa Abe.
Mata Hyung-woon langsung menatap tajam asisten durjananya yang dengan santainya mengatakan dirinya sedang membuat cucu untuk Rayden dan Abe Takahashi. Yun-oh sendiri berlagak tidak tahu jika dirinya ditatap sedemikian rupa oleh Bossnya.
__ADS_1
"Kamu benar-benar membuka kotak Pandora, Woon" ucap Abe setelah mereka saling berpelukan. "Opa tadi sampai harus bertemu dengan kepala biro FBI untuk memberikan keterangan tentang apa yang terjadi."
"Tapi yang kita bongkar hanyalah yang berhubungan dengan oknum di rumah sakit bukan sampai ke gedung putih. Kalau sampai ke senat, itu beda lagi ceritanya karena terbongkar di GW Hospital lalu meremen kesana bagaikan kejatuhan domino." Hyung-woon menatap Abe serius.
"Tapi nama Riku tidak ada disana kan?" tanya Rayden.
"Riku hanya masuk nanti soal menjadi saksi kejahatan akademis Yu O'Leary tapi soal skandal or**gy, dia tidak ada sangkut pautnya."
Kara bernafas lega karena Riku hanya masuk sebagai saksi untuk tuntutan ke Yu O'Leary. Sejujurnya dia takut jika putranya menjadi saksi soal skandal yang menyeret banyak orang high profile.
"Ngomong-ngomong, kamu kemarin nginap di apartemen? Apa yang terjadi? Apakah benar apa yang dikatakan Yun-oh? Kalian membuat cicit buat Opa?" goda Abe sambil melirik Yun-oh yang hanya memasang muka datar.
Hyung-woon dan Ren melotot ke arah asisten yang tidak tampak bersalah sama sekali. Semalam kan kami cuma ciuman sebelum diteriakin Riku.
"Belum terjadi apa-apa karena sudah dicegah Riku" jawab Hyung-woon tegas namun tetap menatap Yun-oh.
"AAAPPAAA?" teriak Rayden kaget. "Fix! Usai acara merger besok, lusa kalian nikah disini daripada kebablasan!"
Hyung-woon tersenyum lebar. "Memang itu yang saya inginkan Oom."
***
Jeong Sang-woon, ayah Hyung-woon tiba besok paginya di Washington DC dan segera menuju GW Hospital untuk melakukan penandatanganan merger antara Shinwa Group dan Takahashi LLC untuk kepemilikan rumah sakit universitas itu.
Hyung-woon sendiri sudah menunjuk para pejabat yang baru seusai dengan kandidat yang diberikan oleh Abe Takahashi. Pengangkatan para pejabat itu pun dilakukan pada hari itu juga.
Acara selesai usai bertepatan dengan waktunya makan siang dan Ren pun meminta ijin setengah hari agar bisa berkumpul dengan keluarganya, apalagi calon ayah mertua nya pun sudah datang.
Hyung-woon yang melihat gadisnya datang, langsung menyambutnya dan ayahnya pun menerimanya dengan hangat.
"Akhirnya kalian bersama" senyum Sang-woon. "Butuh waktu lima tahun untuk kalian bisa seperti ini dan itu membuat appa bahagia. Akhirnya putra appa satu-satunya mendapatkan wanita yang sudah disukainya sejak pertama kali bertemu di ruang kantor Mr Rayden."
__ADS_1
"Memang membutuhkan waktu tapi yang namanya jodoh tak lari kemana, Sang-woon" sahut Abe.
"Aku rasa sebaiknya mereka berdua segera meresmikan hubungan agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan mereka." Rayden menatap Sang-woon.
"Aku setuju Mr Rayden. Kita bicarakan nanti malam sekalian makan malam dan acara lamaran resmi. Bagaimana?" Sang-woon menatap calon besannya.
"Of course. No problems."
***
"Apa maksudmu membuat fitnah aku sedang membuat cucu buat Oom Rayden dan Tante Kara?" Hyung-woon menatap tajam ke arah Yun-oh.
"Bukankah rencana tuan berhasil? Anda akan segera menikah dengan nona Ren. Dan apakah anda tahu, tuan Rayden sudah menghubungi pihak kepala mesjid di Washington untuk acara akad nikah Sabtu besok. Nanti malam adalah Acara lamaran anda ke keluarga Takahashi." Yun-oh menyeringai licik.
"Duasar! Gajimu aku potong 50% bulan depan!"
"Tidak masalah boss!" senyum Yun-oh.
"Damn it!" seru Hyung-woon sambil menepuk jidatnya.
"Kenapa boss?" tanya Yun-oh ikutan bingung.
"Aku belum mempersiapkan seserahan untuk Ren!" Hyung-woon menatap melas ke arah asistennya.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Sambung Besok
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️