
Liburan semester ini membuat Ren manyun karena dia tidak bisa mengambil semester pendek karena mata kuliah yang ditawarkan sudah dia ambil dan mendapatkan nilai sempurna. Riku menawarkan untuk ikut dia kuliah ke rumah sakit biar ada kegiatan namun akhirnya Ren menolak sambil marah-marah.
"Mooommmyyyy! Riku nakal!" teriak Ren.
"Apa sih kalian itu? Kalau nggak ribut sehari kayaknya ga afdol ya?" omel Kara.
"Lho aku nggak salah mom" ucap Riku yang lebih mirip sang Daddy.
"Memang kenapa?" tanya Kara sambil membawa camilan buat kedua anaknya sebelum Riku pergi ke rumah sakit.
"Lha Ren bilang bosan di rumah karena nggak bisa ikut semester pendek terus aku ajak saja ke rumah sakit buat nemenin aku."
"Lalu?" Kara menatap putra tampannya.
"Iyaaaa bener aku temenin gak papa. Tapi nggak ke kamar mayat jugaaaaa wedhus!" umpat Ren sebal.
"Kamar mayat? Ngapain Rik?" tanya Rayden yang baru keluar dari kamar kerjanya. Hari ini memang hot Daddy itu berangkat agak siang ke perusahaannya.
"Bedah mayat lah Dad. Kan sudah masuk ambil kelas anatomi" cengir Riku semangat.
Ren memasang wajah jijik. "Ogaaahhh!"
"Sudah gini saja. Ren, kamu ikut sama Daddy ke kantor, bantu Daddy karena Oom Rafli ijin satu hari ini. Tasya, putrinya jatuh di taman dan harus dibawa ke rumah sakit.
Ren langsung melesat ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Rayden lalu memeluk Kara, istrinya dan mencium pipinya. "Masalah terselesaikan, Sayangku."
"Ih padahal aku sudah niat mengajak Ren untuk lihat isi jeroan tubuh manusia. Sayang, dianya nggak mau" cebik Riku dengan muka usil.
Rayden mendelik. "Kamu tuh bikin Daddy eneg!"
Riku tertawa.
***
Kini Ren sudah berada di dalam mobil bersama dengan sang Daddy dan sopirnya plus lagu milik Didi Kempot berjudul cidro.
Ren cuek mendengar nya dan dia memilih untuk berselfie di dalam mobil. Hari ini dia memilih memakai baju kerja nuansa hitam-hitam karena dia memang pecinta warna gothic itu.
"Dad" panggilnya.
"Apa princess?"
"Hari ini jadwalnya apa? Aku sudah tanya Oom Rafli katanya hari ini nggak ada yang urgent."
"Kamu bantu Dad saja nanti ya" ucap Rayden.
***
Ren melongo melihat Hyung-woon berada di ruang tunggu tamu depan ruangan Daddy-nya. Pria itu tampak melepaskan jasnya sambil bermain ponsel.
Mau apa dia disini?
"Hyung-woon. Kok bukan papamu?" sapa Rayden ramah.
__ADS_1
"Mr Takahashi. Maaf saya sedang memeriksa email. Selamat pagi, Mr Takahashi, Ren" senyum Hyung-woon ke arah ayah dan anak itu.
"Pagi juga. Papamu kemana?" tanya Rayden.
"Papa ada perlu ke Seoul, baru berangkat tadi malam jadi mengutus saya harus bertemu anda pagi ini." Hyung-woon menatap lurus ke arah Rayden.
"Ayo masuk ke ruang saya. Hari ini Ren menggantikan Rafli sementara" Rayden membuka pintu ruangannya yang memakai password dan sidik jari.
Hyung-woon mengambil jasnya dan memakainya lalu mengikuti Rayden masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Jadi kamu menggantikan Pak Rafli sehari, Ren?" bisik Hyung-woon.
"Iya. Kenapa?" tanya Ren yang sudah mengikat rambut hitam tebalnya menjadi Bun.
"Aku suka kamu disini" senyum Hyung-woon.
Ren melongo.
***
Ren bekerja serius menggantikan Rafli apalagi sekretaris Daddy-nya sudah mengirimkan data dan file-file penting untuk hari ini meskipun dia mengirimkan dari rumah sakit.
Hyung-woon sesekali melirik ke arah gadis cantik itu yang benar-benar melakukannya dengan serius. Tidak ada Ren seorang putri Rayden Takahashi karena yang duduk di sebelahnya adalah Ratimaya Ren Takahashi.
Pria Korea itu tahu semua tentang Ren termasuk ketidaksukaannya dengan lagu dangdut dan campursari padahal Daddy dan saudara kembarnya fans berat.
"Jadi klausal yang kemarin papamu kasih ke saya, sudah saya pelajari. Saya setuju dengan penawaran yang papamu ajukan" ucap Rayden setelah dirinya dan Hyung-woon menemukan perhitungan yang saling menguntungkan.
"Baik Mr Takahashi, nanti saya sampaikan ke papa" senyum Hyung-woon. "Senang bekerja sama dengan anda, Sir." Pria itu mengulurkan tangannya yang disambut Rayden.
"Semoga kerjasama kita berjalan lancar, Hyung-woon." Pria Korea itu pun mengangguk sopan dan pamit ke Rayden.
Ren pun berdiri untuk mengantarkan Hyung-woon keluar ruangan Rayden namun sebelum keluar, pria itu berbalik.
Rayden menatap Hyung-woon dengan tatapan heran lalu ke arah putrinya yang berwajah datar.
"Saya sih tidak keberatan, entah kalau Ren. Gimana princess?" Rayden menatap putrinya.
Ren menoleh ke arah Hyung-woon. Hanya makan siang dengan rekan bisnis Daddy kan? Bukan aneh-aneh juga kan? "Daddy makan siangnya gimana?" Ren menatap ke Rayden.
"Mommymu mau datang kemari kok" jawab Rayden.
Ren pun mengangguk. "Boleh. Nanti saya akan makan siang dengan anda."
Hyung-woon tersenyum. Sok formal kali Ren. "Nanti aku akan jemput kamu."
***
Untuk keduakalinya Ren duduk di kursi penumpang mobil Rubicon hitam milik Hyung-woon.
"Kemana kita?" tanya Hyung-woon.
"Makan yang ada cawanmushi nya" senyum Ren. Entah kenapa dia ingin makan itu siang ini.
"Oke!" Hyung-woon menstater mobilnya dan mulai mensetting lagu di dalam mobilnya. Lagu milik Denny Caknan Kartonyono Medhot Janji terdengar dari audio speaker.
Kok kebangeten men
Sambat blas ra ono perhatian
Jelas kubutuh atimu, kubutuh awakmu
__ADS_1
Kok kebangeten men
Loro ati iki (yo)
Tak mbarno karo tak nggo latihan
Sok nek wis oleh gantimu, wis ra kajok aku
Mergo wis tau, wis tau jeru (sing penting wis tau)
Mbiyen aku jek betah (asek), suwe-suwe wegah
Nuruti kekarepanmu sansoyo bubrah (yo-oh-oy)
Mbiyen wis tak wanti-wanti, ojo ngasi lali
Tapi kenyataannya pergi
Kartonyono ning Ngawi medot janjimu
Ambruk cagakku nuruti angan-anganmu
Sak kabehane wis tak turuti
Tapi malah mblenjani (yo-yo-yo)
Budalo, malah tak duduhi dalane (yo-yo-yo)
Metu kono, belok kiri, lurus wae
Ra sah nyawang sepionmu sing marai ati
Tambah mbebani
Ren mendelik. "Apa itu metu Kono, belok kiri, lurus wae? Ini lagu apaan sih?"
"Lagu patah hati lagi, Ren" kekeh Hyung-woon.
"Oh Astagaaaaa! Oppa, kamu tuh orang Korea kok ya demen lagu sad boy gini sih?" Ren memegang pelipisnya.
"Ya gimana Ren, aku kan memang sad boy" cengir Hyung-woon.
"Seriously?" Ren mendelik.
"Hu um." Hyung-woon menatap Ren. "Kenapa sih kamu nggak suka lagu campursari begini? Enak lho, kalau tahu arti kata-katanya cukup bikin senyum-senyum lho."
"You have no idea apa yang sudah aku lalui selama hidupku ini" keluh Ren.
Akan aku buat kamu bucin, Ren.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Maaf Bara dan Davina lanjut besok soalnya aku teler baru sampai Solo.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️