
"Mooommmyyyy!" teriak seorang gadis remaja berusia 19 tahun terdengar di seluruh penjuru rumah.
Kara yang sedang membuat macaroni schotel sampai terkejut dibuatnya termasuk dua pembantu setianya Bu Sumi dan bik Ijah yang usianya sudah kepala enam tapi masih menolak pensiun meskipun Kara sudah memintanya.
"Astaghfirullah anak mommy satu itu" bisik Kara sambil menghela nafas panjang. "Bik Ijah tolong diteruskan ya, aku mau lihat si genduk Ren kenapa teriak-teriak."
Kara mencuci tangannya dan keluar dari dapur dan tampak anak gadisnya cemberut sambil bersidekap menatap judes ke arah kembarannya.
"Kamu kenapa Ren?" tanya Kara lembut.
"Mom, bilang sama Riku, mbok jangan nyanyi dangdut atau campursari di acara kampus! Taruh dimana muka Ren mom?" jerit Ren dramatis.
"Yeeee, wong yang nonton asyik-asyik saja kok kamu yang sewot Ren?" ledek Riku, pria tampan yang benar-benar fotokopi sang Daddy, Rayden Takahashi yang demen dangdut dan campursari.
"Aku kan malu mom! Masa bule kok dangdutan?" cebik Ren. Anak gadis Kara dan Rayden itu mirip dengan sang mommy memiliki rambut panjang warna hitam namun warna matanya sering tidak jelas antara hazel atau abu-abu.
"Memang ada acara apaan sih?" tanya Kara sambil menghela putri cantiknya ke sofa ruang tengah.
"Jadi tadi tuh kan ada acara band di kampus, terus vokalisnya sakit tenggorokan, eh aku disuruh gantiin. Aku bilang sama Bram, gitarisnya, gimana kalau nyanyi campursari tapi dibikin nada agak rock gitu. Eh si Bram bilang sekalian saja campursari sekali-kali. Ya udah deh nyanyi dong aku dua lagu Sewu Kuto sama aku sing nduwe ati, ndilalahnya Bram juga tahu lagu itu" cengir Riku.
"Nggak banget deh!" sungut Ren. "Tahu nggak mommy, sampai tadi teman-temanku bilang 'Kakak lu tuh casing bule selera ndeso'. Kan malu aku Mom!"
"Lho Daddy mu kan juga. Casing bule jiwa dangdut is the music of my country" kekeh Kara.
"Daddy mah udah akut!" cebik Ren.
"Namanya gen tuh ga bisa dicolong, Ren sayang. Gue doain besok elu dapat cowok cakep tapi Melokalnya ampun!" ledek Riku jahil.
"Jangaaaaannn! Cukup cowok cakep ala Korea tapi fans K-Pop dan J-Rocks saja! Aku sudah cukup lelah dengan kelokalan kamu sama Daddy !"
Kara hanya tersenyum mendengar keributan kedua anak kembarnya. Ren dan Riku sekarang duduk di semester enam di sebuah Universitas Negeri di Jakarta. Riku mengambil jurusan kedokteran sedangkan Ren memilih mengambil hubungan internasional karena dia ingin menjadi diplomat.
Mendengar putrinya ingin menjadi diplomat, Rayden sempat membujuk kalau sekedar jalan-jalan, dia bisa mewujudkannya tapi Ren tetap bersikukuh ingin bekerja di kedutaan. Akhirnya Rayden pun mengalah atas permintaan putri cantiknya.
Abe Takahashi keluar dari kamar kerjanya mendengar keributan dua cucu kembarnya. Pria berusia 70 tahun itu hanya menggelengkan kepalanya mendengar protes Ren soal kelokalan kakak kembarnya.
"Bayangkan Opa. Di panggung, dandanan keren gini, Rasendriya Riku Takahashi, mahasiswa kedokteran incaran kaum hawa, nyanyi Didi Kempot!" cebik Ren yang sekarang bergelayut manja dengan opanya.
"Harusnya Riku, kamu tuh nyanyi lagunya Led Zeppelin" kekeh Abe tanpa dosa.
"Jiaahh, mana mereka tahu Opa!" gelak Riku. "Paling banter juga Bon Jovi."
__ADS_1
"Masih mending nyanyi lagunya Bon Jovi yang always lebih bikin klepek-klepek" timpal Ren.
"Ren, kakakmu ini kiblatnya ke Daddy mu. Opa sudah berusaha menyadarkan Daddymu tapi tidak berhasil. Jadi mau gimana lagi, Opa juga sudah lelah" ucap Abe drama yang membuat Kara dan Riku memutar matanya malas.
"Opa, aku pun juga sudah lelah akan semua kelokalan itu" timpal Ren ikut berdrama.
"Apaan sih kalian itu? Lebay!" sungut Riku yang disambut tawa semuanya.
"Papa mau camilan?" tawar Kara.
"Kamu buat apa Kara?" tanya Abe.
"Macaroni schotel."
"Waaaahhh!" seru Riku dan Ren yang memang suka sekali panganan itu.
"Sudah kalian berdua mandi, ini sudah jam empat sore. Jangan lupa sholat asar anak-anak." Riku dan Ren bangun lalu mencium pipi sang mommy dan Opanya berpamitan ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
***
Rayden sampai di rumah pukul lima sore dan langsung ke kamar diikuti oleh Kara yang seperti biasa membantu suami tampannya untuk berganti pakaian.
"Ada cerita apa hari ini Kara Santanku?" tanya Rayden yang sekarang hanya mengenakan boxer dan bersiap untuk mandi.
"Wah bagus dong. Nyanyi apa?"
"Sewu Kuto sama aku sing nduwe ati" jawab Kara jengah.
Rayden mendelik. "Whoah! Benar-benar anak Rayden Takahashi!" gelaknya. "Bagooosss!"
"Udah mandi sana! Kalau mau muji anakmu nanti saja pas makan malam!" Kara lalu menyiapkan baju ganti buat suaminya.
***
Rayden dan Riku saling Tosh di meja makan setelah remaja tampan itu bercerita kepada Daddy nya yang tentu saja membuat kembaran cantiknya sewot.
"Daaaadd, please deh! Riku itu jangan mbok doktrin melokal dong!" protes Ren.
"Terus reaksi yang nonton gimana Rik?" tanya Rayden mengacuhkan putrinya.
"Seru lah Dad. Rupanya banyak yang tahu juga tuh lagu terus pada joget lah!" kekeh Riku sambil menunjukkan video yang dikirimkan teman-temannya saat dia manggung.
__ADS_1
Rayden, Kara dan Abe melihat bagaimana aksi Riku yang berada di panggung.
"Suaramu bagus juga, Rik" puji Abe. "Berbakat nyanyi juga ternyata."
Riku mendongakkan wajahnya dengan gaya sombong ke arah adik kembarnya.
"Njelehi!" umpat Ren sebal.
"Rik, Daddy cuma bilang satu padamu. Teruskan!" Rayden dan Riku bertosh ria lagi.
"Absolutely Dad! Biarpun aku Dokter nantinya, tetap dangdut dan campursari is wajib di ruang praktek aku!"
"Benar-benar anak Daddy kamu!" Rayden memeluk bahu putranya.
"Oh berarti Ren anak mommy ya soalnya selera musiknya beda sama Daddy" sarkasame Ren.
"Biarpun kalian dari kecebongnya Daddy, tapi ternyata gennya berbeda. Riku anak Daddy, Ren anak mommy. Dunia adil kan?" cengir Rayden yang mendapat pelototan dari Kara.
"Daaaadd! Kenapa bawa-bawa kecebong siiiihhh! Aku kan masih polos!" teriak Ren jengah mendengar ucapan minus akhlak Daddy-nya.
"Perlu aku jelaskan Ren soal reproduksi manusia?" kerling Riku jahil.
"NO!" pendelik Ren ke kakak kembarnya.
"Ya sudah, biar Opa beritahukan bagaimana kecebong ketemu cupcake" sahut Abe dengan wajah serius.
"OPAAAA!"
***
Yuhuuu aku kasih bonchap Rayden dan Kara Yaaa
Jangan diminta tiap hari ada soalnya aku bikinnya sesuai mood. Dapat ide langsung aku up.
Ohya terimakasih atas semua atensi readers ku semua.
Tolong support juga novel-novel aku yang lain, terbaru Duda Untuk Davina. 👆👆👆
Thank you for reading and support
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️