
Hyung-woon memarkirkan mobilnya di depan garasi rumah Takahashi dan melihat bagaimana Ren terlelap dengan wajah sedih. Hyung-woon bisa melihat karena lampu garasi terang dan pria bisa melihat bagaimana ekspresi gadis yang sangat disukainya.
"Ren... bangun. Sudah sampai rumah." Hyung-woon menggoyangkan bahu gadis itu namun tampaknya Ren sulit dibangunkan.
Suara ketukan di jendela mobil membuat Hyung-woon menoleh dan tampak Rayden Takahashi disana. Hyung-woon membuka jendela mobilnya.
"Selamat malam Mr Takahashi. Maaf, Ren sudah dibangunkan." Hyung-woon menunjukkan putri Rayden itu tidur nyenyak disana.
"Ren kalau tidur di mobil susah dibangunkan. Kamu gendong dia ya. Aku tidak mau kena encok malam-malam." Rayden lalu berbalik menuju ke rumah.
Hyung-woon mengusap tengkuknya dan menghela nafas panjang. Bukan dia tidak kuat menggendong Ren, tapi bisa-bisa nanti dia diamuk gadis itu jika tahu dia yang menggendongnya. Tapi Mr Rayden sudah memberi ijin.
Setelah berdebat tidak jelas antara dua sisi dirinya yang satu berpakaian ala malaikat sedangkan yang satu seperti badut Pennywise, akhirnya Hyung-woon memutuskan menggendong gadis itu.
Hyung-woon membuka pintu penumpang mobilnya lalu melepaskan seatbeltnya, dan mulai mengambil tubuh Ren. Hyung-woon menggendong Ren dengan bridal style dan sumpah demi apapun dia berusaha untuk konsentrasi karena harum parfum milik Ren membuatnya mabuk kepayang. Kenapa kamu harus memakai parfum milik Christian Dior J'Adore sih Ren. Baunya membuat aku ingin mencium dirimu.
"Lho? Hyung-woon? Baru jam sepuluh kok sudah pulang?" tanya Kara melihat putrinya tertidur di dalam gendongan Hyung-woon.
"Iya, Mrs Takahashi. Kami memang pulang cepat."
"Bawa saja ke kamarnya, pintunya sudah terbuka" sahut Rayden dari lantai dua yang sudah membuka pintu kamar Ren.
"Kok bukan mas Ray yang gendong Ren. Kasihan Hyung-woon" ucap Kara.
"Sayang, aku tak mau kena encok ya malam-malam." Rayden menyingkir ketika Hyung-woon sampai di depan kamar Ren.
Kamar khas wanita, berbau feminim dan... J'Adore. Rupanya parfum favoritmu itu Christian Dior. Hyung-woo meletakkan tubuh Ren diatas tempat tidurnya yang bernuansa pink, berbanding terbalik dengan gayanya yang Gothic.
Hyung-woon menarik resleting sepatu boot milik Ren dan melepaskannya lalu menaruhnya di sudut kamar.
Hyung-woon menatap gadis yang tampak memikirkan sesuatu meskipun dirinya terlelap sekarang. Merasa tidak tega meninggalkan Ren dengan kondisi seperti itu, Hyung-woon menarik kursi dari meja belajar Ren dan duduk di sebelahnya.
Tangannya terulur dan mengelus kepala Ren dengan lembut. "Kamu pasti kaget ya tadi tiba-tiba mendapatkan omongan seperti itu dari pak Jake."
Hyung-woon mengusap pipi Ren dengan telunjuknya. "Akan aku rebut kamu Ren, pak Jake akan aku tikung."
***
Rayden dan Kara melongo ketika mendengar laporan Hidetoshi ketika mereka melakukan panggilan video call. Kedua suami istri Takahashi itu bahkan melihat rekaman CCTV ketika Jake menyatakan akan menikahi Ren.
"Hide, apakah kalian bertiga menyukai Ren?" tanya Rayden yang harus bingung memikirkan ketiga pria yang dia tahu dan kenal baik.
__ADS_1
"Aku menyukai Ren sejak dia SMA, Oom Jake tampaknya sejak Ren lahir sedangkan anak Korea itu ..."
"Namanya Hyung-woon, Hide" potong Kara.
"Pokoknya itulah baru saja masuk ke dunia persaingan merebut cinta Ren."
"Hide, Ren masih muda, baru mau 20 bulan depan. Biarkan dia menikmati masa mudanya" ucap Rayden.
"Sejujurnya Oom Ray, aku tidak tahu apa yang ada di dalam hati Ren. Dia seperti... Menahan sesuatu."
"Karena dia bingung menghadapi semua ini, Hide. Sudah, berikan Ren waktu, okay? Terimakasih Hide sudah menjaga Ren" ucap Kara tulus.
"Aku ingin Ren bisa memilih ku Tante Kara" ucap Hidetoshi serius.
"Why?"
"Karena kami satu server soal musik."
***
Rayden dan Kara naik ke lantai dua dan melihat bagaimana Hyung-woon dengan lembut mengelus kepala Ren.
"Ehem!" Rayden berdehem yang membuat Hyung-woon terkejut segera menarik tangannya dan menoleh ke arah pintu. Tampak Rayden bersidekap dengan wajah judes dan Kara yang tersenyum meneduhkan.
"Maaf Mr Rayden. Saya lancang mengelus kepala Ren" Hyung-woon berdiri dari duduknya dan membungkuk meminta maaf.
"Sabar ya Hyung-woon." Kara tersenyum lembut.
"Terimakasih Mrs Takahashi." Hyung-woon pun mengikuti Rayden menuju lantai satu.
***
"Apa benar di tempat Hide tadi terjadi peristiwa Jake bilang akan menikahi Ren?" tanya Rayden ke Hyung-woon dengan tatapan tajam.
"Benar Mr Takahashi. Anda tahu dari..."
"Hidetoshi! Dia juga sama denganmu, naksir Ren!" dengus Rayden. Punya anak perempuan satu saja sudah bikin pusing! Untung cuma satu, kalau lima bakalan kayak apa? "Apa sih yang ada di pikiran Jake? Apa gara-gara Ren makanya dia menjomblo akut? Benar-benar deh! Ren itu kan seumuran dengan anaknya kalau dia nikah muda!" omel Rayden emosi.
Hyung-woon hanya diam saja.
"Assalamualaikum. Lho kok sudah pulang Hyung? Biasanya sampai jam satu malam kalau Ren manggung" suara Riku yang baru datang dari tugas jaga di rumah sakit membuat kedua orang itu menoleh.
"Wa'alaikum salam" balas keduanya.
__ADS_1
"Ada apa ini?" Riku melihat bagaimana wajah ayahnya tampak ingin menghajar orang sedangkan Hyung-woon hanya diam saja. "Hyung? Kau apakan adikku?" Riku memincingkan matanya.
"Bukan Hyung-woon, tapi Jake!" sergah Rayden.
"Memangnya Oom Jake kenapa?" tanya Riku bingung.
"Kamu besok pagi jadi sunmori sama Jake? Naik Triumph?" Rayden malah berbalik tanya ke Riku.
"Jadilah! Oom Jake malah sudah kirim pesan jam enam pagi sampai disini. Memang ada apa sih Dad?" Riku menatap kedua pria di hadapannya bergantian.
"Besok kamu akan tahu!" desis Rayden kesal.
***
Jake Ishihara datang tepat jam enam pagi dengan motor Triumph nya dan dia melihat Rayden Takahashi sudah menunggunya di depan teras. Wajah Rayden tampak begitu emosi.
Jake melepaskan helm full facenya dan meletakkan di spion motornya. Pria itu datang mengenakan jaket kulit dan badannya yang sangat dia jaga menambah matang fisiknya.
"Pagi Boss..."
BUGH!
Tanpa basa basi Rayden langsung meninju Jake yang membuat pria itu terhuyung ke belakang.
"Apa maksudmu hendak menikahi Ren, Jake? For God's sake! Dia itu keponakanmu!" teriak Rayden.
"Dia tidak ada hubungan darah denganku, Ray!" balas Jake sambil mengusap rahangnya yang terkena pukulan Rayden. "Aku mencintai putrimu, Ray!"
"Astagaaaaa! Oom Jake jatuh cinta dengan Ren?" seru Riku yang sudah bersiap pergi bersama Jake di depan pintu rumah.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Jadi begini, dua kali aku kena tolak karena menuliskan lirik lagu di dua chapter terakhir ku dan itu tidak sesuai dengan regulasi NT. ( Ada di Ig story ku ). Jadi kalau misal kalian penasaran lagu apa yang aku pakai ( Just so you know nya Jesse McCartney atau Will You Marry Me nya Paula Abdul ) ada semua di Ig storyku hari ini di hana_reeves_nt.
Agak sedih juga karena jadi bubar ceritanya nggak sesuai dengan bayanganku pas adegannya itu.
Maaf jika telat up karena harus lolos review berulang-ulang.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️