
"Iyaaa, aku mau nginap disini" ucap Hyung-woon santai.
"No way José! Kamar ini cuma ada dua!" hardik Riku.
"Ya aku tidur dengan Ren" sahut Hyung-woon cuek.
"Pulang sanaaaa!" teriak Riku gemas.
Hyung-woon terbahak. "Aku hanya bercanda Riku. Meskipun aku berharap Oom Rayden datang membawa penghulu kemari."
Ren hanya bisa menghela nafas panjang. Kekasihku memang ngawur tenan.
***
Hyung-woon akhirnya pulang ke hotel dengan para pengawalnya sedangkan Ren dan Riku mengobrol di ruang tengah.
"Bahagia kah?" tanya Riku ke adik kembarnya.
Ren mengangguk.
"So? Masih mau ngejar karier? Hyung-woon sudah menunggu lima tahun lho" ucap Riku. "Masa iya kalian hanya begini saja. Long distance relationship, terus ketemuan hanya sekilas info. Pria itu juga nggak bisa sabar menunggu dan Hyung-woon sudah lima tahun menunggumu."
"Besok senin kan aku ngantor. Akan aku tanya tugas aku setelahnya."
"Kamu mundur dari Kemenlu juga tidak masalah kan? Jangan sampai kamu menyesal, Ren. Pria yang suka padamu dan baik mungkin banyak tapi yang terbaik buat kamu cuma satu.
Dan bukan karena dia melokal ya Ren, tapi dia memang terbaik untukmu kalau menurutku. Jangan remehkan feeling saudara kembarmu ini ya. Sejak lima tahun lalu, aku sudah menerima Hyung-woon bagian dari keluarga. Hanya kamunya saja masih kekeuh pengen jadi diplomat."
Ren meletakkan kepalanya di bahu Riku. "Tapi tetap kan kamu suka dapat ipar yang melokal jadi kamu dan Daddy bisa kompak melawan aku, mommy dan Opa."
Riku terbahak. "Itu bonusnya chuy!"
"Dasar!"
***
Hyung-woon tiba di kamar hotelnya dan segera menghubungi Rayden Takahashi karena dia tahu di Jakarta sekarang pukul sepuluh pagi.
"Ada apa Hyung-woon?" tanya Rayden setelah membalas salam pria Korea itu.
__ADS_1
"Kabar baik Mr Rayden. Saya bertemu dengan Ren di Washington DC bersama dengan Riku juga."
"Akhirnya bertemu juga ya Hyung-woon" kekeh Rayden. "Gimana rasanya ketemu dengan Ren?"
"Awesome!" Bahkan aku sudah menciumnya, Sir.
"Apakah Ren sudah berubah pikiran?"
"Alhamdulillah sudah, Sir" jawab Hyung-woon.
"Kapan kalian meresmikan hubungan?"
"Saya menunggu posisi Ren di KBRI, mau sampai kapan dia dinas di Washington DC. Saya tidak mau memaksa Ren untuk gegabah mengambil keputusan meskipun kami tadi sempat membahasnya."
"Baik Hyung-woon. Kita tunggu besok saat Ren bekerja dan jika kalian sudah memutuskan, akan dimana? Jakarta atau Seoul?"
"Saya kira Jakarta lebih baik, Sir."
"Kenapa?"
"Karena di Seoul tidak ada campursari, adanya KPop."
Rayden terbahak.
***
"Saranghae Ratimaya" senyum Hyung-woon.
Ren tersenyum melihat gaya Hyung-woon. "Sarang Hae Oppa."
"Astaga Dragon Ball. Ngapain si Trunk kesini?" ledek Riku sambil tertawa.
"Haaaahhhh?"
Trunk from Dragon Ball
__ADS_1
***
Hyung-woon ikut sarapan bersama Ren dan Riku yang pagi ini membuat nasi goreng sosis beserta acar plus kerupuk udang.
"Bukannya di hotel dapat sarapan ya?" sindir Riku.
"Lebih enak sarapan disini sekalian antar Ren ke kantor dan aku juga ada pertemuan jam sepuluh pagi" sahut Hyung-woon cuek.
"Oh astaga" keluh Riku dramatis.
"Kok sepi Rik, tidak ada kesenian?" Hyung-woon celingukan mencari peralatan audio.
"Kalau ada Ren, tidak boleh ada campursari atau dangdut soalnya dia akan ngeroweng sepanjang hari" jawab Riku manyun.
"Iyalah! Masa pagi-pagi denger lagu patah hati melulu. Bikin mood Ambyar tahu nggak!" omel Ren.
"Lho tapi itu yang enak Ren" ucap Hyung-woon.
"Besok kalau kalian menikah, tolong doktrin adikku ini!" pinta Riku.
"Itu yang agak sulit, Rik" jawab Hyung-woon.
"Kenapa?"
"Kalian yang sudah dari lahir didoktrin saja Ren masih tidak bisa, apalagi aku" senyum Hyung-woon.
"Mungkin agak berbeda jika kamu sebagai suami, Hyung" kekeh Riku.
"Apa kamu lupa, mommy saja 27 tahun nikah sama Daddy masih tidak terpengaruh, apalagi aku?" sanggah Ren.
"Damn! Aku lupa mommy!" Riku menepuk jidatnya.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Insyaallah kalau khilaf ada up lainnya.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️