
Yun-oh benar-benar ingin menyumpahi Bossnya tapi dia tahu semua gara-gara dirinya membuat fitnah hingga akhirnya Hyung-woon dimarahi habis-habisan oleh Rayden. Sekarang ini bersama dengan asisten dari Shinwa dan Takahashi LLC, kini dirinya harus membeli banyak barang untuk seserahan.
Sudah dipotong gaji bulan depan 50%, masih harus belanja macam-macam. Kapokmu kapan sih Yun-oh? Yun-oh menghela nafas panjang sambil memutari mall demi barang-barang yang sesuai list dari Hyung-woon.
Iya benar dikasih black card tapi beli barang pribadi nona Ren? Oh come on, Boss! Seriously! Yun-oh pun meminta asistennya yang perempuan masuk ke toko Victoria's secret untuk membeli permintaan Bossnya.
Brengseeeekkkk kau Jeong Hyung-woon!
***
Ren dan Riku sekarang berada di dalam kamar suite yang hendak dipakai acara lamaran Hyung-woon. Riku menatap adiknya sedang berdandan sendiri karena dia menolak memakai jasa MUA.
"Akhirnya adik aku dilamar juga. Jujur aku takut kamu jadi pratu, perawan tua Ren. Kayaknya kok sedih bakalan tahu kamu jadi milik Hyung Yaaa tapi dari semua pria yang mendekati dirimu, aku paling cocok dengan dia sih" ucap Riku.
"Kenapa?" tanya Ren.
"Dia paling smooth deketin kamu Ren. Aku tahu kamu bukan tipe cewek yang gedabrah, terburu-buru memutuskan sesuatu. Oom Jake salah langkah dari awal dan lagipula, Daddy bakalan nggak kasih kamu ke Oom Jake karena jauhnya jarak usia kalian."
"Mungkin kalau Oom Jake nggak beda sejauh itu usianya, aku akan aman dan nyaman dengannya Rik" sahut Ren. "Kita tahu Oom Jake gimana selama ini dengan kita?"
"Hidetoshi pun kamu juga nggak nanggapi. Memang kamu tuh jodohnya sesuai dengan doaku, Ren dan doamu. Wajah Korea tapi melokal" gelak Riku bahagia.
Buukk!
Riku masih terbahak meskipun wajahnya sudah kena lempar bantal oleh Ren.
"Anak-anak, sudah siap belum?" Kara membuka pintu sambil mendelik melihat Ren memukul kembarannya dengan bantal. "Apa yang terjadi?"
"Mom, Ren kena omongannya sendiri dan doaku" gelak Riku yang masih melindungi wajahnya dari pukulan kembarannya.
"Apa sih?" tanya Kara sambil duduk di tempat tidur sedangkan Riku bersembunyi di belakang tubuh ibunya mirip saat mereka masih kecil.
"Mom, ingat nggak lima tahun lalu aku doain dia dapat suami melokal terus dia maunya muka Korea ... Dapat semua kan itu!" gelak Riku.
Kara menatap Ren yang cemberut di kursi rias.
"Ren, yang namanya doa itu kalau memang baik, pasti dijabah dan doamu adalah doa baik, sayang. Dulu, mommy pernah menikah dan disia-siakan oleh mantan suami selama menikah. Lalu kami bercerai dan saat itu mommy berdoa agar diberikan suami yang sayang dan mencintai mommy. Alhamdulillah mommy dipertemukan oleh Daddy kalian meskipun awalnya mommy tidak suka..."
"Oh Kara Santanku, apakah benar kamu dulu tidak suka padaku?" suara Rayden membuat ketiganya menoleh.
Riku dan Ren hanya memutar matanya malas. "Dad, panggilannya mbok yang keren gitu" sungut Riku.
"Lho Kara Santan itu keren Rik. The one and only, tidak ada yang punya, hanya Daddy mu yang tampan ini yang punya" seringai Rayden sambil menghampiri istrinya.
"Wah, Ren. Kamu cantik sekali!" puji Rayden melihat dandanan Ren pagi ini.
__ADS_1
"Mommy rasanya terharu kamu mau dilamar dan ngelamarnya bener pula, nggak kayak Daddymu" lirik Kara tajam ke arah Rayden yang melengos.
"Yang penting habis itu beneran dong nikahnya" senyum Rayden manis.
"Mana pakai acara ngajak gelut penghulu pula" gelak Kara.
"Semoga besok Hyung-woon nggak kayak Daddy absurdnya" gumam Ren.
"Biasanya tho Ren, anak perempuan itu mendapatkan suami yang mirip dengan Daddy-nya karena Daddy adalah cinta pertama anak perempuan. Dan Daddy bersyukur karena kamu memilih Hyung-woon" senyum Rayden licik.
"Perasaanku tak enak" bisik Ren.
"Dia sama-sama melokal! Ya nggak Rik?" kekeh Rayden sambil bertosh ria dengan putranya.
"Yoi dad!" sambut Riku bahagia.
Ren langsung memegang pelipisnya. "Dad, Riku, aku harap tidak ada campursari dan dangdut di acara resepsi aku dan Hyung-woon!" ancam Ren.
"Oh Ratimaya Ren Takahashi, apalah artinya Daddy dan Riku tidak mengadakan hiburan seperti itu? Bagaikan resepsi tanpa garam" protes Rayden.
"Sayur tanpa garam, mas" ralat Kara.
"Salah dikit" sahut Rayden cuek.
"Dadddyyyy..." rengek Ren kesal.
"Resepsi bulan depan dan mulai sekarang Daddy akan cari orkes dangdut dan campursari yang elegan dan keren buat menghibur para tamu" putus Rayden final.
"Moooommmm" wajah Ren memelas menatap mommynya.
"I'm sorry Ren. Mommy juga tidak bisa meluruskan jalan Daddy. Dia tetap berada di jalur yang salah" Kara mengedikkan bahunya dengan wajah tersenyum geli melihat putrinya manyun.
"Haaaahhhh... Kenapa begini jadinya?"
***
Kini di ruang tengah suite Rayden sudah berkumpul Keluarga Jeong bersama dengan Yun-oh dan beberapa asisten sebagai perwakilan keluarga karena acaranya mendadak.
Jeong Hyung-woon datang dengan suit dan kemeja merah serta tampak rapi dan tampan. Mata Hyung-woon tidak berkedip ketika melihat Ren duduk di belakang kedua orangtuanya.
Ya ampun calon istriku! Bisa nggak hari ini langsung halalin? Ren pagi ini mengenakan gaun putih dengan corak polkadot dan make up yang dikenakan hanyalah make up flawless.
Acara lamaran pun dimulai bahkan Ren melongo melihat seserahan yang diberikan masih dalam paper bag masing-masing.
__ADS_1
"Kenapa ini nggak dibungkus?" bisik Ren ke Hyung-woon setelah acara tukar cincin. Keduanya kini sedang berada di balkon kamar hotel Rayden.
"Kata Yun-oh nggak sempat bungkus!" cebik Hyung-woon sambil melirik ke arah Yun-oh yang sedang asyik menikmati es krimnya.
"Hahahaha... Ternyata aku ada storynya sendiri yang lucu dari pengalaman mommy" gelak Ren yang geli melihat kekacauan acara pemberian seserahannya.
"Yang penting kan niat dan ikhlasnya tho Ren" senyum Hyung-woon.
Ren mencium pipi Hyung-woon. "Terimakasih Oppa."
"Apa aku sudah bilang kalau kamu cantik hari ini?" Hyung-woon bersyukur acara lamaran mereka dilakukan pagi hari dan siangnya akan melaksanakan Jumatan bersama sekaligus mengurus acara ijab kabul besok.
"Belum dua kali" jawab Ren.
"You're so beautiful, chagia" bisik Hyung-woon.
"Aishiteru, Oppa" cengir Ren. "Nggak kebayang kita punya anak bakalan kacau bahasanya."
"Kenapa?"
"Jawa, Indonesia, Jepang, Korea, Inggris, belum bahasa asing lainnya. Bisa-bisa berantakan kosakata nya" kekeh Ren.
"Bagus lah jadi dia bisa tinggal dimana saja karena kaya koleksi bahasa" senyum Hyung-woon. "Mau punya anak berapa?"
"Dua saja."
"Deal."
Hyung-woon bersiap untuk menempelkan bibirnya ke Ren ketika...
"Woon, ayo siap-siap berangkat Jumatan!" teriak Opa Abe.
Keduanya pun langsung menunduk.
Gagal maning son!
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️