Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan
Bonchap - Tiga Pria Ren


__ADS_3

"Haaaahhhh?" pendelik Ren. "Memang kamu siapa Hyung-woon?"


"Eh? Siapa tahu kamu khilaf mencium semua orang disini" cengir Hyung-woon.


Rayden menatap judes ke Hyung-woon. "Jangan ngadi-ngadi kamu, Bocah!"


"Maaf Mr Takahashi. Saya hanya bercanda" senyum Hyung-woon.


"Bercandanya nggak lucu!" dengus Rayden sedangkan Riku hanya tersenyum geli melihat Daddy-nya manyun.


Ren hanya menggelengkan kepalanya. "Goodnight Daddy."


"Goodnight princess." Ren mengangguk ke semua orang lalu mencium mommynya lagi. "Goodnight Mom."


"Goodnight sayang" balas Kara sambil mencium pipinya.


Ren mencium dan memeluk Opanya dan memeluk Jake serta mencium pipi asisten daddy-nya. "Goodnight Oom." Setelahnya gadis itu naik ke lantai dua menuju kamarnya.


Hyung-woon yang melihat adegan itu langsung melongo.


"Kenapa Hyung? Kaget? Ren biasa seperti itu dengan Oom Jake dan Oom Rafli" kekeh Riku.


Jake yang memang sudah terbiasa mendapatkan perlakuan Ren seperti itu hanya tersenyum tipis. "Jealous Mr Jeong junior?" godanya sambil menatap pria Korea itu.


Hyung-woon diam saja namun tetap menatap tajam Jake.


"Oke, Hyung-woon. Ada apa kamu kesini?" tanya Rayden mencairkan suasana dua pria tampan itu yang seperti hendak gelut.


"Saya mau meminta ijin mengantarkan dan menjemput Ren besok malam Minggu ke restauran milik Hidetoshi."


Rayden tahu dua anaknya sering nongkrong di restauran milik Hidetoshi, sahabat Keitaro anak Rayna, kakaknya. Mereka bahkan sejak si kembar SMA sering jamming session bareng karena Hidetoshi jago bermain alat musik.


"Aku kan ada tugas jaga di rumah sakit Dad jadi Ren mau datang sendiri besok Sabtu dan rencananya Hide mau antar pulang kalau sudah selesai" sahut Riku.


"Serius kamu mau antar jemput Ren? Bukannya itu modusmu saja" Rayden memincingkan matanya.


"Kalau saya bilang iya, bagaimana?" Hyung-woon menatap balik ke Rayden yang membuat Riku tertawa.


"Haaaahhhh? Berani sekali dirimu, young man." Rayden menatap tajam ke Hyung-woon yang tidak gentar dilihat sedemikian rupa dengan netra warna abu-abu itu.


"Saya menyukai putri anda, Mr Takahashi jadi saya harus berani menghadapi anda bukan?" senyum Hyung-woon.


"Hhhmm. Kamu mungkin suka putriku tapi belum tentu putriku menyukaimu" ucap Rayden sambik tersenyum smirk.


"Tenang Mr Takahashi. Putri anda akan suka dengan saya nantinya."


"Selamat berjuang Hyung, soalnya adikku itu tidak suka dengan cowok yang satu server dengan kami berdua. Sepertinya kamu sudah di auto coret olehnya sebelum dia tahu perasaanmu." Riku yang memiliki netra bewarna sama dengan sang Daddy pun menatap tajam pria di hadapannya.


Hyung-woon tersenyum.


"Kalau kamu memang serius menyukai cucuku, berjuanglah" ucap Abe Takahashi yang duduk di sebelah Rayden.


Sekarang Hyung-woon menghadapi tiga generasi Takahashi.

__ADS_1


Kok gue kayak disidang ala sidang skripsi.


***


Malam Minggu Ren benar-benar dibuat terkejut melihat Hyung-woon datang ke rumahnya untuk menjemputnya.


Pria Korea itu datang mengenakan jaket denim dan sweater putih tanpa kacamatanya membuatnya berbeda seperti ketika bertemu di toko buku beberapa saat lalu.



"Wuih, serius datang kamu Hyung-woon?" sindir Rayden melihat pria itu masuk ke dalam rumah setelah dipersilahkan oleh pelayan.


"Serius Mr Takahashi" jawab Hyung-woon.


"Kalian mau berangkat sekarang?" tanya Kara melihat putrinya lagi-lagi memakai gaun hitam, jaket dan boot.


"Iya mom" jawab Ren sambil mengambil tas selempangnya. "Ren berangkat dulu mom." Gadis itu mencium punggung tangannya Kara, lalu ke Rayden dan Opanya, Abe.


"Kami pergi dulu Mr Takahashi, Mrs Takahashi, Mr Abe Takahashi" pamit Hyung-woon.


"Hati-hati."


***


Hyung-woon dan Ren sampai di restauran milik Hidetoshi yang disambut pemiliknya dengan wajah sumringah ke Ren tapi tidak ke Hidetoshi.


Tambah lagi deh saingan gue - Hyung-woon.


Ini si bocah Korea kenapa juga dimari? - Hidetoshi.


"Mereka tahu kamu mau manggung jadinya antusias pada datang" ucap Hidetoshi sambil menghela gadis itu menuju ke tempat piano bewarna orange itu.


Hyung-woon hanya mengekori mereka berdua dengan wajah manyun. Beberapa pengunjung tampak antusias atas kehadiran gadis cantik itu.


"Ren! Ayo nyanyi!"


"Ren! Main piano dong!"


"Akhirnya Ren kesini juga."


Hyung-woon melihat pengunjung itu seperti fansnya putri Rayden Takahashi. Ren sendiri hanya tersenyum kepada para fansnya.


"Kalian mau dengerin apa nih?" tanya Ren sambil melepaskan jaket Jeansnya.


"Apa saja yang penting kamu yang main piano."


Ren pun duduk di depan piano dan mulai memainkan lagu River Flows In You milik Yiruma.



Hyung-woon sekali lagi terkesima melihat permainan piano Ren melihat para pengunjung pun menikmatinya bahkan Hidetoshi pun juga tampak hanyut melihat permainan gadis itu.


Applaus riuh terdengar di restauran usai gadis cantik itu selesai bermain.

__ADS_1


"Konbanwa, terimakasih tapi jangan lupa pesan makanan dan bayar makanannya ya, nanti Hidetoshi nggak bisa bayar aku" gurau Ren yang membuat para pengunjung tertawa.


"Lagu kedua. Don't go from EXO."


Hyung-woon terkejut mendengar betapa fasihnya Ren menyanyikan lagu berbahasa Korea itu. Applaus pun terdengar di restauran itu usai Ren bernyanyi.


"Terimakasih." Ren tersenyum. "Apa ada request? Insyaallah aku mainkan asal jangan lagu dangdut atau campursari."


Para pengunjung tertawa. Seorang gadis yang berusia sekitar 25 tahun datang menghampiri Ren.


"Ren, tahu lagunya Paula Abdul?"


"Rush rush?" balas Ren.


"Bukan, yang judulnya 'Will You Marry Me' soalnya aku mau nembak pacar aku tuh! Sayang suaraku jelek nggak sebagus kamu." Gadis itu menunjuk cowok yang hanya memegang pelipisnya.


"Gini saja, kita lipsync saja. Aku yang nyanyi di belakang mbak, tapi seolah-olah mbak yang nyanyi. Gimana?" tawar Ren.


"Boleh deh! Tapi kamu tahu lagunya kah?" tanya gadis itu.


Ren membuka ponselnya dan mencari lagu itu di aplikasi musiknya lalu menggunakan airpods nya dia mendengarkan sebentar. Lima menit kemudian dia mengangguk.


"Yuk mbak, kita mulai."


Will you, will you


Will you marry me boy


Will you, will you


Come on baby now


"I will marry you Ren!" sebuah suara bariton terdengar usai Ren memainkan lagunya.


Ren mendelik ke arah pria yang berdiri di belakang dengan dandanan berbeda dari keseharian yang dilihatnya.



"Oom Jake?" Ren menatap pria yang menjadi asisten Daddy nya berdiri di barisan belakang meja. Matanya menatap dirinya dengan tatapan serius.


Hyung-woon dan Hidetoshi langsung menatap tajam ke arah pria itu.


Apa maksudnya Oom-oom nggak tahu diri itu?


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Maaf ceritanya jadi rumpi nih si Ren. 😅😅😅


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2