Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bonchap - Riku dan Hyung-woon


__ADS_3

Ren dan Hyung-woon menikmati makan siang berupa steak dan es lemon tea sebagai minumannya. Hyung-woon memang ingin mengajak Ren kemari karena dia tahu masakannya sedap apalagi gadisnya itu bukan tipe gadis yang punya pantangan makan dan fans berat diet.



"Bukannya Oppa libur kok malah urus pekerjaan?" tanya Ren sambil memotong steaknya. "Hhhmm ini enak!" ucapnya setelah mencoba daging steak nya.


"Enak kan?" Hyung-woon tersenyum.


"Hu um. Aku dari awal di Washington sudah diberitahu kalau makanan di restauran ini enak cuma aku belum sempat mencobanya."


"Ren, apakah Riku sering di-bully di rumah sakit?" tanya Hyung-woon tiba-tiba. Ren menatap tunangannya dengan wajah bingung.


"Beberapa hari ini memang Riku kesal dengan profesor Yu karena sudah beberapa kali dia disalahkan dalam melakukan prosedur padahal aku tahu, biarpun Riku slengean, dia selalu teliti dengan pekerjaannya. Dia adalah dokter bedah yang baik, bukan karena dia saudara kembarku tapi aku tahu kualitasnya." Wajah Ren tampak sedih setiap mengingat bagaimana Riku curhat dan harus bertahan demi memenuhi kredit spesialis nya yang celakanya, profesor Yu adalah dosen yang berkuasa disana.


"Kudengar profesor Yu dikenal sebagai dokter bedah yang dihormati makanya dia menjadi dosen bedah" gumam Hyung-woon.


"Kabarnya begitu jadi Riku menyabarkan diri agar bisa mendapatkan nilai untuk kredit yang diampu oleh profesor Yu meskipun aku tahu beberapa kali Riku ingin menghajarnya."


"Ren, aku tahu rumah sakit GW itu masih milik kampus dan apa kamu tahu, opamu memiliki saham disana karena Oom mu, Kenichi McDermott adalah alumni sana." Hyung-woon menatap serius ke Ren yang membuat gadis itu melongo.


"Aku tahu Oom Kenichi seorang dokter bedah tapi tidak tahu kalau alumni sana. Lalu kenapa Riku dibully terus?" tanya Ren bingung.


"Karena dia keponakan Kenichi McDermott. Yu O'Leary adalah saingan Oom mu baik di akademis, karier...dan wanita. Yu naksir tantemu, Rayna Takahashi tapi Rayna lebih memilih Kenichi. Meskipun memang Yu sudah brengsek attitude nya, kedatangan Riku Takahashi membuatnya semakin menjadi."


"Ya ampun! Riku tidak tahu apa-apa!" ucap Ren geram.


"Justru karena itu, aku mengambil inisiatif setelah semalam berdiskusi dengan Opa mu" senyum Hyung-woon licik.


Ren memincingkan matanya. "What did you do, Hyung-woon?"


"Opamu memiliki 20% saham di GW dan sisanya dimiliki oleh beberapa orang dan aku membelinya jadi 50% saham GW Hospital menjadi milikku" seringai Hyung-woon licik.


"Oh Astagaaaaa!" Ren menutup mulutnya.


"Dan sekarang aku serahkan semua kepada Riku untuk melaporkan dan melakukan tuntutan kenapa profesor Yu atas semua kejahatan akademik yang dia lakukan selama ini. Ternyata, korbannya bukan hanya Riku saja tapi lumayan banyak sebab fitnah yang dilakukan profesor Yu sudah lama dilakukan. Dia tidak suka ada orang yang lebih darinya sedangkan Riku, ya seperti aku bilang tadi, karena selain Riku cerdas dan kompeten, dia keponakan Kenichi McDermott dan Rayna Takahashi."


Hyung-woon mengeluarkan Ipad-nya yang dibawa di ransel nya dan memperlihatkan ke Ren semua data tentang Profesor Yu.


"Astaghfirullah! Ini gila!" bisik Ren geram.


"Besok akan ada pertemuan pemegang saham dan aku akan membuka semuanya." Hyung-woon memasukkan steaknya ke dalam mulutnya.


"Hati-hati Oppa."

__ADS_1


"Tenang saja, aku sudah menyiapkan pihak kepolisian juga. Yun-oh sudah berada disana untuk memberikan laporan sekarang sedangkan Riku mencoba membujuk para korban Yu."


Hyung-woon melihat saus yang menempel di sudut bibir Ren dan dirinya tanpa ragu memajukan tubuhnya mendekati Ren karena keduanya duduk berhadapan sekarang.


"Oppa... mau ngapain?" cicit Ren bingung melihat wajah Hyung-woon hanya beberapa senti dari wajahnya.


Pria Korea itu tidak menjawab hanya memajukan bibirnya dan lidahnya menji**lati sudut bibir Ren. Gadis itu membeku dan merasakan sensasi yang dia tidak bisa jabarkan.


"Ada saus steak di sudut bibir mu" bisik Hyung-woon parau.


"Di...lap pakai... tissue ...kan bisa" bisik Ren gugup.


Hyung-woon tersenyum. "Enak dijilat langsung, Ren."


Ren hanya bisa melongo.


Oh my God!


***


Riku berhasil meminta beberapa mantan mahasiswa profesor Yu yang mendapatkan ketidakadilan dan kejahatan akademis lainnya. Ada yang difitnah salah melakukan pembedahan padahal yang melakukan adalah profesor Yu dan disaat hendak meminta rekaman CCTV, semuanya hilang. Ada yang dilecehkan, dan ada pula yang ditahan nilainya hanya karena berani mengkritik.


Bisa dipastikan profesor Yu melakukan kerjasama dengan pihak pengontrol dan pengawas CCTV karena tidak mungkin rekaman itu bisa hilang.


Pria tampan itu pun menunjukkan beberapa rekaman yang ada mereka disana bahkan salah seorang dokter emosi dan harus ditahan oleh beberapa rekannya.


"Jadi teman-teman, bukti ini berhasil saya dapatkan dari asisten pemilik saham yang baru. Saya tidak tahu dia mendapatkan dari mana tapi yang jelas, saya minta anda semua besok datang ke GW Hospital untuk menuntut Yu O'Leary karena kejahatan akademisnya sudah sangat sangat parah!" Riku menatap ke semua orang di hadapannya.


"Soal pengacara dan pencemaran nama baik yang nanti akan dia pakai untuk melawan balik kita, semua sudah disiapkan. Kita hanya datang untuk menuntutnya."


"Menurut ku, dia juga tidak hebat-hebat sekali jadi dokter dan aku tidak tahu apa yang membuat dekan dan rektor tetap mempertahankan dia" ujar salah seorang mantan mahasiswa.


"Besok kita bongkar semuanya" ucap Riku tegas.


"Baguslah! Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali."


***


Riku sudah siap datang di ruang pertemuan GW Hospital dan tampak Yun-oh datang menghampirinya.


"Tuan Takahashi, anda di tunggu oleh Mr Jeong di dalam."


"Terimakasih Yun-oh."

__ADS_1


Riku pun masuk ke dalam ruang pertemuan dan melihat calon iparnya sedang menatap laptopnya.



"Hyung" sapanya.


"Yo!" balas Hyung-woon tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.


"Sudah siap semuanya dan..." Hyung-woon mengangkat wajahnya dan tersenyum tipis.


"Kamu sengaja nggak cukuran, Rik?" kekehnya melihat rahang Riku yang ditumbuhi bulu-bulu halus.



Riku terbahak. "Biar rada seram dikit lah! Aku kan tidak seperti mu Hyung, wajah bule beda dengan wajah Asia. Pria Asia tidak semuanya pantas dengan sedikit brewok."


Hyung-woon tertawa. "Ren juga bilang bosan melihat cowok brewok. Opa Abe dan Oom Rayden lalu sekarang dirimu... Enough katanya."


"Iisshhhh padahal enak lho usek-usek pipi Ren pakai brewok" gelak Riku. "Karena bakalan merah-merah pipinya."


Hyung-woon tertawa. "Patut dicoba."


Suara ketukan di pintu membuat mereka berdua menoleh. Tampak Yun-oh disana.


"Sir, mereka semua sudah mulai tiba."


Hyung-woon dan Riku tersenyum smirk.


"It's show time!"


***



Bonus dari Eike ...


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2