Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bonchap - Kelokalan Berkumpul


__ADS_3

"Hah? Maksudnya?" Hyung-woon menatap pria bule yang usianya empat tahun dibawahnya.


"Disini itu ada tiga Mr Takahashi. Makanya aku tanya, yang tua, setengah tua atau muda. Gitu lho Hyung" ucap Riku cuek.


Hyung-woon tersenyum. "Mr Rayden Takahashi."


"Berarti yang setengah tua. Oke lah. Silahkan masuk, Hyung." Riku mempersilahkan Hyung-woon masuk ke dalam rumah karena tadi dirinya dan Jake mengobrol di teras.


"Kita bertemu lagi pak Jake" sapa Hyung-woon.


"Mr Jeong junior" balas Jake.


"Lho siapa ini Riku?" tanya Kara melihat pria asing masuk ke dalam rumah.


"Ini namanya Jeong Hyung-woon. Cari Mr Takahashi yang setengah tua" jawab Riku cuek.


"Apa maksudmu Mr Takahashi setengah tua?" tanya Abe yang sedang berjalan menuju ruang makan.


"Lho kan bener Opa. Di rumah ini kan ada tiga Mr Takahashi, Opa yang sudah tua, Daddy yang setengah tua terus aku dong yang masih muda" cengir Riku tanpa bersalah.


"Dasar cucu durhakim!" umpat Abe sebal.


"Eh ada tamu kok malah berantem" tegur Kara. "Apa kabar, Jeong Hyung-woon. Tante manggilnya siapa nih enakny?" Kara menghampiri Hyung-woon.


"Hyung-woon saja, Mrs Takahashi" senyum pria Korea itu.


"Lho kok Oppa disini?" tanya Ren yang baru keluar kamar setelah mandi dan hari ini dia memakai kaus rumah hitam bertuliskan 'NCT 127' di depannya dan celana legging hitam.


"Iya, mau bertemu dengan Daddymu."


"Ini yang nganter kamu pulang dari toko buku itu Ren?" tanya Kara kepada putrinya yang baru turun dari tangga.


"Iya mom" jawab Ren.


"Eh ngomong-ngomong kamu umur berapa?" tanya Riku yang sudah duduk di sofa ruang tengah.


"Riku, yang sopan dong" tegur Kara.


"23 tahun."


"Lulusan mana?"


"Hanyang University jurusan bisnis."

__ADS_1


"Kapan lulus?"


"Tahun kemarin."


"Suka campursari atau dangdut?"


Hyung-woon menatap pria bule itu dengan heran. "Aku suka campursari tapi dangdut nggak begitu."


"Lagu favorit?" tanya Riku lagi cuek.


"Sewu Kuto."


Riku tersenyum. "Selamat datang di keluarga Takahashi." Pria itu mengulurkan tangannya dan disambut oleh Hyung-woon bingung.


Abe, Kara dan Ren hanya melongo melihat Riku seenaknya sok tanya-tanya seperti polisi sedangkan Jake hanya tersenyum geli melihat Riku seperti itu.


"Lho Hyung-woon? Ada apa kamu kemari?" tanya Rayden sambil turun tangga.


"Tuh yang Hyung cari. Mr Takahashi setengah tua" kekeh Riku.


"Rikuuuu!" pelotot Rayden.


***


"Ini enak Mrs Takahashi. Apakah ini namanya bestik solo?" tanya Hyung-woon.


"Betul. Apakah kamu pernah ke Solo?" tanya Kara menatap pria yang duduk bersebelahan dengan Ren.


"Dua kali diajak sama papa cuma antrinya aduhai di bestik Darmo" senyum Hyung-woon.


"Itu memang enak, Woon" sahut Abe. "Tapi ya gitu, sabar menanti."


"Dad, Hyung tuh juga suka campursari lho tapi dangdut B saja" lirik Riku ke Ren yang memasang wajah datar.


"Ohya? Hyung-woon, kenapa tidak bilang kalau kamu melokal juga?" sahut Rayden sumringah sedangkan Kata dan Abe hanya menghela nafas panjang. Mulai deh kalau bertemu dengan sesama satu server.


"Saya kira Mr Takahashi hanya suka dangdut" jawab Hyung-woon.


"Oh tidak, saya suka dangdut dan campursari. Lagu favorit kamu?"


"Sewu Kuto tapi akhir-akhir ini saya mendengarkan Kartonyono Medhot Janji" senyum Hyung-woon.


"Eh itu enak juga lagunya dan kata-katanya koplak bener" kekeh Riku.

__ADS_1


"Oh my God" keluh Ren sambil memijit pelipisnya.


***


Ren, Kara dan Jake hanya memperhatikan ketiga orang yang berada di ruang tengah itu asyik membicarakan beberapa lagu yang menjadi kesukaan masing-masing. Riku bahkan dengan antusias menunjukkan saat dia konser dadakan di acara musik kampus ke Hyung-woon.


"Seru kali Rik" ucap Hyung-woon antusias melihat Riku nyanyi aku sing nduwe ati.


"Lagunya aku suka. Apalagi yang kata-katanya 'suwe suwe lambemu tak tuku' wah itu jleb banget!" kekeh Riku.


"Artinya apa itu?" tanya Hyung-woon.


"Lama-lama mulutmu aku beli" sahut Rayden.


"Wah jleb banget" kekeh Hyung-woon.


Ren menatap Kara. "Mom, Ren masuk kamar dulu ya. Kepala Ren pusing atas kelokalan yang haqiqi ini."


Kara tersenyum mendengar ucapan putrinya. "Pamit dulu sama Daddymu."


Ren pun berdiri lalu mencium pipi Kara, lalu Abe yang masih menonton film dari Ipad-nya dan menuju ke Rayden.


"Dad, Ren pamit tidur duluan. Kepala Ren pusing."


Rayden dan Hyung-woon terkejut. "Kamu sakit Ren?" tanya Rayden.


"Nggak, hanya jeleh dengan kelokalan ini." Ren mencium pipi Daddy-nya lalu mengeplak bahu Riku.


"Kamu nggak cium aku Ren?" goda Hyung-woon yang langsung mendapat pelototan semua keluarga Takahashi.


"Hah?" Ren mendelik.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Bonus sebelum Eike kena sirep


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2