Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bonchap - Gara-gara The Nun


__ADS_3

Hyung-woon dan Ren kemudian berjalan-jalan di sekitar mall setelah semua belanjaan gadis itu diambil alih oleh pengawal dan diletakkan di dalam mobil. Hyung-woon memang benar-benar ingin menghabiskan waktunya bersama Ren seminggu ini.


"Ren, mau kemana lagi?" tanya Hyung-woon.


"Nonton yuk. Aku sudah lama nggak nonton bioskop karena Riku sibuk terus dan aku malas nonton sendiri."


Hyung-woon pun mengangguk. "Kita ke bioskop sekarang."


Keduanya berjalan ke mobil Range Rover Hyung-woon dan menuju bioskop disana. Ren memilih film horor yang membuat Hyung-woon mendelik.


"Apa kamu yakin akan nonton film suster horor ini?" tanya Hyung-woon memastikan.


Ren mengangguk. "Yakin!"


"Oke, kalau kamu kena mimipi buruk, jangan salahkan aku!"


***


Hyung-woon hanya bisa menghela nafas panjang melihat Ren menaikkan kedua kakinya lalu memeluk lengannya dan menyembunyikan wajahnya di balik punggung pria itu.


"Kan aku sudah bilang, jangan nonton film horor" bisik Hyung-woon menoleh ke arah gadis itu. Ren hanya menatap pria itu dengan mata besarnya.


"Aku penasaran" bisiknya dengan wajah polos.


"Sini, aku peluk kalau kalau setannya nongol" Hyung-woon memeluk Ren dan reflek gadis itu menyembunyikan wajahnya di dada Hyung-woon.


Disaat Ren meletakkan wajahnya di dada pria itu, telinganya mendengar detak jantung Hyung-woon yang semakin cepat. Pria ini berdebar kencang jantungnya.


Ren menengadahkan wajahnya menatap Hyung-woon yang juga menatap dirinya. Keduanya saling menatap tidak peduli dengan adegan suster setan yang muncul. Hyung-woon mendekati wajah Ren dan bibirnya mencium bibir gadis itu. Semula hanya ciuman menempel namun semakin lama semakin intens dan berubah menjadi luma*Tan.



Keduanya baru saling melepaskan diri setelah kehabisan nafas. Ren tidak menyangka wajah cool Hyung-woon ternyata jago berciuman.


"Whoah Oppa" bisiknya.


"Whoah Ren" Hyung-woon menatap gadis itu dengan wajah memerah.


"Untung tidak ada Riku" senyum Ren menghilangkan rasa gugupnya. Hyung-woon semakin mempererat pelukannya ke Ren.


"Kapan kamu selesai bertugas di DC?" tanya Hyung-woon.


"Aku belum tahu."


"Kalau kamu mengundurkan diri, bagaimana?"


Ren menatap Hyung-woon. "Kenapa?"


Hyung-woon mencium bibir Ren sekilas. "Karena aku ingin bertemu dengan Oom Rayden, meminta anak gadisnya."


Ren melongo.


***


Marcelo Romano tidak sengaja melihat Ren dan Hyung-woon berjalan masuk ke gedung bioskop dan mengikuti keduanya. Setelah tahu mereka duduk dimana, Marcelo pun mengikuti dan melihat keduanya duduk agak memojok di kursi A.


Marcelo mengambil kursi yang agak menyerong dari kursi Ren dan sesekali menengok ke arah gadis yang ketakutan nonton film horor dengan bersembunyi di balik tubuh Hyung-woon hingga Marcelo memergoki keduanya berciuman mesra.


Rupanya sudah tidak ada celah buat aku menikung pria Korea itu.

__ADS_1


Marcelo segera meninggalkan bioskop meskipun filmnya belum usai.


Bikin patah hati saja!


***


Hyung-woon dan Ren keluar dari gedung bioskop sambil bergandengan tangan. Keduanya pun memutuskan untuk makan malam yang sedikit berat dan pergi ke Annie's Paramount Steak



"Tumben pengen steak?" tanya Ren.


"Sebenarnya aku pengen grilled chicken" senyum Hyung-woon. Setelah memesan makanan, keduanya pun melihat lingkungan restauran.


"Aku belum pernah kesini" ucap Ren.


"Seriously?" tanya Hyung-woon. Ren mengangguk.


"Ini kali kedua aku kesini, sebelumya tahun lalu bersama papa dan aku suka grilled chickennya" ucap Hyung-woon.


"Aku belum tahu bertugas di DC sampai kapan, Oppa tapi besok Senin aku tanyakan lagi karena aku sudah enam bulan disini." Ren menatap Hyung-woon.


Hyung-woon memegang tangan Ren. "Apakah kamu tidak apa-apa jika aku meminta meninggalkan kariermu? Jika ingin keliling dunia, aku bayari juga bisa."


Ren terbahak. "Daddy pun bisa, Oppa."


"Tapi kan lebih enak kalau pergi dengan pasangan halal. Kemana kamu ingin, insyaallah akan aku wujudkan."


Ren menatap wajah Hyung-woon yang rautnya tampak serius. "Very impatient, Mr Jeong?" godanya.


"Five years, Ren! Lima tahun aku menunggumu!" ucap Hyung-woon yang terhenti ketika pesanan mereka datang.



"Well, aku nggak munafik kalau banyak yang mendekati aku hanya saja setiap mereka mulai menempel, membuat aku menarik diri. Mereka bukan kamu Ren. Entah kenapa bayanganmu tidak bisa hilang dari ingatanku" jawab Hyung-woon. "Apalagi aku tergila-gila dengan harum mu. Christian Dior Dune, Ren?"


Ren melongo. "Kamu tahu parfumku, Hyung-woon?"


"Apa sih yang aku tidak tahu darimu? Kecuali soal kamu maniak baju diskonan karena selama ini aku tahu kamu selalu memakai baju bermerek. Parfum mu Christian Dior Dune dan J'Adore yang kamu pakai sekarang. Masih ada Tom Ford dan Kenzo."


"How do you know?"



"Aku pernah menggendongmu Ren, lima tahun lalu usai Pak Jake bilang ingin menikahimu dan aku memperhatikan semua koleksi parfummu yang ada di meja riasmu."


Ren menggelengkan kepalanya. "Astagaaaaa."


Hyung-woon hanya tersenyum melihat ekspresi Ren. "Love you Ratimaya."


Mata hazel Ren terbelalak. "Kenapa memanggil nama depanku?"


"Aku suka nama itu. Love you."


"Sarang Hae Oppa."


Hyung-woon mengambil tangan Ren dan mencium punggung tangannya.


***

__ADS_1


"Sudah kencannya?" tanya Riku sambil makan ramen.


"Wah ramen! Mau!" seru Ren.


"Bikin sana! Masih ada beberapa bungkus tuh!" ujar Riku.


"Oppa mau ramen?" tawar Ren.


Hyung-woon menatap Ren dengan tatapan aneh. "Kamu mengajak aku ber**cinta?" Riku yang mendengarnya langsung tersedak. Ren bergegas menepuk punggung kembarannya.


"What the fu***!" umpat Riku jengkel. "Hyung! Kamu kebanyakan nonton drama Korea!"


"Lho bukannya artinya itu? Kan di kami itu salah satu tanda kalau akan melakukan sesuatu yang lebih" sahut Hyung-woon polos.


"Oh my God! Nggak gitu Hyung!" hardik Riku tidak terima. "Nikah dulu baru enak-enak!"


"Sudah-sudah. Hyung-woon, kita cuma makan ramen, tidak lebih!" pelotot Ren judes.


"Lebih pun aku tidak menolak" cengirnya.


"OOPPPAAA!!!"


***


Hyung-woon dan Ren makan ramen bersama dengan Riku yang akhirnya membuat tteobokki supaya tidak manyun di meja makan.



"Kalian kemana saja tadi?" tanya Riku.


"Jalan-jalan, beli baju untuk musim dingin, ke bioskop lalu makan malam" jawab Ren.


"Nonton apa? Makan dimana?"


"Ren minta nonton film horor lalu kita makan di Annie's Paramount Steak House" sahut Hyung-woon.


"Horor? Modus lu Ren!" cebik Riku sambil tertawa.


"Penasaran, Rik" alibi Ren.


"Bukannya kamu benci film horor ya?" gumam Riku. "Terus tadi di Annie's gimana? Enak makanannya?"


"Enak banget. Kapan-kapan kita kesana" ucap Ren sambil tersenyum.


"Eh kalian. Aku nginap sini ya?" celetuk Hyung-woon tiba-tiba.


Kedua saudara kembar itu menatapnya horor.


"WHAATTT???"


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2