Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bonchap - Bertiga


__ADS_3

Hyung-woon masih menggenggam tangan Ren ketika keduanya berjalan-jalan menuju cafe Founding Farmers yang berada di daerah dekat Lincoln Park. Keduanya menjadi pusat perhatian pengunjung karena style keduanya yang menunjukkan khas Korea.



Ren dan Hyung-woon memutuskan duduk di sofa agak sudut dari restauran itu dan seorang pelayan pun datang menghampiri keduanya. Usai memesan makanan, si pelayan itu meninggalkan mereka.


"Kamu sering kesini selama di DC?" tanya Hyung-woon sambil melihat lingkungan tempat makan itu.


"Kadang-kadang kalau aku dan Riku pengen dinner di luar pas lagi pada malas masak" senyum Ren.


"Kamu tahu Ren, Minggu lalu aku bertemu dengan Mr Rayden Takahashi dan Daddymu terkejut mendengar aku belum menikah sampai sekarang" Hyung-woon menatap gadis itu. "Karena aku bilang, aku menunggu dirimu."


Ren memang sudah mendengar dari Riku tapi melihat dan mendengar sendiri dari Hyung-woon, rasanya seperti tersandung...eh tersanjung.


Ponsel Hyung-woon berbunyi dan Ren langsung Ambyar mendengar ringtonenya. Seriously? Disaat aku lagi baper, ringtonenya Aku sing Nduwe Ati? Astaga demi semua penghuni planet Namec! Ren hanya bisa memegang pelipisnya.


"Halo? Aku di Founding Farmers." Hyung-woon menatap Ren mesra. "Bersama adikmu."


Ren mendelik. Riku?


***


Riku datang sambil tersenyum lebar melihat Ren berduaan dengan Hyung-woon. Akhirnya mau juga sama Hyung-woon. Bagus! Melokal itu wajib masuk ke keluarga Takahashi!



"What's up Hyung!" sapa Riku sambil memeluk Hyung-woon.


"Annyeong Namdongsaeng" balas Hyung-woon. "Alhamdulillah baik, Rik."


Ren dan Riku melongo.


"What? Aku kan sama dengan kalian" senyum Hyung-woon.


"Well, sekarang kita makan! Aku lapar!" seru Riku.


Ren memesan shrimp sup, sedangkan Hyung-woon dan Riku kompak memesan grilled chicken with mashed potatoes.




"Kamu yakin kenyang makan cuma itu?" tanya Hyung-woon yang melihat pesanan Ren.


"Yakin kenyang" jawab Ren.



"Aku pesankan lainnya ya, biar kamu makannya banyak. Kamu terlalu kurus!" ucap Hyung-woon sambil memanggil pelayan dan memesankan waffle dengan toping marshmellow dikasih coklat panas leleh.


Ren mendelik melihat makanan yang dipesan Hyung-woon. "Oppa! Ini kebanyakan!"


"Makan saja nanti! Aku nggak suka lihat kamu ceking!" Hyung-woon menatap lembut ke Ren.


Ren hanya manyun. Masa tinggi 170 berat 50 masih kurus sih?


__ADS_1


"Akhirnya ada yang bilang adikku kurus! Aku sudah susah kasih tahu kalau dia terlalu ceking" kekeh Riku.


Ketiganya pun melanjutkan makan dan Riku melihat beberapa kali Hyung-woon dan Ren saling mencuri pandang.


"Lirikan matamu menarik hati. Oh, senyumanmu manis sekali. Sehingga membuat aku tergoda" senandung Riku cuek yang membuat kedua orang di dekatnya memerah. Hyung-woon bahkan sampai memerah telinganya.


Riku terbahak melihat pria cool itu bisa tersipu malu hanya karena godaan darinya.


"Astagaaaaa demi semua penghuni Konoha. Kalian berdua itu kok menggemaskan sih? Sudah jadian belum kah?" Riku menatap Ren dan Hyung-woon bergantian dan terkejut. "Kalian belum jadian? Oh come on you two!"


"Kamu bakal tahu rasanya kalau besok kamu ketemu cewek yang kamu sukai!" desis Hyung-woon.


"Memang kamu suka cewek seperti apa sih Rik?" tanya Ren. Setahunya Riku sering berubah-ubah tipe.


"Yang bikin aku bergetar dan termehek-mehek!" ucap Riku yakin.


"Aku rasa, jodoh Riku yang sama dengannya, sama-sama yang suka melokal" kekeh Hyung-woon.


"Malahane! Aku bisa tiap hari melokal apalagi kalau dia memiliki suara bagus. Cucok!"


"Cari saja penyanyi dangdut" sindir Ren.


"Oh tidak, aku tidak suka artis. Aku suka yang berbeda tapi kena di aku." Riku asyik memotong ayamnya.


"Good luck for that" senyum Hyung-woon.


***


Ketiganya sudah menyelesaikan makanannya dan sedang menikmati kopi panas dan Snack yang dipesan oleh Riku.


"Tumben kamu makan banyak, Rik" komentar Ren.


"Habis lulus spesialis, kamu kembali ke Jakarta?" tanya Hyung-woon sambil menggenggam tangan Ren diatas meja.


"Hu um. Sudah dapat tawaran kerja di sebuah rumah sakit swasta disana. Aku pikir mungkin bukan uangnya karena aku sendiri punya pendapatan dari main saham tapi memikirkan Opa yang sudah sepuh dan kedua orangtuaku. Ren masih keliling dunia jadi aku lah yang mereka punya. Ditambah kalau Ren menikah kan pasti ikut suaminya."


Wajah Ren dan Hyung-woon memerah lagi mendengar kata 'Ren menikah pasti ikut suaminya'.


"Iya kah Ren? Sudah berubah pikiran? Sudah dimasukkan ke bucket listmu?" Hyung-woon menatap Ren sedangkan yang ditatap hanya mengangguk pelan yang membuat pria Korea itu tersenyum.


"Anyway, kamu nginap dimana Hyung?" tanya Riku.


"Aku di hotel Washington" jawab Hyung-woon.


"Pengawalmu banyak juga ya" kekeh Riku sambil melihat dua orang Korea dan dua orang bule yang duduk dekat pintu masuk restauran.


"Mau gimana lagi, aku sekarang memegang perusahaanku jadi kemanapun harus dikawal meskipun aku sebal. Bahkan acara kencan pun diawasi" keluh Hyung-woon.


"Hah? Jadi saat di taman tadi?" seru Ren terkejut.


"Yup. Kita diawasi" kekeh Hyung-woon.


"CCTV berjalan" cebik Ren manyun.


Riku dan Hyung-woon tertawa melihat gadis cantik itu cemberut.


"Besok Minggu kalian kemana?" tanya Hyung-woon.

__ADS_1


"Di apartemen paling. Kenapa?" tanya Riku.


"Aku main ya ke tempat kalian. Masak bareng." Hyung-woon menatap kedua saudara kembar itu.


"Kamu bisa masak?" pendelik Ren.


"Jangan menghina, Ren. Gini-gini aku bisa masak masakan Korea" kekeh Hyung-woon.


"Ini alamat apartemen..."


"Aku sudah tahu kalian tinggal dimana" potong Hyung-woon. Riku hanya menggelengkan kepalanya.


"Besok jam sepuluh, silahkan ke apartemen kami" ucap Riku.


"Kenapa nggak pagi saja sekalian?" tanya Hyung-woon.


"Karena hari Minggu adalah jatah bangun siang!" sahut Riku.


***


Pukul 9.45 di hari Minggu, Hyung-woon sudah berada di depan pintu apartemen si kembar Takahashi dan Ren membukakan pintu dengan tersenyum.


"Masuk, Oppa" ucapnya yang hari itu memakai kaus putih.


Hyung-woon memeluk Ren dan mencium pelipisnya. Gadis itu terkejut dengan sikap pria Korea itu. "Bukannya kita mulai berpacaran?" bisiknya.



Astaga!


Hyung-woon langsung nyelonong masuk ke dalam apartemen sambil meletakkan paper bag berisikan bahan makanan yang hendak dimasak nanti.


"Kulkas ku banyak bahan makanan Oppa" jawab Ren.


"Tapi bumbu dan beberapa bahan masakan khas Korea kamu nggak punya" sahut Hyung-woon sambil mengeluarkan dari bagnya dan ditata di meja dapur.


Suara bel apartemen Ren berbunyi lagi yang membuat keduanya saling berpandangan.


"Riku lupa bawa kunci?" tanya Hyung-woon.


Ren menggeleng. "Riku masih di kamar kok." Ren pun berjalan menuju pintu. "Siapa ya?" gumamnya sambil membuka pintu dan betapa terkejutnya melihat pria yang berdiri di hadapannya.


"Marcelo?"


"Ren sayang, siapa di depan?" tanya Hyung-woon.


Ren langsung merasa pusing melanda.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Maaf hari ini mungkin agak telat up-nya karena ada urusan di dunia nyata


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2